Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
022: Pasukan Jaring Jiwa


__ADS_3

Biksu Chang Lin pun segera bersiap untuk menghadapi ketiga belas orang itu, diikuti oleh seluruh Tetua Sektenya. Mereka mengerahkan kekuatan penuhnya, saat melihat lawan masih terlihat tenang walau telah terkepung.


“Sesepuh Gao Han tidak ada di tempat ini! Orang yang kalian cari sudah lama menghilang!”


Walau tidak mengerti akan permasalahan antara Biksu Gao Han dengan ke tiga belas orang tersebut, namun Hao Long menjalankan sebuah rencana dengan bertanya demikian.


“Diam Kau Bocah! jangan ikut campur urusan orang tua! Kemarin Gao Han muncul di tempat ini. Chang Lin! Katakan dimana Ia sekarang!”


Hao Long tersedak mendengar ucapan Sosok bertubuh besar itu. Sesaat kemudian, Ia pun tersenyum setelah menyadari sesuatu.


Biksu Chang Lin yang mengenali suara tersebut, terdiam mematung. Ia merasa masalah pribadi seperti ini, harus diselesaikan sendiri oleh Biksu Gao Han.


Tidak mendapat jawaban dari Biksu Chang Lin, Sosok bertubuh besar itu segera melesat dengan sangat cepat di luar dugaan semua orang.


Saat tangannya hendak meraih leher Biksu Chang Lin, Hao Long telah melesat menghadang dengan memberikan tendangan kuat ke arah lengan lawan.


TRAAKK


Suara kaki dan lengan beradu, membuat semua orang terkejut, kecuali Biksu Chang Lin dan Hao Long yang tersenyum mendapati dugaannya ternyata benar.


“Manusia Boneka! Pantas saja mereka tidak merasa gentar walau sudah terkepung ratusan orang.”


Hao Long kembali menyerang setelah melihat sosok besar yang terpental tadi telah kembali bersiap. Namun belasan orang lain ikut bergerak menyerang Hao Long.


Ao Lang pun tak tinggal diam, demikian juga dengan biksu Chang Lin yang segera menyerang dengan jurus mematikan. Hal itu sempat membuat para tetua terkejut, saat melihat niat membunuh dari Ketua Sekte mereka.


PRAAK!


Salah satu penyerang yang dihadang Biksu Chang Lin, tubuhnya hancur hingga berserakan ketika tendangan kuat Biksu itu mengenai dadanya.


Saat itulah para Tetua menyadari bahwa lawan mereka bukan manusia. Hal yang membuat mereka terpana apalagi saat potongan tubuh yang terbuat dari kayu itu, tiba-tiba bergerak dan menyatu kembali.


Pertukaran serangan pun segera terjadi dengan cepat diantara kedua belah pihak. Namun Pihak Sekte Kuil Cahaya Abadi mulai terdesak, saat kekuatan ketiga belas manusia boneka itu tiba-tiba meningkat pesat menyamai kekuatan Biksu Chang Lin.

__ADS_1


Satu persatu para tetua berhasil dijatuhkan dengan luka yang cukup berat di tubuh mereka. Beberapa diantaranya memuntahkan darah segar cukup banyak.


Sementara Hao Long dan Ao Lang mulai terdesak menghadapi lawan yang tidak gentar sedikitpun walau sudah berkali-kali tubuh mereka terkena serangan.


Biksu Chang Lin pun terlihat terdesak menahan serangan sebuah boneka yang memiliki kecepatan paling tinggi diantara yang lainnya.


Situasi pun semakin memburuk, Hao Long sudah dua kali terkena serangan lawan yang membuat tubuhnya terpental hingga belasan meter.


Hal yang sama juga dialami oleh Biksu Chang Lin dan Ao Lang. Namun kedua kakek itu tidak menyerah, mereka terus berjibaku menghadapi lawan tanpa gentar. Di sisi lain para tetua yang membantu, semakin banyak yang terluka.


“Hentikan!”


Suara menggelegar dari Biksu Gao Han yang tiba-tiba muncul, membuat pertarungan itu seketika terhenti. Kedua belah pihak pun segera berdiri terpisah dengan Biksu Gao Han berada di tengah-tengah mereka.


“Ning’er … Sudahilah Permusuhan kita. Jangan libatkan orang lain lagi. Aku akan menemuimu setelah semua urusanku disini selesai.”


Biksu Gao Han berkata seraya memandang ke sosok bertubuh besar yang merupakan pemimpin Pasukan Jaring Jiwa.


