Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
053: Kesedihan Li Annchi


__ADS_3

“Berani sekali kalian menyerang Dewi!” Sosok Phoenix Es yang kini telah berubah wujud sepanjang sepuluh meter, membentak ketiga orang asing itu yang terlihat semakin menciut nyalinya.


“Ampuni kami Dewi Phoenix …” Dou Ji berkata setelah berhasil menindih rasa jerihnya. “Pergilah Kalian dari dunia ini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi!”


Beberapa detik setelah Phoenix Es berkata demikian, ketiga orang itu melesat dan menghilang setelah satu tarikan nafas. Apa yang baru saja terjadi, membuat semua orang menatap penuh tanya tentang jati diri Phoenix Es dan juga ketiga orang asing itu.


“Siapa mereka bertiga? Dan mengapa mereka menginginkan Zamrud Tiwa?” Hao Long tak bisa menahan rasa penasarannya. Phoenix Es menatap Li Annchi yang mengangguk sebagai tanda untuk meminta jawaban darinya.


Setelah mengubah wujudnya menjadi kecil, Phoenix Es lalu menjelaskan tentang Dunia Asalnya yang juga sama dengan Dunia asal ketiga orang tersebut.


Dunia mereka bernama Jovian. Di dunia Jovian terdapat Lima Klan yang menjadi penguasa, terdiri dua Klan dari Bangsa manusia, satu Klan dari Bangsa Org dan Dua Klan dari Bangsa Hewan.


Kedua Bangsa Hewan tersebut adalah Klan Phoenix Es dan Klan Naga Api. Lebih dari seratus tahun lalu, Klan Phoenix Es menjadi yang terkuat sebelum dikalahkan oleh Klan Naga Api dalam sebuah pertempuran besar.


Dirinya yang memimpin Klan Phoenix Es saat itu, harus menderita luka parah yang membuatnya kehilangan separuh dari kekuatan penuh yang pernah Ia miliki.


Sedangkan Ketiga orang itu berasal dari Klan Kristal Putih, Klan terlemah dari Bangsa Manusia. Sedangkan Klan terkuat Bangsa manusia adalah Klan Kristal Emas.


“Seandainya mereka mengetahui kekuatanku telah berkurang setengah dari kekuatan penuhku dulu, mungkin mereka tidak akan pergi begitu saja. Mungkin saat ini mereka bisa membunuhku.”


Perkataan terakhir Phoenix Es membuat dahi Li Annchi berkerut. “Jadi kau tadi hanya berpura-pura bisa mengalahkan mereka?!” Phoenix Es mengangguk.


“Dewi, berhati-hatilah! Jika bisa, cepatlah menyerap energi dari zamrud Tiwa itu dan menjadi lebih kuat lagi.”


Semua orang terlihat risau setelah mendengar penjelasan dari Phoenix Es. ”Kau belum menjelaskan mengapa mereka menginginkan Zamrud Tiwa ini.” Hao Long berkata dengan penasaran.


“Zamrud Tiwa dan Zamrud Khatulis adalah sumber kekuatan yang sangat besar. Zamrud Tiwa dulu adalah milik Leluhur kami dan Zamrud Khatulis adalah milik Leluhur Klan Naga Api.”

__ADS_1


Setelah menghela nafas, Phoenix Es menjelaskan lebih lanjut. Seseorang yang bisa menyerap energi dari kedua Zamrud tersebut, ditakdirkan akan menjadi penguasa Alam Semesta.


Hanya mereka yang berjodoh saja yang bisa menyerapnya. Yang Ia ketahui selama ini, belum ada yang mampu menyerap lebih dari tiga persen energi yang terkandung dari masing-masing zamrud itu.


Hao Long dan Li Annchi terdiam, merenungi penjelasan dari Phoenix Es tentang kedua zamrud yang kini telah keduanya miliki.


“Baguslah jika begitu. Long’er …Segeralah kalian berkultivasi untuk menyerap energi dari kedua zamrud itu. Biar kami yang bertarung menahan mereka jika kembali lagi kemari.”


Phoenix Es tersentak mendengar perkataan Huang Bao. Demikian juga dengan Li Annchi. “Long … Kau telah mendapatkan Zamrud Khatulis itu?” Hao Long lalu menganggukkan kepalanya.


Setelah berdiskusi beberapa waktu, Hao Long dan Li Annchi melayang ke arah sebuah lembah yang memiliki air terjun setinggi lima belas meter.


Sementara Phoenix Es mengubah wujudnya menjadi besar dan menjaga area tersebut dengan perasaan cemas, seandainya ketiga orang itu kembali, sebelum mereka berdua selesai dengan kultivasinya.


