Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Kemurkaan Ge Riong


__ADS_3

“Hormat kami pada Tuan Muda Hao Long dan Nona Muda Li Annchi.” Ucapan Ji Hua dengan sangat sopan, lalu bersama Beiji dan Fung Jie segera berlutut di depan mereka, membuat Hao Long dan Li Annchi terhenyak mundur beberapa langkah.


“Bibi Hua Bangunlah! Jangan seperti ini.” Li Annchi segera menghampiri Ji Hua dan berusaha membuatnya untuk berdiri. Namun Ji Hua dan kedua rekannya yang lain, tetap kekeh dengan posisi berlutut mereka.


Melihat hal itu Hao Long segera menghampiri Li Annchi dan kemudian keduanya segera berlutut juga di hadapan ketiga Mantan Penguasa dari tiga dunia yang berbeda.


Ketiganya kini merasa serba salah, mereka segera berlutut lebih rendah lagi. Hao Long yang melihatnya tiba-tiba tengkurap dan merebahkan tubuhnya dengan dua tangan menyatu di depan wajahnya.


Sontak Hal ini membuat Fung Jie dan Beiju segera Duduk dan membuat Hao Long pun kembali duduk. “Sesepuh … Mohon tidak berbuat seperti tadi lagi.” Ujar Hao Long yang kemudian menanyakan mengapa mereka bersikap demikian.


“Kau saja yang menceritakannya Fung Jie. Aku tidak mahir bersilat lidah sepertimu. Hahahaha.” Ini pertama kali Fung Jie melihat Sosok Beiju tertawa lepas yang tetap saja menyeramkan dengan ketiga matanya.


“Tuan Muda Hao Long … “ Ucapan Fung Jie terputus karena Hao Long segera menyela dan meminta kepada mereka bertiga, agar memanggilnya Long’er saja.


Setelah perdebatan kecil mengenai panggilan, akhirnya Fung Jie menyerah. “Long’er … Kau dan kekasihmu adalah sosok yang dijanjikan oleh Dewa Naga Api untuk membebaskan ke Lima Dunia dari tirani Ge Riong.”


Tentu saja Hao Long dan Li Annchi terkejut mendengar perkataan tersebut. Keduanya tidak mendapatkan perintah itu dari Dewa Naga Api maupun dari Dewi Naga Es.


“Mungkinkah terjadi sesuatu di Dunia Dewa?” Tanya Beiju dengan raut yang terlihat cemas.


Hao long dan Li Annchi segera mengeluarkan kembali Liontin Naga, lalu meneteskan darah mereka pada masing-masing liontin.


Ini pertama kalinya mereka melakukan hal tersebut. Karena merasa tak berdaya dengan apa yang akan mereka hadapi nanti. Namun setelah menunggu sekian lama, tidak ada reaksi pada kedua Liontin tersebut.


“Ini sangat aneh? Kenapa tidak bekerja sesuai petunjuk dari Para Dewa?” Hao Long mengerutkan dahi seraya memandang Liontin Naga Api yang ada di tangannya.


“Jangan-jangan dugaan Sesepuh Beiju benar? Terjadi sesuatu di Alam Dewa.” Desis Li Annchi setelah menyadari Liontin Naga Es juga tidak bereaksi sama sekali.


Suasana menjadi hening untuk beberapa saat, karena mereka sedang asik dengan pikiran masing-masing.


“Sepertinya kita harus mencari sendiri cara untuk mengalahkan Ge Riong itu.” Hao Long menghela nafas panjang, merasa bebannya kini semakin berat, setelah mendengar perkataan Fung Jie, tentang janji Dewa Naga Api yang akan mengirim orang untuk mendamaikan ke Lima Dunia.


Fung Jie yang menyadari beban itu terasa berat bagi Hao Long dan Li Annchi yang masih berada di Level enam dan tujuh Tingkat Dewa Sejati, lalu mengutarakan niatnya.


Mereka bertiga telah berada di Ranah Bumi Tingkat Dewa Abadi. Namun kekuatan ketiganya belum mampu melawan Ge Riong yang telah berada di ranah Langit yang merupakan ranah kedua dari Tiga Ranah di Tingkat Dewa Abadi.


Ranah Ketiga atau Ranah Surgawi adalah ranah yang belum pernah dan tidak akan pernah bisa ditembus oleh manusia sebelumnya.


