
“Kakak … Mengapa Kau mempercayai begitu saja penjelasan pemuda itu!?” Sha Hu berhenti melayang setelah mereka berjarak dua kilometer dari Sekte Kipas Pelangi.
Sha Jie juga mempertanyakaan hal yang sama dan memprotes Kakak pertama mereka yang dianggapnya menyerah sebelum bertarung.
“Apakah Kalian lupa, jika Pisau Pasir Pembalik waktu berada di tanganku?!” Dengan kesal Sha Du membentak kedua adiknya yang langsung terdiam.
“Kita semua hampir mati di tangan gadis itu, jika saja Ayah tidak membekali Aku dengan Pisau pusaka itu.” Sha Hu Dan Sha Jie tertunduk, tidak menduga jika gadis muda yang hendak mereka bunuh, memiliki kekuatan yang sangat tinggi.
Sha Du menambahkan bahwa manusia boneka pasir yang merupakan senjata andalan mereka, berhasil dihancurkan dengan mudah oleh gadis bernama Li Annchi itu.
“Lalu apakah kita akan kembali tanpa membalaskan dendam atas kematian Adik Sha Rein?” Tanya Sha Jie dengan wajah yang terlihat muram.
Sha Du lalu mengatakan, bahwa Sang Ayah telah memberi tugas kedua bagi mereka yaitu mencari sebuah Zamrud Api yang bernama Zamrud Khatulis.
Untuk itu, Sha Du mengajak mereka pergi ke arah selatan. Menurut sang Ayah, Zamrud itu berada di sebuah gunung yang berada di tengah laut di antara dua buah daratan.
Dengan memiliki Zamrud Api itu, maka Klan Sha bisa menguasai daratan timur dan daratan kuno sekaligus. Karena kekuatan api yang terkandung di dalam zamrud itu, bisa membuat pasir neraka menjadi senjata yang tak terkalahkan.
***
“Long … Sepertinya ucapanmu benar, mereka tak akan kembali lagi kesini.” Li annchi berkata kepada Hao long setelah dua hari kemudian, Sha Du dan kedua adiknya tidak kembali mendatangi Sekte Kipas Pelangi.
Li Annchi mempertanyakan hal tersebut karena Ia merasa heran, mendapati mereka pergi begitu saja setelah mendengar penjelasan dari Hao Long.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Huang Bao dan yang lainnya. Namun semua masih teka-tekai hingga akhirnya Huang Bao teringat akan kekuatan Pisau Pembalik Waktu yang dimiliki oleh Klan Sha.
Kekuatan pisau itu, hanya bisa digunakan sebanyak tiga kali dalam waktu satu hari. Kemungkinan, Sha Du telah membalikkan waktu setelah mereka bertarung dan kalah dari Hao Long atau Li Annchi.
Pernyataan Huang Bao itulah yang membuat Hao Long masih berada di Sekte Kipas Pelangi, karena Ia menduga mereka akan kembali lagi di hari yang lain.
__ADS_1
“Long … bukannya besok kita harus ke Kuil Cahaya Abadi?” Tanya Li Annchi yang teringat janji Hao Long kepada Patriark Pang Hu.
“Benar … besok pagi-pagi kita akan pergi ke sana dan ….” Ucapan Hao Long terhenti saat Ia merasakan tiga aura besar mendatangi wilayah Sekte Kipas pelangi.
“Mereka akhirnya kembali lagi!” Hao Long dan Li Annchi segera melesat ke udara. Selang beberapa detik, Huang Bao dan Qiu Heng menyusul keduanya.
“Hati-hatilah melawan mereka! Aku yakin kali ini mereka akan benar-benar bertarung sampai habis-habisan.” Hao Long mengangguk mendengar Huang Bao mengingatkan dirinya.
Beberapa detik kemudian, Sha Du telah tiba di tempat kemarin mereka bertemu dan bertarung dengan Hao Long dan Li Annchi. Namun wajah ketiga orang klan Sha itu terlihat sangat kesal.
“Serahkan padaku Zamrud Khatulis yang Kau ambil dari Gunung Rakatao!” Hao Long dan Huang Bao tersentak mendengar ucapan Sha Du.
“Bagaimana Kau tahu jika Zamrud itu berada di tanganku!” Hao Long bertanya dengan suara bergetar saat Ia teringat akan Ki Jogowono.
