Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
110: Kemunculan Sang Dewa


__ADS_3

Hao Long terkesiap, mendapati serangan sangat cepat itu dan hanya memejamkan matanya saat tangan Beidi tak bisa lagi Ia hindari .


“APA! Bagaimana bisa?!” Beidi tersentak kaget, mendapati tangannya seolah menembus kepala Hao Long. “Jurus Ilusi macam apa itu?” Gao Bairi yang melihat serangan Beidi itu, terkesiap melihatnya.


Sosok tua yang telah berada sepuluh meter dari kedua orang yang sedang bertarung itu, menatap tajam ke arah tubuh Hao Long yang membuat benaknya dipenuhi pertanyaan.


“Baru kali ini aku menemukan jurus ilusi yang bisa membuat tubuh aslinya tertembus seperti itu. Menarik sekali bocah ini.”


Bukan hanya Gao Bairi dan Beidi yang terkejut, Hao Long sendiri tak menyangka dirinya lolos dari maut. “Aku merasakan tangannya, tapi mengapa tidak merasakan efek apapun dari serangan sekuat itu?”


Beidi yang masih terkejut seraya menatap tajam Hao Long, baru kali ini mereka menemukan jurus yang bisa mementahkan serangan seperti itu.


Sosok Naga Bumi yang melakukan hal itu, segera melesat ke arah Hao Long dan sosok tubuh ular naga sepanjang puluhan meter itu menghilang setelahnya.


Hal itu membuat Beidi menjadi waspada, lalu mengeluarkan dua pedang yang telah tergenggam kuat di kedua tangan mereka.


“Pedang Kristal Jingga, Pedang Kristal Biru, tunjukkan kekuatan kalian.” Beidi berguman seraya mengalirkan energi qi dalam jumlah besar ke bilah pedangnya.


Kedua pedang di tangan Beidi bersinar terang seraya memancarkan aura mencekam yang sangat kuat. Hao long kembali menelan ludahnya.


“Jangan gentar, Jurus Tubuh Hampa tidak akan bisa dihancurkan oleh senjata mereka.” Sosok Naga Bumi yang merasuk dalam tubuh Hao Long menyadari situasi kejiwaan Hao Long.


Hao Long menggenggam erat keris dari Ki Jogowono itu. Di saat bersamaan serangan dari Beidi datang.


TRANG


TRANG


Dua kali Hao Long berhasil menangkis serangan pedang Beidi yang sangat cepat itu, namun pada serangan yang ketiga, Hao Long terlambat menghindarinya.


CRASSSH

__ADS_1


Seharusnya bunyi itu yang didengar oleh Beidi. Namun mereka kembali dikejutkan oleh kenyataan yang tak sesuai harapan. Pedang Jingga yang mengenai bahu kiri Hao Long, seolah menembus udara.


Beidi kesal melihat hal itu, Ia melesat lebih cepat lagi dan menebas tubuh Hao Long secara beruntun hingga dalam satu detik ada lima tebasan yang Ia lesatkan.


Rasa frustrasi membuat Beidi melakukan hal itu. Namun tidak Beidi sangka, serangan membabi buta yang Ia lepaskan adalah kelemahan jurus yang sedang Hao Long gunakan.


“Cepat menjauh bodoh! Apa Kau ingin tubuhmu terpotong-potong!” Naga Bumi membentak Hao Long yang sedang diam saja seraya tersenyum mengejek dan membiarkan tubuhnya tertebas pedang lawan hingga puluhan kali.


Mendapat bentakan itu, senyum Hao Long menghilang. Serangan beruntun tanpa henti adalah kelemahan dari jurus Tubuh Hampa, namun Hao Long belum mengetahui hal itu.


Hao Long melompat mundur menghindari tebasan kuat ke arah lehernya, Ia lalu mulai melakukan serangan. Hal itu sedikit merepotkan Beidi.


Sepuluh menit pun berlalu, tiba-tiba tubuh Beidia terdiam diam mematung, sesaat kemudian tubuh itu memancarkan cahaya sebelum akhirnya kembali ke wujud dua orang, Tu Bei dan Rao Di.


Ini saat tepat untuk menghabisi kedua orang tersebut, namun sebelum Hao Long bergerak, tiba-tiba suasana menjadi hening. Tekanan udara yang sangat berat, memenuhi udara.


