Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
048: Kemelut di Sekte Kipas Pelangi


__ADS_3

Setelah memghabisi Patriark Sekte Pisau Terbang, Huang Bao dan Hao Long menuju sebuah kota lain di bagian barat demi mencari informasi tentang siapa yang telah menghancurkan Sekte Pulau Es Utara.


Di kota besar bernama Chengde, keduanya memutuskan mencari penginapan dan bermalam di sana. “Sepertinya penginapan ini masih memiliki ruang untuk kita sewa.”


Huang Bao bergegas menuju ke meja di dimana terlihat seorang pria tambun sedang duduk dan segera berdiri ketika melihat kedatangannya.


“Selamat Datang Tuan, apakah yang bisa kami bantu?” tanyanya kemudian. “Aku ingin sebuah ruangan untuk menginap dan juga hidangan di meja yang sebelah sana.” Huang Bao menunjuk ke arah dimana Hao Long telah duduk di salah satu meja yang masih kosong.


Huang Bao meninggalkan Pria Tambun itu setelah membayar sewa dan hidangan yang Ia minta. Ia pun duduk di depan kursi dimana Hao Long sedang mengedarkan indera spiritualnya.


Hao Long menyadari ada beberapa kultivator yang memiliki kemampuan setidaknya di Tingkat Langit Tahap Akhir. Dan beberapa diantaranya di tingkat Dewa Tahap awal.


“Apakah kau menemukan sesutau?” Hao Long mengaggukkan kepalanya dan berkata dengan pelan. “ Sesepuh … ada delapan orang di ruangan ini yang merupakan kultivator tingkat tinggi dan sepertinya mereka tidak berasal dari kota ini.”


Sedetik kemudian, Huang Bao mengalihkan pandangannya. Ia menyadari kebenaran ucapan Hao Long. “Mereka tidak terlihat sebagai satu kelompok. Tapi Aku yakin mereka bukan orang sini.”


Kecurigaan keduanya mulai timbul namun hidangan yang mereka pesan, telah tiba. Saat sedang menyantap hidangan, empat orang yang berada di bangku yang sama, berdiri dan menaiki tangga ke lantai dua, dimana ruangan menginap berada di sana.


Selang beberapa waktu kemudian, dua orang yang berada di meja lain, ikut berdiri dan menaiki lantai dua. Menyisakan dua orang yang sepertinya adalah pemimpin mereka.


“Kurasa mereka merencanakan sesuatu.” Huang Bao berguman setelah kedua orang itu, juga meninggalkan ruang santap penginapan tersebut.


“Sepertinya begitu Sesepuh Huang … “ Hao Long menanggapinya dengan serius. “Kita akan mengawasi mereka, mungkin tengah malam nanti mereka akan bergerak.


Huang Bao mengangguk, menyetujui rencana Hao Long. “Bisakah Kau panggil Aku dengan sebutan Kakek?” Tanyanya pada Hao Long yang tersenyum mendengar permintaannya.


“Menurut Kakek … Kira kira apa tujuan mereka mendatangi kota ini?” Hao Long bertanya dan setelahnya, melahap kembali hidangannya yang masih cukup banyak.


“Aku tidak tahu dengan pasti. Melihat dari gelagatnya, mereka bukan orang-orang dari aliran putih.” Huang Bao berkata demikian, saat Ia sempat melihat sebuah tato aneh terukir di lengan salah satu dari dua orang terakhir tadi.


Simbol aneh yang Ia rasa pernah melihatnya, namun Ia tidak berhasil mengingat dimana dan apa arti simbol itu sebenarnya.


Setelah Keduanya selesai bersantap, mereka memutuskan untuk memasuki ruangan menginap yang berada di lantai dua. Seorang pelayan mengantarkan mereka menuju ruangan tersebut.


Keduanya telah menyembunyikan kultivasi mereka, sehingga terlihat seperti seorang kakek biasa dan cucunya yang tengah melakukan perjalanan.