“Gao Han, Aku sudah tidak percaya janji-janjimu lagi. Hari ini Kau tak akan bisa lolos dari tanganku!”


“Kalian semua mundurlah, Aku tidak akan melawan mereka. Jurus Ning’er yang akan mereka gunakan ini, tidak bisa aku kalahkan.”


Perkataan Biksu Gao Han mengejutkan Ao Lang dan semua Tetua yang mendengar ucapannya. Hanya Biksu Chang Lin dan Hao Long yang sudah mengetahui hal tersebut.


Biksu Gao Han yang telah terkepung oleh ketiga belas manusia boneka itu, terlihat memejamkan mata sambil mengangkat tangan kanannya ke depan dada.


Sesaat kemudian, Ketiga belas manusia boneka itu, mengangkat kedua tangan mereka ke udara. Sedetik kemudian, melesat sinar biru yang terang dari masing-masing telapak tangan mereka.


Ketiga belas sinar biru itu, segera bertemu di udara dan sesaat kemudian, terbentuklah sebuah jaring energi yang berukuran sangat besar.


Jaring itu bergerak dengan cepat hendak menangkap tubuh Biksu Gao Han yang telah diselimuti energi berwarna kuning keemasan, sesuai dengan warna jubah yang Ia kenakan.


Di Luar dugaan, Hao Long tiba-tiba melesat dengan Pedang Naga Emas yang telah Ia genggam dan dengan cepat Ia mengalirkan energi qi-nya ke dalam bilah pedang itu.

__ADS_1


“Long’er Apa yang kau lakukan!” Biksu Gao Han terkejut dengan tindakan Hao Long yang di luar dugaannya.


Namun Hao Long tidak menjawab pertanyaan Biksu Gao Han karena Energi berbentuk jaring itu sudah hampir mengenai tubuh mereka.


Dengan penuh percaya diri, Hao Long menebaskan Pedang Naga Emas ke arah jaring energi berwarna biru itu.


DUAARR


Terjadi ledakan kuat disertai kilatan petir besar saat bilah pedang itu, menyentuh jaring energi milik Pasukan Jaring Jiwa. Tubuh Hao Long terpental dan segera ditahan oleh Biksu Gao Han dengan energinya.


Sementara Jaring energi yang terkena tebasan Pedang Naga Emas, terlihat putus dan sepanjang satu meter. Wajah Biksu Gao Han terlihat berubah saat melihat hal tersebut.


“Long’er … Pedangmu bisa mengalahkan jurus Jaring Jiwa ini. Gunakan serangan energi dari pedang itu, Aku akan membuat perisai pelindung untuk kita.”


Hao Long pun segera mengalirkan energi qi lebih besar ke dalam bilah Pedang Naga Emas.


Dengan cepat Ia menebas udara kosong di depannya untuk menghancurkan jaring jiwa yang kembali meluncur ke arah mereka berdua.


Kilatan cahaya keemasan segera melesat dari pedang di tangan Hao Long. Ledakan demi ledakan terdengar menggelegar disertai petir yang menyambar ke arah keduanya.


Hal itu berlangsung hingga hampir satu menit lamanya. Dan saat seluruh Jaring Jiwa itu hancur, terlihat Hao Long terduduk di dalam bola segel Pelindung yang dibuat oleh Biksu Gao Han.


Energi qi-nya terkuras banyak demi untuk menghancurkan Jaring Jiwa yang akan digunakan untuk meringkus Biksu Gao Han.


“Long’er … Kau tidak apa bukan?” Tanya Biksu Gao Han dengan suara yang terdengar khawatir.


“Gao Han! … Kau benar-benar tidak tahu malu. Meminta bantuan seorang bocah demi melawanku!”


Terdengar kembali suara perempuan yang terlihat sangat marah karena serangannya melalui ketiga belas boneka kayu itu, berhasil dihancurkan.


“Ning’er … Percayalah padaku sekali ini. Ada beberapa hal yang harus aku lakukan. Setelah urusanku selesai, Aku akan segera menemuimu.”


Suasana pun menjadi hening setelah Biksu Gao Han berkata demikian. Sesaat kemudian Sosok bertubuh besar itu kembali berkata.

__ADS_1


“Aku beri waktu sepuluh hari dari sekarang. Jika dalam waktu tersebut kau tidak menemuiku jangan salahkan Aku jika tempat ini Aku hancurkan!”


----------------------O-----------------------


__ADS_2