Mereka yang sedang bertarung, tak kuasa lagi untuk melayang di udara. Terdorong jatuh dan menjejakkan kakinya di tanah. Setibanya di tanah, Hao Long dan Li Annchi baru menyadari sesuatu.


Cahaya itu segera berubah menjadi wujud ular Naga Api dan Naga Es dengan ukuran tubuh yang sangat besar dan panjang hingga lebih dari seratus meter.


Kedua ular naga itu, bergerak memutar dan saling berlawanan arah. Apa yang terjadi tiga menit kemudian, membuat semua orang ternganga.


Di angkasa kini terbentuk pusaran awan yang sangat luas dan besar dengan sebuah lubang hitam di tengah-tengah pusaran tersebut.


Diameter lubang hitam itu, setidaknya lebih dari lima puluh meter. Hal yang membuat wajah mereka menjadi pucat adalah ketika tak bisa lagi mengendalikan tubuh mereka yang mulai terhisap ke dalam luang tersebut.


Sekuat apapun mereka mencoba bertahan, namun kekuatan itu terlalu besar untuk mereka lawan. Bagai daun kering, mereka terhisap ke dalam pusaran awan yang berputar cepat itu.


Setidaknya ada belasan orang yang terhisap ke dalam lubang itu, tanpa bisa mengendalikan tubuh mereka. Hao Long dan Li Annchi sempat saling berpegangan tangan saat tubuh mereka mulai terhisap.


Keduanya tidak jauh dari Gao Bairi yang juga terlihat kaget dengan apa yang terjadi, Sementara Jin Shi berada jauh di bawah bersama Tetua Fu Xia dan beberapa Ketua Sekte.

__ADS_1


Semakin ke dalam tekanan udara semakin kuat, hingga akhirnya semua orang tak bisa mempertahankan kesadarannya. Mereka pun tak sadarkan diri sesaat kemudian.


***


“Mengapa Aura mereka menghilang semua?” Gao Baidi yang berada di kota lain dan ingin mengetahui sejauh mana pertarungan di kota Kaiping, terlihat kaget saat tidak bisa merasakan satu pun aura dari anak buahnya.


“Apakah mereka semua terbunuh? Tapi Aku juga tidak merasakan Aura dari pihak lawan. ” Berbagai pertanyaan, membuat Gao Baidi memutuskan untuk pergi ke kota Kaiping.


Bersama Shi Mey yang baru saja selesai berkultivasi dan menembus Tingkat Antara, Gao Baidi membuat portal dimensi dan muncul tepat di atas kota Kaiping.


Namun pusaran awan yang sangat besar itu telah menghilang tiga menit yang lalu. Gao Baidi bisa melihat jika di dalam kota, para penduduk sedang menatap ke arahnya.


Ia melesat turun dengan sangat cepat, membuat para penduduk menjerit ketakutan. Gao Baidi menahan satu orang lalu membaca isi pikiran mereka.


Dalam pikiran orang itu, Gao Baidi mengetahui apa yang baru saja terjadi. “Ini … Hanya Dewa saja yang bisa melakukan hal itu. Apakah tujuan dua Dewa Naga itu melakukan semua ini?”


Wajah Gao Baidi terlihat tegang, Ia tidak bisa menduga apa yang terjadi pada mereka. Ia kembali mencoba menggunakan kemampuan telepatinya.


“Bagaimana mereka bisa berada di sana?! Apa tujuan sebenarnya para Dewa melakukan semua ini?” Gao Baidi yang telah menemukan keberadaan Xiong Hu kembali bertanya dalam benaknya.


Kemunculan sosok dewa di dunia, menunjukkan ada sebuah bahaya besar sedang mengancam alam semesta. “Sepertinya para Dewa sudah mengetahui rencanaku.”


Gao Baidi menghela nafas, seraya memandang ke arah Shi Mey yang terlihat diam mematung bagai sebuah boneka.


“Ah Sial! Kedua zamrud itu, telah di bawa oleh pemuda itu. Aku harus mencari cara lain membangkitkan Iblis Waktu.” Gao Baidi lalu membuat portal dimensi dan kembali ke kota dimana markas Aliansi Aliran Hitam berada.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


End Of Arc 2. Kembali ke Masa Lalu


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Mohon Maaf .. Ga bisa Update banyak karena lagi dalam kondisi pemulihan dari sakit.🙏🙏🙏


__ADS_2