
PLAKK!
“Kau!!! …”
Pemuda itu berteriak saat mendapati serangannya berhasil dihindari oleh Li Annchi yang balik menyerangnya dengan cepat.
Walau Ia bisa menangkis serangan tersebut, namun tubuhnya harus terjajar beberapa meter ke belakang. Lengan yang Ia gunakan untuk menangkis, terlihat padam baranya untuk sesaat.
Raut wajahnya yang seperti bara api itu, seketika berubah saat mendapati jika sosok yang selama ini Ia cari, ternyata lebih kuat dari dirinya walau kultivasi mereka berada di tingkat dan tahap yang sama.
Pemuda itu segera melompat ke udara, saat Roh Iblis Es kembali menyerangnya dengan cepat dan kuat. Pertukaran serangan pun segera terjadi dengan cepat diantara keduanya.
Lima menit kemudian, pertarungan keduanya telah memuncak, beberapa bangunan telah hancur terbakar atau membeku terhantam energi serangan keduanya yang juga membunuh puluhan hingga ratusan orang di dalamnya.
Saat itulah Jing Li menyadari jika kakaknya Jing Hung, telah berada di tempat tersebut. Ia pun segera melayang mendekatinya.
“Siapa Gadis itu Li’er? Dan mengapa mereka bertarung?”
Jing Li yang belum sempat mengeluarkan sepatah katapun, terlihat kesal mendapati Sang Kakak lebih dulu bertanya kepadanya tanpa menanyakan kabar dirinya sedikitpun walau keduanya telah beberapa bulan tidak bertemu.
Terlihat sedikit keterkejutan di raut wajah Pemimpin Sekte Kipas Api Neraka itu, sesaat setelah Jing Li menceritakan apa yang telah terjadi.
Pria berusia sekitar empat puluhan tahun itu, tersenyum lebar. Ia mengusap kepala sang adik yang telah membawakannya seorang gadis dengan akar roh yang istimewa dan sangat langka.
Dengan Akar Roh yang dimiliki oleh Li Annchi, maka dirinya bisa menaikkan kultivasinya dengan cepat dan dengan cara yang mudah, juga sangat nikmat.
Senyuman tak senonoh di bibirnya, segera sirna saat melihat ke arah pertarungan kedua orang yang kini telah mencapai klimaksnya dengan mengeluarkan dua buah bola energi yang berbeda warna dan hawa.
Sebuah bola energi yang membara dan bergaris tengah tiga meter, terlihat di atas kepala pemuda itu. Sementara sebuah bola energi seputih salju, perlahan berubah menjadi sebuah telapak tangan setinggi tiga meter.
__ADS_1
Ledakan keras terdengar membahana di udara di atas Kota Longnan saat kedua orang yang bertarung itu, saling melesatkan energi qi mereka ke arah lawan.
Tapak tangan raksasa yang berhawa sangat dingin itu, menyemburkan sesuatu seperti salju yang membekukan puluhan energi berbentuk tombak yang membara dan melesat cepat ke arahnya.
Tidak pemuda itu duga, serangan terkuatnya bisa dengan mudah dihancurkan oleh Iblis Es dengan Jurus Tapak Saljunya.
Jurus itu bukan hanya membekukan puluhan energi tombak yang membara, namun juga membekukan puluhan bangunan lain dan juga tubuh pemuda itu yang tidak sempat lagi menghindar saat energi sangat dingin menerpa tubuhnya.
Pemuda itu sempat meronta-ronta beberapa saat. Namun seiring dengan bara api tubuhnya meredup, rontaannya pun semakin melemah. Akhirnya tubuh Pemuda itu, diselimuti oleh Salju yang membuatnya tewas dengan jantung yang berhenti berdetak.
Saat Iblis Es menggerakkan tangan Li Annchi, tubuh pemuda itu meledak. Hal yang menyebabkan membuat butiran salju yang jatuh berubah warna menjadi merah karena darah yang memuncrat dari tubuh yang hancur menjadi puluhan bagian itu.
Jing Li dan Jing Hung terdiam seraya menelan ludah mereka masing-masing. Tak menyangka seorang Kultivator Tingkat Dewa tahap Menengah, bisa begitu mudah dihabisi oleh Iblis Es yang mengendalikan tubuh Li Annchi.
