
BLAAAMM!!
Semua orang, kecuali Hao Long dan Li Annchi , terpelanting hingga lebih dari dua puluh meter.
Dan semua mata pun melotot lebar, belum pernah seumur hidupnya, mereka melihat pertarungan dahsyat seperti yang baru saja terjadi.
Harimau Iblis Hitam bangkit dan kembali melesat ke udara, meninggalkan sebuah kawah besar di tanah yang dalamnya lebih dari dua puluh meter.
Walau tubuhnya baru saja terhantam kuat oleh sabetan ekor Naga Bumi, namun serangan itu seolah-olah tidak berefek apapun pada tubuhnya.
Hao Long yang melihat Naga Bumi telah kelelahan, segera membaca mantera dan membuat Sosok Ular Naga itu kembali masuk ke dalam Keris berlekuk tiga belas.
“Kutu Kupret, bocah iki sak penak e dewe!” Naga Bumi yang masih ingin bertarung, mengomel kesal kepada Hao Long yang telah menariknya untuk kembali ke dalam Keris pemberian Ki Jogowono itu.
Udara berubah menjadi sangat panas, ketika Pedang Naga Api Hao Long keluarkan dari Cincin Ruangnya. Harimau Iblis Hitam tercekat, saat Ia merasakan aura sosok yang sangat ditakutinya.
Di luar dugaan semua orang, Harimau Iblis Hitam melesat meninggalkan tempat itu dengan kecepatan yang sangat tinggi. Namun Hao Long tidak membiarkannya begitu saja.
Semua orang yang melihat Hao Long menghilang dan muncul tepat di depan Harimau Iblis Hitam, takjub dengan kecepatan yang dimiliki pemuda itu.
“Long … Rupanya kekuatanmu telah melebihiku.” Li Annchi yang juga kagum, harus mengakui jika kekasihnya, kini memiliki kekuatan sedikit lebih tinggi darinya.
“Mau kemana Kau!” Hao Long menebaskan Pedang yang diselimuti oleh Api Putih ke arah kepala Harimau Iblis Hitam yang masih terkejut karena Hao Long tiba-tiba muncul di depannya.
Lesatan energi berwujud api putih, menderu bagai kilat dan membelah tubuh Harimau Iblis Hitam menjadi dua bagian.
Terlihat kepulan asap hitam keluar dari tubuh harimau itu, sesaat sebelum tubuh besarnya menghantam tanah dalam keadaan hangus kering.
“Tunggulah pembalasanku anak manusia!” terdengar suara serak dari gumpalan asap yang kemudian melesat ke arah barat daya dengan kecepatan yang tak kalah dengan kecepatan gerak Hao Long.
“Sial … Aku belum sempat mempelajari Kitab untuk menyegel Iblis. Semoga Iblis itu tidak merasuki orang yang kuat.” Hao Long kemudian terdiam, memandang ke arah gumpalan asap yang semakin kecil karena telah jauh darinya.
__ADS_1
“Long … Kenapa Kau tidak menyegel makhluk jahat itu?” Hao Long hanya tersenyum kecut seraya menoleh ke arah Li Annchi yang telah berada di sampingnya.
“Aku belum sempat mempelajari kitab Tenik Menyegel Iblis.” Jawabnya dengan suara menyesal seraya melihat ke arah kelompok Klan Hao yang telah dikepung oleh puluhan anggota Sekte Kipas pelangi dan juga tiga tokoh Tua.
“Annchi … Aku harus bersikap bagaimana terhadap mereka?” Li Annchi memahami dilema yang sedang dialami oleh kekasihnya, Ia pun segera berpikir keras.
“Long … Apakah Kau akan marah padaku jika aku mengatakan hal yang sesungguhnya?” Hao Long menatap Li Annchi dengan lembut seraya menggelengkan kepalanya.
“Seingatku mereka semua akan tewas di tempat ini. Kisah keluargamu yang aku anggap legenda itu, ternyata benar adanya.”
Hao Long terkesiap, Ia akan bergerak namun Li Annchi menahan tangannya. “Long … Jangan! Aku Mohon.” Li Annchi lalu menjelaskan kenapa Ia melarangnya.
Jika Hao Long menolong Hao Bai dan yang lainnya dari kematian, maka itu akan merusak sejarah keluarga Klan Hao dan mungkin saja, hal itu akan membuat Hao Long tidak pernah dilahirkan.
“Mengapa begitu?” Tanya Hao Long heran. Li Annchi menghela nafas, Ia tahu Hao Long sangat berat menerima kenyataan ini.
Belum sempat Li Annchi menjawab pertanyaan Hao Long, terlihat pertarungan telah dimulai dan berlangsung dengan tidak seimbang karena Klan Hao kalah dalam jumlah.
