Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
072: Prahara Di Bukit Halilintar 4


__ADS_3

“Kakak ….Bagaimana ini?” Ou Ji bertanya kepada Ou Yang karena tak tahu harus bertindak bagaimana terhadap situasi berbahaya di hadapan mereka.


“Tidak ada cara selain kita semua pergi keluar dari naungan awan hitam ini.” Jawab Ou Yang.


“Tidak perlu pergi kemana-mana Patriark Ou. Aku dan Annchi akan membuat perisai untuk melindungi kita semua.” Hao Long berkata seraya mengajak Li Annchi untu melesat lebih tinggi dari mereka semua.


Dengan cepat, keduanya membuat perisai dari gabungan energi dingin dan panas yang mereka dapatkan dengan mengeluarkan Zamrud Khatulis dan Zamrud Tiwa.


Dalam hitungan detik, sebuah bola energi raksasa yang memancarkan hawa panas dan dingin secara bersamaan, menangkupi mereka semua.


Sementara di Pihak Aliansi aliran Hitam, sudah sebagian orang melesat pergi untuk keluar dari naungan awan hitam yang semakin dekat dengan tempat mereka.


Sebagian yang lain segera membuat perisai energi berbentuk cakram dengan menggabungkan energi qi mereka. Tepat ketika mereka selesai, gelegar petir mulai terdengar bersahutan.


JEDAR JEDAR


Suara petir semakin membesar dan mengarah pada satu titik yaitu tempat di mana Dao Chang berada. Pria itu terlihat masih tenang walau petir besar mulai menyambar-nyambar di dekatnya.


Ratusan petir kini mengarah semakin mendekat ke arah Dao Chang. Ou Feng mendapat firasat buruk ketika melihat senyum tipis Dao Chang yang sesaat kemudian berteriak dengan suara keras.


GOAARRRRGHHH


Teriakan itu berubah menjadi raungan sesaat setelah dari kepala Dao Chang, keluar kepulan asap merah kehitaman yang segera menyebar dan berubah bentuk menjadi sosok kepala makhluk yang memiliki dua tanduk di kepalanya.


“Iblis Tanah … Cepat Bentuk Cakram Inti Tanah!” Dao Chang berteriak keras yang membuat Iblis Tanah segera bersiap melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.


Kepala Iblis Tanah yang besarnya melebihi besar sebuah rumah, kembali meraung seraya menengadahkan mulutnya ke arah atas.


Sedetik kemudian, terlihat cahaya keluar dari mulut Iblis tanah dan segera menyebar membentuk cakram yang berputar dan semakin lama semakin lebar dengan garis tengah lebih dari lima belas meter.


Terdengar suara menggelegar dan semakin lama smakin banyak. Terlihat wajah kesal Ou Feng karena tak satupun serangan petirnya berhasil mengenai tubuh lawannya.

__ADS_1


“Perisai energi itu sangat kuat, petir kecil tak akan bisa menembusnya. Aku harus menyatukan seluruh seranganku menjadi satu petir.”


Ou Feng lalu memejamkan mata untuk memusatkan pikirannya. Sesaat kemudian, awan hitam bergulung lalu memadat hingga luas wilayah yang dinaunginya semakin mengecil dan akhirnya selebar cakram milik Iblis Tanah.


“Tinju Petir”


JEDAARRRR


JEDAARRRR


Dua petir yang lebih besar dan kuat dari dua petir sebelumnya, menghantam Cakram energi Iblils Tanah. Benturan kedua energi itu, membuat Dao Chang terjajar ke bawah hingga lima meter jauhnya.


Namun begitu, Cakram Inti Tanah terlihat masih utuh. Hal yang membuat mata Ou Feng melotot lebar melihatnya. “Tidak mungkin?! Serangan terkuatku tidak mampu menghancurkan cakram itu. Bagaimana bisa?”


Kepanikan mulai nampak di wajah Ou Feng, apalagi setelah Dao Chang menatapnya seolah memberitahu jika dia sudah menyadari bahwa dirinya sudah merasa jerih menghadapi jurus yang digunakannya.