Keduanya mempertanyakan ditingkat apa sebenarnya kekuatan yang dimiliki oleh Li Annchi tersebut, namun pertanyaan itu tidak terucapkan, hanya tertuang dalam benaknya masing-masing.
Sesaat kemudian, Li Annchi melayang ke arah yang berlawanan dengan tempat beradanya Jing Li dan Jing Hung. Terlihat Ia akan meninggalkan Kota Longnan yang kini telah porak-poranda.
“Tunggu Annchi! Kau mau kemana?! Jangan pernah pergi tanpa seizin dariku!”
Jing Li berkata demikian tanpa mengetahui jika racun roh yang Ia masukan ke dalam tubuh Li Annchi telah hilang dinetralisir oleh Iblis Es dengan kekuatannya.
Racun Roh yang bersarang di bagian otak manusia itu, membuat Jing Li bisa mengendalikan Li Annchi, namun tidak untuk saat ini.
“Siapa Kau bisa memerintah diriku seperti itu Hah!”
Perkataan Iblis Es itu, menyadarkan Jing Li jika racunnya telah dinetralisir. Hal yang membuat hati Jing Li seketika menjadi jerih dan beringsut melayang mundur.
Jing Hung yang juga menyadari hal tersebut segera menjadi waspada. “Siapa Kau sebenarnya? Aku tahu kau bukan jiwa gadis itu yang memiliki tubuh itu.”
__ADS_1
“Apa pentingnya bagiku memberitahumu tentang siapa Aku? Menyingkirlah jika kau tak ingin bernasib sama dengan pemuda itu, Sesama aliran sesat jangan saling mengganggu.”
Baru kali ini, Jing Hung menemukan orang yang begitu kurang ajar berkata seperti itu padanya. Ketua Aliansi Tiga Belas Sekte Aliran Hitam saja tidak pernah berkata seperti itu kepadanya walau kekuatannya berada di tahap Puncak Tingkat Dewa.
Hal itu membuat Jing Hung menjadi murka, Ia segera mengeluarkan Kipas Api Neraka dari dalam Cincin Ruangnya. Tindakannya itu membuat mata Putih Iblis Es membesar.
“Huh, Kukira Kipas Dewa Api, ternyata hanya mirip saja.”
Iblis Es terlihat kesal, setelah sebelumnya merasa jerih melihat kipas yang memiliki bentuk seperti senjata milik Sang Dewi Api yang dulu sempat hampir membuatnya terbunuh.
Sesaat kemudian, berganti Jing Hung yang matanya melotot lebar, setelah serangan dengan menggunakan kipas pusaka andalannya, berhasil di padamkan oleh Iblis Es.
Serangan yang baru saja Ia lesatkan itu, pernah membuat sebuah hutan terbakar dengan cepat saat Ia memburu seekor Beast yang telah membunuh salah satu tetuanya.
Namun saat ini, serangan itu terlihat seperti tak memiliki daya hancur sama sekali ketika berhadapan dengan Iblis Es yang tengah tersenyum meremehkan Jing Hung.
Kemurkaan Jing Hung semakin menjadi-jadi membuat rahangnya menggembung keras. Ia segera mengerahkan sembilan puluh persen energi qi-nya yang membuat api di kipasnya berubah menjadi berwarna biru dan semakin besarnya nyalanya.
Senyum Iblis Api menghilang seketika saat teringat bagaimana dulu Ia dikalahkan oleh kipas dengan api berwarna biru milik Sang Dewa Api.
Dengan berteriak keras untuk mengusir rasa jerihnya, Iblis Es membuat sebuah bola salju yang segera mengurung tubuhnya.
Sesaat kemudian, dengan ilusinya yang menciptakan boneka es yang begitu mirip dengan Li Annchi, Iblis Es segera keluar dari bola salju yang warnanya seputih susu itu.
Pandangan Jing Li dan Jing Hung tertutup oleh bola salju itu sehingga tidak mengetahui jika sosok yang berada di dalam bola salju itu, hanyalah sebuah boneka.
Sesaat kemudian Jing Hung menggerakkan Kipas pusaka yang kini nyala api birunya telah setinggi lima meter. Api berwarna biru melesat menghantam bola salju tersebut dengan sangat kuat.
BLAAAMMMM
__ADS_1
---------------------------O------------------------