
“Siapa yang telah berani berbuat onar di sini?!” Suara Sepuh Wushang terdengar marah. Long Bai dan Dai Hu segera berdiri dan melangkah keluar menemuinya.
Setelah membayar hidangan yang mereka pesan, Hao Long dan Li Annchi lantas menyusul keduanya. Terlihat sedikit keterkejutan di wajah Wushang saat melihat Long Bai dan Dai Hu yang keluar.
“Ouh … Ketua Long Bai dan Ketua Dai Hu rupanya. Selamat Datang di Kota Lu’an. Sepertinya ada hal yang sangat penting hingga mendatangi wilayah kami.” Tidak terlihat lagi kemarahan Wushang setelah melihat keduanya.
“Ayah … Gadis ini yang melukai ku tadi!” ucap Wuhu setibanya Li Annchi dan Hao Long di samping Long Bai.
Mendengar Wuhu memanggil Ayah, tentu saja Long Bai dan Dai Hu sedikit terkejut. “Dia Puteramu, Ketua Wushang?” Tanya Dai Hu memastikannya.
“Dia Puteraku yang termuda, lahir dua puluh tahun lalu dari Isteri ke sembilanku?” jawab Wushang santai. “Apa masalahnya sehingga kau dipukul oleh gadis itu?”
Kini Wuhu yang terlihat gelisah mendengar pertanyaan Ayahnya. “Dia membuatku kesal dengan godaannya yang tak bermutu, Sesepuh Wushang! Selain itu, Aku sudah memiliki calon suami.” Li Annchi yang akhirnya berbicara.
Wushang tertawa setelah menatap Li Annchi kurang dari tiga detik. “Hahahaha … Dasar anak bodoh! Apa Kau lupa bagaimana Ayah menghajar seseorang yang menatap wajah Ibumu lebih dari tiga detik, Hah!” Wushang terlihat gusar.
Hampir saja Wuhu ditampar oleh sang ayah, namun Long Bai segera menahannya dan mengatakan jika ingin berbicara hal penting yang cukup rahasia.
Kemarahan Wushang mereda, Ia meminta maaf kepada Hao Long atas perilaku Puteranya. Lalu mengajak mereka berempat untuk memasuki sebuah bangunan besar, tak jauh dari penginapan mereka.
Hari telah berganti malam, saat Long Bai selesai menjelaskan rencana yang ada di dalam benaknya. Dari penjelasan Long Bai juga, Wushang mengetahui jati diri Hao Long dan bersikap lebih hormat lagi pada keduanya.
“Bagaimana dengan Guang Hou? Apakah Ia mau bergabung dengan kita?” Tanya Wushang dengan dahi berkerut. “Itu Aku belum tahu, tapi sepertinya Ia mau bekerja sama dengan kita mengusir mereka dari Dunia Elemen ini.”
“Tunggu dulu, jika Ludi tewas bagaimana jika Tuan Muda Ge Luo datang dan menghancurkan Dunia kita?” Long Bai dan Dai Hu seketika terdiam mendengar pertanyaan Wushang.
Hao Long yang mendengarkan hal tersebut memiliki sebuah rencana, namun Ia terlihat ragu untuk mengatakannya.
“Sesepuh Wushang … Setelah membunuh Ludi, Aku akan mengambil Artefak Pemindah Tempat miliknya. Jika kita tidak membiarkan satupun dari mereka kembali ke Dunia Kristal, maka selama itu orang-orang Di dunia ini akan baik-baik saja.” Akhirnya Hao Long menjelaskan, setelah mengikis keraguan di hatinya.
Wushang terdiam sejenak. “Lebih baik mati melawan daripada harus mati terhina sebagai budak mereka. Baiklah Aku setuju bergabung denganmu.”
Pembicaraan berakhir setelah malam sudah cukup larut. Keempatnya kembali ke Penginapan mereka. Sesaat akan memasuki ruangan yang mereka sewa, Long Bai meminta berbicara dengan Hao Long sejenak.
Hao Long yang memasuki kamar penginapan lima menit setelah Li Annchi, segera mendapat pertanyaan dari kekasihnya itu tentang apa yang Ia bicarakan dengan Long Bai.
