Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Aura Yang Kuat


__ADS_3

“Tetua Cai Hung … Kami datang untuk meminta Izin memasuki Hutan Merah. Aku dan Ketua Dai Hu mengantar Dua orang Utusan Dewa ini untuk melihat Kristal Merah.”


Dengan suara datar, Long Bai menjelaskan tujuannya yang seketika disambut oleh tawa menghina dari Cai Hung, Adik Cai Di yang bertugas menjaga Kristal Merah.


Ia tidak ikut Sang Kakak saat menyerang Klan Petir, sehingga tidak mengetahui siapa Hao Long dan Li Annchi. “Utusan Dewa? Yang benar saja Ketua Bai. Aku bukan anak kemarin sore yang bisa kalian bohongi.”


Cai Hung berkata dengan mata yang sesekali melihat ke arah Li Annchi. Hao Long pun terbakar api cemburu melihat ulah Cai Hung yang selalu tersenyum setiap menatap Li Annchi.


“Tetua Cai Hung … Sebaiknya Kau percaya Ucapan Saudara Bai. Jika tidak, mungkin Kau akan mengalami apa yang telah dialami oleh Kakakmu.”


Ketua Dai Hu berkata dengan suara dingin. Hal itu membuat Cai Hung tertawa congkak.


“Kakakku baik-baik saja, entah apa alasannya Ia tidak menghancurkan Klan kalian berdua. Tapi jika Aku kelak menjadi Ketua Klan, maka ku pastikan Klan Kalian akan binasa di tanganku.”


Tangan Long Bai dan Dai Hu seketika terkepal. Walau sedikit curiga dengan sikap Cai Hung, keduanya segera mengerahkan kekuatan di Level Lima Tingkat Dewa Sejati.


“Sepertinya Kau butuh bantuan ku saudara Cai Hung.” Sosok seseorang yang dikenali oleh Long Bai dan Dai Hu, tiba-tiba melesat dari bawah dan berdiri di samping Cai Hung.


Kedua Ketua Klan Itu sedikit terkejut melihat satu dari Tiga Petinggi dari Dunia Kristal, berada di tempat tersebut. Sosok itu memiliki Kultivasi di level Lima Tingkat Dewa Sejati.


Lon Bai dan Dai Hu menjadi was-was melihat adanya petinggi Dari Dunia Kristal yang bernama Chu Bie itu. Apalagi sesaat kemudian merasakan Aura kekuatan dari Cai Hung memancar dari tubuhnya yang ternyata telah menembus Level Lima sama dengan mereka.


“Tuan Long … Bagaimana ini?” Hao Long tersenyum mendengar pertanyaan Long Bai dengan suara bergetar itu. “Biar Aku yang berbicara kepada mereka.”


Hao Long lalu melesat sekitar lima meter di depan mereka. Jarak kedua pihak kini terpaut sepuluh meter satu sama lainnya, sehingga Hao Long berada di tengah-tengah mereka.


“Terlepas Kau percaya atau tidak Informasi Sesepuh Bai tadi, Aku tetap akan mengambil Kristal Merah itu dengan atau tanpa izinmu sekalipun. Jadi minggirlah!”

__ADS_1


Ucapan Hao Long dengan nada yang dingin dan sorot mata yang tajam, sempat membuat Cai Hung tertegun sejenak. “Hahahaha … Baru kali ini Aku bertemu pemuda bodoh sepertimu. Level tiga tapi berani bicara seperti itu kepadaku.”


Tubuh Cai Hung seolah menghilang karena cepatnya Ia bergerak. Awalnya Ia ingin menampar mulut Hao Long, namun yang terjadi, membuatnya terkesiap.


Dengan mudah Hao Long menangkap pergelangan tangan Cai Hung dengan tangan kirinya. Lalu melesatkan tamparan yang membuat tubuh Cai Hung terlempar dan hampir kehilangan kesadaran dirinya.


Tentu saja hal itu mengejutkan sembilan orang anak buah Cai Hung, Chu Bie pun tersentak kaget melihat rekannya terlempar jauh akibat tamparan dari Hao Long.


“Siapa Pemuda ini? Kekuatannya di level tiga tapi bisa membuat Saudara Cai Hung berdarah dengan satu kali serangan. Ah sayang sekali pemuda setampan itu, harus menjadi musuhku.“


Cai Hung yang telah menguasai dirinya, segera melesat mendekati Chu Bie.


