Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
041: Dihadang


__ADS_3

“Kakak … Sepertinya mereka telah tiba.” Jing Hung mengangguk mendengar ucapan Jing Li. “ Hua’er … Hadanglah mereka sesuai rencana.”


Setelah menganggukan kepala, Mi Hua segera melesat ke udara, meninggalkan pohon besar tempat mereka menunggu kedatangan Lan Yue dan kedua adik seperguruannya yang terlihat heran saat mendapati Mi Hua melayang kearah mereka.


Setelah berbasa-basi, Mi Hua mengutarakan maksudnya. Hal yang membuat dahi Lan Yue berkerut dengan wajah yang terlihat kesal.


“Guru menugaskanku untuk menyerahkan sendiri kitab tersebut kepada Matriark Lin. Saudari Hua, terimakasih telah berniat baik. Tapi maafkan Aku karena tidak bisa menyerahkan kitab ini untuk kau antarkan.”


Mi Hua terlihat gusar, Lan Yue tersenyum tipis. Namun senyumannya segera menghilang saat melihat dua orang melayang kea rah mereka, setelah Mi Hua mengangkat tangan kanannya.


“Saudari Lan … Aku meminta kepadamu dengan baik-baik, tapi Kau menolaknya. Jadi jangan salahkan Aku jika memaksamu dengan cara lain.”


Jing Hung tersenyum saat melihat Mao Li dan Mao Yi mengeluarkan kipas mereka. Sedang Lan Yue merasa khawatir saat merasakan kultivasi Jing Hung tidak bisa Ia ketahui.


“Kalian lawan perempuan bergaun hitam, biar Aku yang melawan pria itu.” Setelah mengangguk, kedua kakak beradik itu segera melesat ke arah Mi Hua dan Jing Li yang telah menanti serangan mereka dengan tersenyum.


Mao Yi segera akan menyerang Mi Hua dengan rasa kesal di hatinya, namun serangannya dihadang oleh Jing Li yang menghindari serangan Mao Li dengan mudah.


Pertarungan dua lawan satu segera terjadi di udara. Walau melawan dua orang, dengan mudah Jing Li mendesak keduanya. Tingkat kultiavasinya yang beberapa tahap lebih tinggi, membuatnya bisa dengan mudah mendaratkan serangannya.


Sebaliknya kekhawatiran terlihat jelas di raut wajah Lan Yue saat melihat Mao Li terepntal akibat serangan Jing Li. Jing Hung yang melihat kekhawatiran Lan Yue segera berkata kepadanya.


“Apakah tidak sebaiknya kau menyerahkan kitab itu padaku? Jujur saja, Aku tidak tega melukai gadis secantik kamu.” Dengan mata jelalatan, Jing Hung menatap tajam ke arah Lan Yue.


“Dasar lelaki kurang ajar!” Lan Yue yang merasa jengah, mengeluarkan KIpas Pelanginya sebelum melesat menyerang Jing Hung.


Awalnya Jing Hung masih menganggap remeh serangan dari Lan Yue. Namun setelah pertukaran serangan telah lebih dari lima puluh kali, Lan Yue mengeluarkan kekuatan penuhnya.


Kipas Pelangi ditangannya, kini memancarkan cahaya tujuh warna yang berukuran besar. Hal yang membuat Jing Hung mulai serius menghadapinya.

__ADS_1


“Adik Li !!!”


Lan Yue terkejut setelah mendengar jeritan Mao Yi. Saat Ia menoleh, tubuhnya bergetar hebat mendapati leher Mao Li telah berada dalam cengkeraman tangan Jing LI.


“Serahkan Kitab itu atau dia akan mati!” Lan Yue terlihat kebingungan mendapati situasi yang ada di depannya. Setelah berpikir sejenak, Lan Yue mengeluarkan kitab tersebut.


Mi Hua segera melayang mendekatinya, Ia mengambil kitab yang dipemparkan Lan Yue dengan senyum kemenangan. “Kenapa Adikku masih belum kau bebaskan!”


Jing Li tersenyum sebelum tertawa. “Bodoh! Kau piker aku akan benar-benar membebaskannya?!”


KREK


“Tidak!!!...”


Mao Yi menjerit keras saat melihat tubuh adiknya melayang jatuh setelah Jing Li mematahkan lehernya. Amarahnya segera memuncak dan membuat Ia menyerang Jing Li dengan brutal.


