
“Apa !?” Hao Long terkejut mendengar teriakan Ji Hua. Ia pun segera melesat mendekati keduanya, Ji Hua segera meraih pinggang Hao Long dan Li Annchi kemudian melesat sepat setelah berteriak kepada semua orang agar segera pergi sejauh mungkin dari tempat ini.
Sontak hal itu membuat ribuan orang menjadi panik. Untuk sesat mereka kebingungan hendak pergi kemana, akhirnya mereka segera mengikuti kemana Ji Hua pergi walau telah tertinggal hampir satu kilometer di belakangnya.
Dari kejauhan terdengar dentuman keras berulang kali. Hal itu membuat ribuan orang dari empat klan itu semakin cepat melayang mengejar Hao Long dan Li Annchi yang tengah di tarik paksa oleh Ji Hua.
“Bibi Kurasa kita sudah cukup jauh dari makhluk itu.” Li Annchi yang merasa cemburu karena Ji Hua memeluk Pinggang Hao Long dan juga dirinya, berkata dan mencoba untuk melepaskan diri.
“Bodoh! … Jarak ini masih terlalu dekat bagi Makhluk itu.” Ji Hua menguatkan pelukan di pinggang Li Annchi dan Hao Long. “Kurasa perkataan Nona Hua benar Annchi!” Hao Long yang merasa sangat nyaman dengan aroma wangi Ji Hua, memilih menuruti kata-kata perempuan yang sangat cantik itu.
“Bibi lepaskan kami, kami bisa melayang sendiri!” Ji Hua tersentak mendengar perkataan Li Annchi. Ia pun tersadar dari rasa paniknya. Lalu melepaskan pelukan pada pinggang kedua anak muda itu.
Hao Long terlihat kecewa, namun Ia menunduk saat melihat Li Annchi menatapnya dengan wajah yang terlihat sangat kesal.
Ketiganya melayang mengikuti Ji Hua yang telah kembali melesat ke arah barat. “Nona Hua … Siapa Makhluk itu sebenarnya. Mengapa Anda terlihat sangat ketakutan!”
Tanya Hao Long setelah berhasil mensejajarkan laju terbangnya dengan Ji Hua. “Nanti akan ku jelaskan setibanya kita di tempat persembunyianku.”
“Apakah persembunyian Anda bisa menampung ribuan orang di belakang kita?” Tanya Hao Long setelah Ia melihat ke belakang mereka.
Ji Hua baru tersadar, Ia pun segera menghentikan laju melayangnya. “Ah kenapa mereka mengikuti kita? Tentu saja goa kecilku tidak bisa menampung mereka semua.”
Ji Hua mengedarkan pandangannya, Ia melihat barisan bukit yang menurutnya bisa dijadikan tempat bersembunyi untuk sementara waktu.
Ketiganya melayang perlahan menuju bukit yang berjarak tiga kilometer lagi di depan mereka. Sementara Ribuan Anggota Empat Klan yang menyusul mereka terlihat semakin dekat.
Ketiganya berhenti di puncak sebuah bukit yang memiliki dataran gersang tanpa terlihat satupun tumbuhan hidup di puncak bukit yang cukup luas itu.
__ADS_1
“Aneh kenapa Puncak bukit ini tidak ditumbuhi satu pun tumbuhan? Padahal tumbuhan yang ada di lerengnya sangat subur.” Hao Long bertanya dalam benaknya sendiri, setelah menjejakkan kakinya di tanah gersang tersebut.
“Nona Hua … Apakah ..” Ucapan Hao Long terputus karena perkataan Li Annchi. “Nona Hua, Nona Hua … Apakah Bibi Hua terlihat masih seperti gadis belasan tahun hingga kau memanggilnya begitu Long?!”
Suara ketus Li Annchi membuat Ji Hua menyadari jika gadis di depannya itu sedang cemburu. “Memangnya Kenapa, bukankah Nona Hua ini masih berusia dua puluhan tahun?”
Hao Long menyanggah ucapan Li Annchi yang semakin membuat gadis itu kesal.
“Aku seorang Janda dan usiaku sekitar tujuh puluhan tahun.” Ucap Ji Hua yang merasa tak enak hati melihat suasana di depannya.
“APA! Tujuh puluh tahun?” Hao Long menatap lekat Wajah dan kulit tangan Ji Hua yang baginya terlihat seperti gadis berusia dua puluh lima tahunan.
Belum sempat Ji Hua menjawab, ribuan orang anggota dari Empat Klan di Dunia Elemen tiba dengan wajah ketakutan dan kebingungan.
Wushang, Long Bai, Dai Hu dan Guang Hao terlihat sudah sadarkan diri dan bersandar pada Bahu Tetua mereka masing-masing.