“Benarkah begitu Long? Bukan kau yang mengarang cerita ini?” Li Annchi menatap curiga pada kekasihnya, setelah Hao Long menjelaskan apa yang Ia bicarakan dengan Sesepuh Long Bai.
“Masalah benar atau tidak, yang penting aku minta jatah malam ini!” Ucap Hao Long lalu menerkam Li Annchi yang tentu saja tidak menghindari terkaman yang juga sangat Ia inginkan itu.
__ADS_1
***
Di malam yang sama, pada tempat yang berbeda, Lu Di yang telah tiba di Kota Yong’an, sedang berbicara kepada Cai Di dan mendengarkan penjelasannya tentang sepasang muda-mudi yang membuat pertempuran itu terhenti.
“Pemuda dengan Tangan Petir Dewa Langit ya …? Tuan Muda Ge Luo harus segera mengetahui informasi ini.” Dalam benaknya, Ludi merasa sedikit was-was.
“Tuan Ludi, Aku butuh bantuan Anda. Aku ingin anda membunuh Long Bai, Dai Hu serta Wushang. Dengan begitu Klan Api akan menjadi yang terkuat di Dunia Elemen ini.”
Ludi terkekeh sejenak mendengar perkataan Dai Chi. “Aku memang berniat menghabisi Siapapun yang menentang kami. Sejauh ini aku belum mendapatkan alasan untuk membunuh mereka.”
Cai Di sedikit kecewa mendengar ucapan Ludi yang secara tersirat tidak mau memenuhi permintaannya. “Kau cari saja alasan yang bisa membuatku menghabisi mereka.” Ucapan Ludi disambut tawa oleh Xu Dai dan Du Lao.
Senyum terlihat di bibir Cai Di. Namun sesaat kemudian, seorang Tetua Klan Api memasuki ruangan dengan raut wajah ketakutan. “Ada Apa! Kenapa Kau masuk ke dalam ruangan ini tanpa ku minta!?”
“Maaf Ketua … Kami baru saja mendapat berita jika … Jika … Tuan Cai Hung..” Tetua itu terdiam, Cai Di membentaknya dengan keras. “Ada apa dengan Adikku?! Cepat Katakan!”
“Satu dari sepuluh anak buah Tetua Cai Hung yang kembali setelah membeli meminum ke Kota terdekat, menemukan Jasad Tetua Cai Hung dan sembilan rekannya.” Ucap Tetua itu dengan suara bergetar.
Tubuh Cai Di yang telah berdiri, tersentak kaget dan Amarahnya segera memuncak mendengar hal tersebut. ”Siapa yang membunuhnya? Katakan!”
Tetua itu menjelaskan jika empat Tetua Klan Api, tewas dengan tubuh yang seperti terkena sambaran petir. Sementara lima orang termasuk Cai Hung, tewas dengan tubuh membeku dan jasadnya hancur berkeping-keping di tanah.
Mendengar Chu Bei telah tewas, Ludi terkejut dan seketika kemarahannya meledak. “Cai Di, Kau harus secepatnya mencari tahu siapa yang berani membunuh Chu Bei! Biar Aku sendiri yang akan menghabisinya.”
Cai Di yang sedih, seketika merasa ketakutan melihat amarah Ludi, Ia segera mengiyakan dan memerintahkan para Tetua menyebar untuk mencari informasi tentang siapa yang membunuh Chu Bei dan Cai Hung.
***
Keesokan pagi, Hao Long dan yang lainnya akan segera meninggalkan Lu’an menuju ke arah timur untuk mendatangi Hutan Kematian.
Saat baru saja meninggalkan pagar tembok kota, mereka dikejutkan dengan kedatangan Wushang dengan wajah yang lebam. Lalu menjelaskan bahwa Ia akan mengikuti mereka memasuki Hutan kematian.
Saat Kelimanya sedang melayang bersama menuju Hutan Kematian, Long Bai pun bertanya pada Wushang. “Ketua Wushang … Apa yang terjadi dengan wajahmu?”
Wushang terkekeh sebelum menjawabnya. “Ah ini … Bukan apa-apa? Biasalah dalam rumah tangga.” Ucapnya dengan tertawa lebar.
Wushang tidak ingin menceritakan jika dirinya baru saja ditampar oleh sang isteri yang adalah seorang kultivator Tingkat Langit Tahap Puncak.