Tiba-tiba pandangan Hao Long menjadi gelap, tubuhnya yang terkulai lemas segera di raih oleh Li Annchi yang telah memukul tengkuk Hao Long untuk membuatnya taksadarkan diri.
“Maafkan Aku Long, Kau harus membiarkan tragedi ini terjadi. Jika tidak, Kakek Hao Fang akan terbunuh dan Kau tidak akan pernah dilahirkan. Aku tidak ingin kehilangan dirimu.”
Air menetes dari kelopak mata Li Annchi, Ia bisa memahami beban berat yang sedang dirasakan oleh kekasihnya itu. Lalu Ia memeluk Hao Long dan membawanya pergi dari tempat tersebut.
Hao Bai yang berharap Hao Long datang untuk membantunya, terkesima ketika mendapati Hao Long terlihat tak sadarkan diri dan dibawa pergi dari tempat tersebut ke arah markas Sekte Kipas Pelangi.
Melihat itu Huang Bao tak menyia-nyiakan kelengahan Hao Bai. Ia melesat dan berhasil menghantamkan pukulan telak di punggung lawannya.
Huang Bao terpelanting dengan memuntahkan darah segar. Ia terlihat marah akan apa yang dilakukan oleh Huang Bao. Namun nyalinya menjadi ciut saat mendengar teriakan kematian dari sang Adik Hao Jian.
Tubuh Hao Jian meluncur deras ke tanah dengan kepala yang remuk akibat terkena hantaman tongkat Qiu Heng. Semua anggota Klan Hao terkesiap melihat hal itu.
__ADS_1
Dewi Kipas segera menyerang dengan gencar, memanfaatkan konsentrasi lawannya yang terpecah akibat kejadian tersebut.
Tujuh larik sinar pelangi, melesat sangat cepat dari ujung kipasnya. Hao Fei masih bisa menghindari serangan cepat itu, namun serangan tersembunyi dari Dewi Kipas Pelangi gagal Ia hindari.
Tubuh Hao Fei pun terbelah menjadi tujuh bagian dengan menyisakan aroma daging yang. Melihat hal itu, nyali Hao Bai kini benar-benar menciut.
Apalagi serangan dari Huang Bao begitu gencarnya. Membuat Ia terdesak dengan sangat hebat. Walau memiliki kekuatan tertinggi dari keempat adiknya, namun sifat pengecutnya yang selama ini Ia sembunyikan, akhirnya meronta bangkit.
“Ampuni Aku! Aku menyerah kalah!” Jeritan Hao Bai sempat membuat Huang Bao terlihat ragu ketika Ia akan melepaskan serangan mematikan.
DUAGH
Akhirnya serangan telak Huang Bao mendarat di tubuh Hao Bai. Di saat yang sama, pertarungan di tempat lain telah selesai. Seluruh anggota Klan Hao sudah terbunuh, menyisakan Hao Bai yang kini lehernya berada dalam cengkeraman Huang Bao.
“Bunuh saja Aku … Apa gunanya hidup tanpa memiliki kekuatan sama sekali.” Hao Bai memohon kepada Huang Bao yang telah memusnahkan kultivasinya.
Hidup tanpa memiliki kultivasi, bagi seorang kultivaor adalah hal yang lebih mengerikan dari kematian itu sendiri. “Baiklah … Permintaanmu akan terpenuhi, tapi bukan olehku.”
Huang Bao membawa turun Hao Bai dan setelah menjejakkan kaki di tanah, Ia melempar Tubuh Ketua Klan Hao itu. “Pergilah dari tempat ini. Dan perbaikilah hidupmu dengan menjadi orang yang baik.”
Hao Bai lalu bangkit dan dengan tertatih-tatih, Ia meninggalkan tempat tersebut. Berjalan dengan lunglai tanpa tahu kemana Ia akan kembali.
“Long’er … Aku membiarkannya hidup, karena aku tidak ingin kau membenciku.” Huang Bao menghela nafas panjang.
Ia merasa sedikit kesal dengan Qiu Heng dan Ying Yu. Sebelumnya mereka bertiga telah sepakat untuk tidak membunuhi Klan Hao dan hanya menghancurkan kultivasinya saja.
Hal itu demi menjaga perasaan Hao Long. Namun entah apa yang terjadi, sehingga kedua tokoh tua itu melanggar kesepakatan mereka bertiga. Yang Ia harapakan, Hao Long tidak emngamuk setelah tersadar
Baru saja Huang Bao melesat ke udara, gerakannya terhenti, karena mendapati tiga aura besar mendekati mereka dengan cepat.
----------------------------O----------------------------
__ADS_1