Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
102: Mata Dewa Langit


__ADS_3

“Apa! Jurus Ilusi!” Hao Long terkejut saat pedang Api Emas berhasil menebas tubuh Katak hijau namun tidak terjadi sesuatu apapun pada tubuh katak tersebut.


Li Annchi yang mendengar teriakan terkejut Hao Long, membuka matanya dan menatap Katak yang sedang melompat menerkam dirinya.


Ia masih tak percaya jika katak tersebut hanya ilusi, karena terlihat sangat nyata baginya. Namun begitu, Li Annchi tetap berkelit saat katak itu hendak kembali menerkam dirinya.


“Benar-benar Katak lagi Puber!” Hao Long kesal melihat kelakuan katak itu, sementara Li Annchi terus saja menghindar karena dua serangan tapak es-nya tadi, tidak bisa melukai Katak Ilusi itu.


“Long! … Carilah cara untuk menghilangkan ilusi ini, Aku jijik melihatnya!”Li Annchi terlihat kesal, melihat ulah Katak itu yang tak mau berhenti menerkamnya.


Hao Long berpikir keras, bagaimana caranya menghancurkan ilusi tersebut. Ia melihat ke sekelilingnya, tidak melihat satu orang pun di sana, Ia lalu memejamkan matanya.


Walau sudah berusaha keras mencari dari mana sumber ilusi itu berasal, namun Hao Long tetap saja tidak bisa menemukan dimana pengendali ilusi itu berada.


Saat membuka matanya, Hao Long benar-benar dibuat geram melihat apa yang terjadi di depannya, membuat hatinya panas seolah terbakar api neraka.


Li Annchi yang kesal pada ilusi katak itu dan melihat Hao Long hanya diam saja, akhirnya memutuskan untuk berhenti menghindar. Dan yang terjadi kemudian, benar-benar di luar dugaannya.


Kedua kaki depan katak itu terlihat menindih pundak Li Annchi, sementara kedua kaki belakangnya memijak tanah. Katak itu lalu menggerakkan tubuh bagian bawahnya maju mundur yang membuat Hao long segera berteriak.


“Annchi kenapa Kau diam Saja! Cepat menjauh darinya!” Li Annchi yang tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Katak tersebut, mengerutkan dahinya menatap heran ke arah Hao Long.


“Memangnya kenapa? Aku malas menghindar lagi darinya! Membuang tenagaku saja.” Jawab Li Annchi sambil melihat ke arah yang berbeda.


Saat itu udara telah kembali normal sejak Katak ilusi itu muncul. Matahari bersinar terang sehingga membuat bayangan tubuh Li Annchi dan katak tersebut.


Li Annchi terkesiap, wajahnya memerah melihat apa yang dilakukan oleh katak itu padanya. Seketika Ia teringat ketika Hao Long melakukan hal yang sama, saat mereka sedang memadu kasih.


Li Annchi lalu melesat dan segera berada di samping Hao Long. “Long … Bagaimana cara memusnahkan ilusi ini? Aku sudah tidak tahan melihat …”


Tiba-tiba Tetua Fu Xia dan Shi Mey datang dalam wujud penyamaran seorang nenek dan Kakek. Keduanya menatap takjub pada katak berukuran raksasa tersebut. “Long’er mengapa katak itu bergerak aneh begitu?”


Setelah menjelaskan jika katak itu hanya ilusi, Tetua Fu Xia memandang ke arah Shi Mey. “Mey’er gunakan kekuatan rahasia mu itu untuk menghancurkan katak ilusi yang tak memiliki sopan santun itu.”


Hao Long dan Li Annchi terkejut, menatap Shi Mey yang segera memejamkan matanya seraya menghela nafas panjang.


Shi Mey sempat heran mengapa Pamannya mengatai katak tersebut tidak beradab, padahal katak itu hanya menaik turunkan tubuh bagian belakangnya saja.

__ADS_1


Sesaat kemudian Shi Mey membuka matanya, Hao Long dan Li Annchi terkesiap melihat bola mata Shi Mey telah berubah menjadi kuning keemasan.


Lalu melesat dua buah cahaya keemasan yang segera menerpa tubuh Katak Ilusi itu dan menghilang setelah cahaya itu melewati tubuhnya.


BLAAAR


Tanah yang terkena cahaya itu, seketika membuncah ke udara hingga setinggi lima meter, menciptakan lubang besar sedalam satu meter.


Hao Long terlihat cukup kagum, namun sesaat kemudian, tubuh Shi Mey jatuh terduduk dengan mata terpejam dan wajah yang memperlihatkan jika Ia sedang menahan rasa sakit yang luar biasa.


Hao Long tak tega melihat air mata mengalir dari kelopak mata Shi Mey. Ia segera menyalurkan energi Penyembuh Persik Dewa melalui punggung gadis itu.


LI Annchi terlihat cemburu, saat melihat kedua tangan Hao Long yang berada di punggung Shi Mey. Namun Ia tak mengucapkan kata sepatah pun.


Shi Mey segera bangkit, tubuhnya kembali bertenaga dan sakit di kedua bola matanya telah menghilang jauh lebih cepat dari biasanya.


“Paman Fu, Jurus apakah yang baru digunakan oleh Mey’er” Tanya Hao long penasaran. Fu Xia menghela nafas panjang sebelum berkata.