Pertarungan keduanya kembali terjadi dengan sengit. Namun kembali terhenti saat terdengar jerit kematian dari Mao Yi yang perutnya tertembus tangan Jing Li.


Tubuh Mao Yi melayang jatuh seiring dengan tubuhnya yang menghitam akibat racun dari Bunga Hitam Jing Li.


Lan Yue yang sangat marah segera mengeluarkan jurus terkuatnya. Hal yang membuat Jing Hung segera mengerahkan kekuatan yang sebenarnya.


Saat Kipas di tangan Lan Yue dilepaskan ke udara, memancar cahaya tujuh warna yang sangat besar menyelimuti kipas tersebut. Sesaat kemudian terjadi serangan yang mengejutkan Jing Li dan Jing Hung.


Dari lingkaran cahaya yang menyelimuti kipas Lan Yue, melesat puluhan energi berbentuk kipas dengan tujuh warna yang menderu ke arah mereka bertiga dengan kecepatan tinggi.


Jing Hung dan Jing Li bisa menghindari puluhan serangan yang mengarah ke mereka, namun tidak dengan Mi Hua yang tingkat kultivasinya jauh di bawah mereka.


Tubuh Mi Hua tergores luka di beberapa bagian, sebelum akhirnya punggungnya tertembus cahaya itu. Sesaat sebelum tubuhnya meledak, Mi Hua melempar Kitab yang Ia pegang ke arah Jing Hung.

__ADS_1


Lan Yue tersenyum tipis melihat serpihan tubuh Mi Hua jatuh ke tanah. Namun senyumnya segera menghilang saat serangan energi Jing Li datang.


Cahaya besar berbentuk Bunga Hitam yang berada di atas kedua tangan Jing Li yang terangkat ke udara, melesatkan puluhan energi berbentuk bunga yang mengandung racun bunga hitam di dalamnya.


Ledakan demi ledakan segera terdengar saat energi berbentuk kipas dan bunga hitam, beradu di udara. Memaksa Jing Hung yang baru memasukan kitab dari Mi Hua ke dalam cincin ruangnya, menjauh dari arena pertarungan.


Racun Bunga hitam yang memenuhi udara adalah penyebab Jing Hung segera membuat Perisai pelindung agar dirinya tidak menghisap racun dari adiknya itu.


Sementara Lan Yue terlihat panik saat merasakan energi berbentuk bunga hitam semakin mendekat ke arahnya. Ia menyadari kekuatan Jing Li lebih besar walau keduanya berada di tingkat yang sama, Tingkat Dewa Tahap Awal.


Lan Yue segera mengeluarkan seluruh energi qi nya, Ia berhasil menekan balik Jing Li yang tersenyum tipis sebelum akhirnya mengerahkan seluruh kekuatannya.


BLAAM


Ledakan menggelegar segera membahana, saat kedua energi mereka bertemu di udara. Jing Hung segera melesat menahan tubuh adiknya yang terpental akibat ledakan itu. Saat itulah Ia melihat lengan sang adik, mengeluarkan darah karena tergores oleh serangan Lan Yue.


Di sisi berbeda, tubuh Lan Yue yang juga terpental lebih dari puluy meter, melayang jatuh seiring dengan kulit tubuhnya yang putih mulai berubah menghitam.


Setelah memuntahkan darah yang kehitaman, Lan Yue pun kehilangan kesadarannya tepat dua detik sebelum tubuhnya jatuh ke dalam air sungai yang kemudian menenggelamkan tubuhnya.


“Apakah dia telah mati?” Tanya Jing Hung setelah melihat Jing Li mengobati luka gores di lengannya. Terdengar nada menyesalkan dari pria yang sangat menyukai keindahan wanita itu.


“Tentu saja, walau Ia masih hidup, kulitnya akan tetap menghitam selamanya. Aku rasa dia bukan seleramu lagi Hung Gege.” Dengan nada ketus, Jing Li menanggapi perkataan sang kakak.


Ia memang mengakui kecantikan yang dimiliki Lan Yue yang kini tubuhnya telah menghitam, terbawa arus sungai yang sangat deras itu.


Entah berapa jam Lan Yue tak sadarkan diri dan terbawa arus hingga akhirnya sesosok pria tampan yang wajahnya mirip dengan Hao Long, melihat tubuhnya terbawa arus sungai.


---------------------------O-------------------------

__ADS_1


__ADS_2