Namun Mereka bertiga bertekad membantu Hao Long dan Li Annchi agar bisa mencapai ranah Bumi, karena menurut informasi dari Dewa Naga Api, kekuatan Ranah Langit bisa dikalahkan oleh tujuh kekuatan di Ranah Bumi.

__ADS_1


“Lalu Siapa dua orang yang lainnya Sesepuh Fung?” Tanya Hao Long yang terlihat senang mendengar rencana Fung Jie.


“Itu .. Mereka berdua adalah Soyanara, Penguasa Dunia Logam dan Penguasa Dunia Siluman bernama Beaster. Semoga saja mereka masih bisa bertahan hidup setelah dikalahkan oleh Ge Riong.”


Kelima orang itu segera menyusun rencana, bahwa mereka akan pergi Ke Dunia Bangsa Org untuk bisa mengalahkan Sairi dan merebut kembali Tongkat Penguasa Dunia Org yang bisa membuat mereka menuju Ke Dunia lain dengan mudah.


“Rencana ini akan kita lakukan setelah mereka berempat selesai dengan proses pengobatannya.” Fung Jie lalu memandang ke arah Wushang dan Long Bai serta Dai Hu.


***


“Begitu rupanya… Ji Hua ternyata masih hidup. Hal ini di luar dugaan Ayah. Luo’er Kau harus segera meningkatkan kekuatanmu dan segeralah menembus Tingkat Ranah Bumi yang sebentar lagi akan Kau capai.”


“Baik Ayah … Terimakasih atas Buah Iblis berusia seribu tahun ini. Aku tidak akan mengecewakan Ayah lagi.” Ge Luo merasa bersemangat saat melangkah pergi ke tempat Ruang Kultivasi yang biasa Ayahnya gunakan.


Sementara Sang Ayah yang tak lain adalah Ge Riong, terlihat duduk di singgasananya. Ia sedikit terkejut mendapati kenyataan bahwa Ji Hua ternyata masih hidup.


“Apakah ramalan tentang tujuh Kultivator Ranah Bumi akan benar-benar terjadi? Tidak …. Tidak mungkin! Fung Jie, Soyanara dan Beaster telah tewas di tanganku. Sementara Beiju masih tersegel pada Gelang Sihir Sairi.”


Dalam benaknya yang sedang berkecamuk setelah mendapat informasi dari Ge Luo, Ge Riong mencoba menenangkan dirinya.


“Tangan Petir Dewa Langit dan Kaki Awan, mengapa kekuatan Dewa Langit bisa berada di tubuh pemuda itu? Bagaimana bisa kekuatan tangan Petir Dewa Langit ada dua buah?”


“Sepertinya Aku harus menghubungi Sairi untuk menanyakan peristiwa ini.” Ge Riong lalu mengeluarkan Artefak Sihir berupa sebuah benda berbentuk segi empat dipenuhi oleh tulisan yang aneh.


Artefak Sihir itu Ia dapatkan dari Sairi yang menjadi alat untuk mereka berkomunikasi dari jarak yang sangat jauh.


Artefak sihir itu tiba-tiba bercahaya terang dan melesatkan sebuah cahaya ke dinding di depan Ge Riong, setelah Ia meneteskan setetes darah dari ujung jarinya sebagai cara untuk mengaktifkan Artefak tersebut.


Sesaat kemudian, terlihat Sairi muncul di dinding bangunan utama Istana Dunia Manusia Kristal tersebut. Ia muncul dengan nafas terengah-engah dan pakaian yang terlihat acak-acakan.


“Tuan Ge Riong … Maaf Hamba sedikit terlambat datang. Ada apakah tuan Memanggil saya?” Tanya Sairi dengan suara yang bergetar.


Ge Riong lalu menceritakan tentang apa yang terjadi di Dunia Elemen. Dan wajah Sairi terlihat memucat setelah mendengar penjelasan tersebut.


“Kenapa Kau terlihat ketakutan?” Tanya Ge Riong keheranan dan sedikit curiga.


“Maafkan Hamba Tuan Ge Riong, Hamba merasakan jika Beiju saat ini sudah tidak ada lagi berada di Dunia Org. Dan … Dan .. Segel yang mengurungnya telah hancur.”


“APA! Bagaimana bisa?!” Tanya Ge Riong yang terkejut dan kemarahannya seketika memuncak. “ Jelaskan padaku bagaimana bisa Gelang Sihir itu tidak berada di tanganmu!”

