Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
077: Situasi Buruk.


__ADS_3

Tugas untuk memberi informasi kepada Sekte Aliran Putih yang lain, kini sepenuhnya menjadi tugas Fu Xia. Hal itu karena permintaan Hao Long yang tidak bisa berhenti khawatir, setelah merasakan aura aneh yang sangat besar.


“Apakah Kau tak merasakan aura aneh tadi Annchi?” Li Annchi hanya menggeleng. “Aku hanya merasakan Aura yang sangat besar saja, tidak merasakan kean …” Kata-kata Li Annchi terhenti.


Ia menelan ludahnya, menyadari jika Aura itu terasa sangat dekat dan tak asing baginya. Namun aura itu menghilang di tempat yang sangat jauh, seolah berasal dari dua orang yang berbeda.


“Siapakah Pemilik Aura itu sebenarnya? Mengapa Aura yang sama berada di ditempat yang berbeda dalam selisih waktu yang beberapa detik saja?”


Keduanya terdiam, berharap Jin Shi bisa lebih cepat lagi laju terbangnya. Namun itu sudah kecepatan maksimal yang bisa dilakukan oleh Beast Tingkat Dewa itu.


***


Kelompok yang dipimpin oleh Huang Bao, semakin mendekati wilayah Sekte Api Hitam dan segera meningkatkan kewaspadaannya.


Namun diluar sepengetahuan Huang Bao dan lainnya, Xiong Hu telah mengetahui kedatangan mereka dari Ye Ma, Manusia Elemen Angin yang berhasil menjadi sekutunya .


“Percaya diri sekali. Apakah mereka tidak sadar jika sedang mengantar nyawa?” Ye Ma hanya terdiam,melihat keangkuhan Xiong Hu.


Saat Ia mengintai mereka dengan mengubah wujudnya menjadi angin, Ye Ma merasakan adanya aura samar dari sebuah senjata yang membuatnya bergetar.


Namun Ia tidak tahu pasti, siapa dari keenam orang itu yang memiliki Senjata yang membuatnya merasa sedikit khawatir dengan kedatangan mereka.


Dao Chang melihat kakak seperguruannya terdiam, segera bertanya mengapa Ye Ma terlihat khawatir. “Entahlah, Aku merasakan adanya pusaka hebat yang menjadi kelemahan Klan Manusia Angin.”


Ye Ma lalu mengingatkan, bahwa pusaka yang menjadi kelemahan Klan Manusia Angin, akan bisa dikalahkan oleh kekuatan dari Klan Manusia Tanah.


Hal itu seperti yang pernah diucapkan oleh guru mereka yang memiliki kekuatan empat elemen sekaligus dalam tubuhnya.


Di Dunia Manusia Elemen, Tidak ada yang tidak mengetahui, jika Guru mereka berdua adalah Sosok yang paling ditakuti nomor tiga, karena kekuatan empat elemen di dalam tubuh istimewanya itu.

__ADS_1


“Apakah kalian sudah bertemu dengan Klan Manusia Air dan Klan Manusia Api yang berhasil memasuki Dunia manusia bumi?’ Tanya Xiong Hu kemudian. Keduanya menggeleng.


“Aku harap kalian bisa bekerja sama dengan mereka saat berada di dunia ini. Lupakan permusuhan antar klan di dunia kalian. Kalian harus bersatu untuk mewujudkan keinginan Raja Iblis di Dunia ini.”


Walau tak suka mendengar ucapan Xiong Hu, Ye Ma dan Dao Chang hanya menjawab dengan menganggukkan kepala mereka.


Sesaat kemudian, seorang Tetua Sekte Api Hitam masuk dan mengatakan bahwa di gerbang barat sedang terjadi pertarungan karena datangnya enam orang berkemampuan sangat tinggi.


“Tarik mundur seluruh anggota, jangan ada yang ikut dalam pertarungan. Biar kami yang menghadapi mereka.” Xiong Hu lalu melesat keluar diikuti oleh Ye Ma dan Dao Chang.


Sesaat kemudian, terlihat delapan orang melesat dari dua bangunan yang berbeda dan segera menghampiri mereka. “Ah bukankah kalian … “ Shui Lin segera memberi hormat kepada Ye Ma dan dao Chang. Demikian juga dengan Huo An dan kedua rekannya.


Hal itu bukan karena kekuatan mereka di bawah Ye Ma maupun Dao Chang, tetapi mereka menaruh hormat pada murid Kuang Bhu, orang ketiga terkuat dan ditakuti di Dunia Elemen.