Sehingga tidak ada rasa curiga dari delapan orang yang itu tengah berkumpul di satu ruangan, saat Hao Long dan Huang Bao melewati ruangan mereka.

__ADS_1


Keduanya saling bertatapan saat mengetahui delapan orang itu berkumpul di satu ruangan. Kecurigaan keduanya semakin besar terhadap mereka.


Ruang yang Huang Bao sewa berada di ujung dari lantai dua. Saat melewati sebuah ruangan lain, keduanya segera menyadari adanya sosok yang memiliki aura begitu kuat dan tidak menyembunyikannya sama sekali.


Huang Bao menelan ludahnya, Tidak Ia duga kultivasinya yang kini memasuki tahap dua Tingkat Dewa berkat Buah Apel dewa dari Hao Long, masih kalah kuat dari sosok misterius yang menempati ruangan yang baru mereka lewati.


“Ini Tuan, kamar yang Anda pesan.” Kata pelayan seraya membuka pintu dan memberi kuncinya kepada Huang Bao. Setelah menerima kunci dan memberi seidkit tips kepada pelayan itu, keduanya segera memasuki ruangan tersebut.


“Long’er .. Apakah Kau merasakaan aura yang kuat tadi?” Hao Long menganggukan kepalanya mendnegar pertanyaan Huang Bao setelah mereka berada di dalam ruangan.


“Apakah Ia juga bagian dari delapan pria tadi? Sepertinya akan terjadi sesuatu yang besar malam ini.”


Huang Bao berkata seraya merebahkan dirinya di pembaringan, menyusul Hao Long yang telah merebahkan diri lebih dulu di pembaringan lain pada sisi yang berbeda.


Hao Long yang telah begitu kelelahan, terlelap beberapa saat setelah Ia membaringkan tubuhnya. Hal yang membuat Huang Bao tersenyum melihatnya.


“Anak muda ini, sepertinya telah beberapa hari tidak tidur. Berat sekali beban yang ada dipundaknya.” Huang Bao bangkit dan duduk bermeditasi.


Malam semakin larut, suasana kota yang ramai perlahan menjadi hening dan sangat sunyi saat malam telah beranjak pagi.


“Long’er … bangunlah!” Huang Bao menggoyangkan tubuh Hao Long yang tersentak kaget dan segera bangun dari tidurnya.


Hao Long segera mengedarkan indera spirtualnya dan menemukan bahwa sembilan orang telah melayang ke arah barat dan semakin menjauhi penginapan tersebut.


“Ayo kita ikuti mereka Kakek! … “ Ucap Hao Long seraya hendak membuka jendela ruangan tersebut. “Tunggu! Jika kita mengerahkan energi qi kita, mereka pasti mengetahui jika diikuti.”


Hao Long terdiam mendengar perkataan Huang Bao. Ia lalu memeriksa isi Cincin ruangnya dan menemukan sebuah artefak yang menurutnya bisa digunakan untuk melayang di udara.


“Untuk apa benda seperti itu?” Dahi Huang Bao mengerut saat melihat Hao Long mengeluarkan sebuah perahu kecil dari Cincin Ruangnya.


Setelah meneteskan darahnya, Hao Long segera menjelakan bahwa Perahu Langit itu, bisa membantu mereka membututi ke sembilan orang yang telah semakin menjauhi mereka.


Tanpa membuang waktu lagi, Huang Bao dan Hao Long segera menaiki Perahu Langit yang segera melayang di udara saat Hao Long memerintahkannya melalu pikiran.


“Kemanakah tujuan mereka sebenarnya?” Huang Bao merasa heran, setelah mereka melewati tembok barat kota Chengde. “Sepertinya mereka akan melakukan serangan pada kelompok atau sekte tertentu.”


Perkataan Hao Long membuat Huang Bao berpikir keras, Ia mengingat-ingat kelompok atau sekte yang berada di wilayah barat. Dan wajahnya terlihat tegang setelah menyadari satu hal.