“Kakek tua penjaga gunung itu yang mengatakannya padaku, tentu saja setelah Aku memaksanya dengan meminumkan ramuan khusus klan kami … Hahahaha.”
“Dimanakah Kakek itu sekarang?!” Hao Long berkata dengan suara lantang. Firasat buruk segera mengisi benaknya.
Sha Du berkata dengan arogan, Ia telah memiliki rencana untuk mengalahkan Hao Long dan Li Annchi.
Hao Long hanya tersenyum, Ia tahu jika Ki Jogowono masih hidup namun begitu ada kekhawatiran yang membuatnya segera menjadi marah. “Ambillah dariku jika kau memiliki kemampuan untuk melakukannya.”
Udara seketika berubah menjadi sangat panas, sedetik setelah Hao Long mengeluarkan Zamrud Khatulis dari Cincin ruangnya.
LI Annchi segera mengerahkan energi qi-nya untuk menahan terpaan hawa panas tersebut. Sementara Qiu Heng dan Huang Bao telah melesat dua ratus meter jauhnya, karena merasakan udara seakan hendak membakar tubuh mereka.
Sha Du dan kedua adiknya segera mengerahkan kekuatan mereka yang membuat tubuh mereka membara bagai api, sehingga tidak merasakan hawa panas yang memancar dari Zamrud Khatulis.
Lalu ketiga orang itu, mengeluarkan butrian pasir neraka dan menyatukannya di udara. Sesaat kemudian, terlihat wujud manusia boneka pasir yang menyala biru keputihan dan segera melesat Ke arah Hao Long.
__ADS_1
“Apa!!! Tidak mungkin!” Sha Du terpekik saat melihat Boneka Pasir mereka terpental ketika Hao Long menghantamkan energi dari telapak kirinya ke arah boneka yang hendak menendang kepalanya.
Boneka Itu terpental hingga puluhan meter, namun kali ini tidak hancur seperti beberapa hari yang lalu. Hal yang menunjukan jika Boneka pasir neraka gabungan itu sangat kuat.
Boneka Pasir itu, kembali melesat ke arah Hao Long dengan kecepatan yang sulit dilihat oleh Huang Bao maupun Qiu Heng sekalipun.
DUAGH BUGGH
Suara pertarungan terdengar sangat keras ketika benturan terjadi antara Hao Long dan Boneka Pasir Neraka, yang memiliki kecepatan hampir setara dengan Hao Long.
Hao Long yang hanya menggunakan kaki dan tangan kirinya untuk menahan serangan gencar dari manusia boneka itu, mulai terdesak mundur. Namun itu tidak berlangsung lama.
Hao Long berhasil mendesak manusia Boneka setelah Ia melemparkan Zamrud Khatulis hingga tingginya lebih dari seratus meter. Dalam beberapa detik, manusia boneka itu berhasil Hao Long tumbangkan.
Sesaat setelah Hao Long melemparkan Zamrud Khatulis, Sha Du yang tidak menduga zamrud itu akan dilemparkan, melesat ke atas dengan cepat, untuk mengambilnya.
Namun tubuhnya terpental akibat terkena sambaran angin dingin dari jurus Tapak Dewi Es Li Annchi yang mengetahui tindakannya.
BLAAM
Suara tubuh Manusia Boneka pasir yang meledak, membuat mata Sha Du dan ketiga adiknya melotot lebar. Jurus Tinju Naga Api Hao Long berhasil membuat nyali ketiga orang itu menciut.
Sha Du segera mengeluarkan Pisau Pembalik Waktu saat melihat Hao Long menatap dirinya dengan tajam. Tepat di saat itu, Zamrud Khatulis yang melayang jatuh, segera diraih kembali oleh Hao Long.
Sha Du segera mengerahkan energi qi nya dan mengalirkan ke arah pisau tersebut, namun wajahnya memucat saat menyadari Pisau itu tidak bekerja seperti biasanya.
“Mengapa Pisau ini tidak bekerja sama sekali!” Desisan Sha Du, membuat kedua adiknya tersentak. Keduanya lalu segera mendatangi sang Kakak untuk membantunya.
Walau ketiganys telah mengalirkan energi qi mereka ke dalam Pisau Pembalik Waktu, namun hal itu tetap saja membuat waktu berjalan sebagaimana mestinya.
__ADS_1
Wajah ketiganya menjadi panik, setelah melihat tangan kiri Hao Long mengeluarkan energi berbentuk Seekor Naga api yang berukuran besar.
---------------------------O-----------------------------