
Li Annchi yang juga merasakan tiga aura kekuatan besar mendekat, segera waspada. Sesaat kemudian, tiga orang muncul dengan kepala yang terselubung bola kristal bening. Salah satu diantaranya adalah seorang perempuan.
Teringat akan penjelasan Gao Bairi, Li Annchi hanya tersenyum setelah mengetahui kultivasi ketiga orang itu yang masih berada di Tingkat Antara.
Manusia kristal yang kultivasinya telah memasuki Tingkat Dewa Sejati, tidak akan menggunakan kristal pelindung di kepala mereka lagi. Namun begitu Li Annchi tetap bersiaga.
“Raja Conda! Siapa perempuan yang bersama denganmu itu?” Raja Conda terlihat kebingungan ketika salah satu dari tiga orang itu bertanya padanya.
Ia pun melihat Li Annchi yang akhirnya menjawab pertanyaan mereka. “Aku … Apakah penting bagi kalian mengetahui siapa diriku? Kalian Sendiri siapa?”
Raut wajah ketiga orang itu berubah marah mendengar ucapan Li Annchi. “Lancang sekali Kau nona! “ Perempuan yang terlihat berusia tiga puluhan tahun, melesat hendak menampar Li Annchi.
TAP
“Apa!!” Dua orang yang melihat tangan rekan mereka di tangkap dengan mudah oleh Li Annchi, berseru kaget. Sesaat kemudian, sesuatu yang mengerikan terjadi.
Tubuh perempuan itu perlahan membeku dengan cepat hingga Ia tidak sempat berteriak untuk meminta bantuan. Hal itu membuat kedua rekan mereka, menjadi gemetar ketakutan.
Raja Conda dan Ratu Ana yang melihat hal itu, wajahnya seketika memucat. Pasalnya, tiga orang itu adalah Murid dari Pemimpin ke Dua yang bertugas memantau dan mengawasi tugas mereka berdua.
Tubuh perempuan manusia Kristal itu membeku dan segera meluncur deras ke bawah saat Li Annchi melepaskan genggaman tangannya.
Dua orang rekannya, melesat mengejar tubuh tersebut agar tidak hancur ketika menyentuh tanah. Namun Li Annchi berhasil menghadang salah satu di antara keduanya.
“Kau ! Berani Sekali Kau membunuh murid Pemimpin Kedua! Kau Akan dihukum sangat berat Nona!” Pria itu menunjuk wajah Li Annchi dengan telunjuk yang gemetar.
Li Annchi yang sudah mengira-ngira sejauh apa kekuatan Pemimpin Kedua mereka, hanya tersenyum sebelum berkelebat menyerang dengan sangat cepat.
Pria itu, terlihat kewalahan setelah satu menit pertarungan mereka dimulai. Ia pun akhirnya tewas dengan cara yang sama dengan rekan perempuannya tadi.
Satu orang yang baru saja mengamankan jasad rekannya, terkejut melihat rekannya satu lagi telah tewas dengan tubuh yang juga membeku.
Namun kali ini, Ia tidak melesat untuk mengejar tubuh rekannya itu yang kemudian hancur setelah membentur tanah dengan keras.
“Perempuan itu kemampuannya sangat tinggi, Aku harus melaporkan hal ini kepada guru dan pergi secepatnya dari sini.” Satu orang yang tersisa segera mengeluarkan sesuatu dai Cincin ruangnya.
__ADS_1
Li Annchi yang sudah melesat, segera menjadi waspada saat orang terakhir yang hendak Ia habisi melempar tiga buah benda kecil ke arahnya.
Tiga benda yang melaju sangat cepat itu, dua diantaranya berhasil Li Annchi ledakan. Namun ledakan itu membuat Li Annchi segera melesat mundur.
“Awas Dewi! Itu Asap Kristal Biru!” Raja Conda berteriak panik mengingatkan Li Annchi yang segera membekukan satu benda bulat terakhir yang belum meledak.
LI Annchi menjadi gusar ketika merasakan Aura Orang itu telah jauh darinya. “Cepat sekali teknik melayangnya!” Li Annchi berniat mengejarnya.
Namun Ia berhenti dan senyumnya pun mengembang sesaat kemudian. “Long Akhirnya Kau menemukan Aku.” Desisnya lirih seraya melesat mendekati ke dua orang Raja dan Ratu Siluman Ular Putih itu.
“Mengapa wajah kalian memucat?” Tanya Li Annchi yang keheranan melihat raut wajah keduanya. Raja Conda pun lalu menjelaskan hal yang membuat mereka bersikap demikian.
“Tenanglah … Ia tak Akan lolos dari kekasihku yang sedang mengejarnya.” Li Annchi juga sudah menyadari jika orang itu berhasil pergi, maka keberadaan dirinya di dunia manusia Kristal ini akan segera diketahui.
Sesaat kemudian, Hao Long datang dengan membawa orang itu yang telah tak sadarkan diri. “Annchi! Kau ceroboh sekali! Beruntung aku berhasil mengejarnya.”
Li Annchi pun cemberut mendengar perkataan Hao Long yang menegurnya di depan dua orang Raja dan Ratu Siluman yang menganggapnya sebagai Dewi itu.
Hao Long menatap tajam dua makhluk aneh yang ada di depan nya. “Siapa Mereka? Tanya Hao Long kemudian.
