
Keduanya memang tidak bisa mengerahkan energi qi Di Dunia Jiwa seperti yang Thian Hu katakan sebelumnya. Karena tujuan mereka memasuki Dunia Jiwa adalah untuk meningkatkan kekuatan murni tubuh kasar mereka.
Dengan susah payah, Hao Long bangkit untuk duduk, demikian juga dengan Li Annchi yang hampir saja menyerah setelah gagal mengerahkan energi qi-nya yang benar-benar tidak bisa di gunakan lagi.
Keduanya terengah-engah dan di saat bersamaan Hao Long menyadari luka dari pertarungannya melawan Ge Riong, telah pulih seratus persen bahkan lebih sedikit.
Tubuh keduanya mulai merasa nyaman seiring meresapnya energi murni ke dalam tubuh, melalui pori-pori yang tidak tertutupi oleh pakaian yang mereka.
Keduanya saling duduk memunggungi setelah sepakat mengikuti arahan Thian Hu sebelumnya, yakni melepas pakaian hingga tak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.
Satu hari satu malam telah berlalu dengan cepat, keduanya membuka mata setelah merasakan tubuh mereka jauh lebih ringan dari sebelumnya.
Namun tetap saja, untuk bisa berdiri tegak dengan kedua kakinya, harus bersusah payah melakukannya. Keduanya merasakan seolah ada beban berat menghimpit bahu mereka.
Hao Long mencoba melangkah dan kakinya berdebam menginjak batu berwarna keperakan itu. Satu langkah, dua langkah dan akhirnya dengan tertatih-tatih, Hao Long maupun Li Annchi berhasil berjalan sebanyak sebelas langkah saling menjauhi.
Keduanya terduduk dengan keringat yang bercucuran. Hao Long membalikkan badannya, demikian juga dengan Li Annchi yang menatap sayu ke arah kekasihnya itu.
Hati keduanya bergetar dan menghangat, setelah saling memandangi tubuh satu sama lainnya. Sudah sejak lama mereka tidak berada dalam situasi seperti ini.
Entah dari asalnya energi Hao Long yang tiba-tiba berdiri dan mampu melangkah dengan cepat menghampiri Sang Kekasih dengan senjata pusakanya yang telah menantang langit.
“Long Kau ... Bagaimana kau bisa melangkah secepat itu?” Li Annchi yang juga merasakan tubuhnya menghangat, lantas berdiri dan berusaha melangkah dengan cepat ke arah dimana Hao Long tadi terduduk.
Ia merasa takjub, saat dirinya juga mampu melakukan hal yang sama, hingga membuat mereka kini bertukar posisi. “Annchi kenapa Kau malah pergi ke situ ...”
Hao Long menggerutu kesal dengan suara yang telah menjadi serak. Li Annchi hanya tertawa kecil memandangi Tongkat Surgawi Hao Long yang terlihat telah begitu keras.
Ia pun mencoba berlari kecil dan di akhiri dengan lompatan ke arah Hao Long yang telah siap merengkuh tubuh polosnya kekasihnya itu.
__ADS_1
Keduanya bercumbu dengan segenap kasih dan cinta yang ada di hati mereka hingga satu jam kemudian terdengar geraman panjang Hao Long dan pekikan tertahan Li Annchi.
Tiba-tiba saja Dunia Jiwa itu bergetar hebat, membuat Hao Long dan Li Annchi yang tengah berbaring dengan kepala di dada kekasihnya itu tersentak kaget.
Keduanya terlupa dengan larangan melakukan hubungan badan di dunia itu, sebelum keduanya bisa menggunakan lagi energi qi mereka di Dunia Jiwa ini.
Keduanya segera mengenakan pakaian mereka kembali dengan terburu-buru karena menyadari adanya sesuatu yang bergerak tak jauh dari tempat keduanya berada.
“Long bagaimana ini? Kita telah melanggar larangan Leluhur Thian Hu?” Li Annchi terlihat agak menyesal, karena tadi sempat ingin menolak hasratnya yang terlalu kuat untuk Ia sirnakan.
GOAARRRR
Raungan keras terdengar dari jarak lima puluh meter di depan mereka, seekor kelabang dengan ukuran tak wajar, melesat keluar dari dalam tanah.
Kelabang itu memandang tajam Hao Long dan Li Annchi yang menjadi pucat karena melihat hewan sepanjang dua puluh meter itu dengan tubuh yang beraura kemerahan.
“Long apakah Ia akan memangsa kita?!”