Hal itu terjadi karena Ia tidak membela Wuhu dan malah akan menamparnya. “Apakah Kau bertengkar dengan isteri mu yang ke sembilan?” Dai Hu mencoba mencari tahu.
__ADS_1
Wushang terkekeh. Akhirnya Ia mengatakan sebab lebam di wajahnya itu. Tentu saja Long Bai dan Dai Hu tertawa ngakak diikuti oleh Wushang. Namun tawa Wushang seketika lenyap, saat tersadar telah tiba di dekat Hutan kematian.
“Aku belum pernah merasakan aura ini sebelumnya. Siapakah pemilik Aura ini?” Tanya Wushang yang pernah sekali memasuki Hutan Kematian.
Sebelumnya, Wushang merasa jera setelah memasuki Hutan Kematian dan tidak akan memasuki hutan itu lagi untuk kedua kalinya.
Namun karena keberadaan Hao Long, Ia pun menjadi berani. Dan kini, Ia merasa menyesal karena ingin memasuki hutan di depannya setelah merasakan Aura besar yang mencekam ini.
Kelimanya berhenti tepat lima puluh meter dari tepi Hutan Kematian. “Mengapa Kau terlihat ketakutan?” Tanya Long Bai.
“Apakah Kalian tidak merasakan Aura Kuat yang mencekam ini?” Wushang berbalik bertanya, karena sepertinya kedua orang ketua Klan itu, tidak merasakan aura mencekam yang tiba-tiba saja menghilang.
Long Bai dan Dai Hu menggeleng, Hao Long dan Li Annchi yang juga merasakan Aura Roh yang kuat memancar dari dalam hutan, sedikit heran mengetahui Wushang bisa merasakannya juga.
“Sesepuh Wushang belum pernah sama sekali melakukan Kultivasi Roh, tapi mengapa Ia bisa merasakan Aura Roh Kristal Jingga?” Sedikit rasa curiga, mulai mengisi benak Hao Long.
Hao Long ingin bertanya, namun suara Kristal merah, tiba-tiba terdengar di dalam kepalanya. “Tuan Long, kerahkan energi dariku, maka Roh Kristal Jingga tidak akan menyerang Anda semua.”
Hao Long lalu menuruti perkataan Roh Kristal Merah dengan mengalirkan kekuatan dari energi dari makhluk roh tersebut.
Sesaat kemudian Tangan Petir Dewa langit terlihat dan kini memiliki lengan Hao Long memiliki lingkaran Energi berwarna merah yang terlihat seperti sebuah gelang besar.
Tiga Ketua Klan Manusia Elemen itu, terlihat takjub saat menatap tangan kana Hao Long yang memancarkan energi besar. Dan sesaat kemudian, mereka dikejutkan dengan gemuruh suara dari dalam hutan.
Hutan kematian yang memiliki pohon-pohon berukuran besar itu, tiba-tiba saja dahannya bergerak meliuk-liuk dan membesar.
“Hati-hati, serangan pohon hidup!” Wushang melompat mundur, setelah berteriak memperingatkan mereka. Long Bai dan Dai Hu pun melesat mengikutinya.
Hanya Hao Long dan Li Annchi yang tetap di tempatnya dan memandangi perubahan ukuran pohon kematian yang kini menjadi dua kali lipat lebih besar dari pertama kali mereka lihat.
Hanya saja dugaan Wushang tidak terjadi, dahan pepohonan raksasa itu justru bergerak membuat sebuah terowongan yang menuju ke pusat Hutan Kematian yang berjarak satu dua kilometer dari tepi hutan.
“Melewati terowongan itu? Apa Aku tidak salah dengar?!” Tanya Wushang heran setelah mendengar Hao Long mengajak mereka untuk memasuki Hutan kematian melewati terowongan dahan kayu itu.
Ia dulu bersusah payah membebaskan diri dari lilitan dahan-dahan pohon yang terus bergerak memburunya. Namun kini, Ia diajak melewati terowongan dari dahan-dahan yang mematikan itu.
“Nekat sekali mereka, tidak tahu betapa berbahayanya dahan-dahan pohon ini!” Akhirnya Wushang pun melayang mengikuti Long Bai dan Dai Hu yang telah berada dalam terowongan bersama Hao Long dan Li Annchi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1