Sebelas orang itu segera, segera melesat ke arah barat, dimana Huang Bao dan lima orang lainnya, sedang membunuhi anggota Sekte Api Hitam yang kini berjumlah belasan orang saja dari sekitar dua ratuts orang anggota dan tetua sekte


“Hentikan! Mundur Semua!” Tanpa menunggu perintah dua kali, belasan orang yang tersisa segera melesat mundur. Xiong Hu sangat marah sekali, melihat ratusan anggotanya tergeletak tak bernyawa.


“Cepat sekali? Siapa orang ini?” Huang bao dan yang lain terkesiap, Ou Feng terlihat mengerutkan dahinya. Firasatnya mengatakan hal buruk akan terjadi sebentar lagi.


“Yang’er … Aku akan mengalihkan perhatian mereka. Kalian pergilah dari tempat ini, Mereka semua bukan lawan kalian.”


Bukan hanya Ou Yang saja yang terkejut, Huang Bao dan yang lainnya terlihat kaget mendengar ucapan Ou Feng. Namun tubuh Ou Feng telah menghilang dan berada lima meter di depan Huo An yang terlihat senang melihat kekuatan yang Ou Feng tunjukkan.


“Lumayan juga. Sepertinya Kau yang terkuat diantara mereka Pak Tua. Kuharap Kau tidak membuatku bosan dengan pertarungan kita nanti.” Sedetik kemudian tubuh Huo An menghilang.


PLAK DUAGH


Suara benturan terdengar keras dan tubuh Ou Feng terpental lima meter kebelakang. Sementara Huo An hanya terjajar satu meter dari tempatnya semula.

__ADS_1


Tubuh keduanya kembali menghilang,dan suara pertarungan keduanya begitu keras dan hanya sesekali saja tubuh keduanya terlihat oleh Huang Bao dan empat orang lainnya.


Ou Yang terlihat khawatir akan situasi kakeknya yang beberapa kali terlempar jauh akibat terkena serangan lawan. Saat itu, tiba-tiba Ye Ma datang. Ia menghantam Qiu Heng yang tak menduga akan mendapat serangan cepat tersebut.


Tubuh Dewa Tongkat Merah terpental dan memuntahkan darah segar cukup banyak dari mulutnya. Huang Bao terkesiap, karena dirinya juga tiba-tiba mendapat serangan dari seseorang berjubah merah darah.


DUAGH!


Tubuh Huang Bao terpental jauh. Patriark Hong Jun yang juga diserang oleh pria berjubah merah darah lainnya, terpental dalam kondisi yang lebih parah lagi.


Jubahnya terbakar dan kulit lengan kirinya terlihat hangus, akibat menahan benturan dengan sosok berjubah merah yang tubuhnya kini diselimuti api.


Sementara Ou Yang berhasil menepis dan menyerang balik Dao Chang yang terkejut mendapati lengannya merasa sakit akibat berbenturan dengan lawan yang dianggapnya lemah.


Hanya Patriark Ruan Bei yang masih berada di tempatnya berdiri dengan wajah pucat, mendapati teman-temannya dalam situasi yang buruk hanya dalam hitungan detik.


Ia segera mengeluarkan Pedang Bumi dan bersiap untuk membantu Patriark Hong Jun yang baru saja berhasil memadamkan api yang membakar sebagian jubahnya.


Namun langkahnya terhenti, karena seorang wanita telah berada di depannya tanpa bisa Ia melihat gerakannya yang sangat cepat.


Shui Lin tersenyum manis sebelum melesat ke belakang Ruan Bei dan memberikan tendangan keras yang membuat Patriark Sekte Pedang Bumi itu, memuntahkan darah segar saat tubuhnya meluncur deras ke arah dimana Ou Feng dan Huo An sedang bertarung.


Huo An menyeringai dan Ia segera mengibaskan tangannya untuk menepis tubuh Patriark Ruan Bei. Ou Feng terkejut dan berusaha menggagalkan serangan mematikan tersebut.


PRAAAKK


Semua orang terkesiap melihat kepala Patriark Ruan Bei pecah setelah terhantam tamparan keras dari Huo An.


----------------------------0----------------------------

__ADS_1


Maaf Hari ini hanya satu Chapter. Ada hal tak terduga yang terjadi, membuat Author tidak bisa menulis hingga Sora tadi 🙏🙏🙏


__ADS_2