Suasana menjadi hening dan sangat meneggangkan saat Kelabang itu bergerak perlahan-lahan memutari tubuh mereka, seolah mencari celah untuk menerkam mereka.
“Selamat datang manusia pilihan. Kalian berdua benar-benar pasangan serasi dan sehati. Namaku Lipani, Aku yang akan membimbing kalian berlatih di Dunia Jiwa ini. Siapa nama Kalian berdua?”
HEEEEEHHHH!!!
Hao Long dan Li Annchi mendesah kuat secara bersamaan dan tubuh keduanya terduduk lemas setelah menahan rasa tegang yang amat sangat, akan sikap Kelabang itu tadi yang kini berubah menjadi ramah dan hormat pada mereka berdua.
Setelah memberitahu nama mereka berdua, Lipani mengajak Hao Long dan Li Annchi ke sebuah tempat dimana saat tiba di sana, keduanya terpana takjub dengan apa yang mereka lihat.
“Karena kalian berdua telah melanggar aturan Dunia Jiwa, Kalian dihukum untuk bermeditasi selama dua bulan di atas kedua batu itu. In juga akan menjadi bagian latihan dari kalian.” Lipani berkata seraya menunjuk batu yang melayang setinggi lima puluh meter di depan mereka.
__ADS_1
Namun untuk bisa mencapai batu yang melayang itu, mereka harus mendaki anak tangga yang berjumlah sembilan puluh sembilan buah.
Hao Long dan Li Annchi terkejut mendengar hal itu, namun mereka dengan senang menerima hukuman tersebut. Hukuman dianggap ringan keduanya.
“Apa susahnya bermeditasi selama tujuh hari di sana. Ayo Annchi kita ke batu melayang itu.” Hao Long menarik tangan Li Annchi untuk mulai menaiki anak tangga batu itu.
Namun saat kedua kaki mereka telah menginjak tangga batu itu, sesuatu yang tak terduga tejadi. Tubuh keduanya kembali merasa berat, bahkan hanya untuk mengangkat kaki pun, mereka tak mampu.
“Long ... Kenapa begini?” Li Annchi yang hendak kembali pun sudah tak bisa lagi menggerakkan kakinya. Sementara Lipani tertawa senang melihat kepanikan kedua orang itu.
“Susahnya itu di sini, di tangga batu ini.” Lipani tersenyum. “Selamat menikmati hukuman kalian.” Lipani pun pergi ke dalam tanah tak jauh dari tempat tersebut.
Hao Long menggerutu kesal melihatnya, Ia mencoba kembali menaiki tangga tersebut dengan sekuat tenaganya. Namun tetap saja telapak kakinya hanya terangkat satu centimeter dari tangga batu.
Seharian keduanya mencoba namun tetap saja tak bergeming dari anak tangga pertama. Hao Long pun terdiam lalu merenungi situasi yang Ia hadapi.
“Annchi Ini adalah Dunia Jiwa, kurasa kita harus membuat jiwa kita menjadi tenang terlebih dahulu. Buang segala keresahan dan ketakutan serta kemarahan jiwa kita.”
Hao Long berkata demikian setelah teringat saat Ia bisa melangkahkan kakinya dengan cepat tadi, karena jiwanya sedang dipenuhi hasrat cinta kepada kekasihnya itu.
Li Annchi yang menyadari hal yang sama, segera menyambut tangan Hao Long yang kemudian menggenggamnya seraya memejamkan kedua matanya.
Perlahan ketenangan dalam jiwa mereka, mulai timbul dan semakin lama semakin menguat. Setelah jiwa keduanya sama-sama merasa tenang secara bersamaan mengangkat kaki kiri masing-masing.
Keduanya tersenyum gembira karena berhasil menguak cara mengatasi gaya gravitasi Dunia Jiwa yang entah berapa kali lipat jauh lebih kuat dari gravitasi di dunia manusia.
Di sebuah tempat lain, terlihat dua sosok tersenyum melihat Hao Long dan Li Annchi yang telah tiba di dekat kedua Batu yang melayang di udara, tempat dimana keduanya akan bermeditasi selama tujuh hari lamanya.
“Mereka berdua jauh lebih cepat dari kita saat akan mulai melatih Paduan Jiwa Surgawi .”
__ADS_1
“Benar sekali, sepertinya kemampuan mereka akan melebihi kemampuan kita.” Suara sang perempuan yang terdengar gembira melihat kebrhasilan hao Long dan Li Annchi yang kini sudah memulai meditasinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=