__ADS_1


“Sepertinya mereka akan menyerang Sekte Kipas Pelangi.” Hao Long terkejut mendengarnya. Ia meminta Perahu langit agar mempercepat laju melayangnya. Jarak mereka terpaut lebih dari lima kilometer jauhnya.


Namun perahu itu sepertinya tidak merespon keinginan Hao Long. Luka sayatan Hao Long yang masih menyisakan sedikit darah, menetes dan mengenai dasar lantai perahu.


Hao Long dan Huang Bao tersentak saat Perahu Langit, tiba-tiba melaju lebih cepat dari sebelumnya. Saat matahari telah bersinar terang, keduanya tiba di sebuah bukit besar yang dipenuhi oleh puluhan bangunan.


BLAAM


Sebuah bangunan terlihat meledak, membuat Huang Bao melesat. Sementara Hao Long menyusul setelah memasukan kembali Perahu Langit ke dalam cincin ruangnya.


Kedatangan keduanya yang tiba-tiba, mengejutkan sosok yang mereka rasakan auranya saat berada dipenginapan. Aura kuat itu ternyata milik seorang perempuan yang berusia sekitar empat atau lima puluh tahun.


“Siapa Kalian?!” Bentakan perempuan itu hanya disambut Huang Bao dengan senyuman tipis dan berkata kepada sosok perempuan lain yang terlihat berusia sekitar enam puluh tahun.


“Yu’er … Kau tidak berubah sedikitpun. Masih terlihat muda seperti dulu.” Perempuan itu mengerutkan dahinya. “Huang Bao? Benarkah Kau Huang Gege?” ucapnya dengan suara yang bergetar.


“Tentu saja ini Aku … Syukurlah Aku tidak datang terlambat.” Huang Bao berkata setelah menganggukkan kepalanya. Wajah Ying Yu atau dikenal sebagai Dewi Kipas Pelangi pun berubah ceria.


Ia yang sempat khawatir terhadap kedatangan sembilan orang yang kini telah kembali bersiap menyerang mereka setelah perempuan yang bergaun biru itu berteriak.


“Habisi mereka semua! Bumi hanguskan seperti Pulau Es Utara!” Teriakkan perempuan itu, mengejutkan Hao Long dan Huang Bao.


Sementara Ying Yu terlihat kebingungan dan sesaat kemudian Ia menyadari telah terjadi sesuatu yang buruk pada Sekte yang di pimpin oleh saudari misannya itu.


Kekhawatirannya terhadapa ketiga muridnya segera membuncah. Namun Ia memandang ke sebuah arah dimana ia merasakan tiga energi besar datang mendekat.


Salah satu dari aura itu Ia kenali sebagai aura Lan Yue, murid kesayangannya. Namun dua Aura lain tidak Ia kenali. Dan perhatiannya segera teralihkan oleh serangan lawan.


Sementara Hao Long segera melesat mendahului Huang Bao yang ingin menyerang perempuan bergaun biru itu, kemarahan keduanya tak tertahan lagi saat mengetahui bahwa merekalah yang telah membumi hanguskan Sekte Pulau Es Utara.


Huang Bao pun mengalah, Ia lalu memilih menghadapi satu dari dua orang yang memiliki Kultivasi Tingkat Dewa tahap Awal. Sementara Ying Yu telah berjibaku dengan Satu pria lain yang memiliki tingkat yang sama dengannya.


Beberapa saat kemudian, Lan Yue tiba bersama Li Annchi dan Dewa Tongkat Merah serta Hao Fang. Hal yang membuat Hao Long tertegun setelah melihat Li Annchi melesat ke arah dirinya.


“Annchi!!! “ Hao Long melesat menyambutnya dan mengembangkan kedua tangannya bersiap memeluk kekasih yang sudah sangat Ia rindukan itu. Namun sesuatu diluar dugaannya terjadi.


Li Annchi bukan balas memeluknya justru menendangnya dengan kuat tepat di perutnya. Membuat tubuh Hao Long terlempar hingga menghancurkan sebuah bangunan.

__ADS_1


-------------------------O-----------------------------


__ADS_2