“Aku juga tidak mengetahuinya. Tapi setiap Ia selesai menggunakan jurus itu, Ia akan mengalami kondisi yang seperti kau lihat tadi. Itulah sebabnya Ia sangat jarang menggunakan jurus tersebut.”


Shi Mey mengangguk saat Hao Long melihat ke arah dirinya. Baru kali ini Shi Mey menggunakan jurus tersebut di depan orang lain selain Pamannya.


“Lalu saat kau gunakan jurus ini, apa saja yang bisa kau lakukan selain yang aku lihat?” Shi Mey menghela nafas sebelum menjelaskan lebih lanjut.


Sesaat tadi Ia bisa melihat jika puluhan orang berada di dalam ruangan beberapa bangunan di sekitar mereka dengan wajah ketakutan.


Ia juga melihat bayangan puluhan orang lainnya. Semakin jauh orang itu darinya, bayangan orang itu akan semakin terlihat kabur.


Ia juga menjelaskan bahwa dibutuhkan energi yang sangat besar untuk menggunakan jurusnya tersebut. Selain itu, Ia akan mengalami rasa sakit akibat syaraf matanya yang terluka karena terlalu besar energi yang mengalir ke kedua matanya.


“Begitu rupanya, penglihatanmu bisa menembus tembok saat menggunakan jurus tersebut dan hanya makhluk hidup saja yang tubuhnya tidak akan tertembus.”


Hao Long lalu mengajak mereka kembali ke penginapan, dimana puluhan orang terlihat telah berkumpul di sekitar tempat mereka menginap.


Beberapa orang yang sempat melihat apa yang dilakukan oleh Hao Long dan Li Annchi memberi hormat mereka kepada keduanya.


Keduanya di hormati dan sekaligus ditakuti oleh para penduduk kota Lipu atas bantuan mereka yang telah mengusir para kultivator yang menindas mereka selama ini.

__ADS_1


Setibanya di ruangan yang disewa oleh Tetua Fu Xia, Hao Long lalu memberikan sebuah ginseng yang memancarkan hawa sangat dingin.


Ia berencana meningkatkan kekuatan jurus Shi Mey karena itu akan sangat berguna bagi mereka ke depannya nanti. Terlebih dahulu Ia akan menguatkan tubuh Shi Mey sebelum memberikan Apel Dewa padanya.


Shi Mey segera memakan Ginseng itu hingga habis, sesaat kemudian tubuhnya menggigil hebat. Hao Long segera berada di belakangnya duduk bersila seperti yang dilakukan oleh Shi Mey.


Proses penyerapan itu berlangsung sekitar tiga puluh menit saja. Hao Long lalu memberikan dua buah Ginseng dingin itu dan kembali membantu proses penyerapan energi yang terkandung di dalam buah dari Alam Dewa tersebut selama satu jam.


Setelah itu, Hao Long memberikan Wortel Es yang dalam satu kali gigitan, Shi Mey merasakan tubuhnya seperti membeku. Hao Long segera membantunya menetralisir hawa dingin tersebut.


Kali ini butuh dua jam untuk menyerap khasiat Wortel Es itu. Hari telah menjadi senja saat proses itu selesai.


Hao Long lalu memberikan sebuah Apel Dewa kepada Shi Mey dan memintanya menyerap khasiat buah itu dengan cepat sebelum malam semakin larut.


“Kenapa Kau terlihat terburu-buru? Bukankah dia butuh istirahat?“ Tanya Li Annchi dengan suara ketus. Hao Long hanya tersenyum tipis mendengarnya.


“Kita harus menemukan para manusia kristal itu secepatnya. Aku yakin, mereka masih meninggalkan Kota Lipu malam ini.” Ucap Hao Long.


“Aku merasakan syaraf dan otot tubuhku tiga kali lipat lebih kuat dari sebelumnya, hanya saja jika untuk melihat hingga sejauh satu kilometer, kekuatanku belum cukup.”


Hao Long diam sejenak, sebuah ide terbersit dalam benaknya, tanpa harus menunggu Shi Mey menyerap Apel Dewa terlebih dahulu.


Lalu Ia menatap Li Annchi sejenak, berharap kekasihnya tidak kesal dengan idenya tersebut. Hao Long lalu mengutarakan tersebut.


Di Luar dugaan Li Annchi menyetujuinya, dengan alasan agar mereka bisa segera beristirahat malam nanti.


Sesaat kemudian, Hao Long kembali duduk bersila di belakang Shi Mey, menyalurkan energi qi-nya untuk digunakan gadis itu menggunakan jurus mata emasnya.


Sesaat kemudian, wajah Shi Mey terlihat senang, karena kini Ia bisa melihat sejauh satu kilometer tanpa merasakan sakit di sekitar bola matanya.


Tanpa diketahui oleh siapapun, Hao Long yang memejamkan matanya, ternyata bisa melihat apa yang dilihat oleh Shi Mey karena energi qi-nya terhubung dengan mata Shi Mey.


Saat pandangannya tiba di sebuah bangunan Tua, Wajah Shi Mey terlihat tegang. Ia melihat Ibu dan Ayahnya sedang terikat duduk, sementara Lima orang tengah berada di hadapannya.


Shi Mey dikejutkan dengan berpalingnya Gao Baidi dan melihat tepat di ke arah matanya. Wajah manusia kristal itu seolah tak percaya dengan apa yang Ia temukan.


“Mata Dewa Langit!” Desis Gao Baidi menyeringai. “Dugaan ku benar adanya.”

__ADS_1


---------------------------O----------------------------


__ADS_2