Hao Long mengangkat bahunya, Ia lalu menatap Ji Hua yang merasa sudah saatnya Ia menceritakan siapa dan sejauh apa kekuatan makhluk besar yang sedang mengejar mereka saat ini.
“Apa Iblis Mata Tiga? Tingkat Dewa Abadi Ranah Bumi!? Mustahil” Semua Ketua Klan terkejut setelah mendengar penjelasan Ji Hua, tentu saja mereka tak percaya dengan penjelasannya.
“Terserah kalian percaya atau tidak, cobalah hadapi Ia jika kalian ingin mati sia-sia!” Ji Hua mendengus dan membalikkan badannya dengan wajah yang sangat kesal.
Hao Long garuk-garuk kepala, Ia mencoba mencari cara mengembalikan suasana yang tiba-tiba terasa canggung setelah sikap Ji Hua yang sedang kesal itu.
“Bibi Hua, bisakah Bibi jelaskan Siapa sebenarnya Sosok Iblis bermata Mata Tiga itu?” Hao Long mencoba membujuk Ji Hua. “Sepertinya Aku lebih senang jika Kau memanggil ku Nona Hua saja…”
Di luar dugaan, Ji Hua malah menggoda Hao Long dan tersenyum manis padanya, sedang Li Annchi mendengus kesal melihat kegenitan Nenek Ji Hua.
__ADS_1
“Karena si tampan ini yang meminta, akan Aku jelaskan pada kalian semua, Siapa sebenarnya Iblis Mata Tiga itu.. “ Perkataan genit Nenek Ji Hua membuat Li Annchi semakin dilanda rasa cemburu dan juga kesal.
Ji Hua pura-pura tidak mengetahui hal itu. Ia lalu menjelaskan jika Sosok Pria Raksasa bermata Tiga itu, adalah Penguasa Dunia Bangsa Org.
Ia dan isterinya, yang juga memiliki kemampuan sihir yang sangat kuat dan hebat, memimpin Dunia Org selama satu abad lamanya, sebelum dikalahkan Oleh Ge Riong.
Tujuan Ge Riong menjajah Dunia Org adalah untuk memiliki Kristal Inti Kehidupan dan sebuah artefak Sihir Bernama Tirai Ilusi yang dimiliki oleh Isteri Si Iblis Mata Tiga .
Entah apa rencana Ge Riong dengan ingin memiliki kedua benda tersebut. Yang pasti, Iblis Mata Tiga berhasil dikalahkan oleh Ge Riong puluhan tahun lalu.
Iblis Mata Tiga sebenarnya segan kepada Suami Ji Hua yang saat itu sama-sama menjadi Pemimpin di dunia masing-masing dan tidak saling mengganggu satu sama lainnya.
Namun setelah Suaminya berhasil dibunuh oleh Ge Riong, maka terjadi peperangan antara Bangsa Manusia Kristal dengan bangsa Org. Peperangan berakhir setelah Iblis Mata Tiga berhasil di kalahkan oleh Ge Riong.
Namun Ge Riong tidak bisa membunuh Iblis Mata Tiga yang memiliki Teknik Raga Abadi. Ia pun mengancam akan membunuh Isteri Si Iblis Mata Tiga jika tidak menyerahkan Tirai Ilusi dan juga kitab Ilmu Raga Abadi.
Iblis Mata Tiga yang sudah tak berdaya dan tidak ingin kehilangan Isterinya, segera memenuhi permintaan Ge Riong. Ia pun menyerahkan Tirai Ilusi dan Kitab Raga Abadi kepada Ge Riong.
Namun Ge Riong mengingkari kesepakatan itu, Ia membunuh Isteri Si Mata Iblis dengan memenggal kepalanya. Iblis Mata Tiga pun menjadi murka, Ia mengamuk dengan mengerahkan seluruh kekuatannya.
Hal itu membuat Dunia Bangsa Org dilanda gempa yang luar biasa hebat. Namun Gempa itu segera sirna saat seorang penyihir yang adalah sepupu isterinya dan berpihak pada Ge Riong, menghentikan Amukan Iblis Mata Tiga dengan sihirnya.
Dengan sihirnya yang kuat dan pengetahuan tentang kelemahan teknik Raga Abadi, Sepupu Isterinya yang bernama Sairi itu berhasil menyegel Iblis Mata Tiga ke dalam gelang Sihir.
“Entah bagaimana bisa gelang Sihir itu berada di tangan Luo Di. Yang pasti, Dunia Org kini dipimpin oleh Sairi dengan pengawasan ketat dari anak buah Ge Riong.”
Ji Hua menarik nafas panjang seraya memejamkan matanya. Saat itulah Ia dan yang lainnya, merasakan Aura mencekam memenuhi tempat tersebut.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=