“Saudara Bie kekuatannya setara dengan mu, Kau lawanlah dia. Biar Aku yang akan melawan kedua orang ketua Klan itu bersama semua anak buahku.”


Chu Bie melayang perlahan ke arah Hao Long dengan senyum dan tatapan yang membuat Hao Long merinding melihatnya. “Aih pemuda Tampan … Siapa namamu?”


“Apakah Ia seorang Kasim?” Benak Hao Long bertanya-tanya ketika suara Chu Bie tiba-tiba berubah menjadi serak dan berat. “Apa Kau Tuli Hah!”


Kurang dari satu detik Aura Level Lima yang sangat kuat, memancar dari tubuh Chu Bie yang menyerang Hao Long dengan sangat cepat.


Namun Hao Long yang telah waspada dengan mudah menghindari serangan Chu Bie yang membuatnya terkesiap melihat kecepatan lawan.


“Aih tampan Kau ingin main kejar-kejaran rupanya. Baiklah, Ku kejar Kau, tangkaplah Daku.” Setelah sekian kali Hao Long hanya menghindar, Chu Bie marah-marah senang.


Ia meningkatkan kecepatan geraknya, namun tidak terlihat melepaskan serangan yang berbahaya, tetapi serangan yang membuat Hao Long mual melihatnya.


Gerakan kedua tangan Chu Bie yang hendak memeluknya, selalu bisa Hao Long hindari, entah melesat ke atas, mundur atau melesat ke bawah.

__ADS_1


Semakin lama, gerakan Cu Bie semakin cepat, sehingga tubuhnya kini terlihat seperti ada empat orang. Hao Long pun mulai terlihat kesal karena beberapa kali nyaris tertipu lawan.


Hao Long tiba-tiba meningkatkan kekuatan yang membuatnya bisa bergerak lebih cepat dari Chu Bie. Hal itu membuat Chu Bie mulai kewalahan karena Hao long berusaha menotok leher belakangnya.


Sementara Cai Hung dan sembilan anak buahnya sedang mengeroyok Long Bai dan Dai Hu yang terdesak karena menghadapi lima orang yang berada di level Empat Tingkat Dewa Sejati.


Li Annchi yang melihat keadaan Sesepuh Long Bai terdesak, tiba-tiba mengerahkan kekuatan di level enam, yang membuat Suhu udara tiba-tiba menurun drastis.


Hal itu bukan tanpa sebab, karena Li Annchi bisa merasakan adanya Aura kuat yang sedang mengawasi mereka dari arah Hutan Merah.


Cai Hung dan sembilan orang lainnya terkejut, bahkan Chu Bei pun tersentak kaget hingga membuatnya lengah. Serangan totokan yang Hao Long lesatkan, berhasil mengenai tengkuknya dan Ia pun tewas seketika karena jari tangan Hao Long menembus lehernya.


Hao Long yang tak berniat membunuhnya, terkejut mendapati serangannya ternyata menembus leher Chu Bie. Saat itulah Ia merasakan Aura Kuat dari arah hutan Merah.


Saat tubuh Chu Bei melayang jatuh, Cai Hung sedang terkejut melihat lima anak buahnya yang mengeroyok Dai Hu, telah berjatuhan tewas dengan tubuh membeku.


Sesaat kemudian, Li Annchi melesat dan melepaskan serangan Tapak Dewi Es yang membuat empat orang Anak buah Cai Hung Tewas terhantam serangan energi berbentuk tapak raksasa itu.


Kini tersisa Cai Hung yang tubuhnya bergetar hebat menyadari telah salah menghina dan meremehkan dua orang yang dianggapnya hanya seorang pecundang.


Ia pun melesat, mencoba melarkan diri dari tempat tersebut dengan kecepatan penuh yang Ia miliki. Namun alangkah terkejutnya ia mendapati LI Annchi telah berada di depannya.


Jeritan panjang Cai Hung, adalah suara terakhir dalam hidupnya, sebelum tubuhnya membeku oleh serangan Tapak Dewi Es Li Annchi. Adik Cai Di itu tewas dengan tubuh berkeping-keping setelah menghantam tanah.


Li Annchi mendekati Hao Long yang sedang menatap ke arah Hutan Merah. “Long Siapakah pemilik Aura kuat ini?” Tanya Li Annchi.


“Kita akan tahu setelah berada di sana! Ayo !” Ajak Hao Long melesat yang segera diikuti oleh Li Annchi meninggalkan kedua orang Ketua Klan yang sedang gamang, merasakan Aura besar itu.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2