__ADS_1


Sairi lalu menceritakan jika Gurunya yang bernama Siru, meminta gelang sihir itu untuk sebuah percobaan sihirnya. Namun setelah beberapa waktu, ternyata gelang sihir itu diberikan kepada Yo Di, murid Ge Riong yang ternyata adalah kekasih gelap Siru.


Mengetahui hal itu, Ge Riong sangat terkejut dan menjadi murka. Karena Yo Di dan Fei Luo mungkin sudah tewas dan Gelang Sihir hancur karena ada yang membebaskan Sosok Beiju dari segel yang mengurungnya.


“Sairi … Kau harus membunuh Gurumu Siru yang telah lancang memberikan gelang Sihir itu pada Yo Di!” Tanpa menunggu jawaban dari Sairi, Ge Riong lalu menghentikan pembicaraan mereka dengan memasukan Artefak Sihir itu ke dalam cincin ruangnya.


Ge Riong duduk dengan wajah yang terlihat sangat murka akan peristiwa yang baru saja Ia ketahui. Ia Duduk tercenung di atas singgasananya hingga sehari-semalam.


Sementara DI Dunia Org, Sairi yang terlihat ketakutan menyesalkan perbuatan Sang Guru. Mendapat perintah untuk menghabisi gurunya sendiri, Sairi pun merasa kebingungan.


Kekuatan Sang Guru saat ini memang tidak jauh berbeda darinya, namun untuk membunuh sang Guru secara langsung, hal itu tidak mungkin bisa Ia lakukan dengan mudah. Bahkan bisa saja, justru dirinya yang tewas.


Sairi memasuki ruang tidurnya dimana terlihat, dua orang Pria Bangsa Org yang masih berada di tempat tidurnya tanpa sehelai benang pun. Keduanya adalah Pengawal Sairi yang juga kekasih gelapnya.


“Pergilah kalian keluar Aku ingin sendiri!” Kedua pria itu segera beranjak keluar ruangan dengan wajah yang keheranan. “Padahal tadi dia yang menggebu-gebu, sekarang malah bikin orang kena tanggung saja. menjengkelkan”


Salah satu di antara dua pengawal pribadi Sairi menggerutu kesal, sedang temannya terkekeh. “Sudah terima saja, jangan kesal begitu. Nanti Kalau dia minta lagi, kita hajar habis-habisan saja. Hehehehe.”


Sementara Sairi yang berada di ruang pribadinya itu, terlihat kalut. Ia duduk termenung selama belasan menit sebelum memutuskan untuk menemui Sang Guru dan menceritakan apa yang baru saja terjadi.


Saat tiba di kediaman Sang Guru, Sairi justru mendapatkan kenyataan yang sangat mengejutkan. Dua pria pengawal dan kekasihnya itu, justru sedang bergumul dengan Gurunya Sendiri.


“Kalian Biadab Semua!” Dengan gerakan sihir yang sangat cepat, Sairi menghabisi Kedua pengawal sekaligus kekasih gelapnya itu dengan tongkat sihir pusakanya.


Sosok Sang guru yang merasa kesal mencoba melawannya. Namun karena Tongkat Sihirnya tidak Ia bawa dan berada di ruang sebelah, dengan mudah Ia dibunuh oleh Sairi yang telah gelap mata.


***


Keesokan harinya Di Dunia Elemen, proses penyembuhan luka Wushang Dai Hu dan Long Bai telah selesai. Bukan hanya kekuatan mereka pulih seperti sediakala, namun kekuatan mereka kini meningkat dan mencapai Level Enam Tingkat Dewa Sejati.


Hal itu sangat membuat mereka sangat berterimakasih kepada Fung Jie. Selang beberapa waktu kemudian Guang Hou datang dan telah pulih dari lukanya.


Walau kekuatannya belum mencapai Level enam, namun Guang Hao sangat berterimakasih karena kultivasinya telah pulih kembali dan kekuatannya sedikit meningkat.


“Mulai saat ini, kalian harus hidup damai dan mengawasi aktivitas dari Klan Api.” Ucap Fung Jie. “Siap Penguasa!” Jawab Keempat Ketua Klan itu serempak.


“Sepertinya sudah saatnya kita berangkat ke Dunia Org sekarang.” Ucap Beiju yang membuat Hao long segera mengeluarkan Artefak Pemindah tempat milik Lu Di.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2