“Long! Kau ….” Li Annchi kesal melihat Hao Long menahan tawa dengan menutup mulutnya. “Maafkan Aku Dewi …. “ Hao Long menjurai hormat kepada Li Annchi yang membuat gadis itu merasa sangat kesal-kesal bahagia.
Setelah Li Annchi menjelaskan siapa ketiga orang yang baru saja mereka habisi, Hao Long terkesiap mendengarnya. “Annchi Kita sedang dalam masalah besar.”
Raut wajah Hao Long berubah. Setelah mengetahui siapa mereka, tidak adal alasan bagi mereka untuk berlama-lama di tempat tersebut.
Keempatnya segera kembali turun ke lembah dimana jasad seorang perempuan manusia kristal terbungkus bongkahan Es. Hao Long segera mengeluarkan api dari telapak tangannya, membuat es itu mencair.
“Apa yang Kau lakukan?” Tanya Li Annchi keheranan. “Aku ingin membuat Ia mati karena kedinginan, terlalu bahaya jika IA mati dalam kondisi seperti itu. Mengingat mereka sedang mencari zamrud Khatulis.”
LI Annchi tersentak, barulah Ia menyadari hal tersebut. “Apa Kau lupa jika Pemimpin pertama mereka memiliki kultivasi yang sangat tinggi. Level enam atau level tujuh.” Hao Long kembali mengingatkan Li Annchi agar berhati-hati di Dunia manusia Kristal ini.
Setelah seluruh Es mencari dari tubuh perempuan itu, Hao Long baru menyadari jika itu seorang perempuan. “Bagaimana cara mereka bercumbu ya … Kalau kepalanya terbungkus kristal seperti itu?”
Hao Long yang senyum-senyum sendiri membuat Li Annchi menjadi curiga. UHUK UHUK.. Ratu Ana kembali terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
“Sepertinya mereka terluka dalam.” perkataan Hao Long dijawab Li Annchi dengan menganggukkan kepalanya. Lalu Ia meminta Hao Long untuk mengobati mereka. Raja Conda sempat ragu sesaat.
Setelah Li Annchi meyakinkan, Ratu Ana segera menurunkan tubuhnya yang sebatas pinggang ke bawah berwujud ular berwarna putih itu.
Dengan energi Penyembuh Persik Dewa, kondisi Ratu Ana segera pulih kembali setengah jam kemudian. Bahkan kekuatannya kembali meningkat cukup pesat yang membuat Hao Long sendiri terkejut saat mengetahuinya.
“Suamiku … Apakah kau juga merasakan perubahan kekuatanku?” Tanya Ratu Ana dengan suara manja kepada Raja Conda yang sedang terpana melihatnya.
“Tentu saja isteriku, tapi apakah kau tahu jika wajahmu kini terlihat bersinar bagai rembulan, sangat cantik sekali.” Wajah Ratu Ana memerah mendengar sanjungan dari Raja Conda.
Sementara Hao Long dan Li Annchi menahan mual di perut mereka mendengar percakapan sepasang suami isteri yang terdengar sangat lebay itu.
“Long jangan memanggilku begitu ya, jika kita sudah menikah kelak … Aku mual mendengarnya“ Li Annchi lalu berbisik pelan ke telinga Hao Long.
“Baik Dewiku .. “ Jawab Hao Long dengan santainya. Li Annchi cemberut dan ingin menegurnya, namun perkataan dari Raja Conda menghentikan niatnya.
“Dewa … Sudikah Engkau mengobati diriku yang juga terluka dalam ini?” Tanya Raja Conda seraya membungkukkan badannya di hadapan Hao Long.
“Ayolah Dewaku … Sembuhkan juga Raja Conda ini!” Ucap Li Annchi dengan penekanan pada kata “Dewaku!”saat Ia berkata kepada Hao Long.
Hao Long menggaruk kepalanya. “Ini kenapa suasana jadi lebay begini? Apa karena baru sembuh dari sakit dan hasratnya mulai timbul lagi?”
Hao Long lalu mengobati Raja Conda dengan energi penyembuh Persik Dewa. Selain luka dalamnya sembuh, kekuatan raja Conda juga meningkat pesat.
Seketika Hao Long menyadari sesuatu. Ia tiba-tiba melesat menyerang Raja Conda yang membuat Li Anchi terkejut melihatnya.
Tubuh Raja Conda terlempar dengan mulut memuntahkan darah segar karena tendangan telak Hao Long, tepat mengenai perutnya.
Ratu Ana terkesiap dan menjadi bingung melihat hal tersebut, namun belum sempat Ia menyadari situasi yang tiba-tiba berubah itu, Serangan telak Hao Long mengenai punggungnya.
Tubuh Ratu Ana terpental belasan meter dan tergeletak hampir kehilangan kesadarannya, tepat di sisi Sang Suami. Li Annchi yang tak menduga Hao Long melakukan hal tersebut, menjadi marah.
“Long! Kenapa Kau begitu kejam pada mereka …. !!!” Setelah membentak Hao Long Li Annchi terkesiap mendapati kekasihnya hanya menyeringai dingin.
“Mereka pantas mendapatkannya!” Ucap Hao Long seraya mendekati kedua Raja dan Ratu Siluman Ular yang terlihat pasrah karena luka dalam mereka kali ini lebih parah dari sebelumnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=