Tempat yang ditunjukkan oleh Matriak Ying Yu itu, adalah tempat tersembunyi yang biasa Ia gunakan untuk berkultivasi. Sebuah tempat yang memiliki lapisan udara begitu berat dan dipenuhi energi murni.


Li Annchi terdiam, hanya air mata yang menjawab pertanyaan Hao Long. “Aku .. Aku rindu dengan Ayah dan Ibu …” Tangis Li Annchi meledak di dada Hao Long yang telah merengkuhnya.


Waktu berlalu dengan isak tangis Li Annchi dan raut sedih Hao Long. “Annchi … sudahlah … Secepatnya kita selesaikan tugas dari Dewa ini dan kembali ke dunia kita.”


Li Annchi mengangguk, melepaskan diri dari dekapan kekasihnya, menatap air yang jatuh dengan tatapan kosong.


“Long … Sebaiknya kau mulailah kultivasimu, kekuatanmu masih jauh tertinggal dariku jika aku menggunakan energi dari Roh Iblis Es yang tersegel.”


Hao Long tersenyum kecut, Ia mengiyakan perkataan Li Annchi yang telah memasuki Tingkat Antara, suatu tingkat yang berada diantara Tingkat Dewa Tahap Akhir dengan Tingkat Dewa Sejati yang memiliki tujuh level.


Udara pun seketika berubah menjadi sangat panas, membuat Li Annchi segera melindungi tubuhnya dengan energi qi-nya yang berhawa dingin. Namun Hawa panas dari Zamrud Khatulis sangatlah tinggi.

__ADS_1


Li Annchi melesat hingga lima puluh meter jauhnya dari Hao Long. Dahinya terlihat berkeringat walau tubuhnya mengeluarkan asap biru yang dingin. “ Energi zamrud itu sangat panas sekali, air terjun pun menguap dan berhenti jatuh karenanya.”


Li Annchi merasakan segel yang dibuat Hao Long untuk melindungi area tersebut, telah mulai retak. Ia segera membuat segel baru yang jauh lebih kuat dengan energi qi-nya.


“Aku harus mengeluarkan Zamrud Tiwa untuk menteralisir hawa panas ini.” Udara pun berubah setelah Zamrud Tiwa dikeluarkan Li Annchi dari Cincin ruangnya.


Perlahan namun pasti, suhu udara kembali menjadi normal. Keduanya pun mulai menyerap energi dari zamrud itu secara perlahan-lahan.


Setelah lebih dari satu hari, Hao Long tersentak dengan wajah yang terlihat kesakitan. Tubuhnya serasa terbakar terutama pada Meridian Naga miliknya.


“Annchi!!... “ Hao Long berteriak keras, membuat Li Annchi membuka mata dan menghentikan kultivasinya. Ia segera melesat menghampiri Hao Long. “Long apa yang terjadi?”


Hao Long yang sempat memasukan Zamrud Khatulis ke dalam Cincin ruangnya, akhirnya jatuh pingsan. Li Annchi menjadi panik melihat hal itu.


Tubuh Hao Long kini terlihat membara bagai arang yang terbakar. Saat itulah terjadi sesuatu yang diluar dugaan Li Annchi.


Zamrud Tiwa yang masih mengambang di depan Li Annchi, tiba-tiba bercahaya terang, selarik sinar melesat ke arah tubuh Hao Long dan membuat bara ditubuhnya meredup dan akhirnya sirna.


“Long … Bangunlah … Jangan membuatku khawatir!” Setelah memasukan Zamrud Tiwa, Li Annchi mengguncang tubuh Hao Long yang masih tergeletak tak sadarkan diri.


Air matanya mulai menetes, melihat Hao Long masih diam tak bergeming setelah lima menit berlalu. Li Annchi mendekap kepala Hao Long di dadanya dan menangis sejadi-jadinya saat Ia tidak merasakan aliran nafas dari hidung kekasihnya itu.


“Long !!! mengapa Kau tinggalkan aku … “ Setelah tiga puluh menit berlalu dan Ia berhasil menguasai dirinya, Li Annchi berkata dengan suara yang lirih dan sangat sedih.


Ia tidak menduga, sesuatu yang buruk terjadi pada Hao Long yang juga menjadi sebab kematiannya, setidaknya pemikiran itulah yang ada dalam benak Li Annchi saat ini.


Namun di alam yang berbeda, di alam Antara kematian dan Kehidupan, sosok Jiwa Hao Long sedang berbicara dengan sosok berwujud manusia setinggi lebih dari lima meter dengan api putih menyelimuti seluruh tubuhnya.

__ADS_1


-------------------------O------------------------


__ADS_2