“Sekarang giliranku!” Teriakan Dao Chang, sukses membuat raut wajah Ou Feng berubah menjadi pucat. Tidak Ia duga, walau sudah menelan Pil Petir Biru yang sangat langka, kekuatannya masih belum cukup untuk mengalahkan lawan.


Saat Ia membalikkan badannya, besar cakram itu telah berkurang separuh dari besar semula dan terus mengecil saat berbalik arah dan mulai menyerangnya lagi.


“Apa!” Pekik Ou Feng, nyaris saja tubuhnya terpotong dua bagian. Beruntungnya, Ia masih sempat menghindar dan hanya jubahnya saja yang robek, oleg Cakram energi yang bergerak jauh lebih cepat dari sebelumnya.


Belum hilang rasa terkejutnya, Ou Yang kembali diserang oleh cakram yang kini hanya bergaris tengah satu meter. Dan lagi-lagi, Ou Feng hampir menemui ajalnya. Kali ini, pinggangnya tergores oleh serangan cakram energi dari Dao Chang.


“Long … Cepat Kau bantu Kakek itu! Aku akan menghadapi pria berjubah hitam yang satunya.” Li Annchi melesat meninggalkan Hao Long yang sudah membuka perisai pelindung.


Hao Long pun segera melesat ke udara setelah melihat situasi kritis Ou Feng yang telah mengalami luka dibeberapa bagian. Dan kali ini, Ou Feng hanya memejamkan matanya, pasrah akan kematian yag semakin dekat menghampirinya.


DUAGH


Hao Long meninju cakram itu dari bawah, tepat saat sejengkal lagi cakram itu menggorok leher Ou Feng. Dao Chang terbelalak, melihat gerakan Hao Long yang jauh lebih cepat dari terakhir Ia lihat.

__ADS_1


“Bocah ini …. “ Gerutunya seraya menatap tajam ke arah Hao Long yang sedang meminta Ou Feng untuk meninggalkan tempat itu dan membiarkan Ia yang melawan Dao Chang.


Ou Feng tak memiliki pilihan lain, Ia melesat mundur untuk menjauh. Sesat kemudian Ia menatap kagum pada Hao Long yang telah diserang oleh Dao Chang menggunakan cakramnya yang saat ini diameternya kurang dari setengah meter.


Semakin kecil cakram energi itu, semakin tinggi pula kecepatannya. Namun hal itu tidak masalah bagi Hao Long yang melompat ke udara dan berbalik dengan cepat, menghantam cakram itu dari atas.


BLAAAMM


Cakram itu meledak dan menggelegar dengan suara keras. Udara berfluktuasi hebat dan angin menerpa tubuh Dao Chang yang matanya sedang melotot, melihat salah satu jurus terkuatnya dihancurkan oleh Hao Long dengan mudah.


“Siapa pemuda ini sebenarnya? Kekuatannya tidak manusiawi. Aku harus menyatu dengan Iblis tanah untuk bisa mengimbangi kecepatan dan kekuatannya.”


Setelah Dao Chang menarik kembali Iblis Tanah untuk kembali ke tubuhnya, sesuatu terjadi padanya yang membuat dahi Hao Long berkerut, karena merasakan hentakan energi Dao Chang meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.


Kedua bola mata Dao Chang, kini menghitam seluruhnya kecuali bola matanya yang berwarna merah darah.


Rambutnya terlihat berdiri tegak menantang langit karena energi qi maha besar memancar kuat dari tubuhnya. Ledakan energi Dao Chang, membuat kultivator lain menelan ludah mereka.


Perhatian mereka teralihkan oleh hentakan energi yang jauh lebih kuat dari Dao Chang. Terlihat pria berjubah hitam satunya, kini berada dalam kondisi yang sama dengan adik seperguruannya.


SYUUT CRAASH


BLAAAMM


Hao Long terkesiap, dan mendapati lengan kirinya terputus oleh energi merah yang tiba-tiba melesat dari mata Dao Chang dan terus menghantam tanah di lereng Bukit Halilintar hingga meledak di sana.


Hao Long segera merapal ajian Rawa Rontek dan menyatukan kembali lengan kirinya. Hal itu membuat Ou Feng, melotot lebar melihatnya.


Dao Chang menyeringai melihatnya, Ia kembali melesatkan serangan energi merah dari kedoa bola matanya. Namun kali ini, Ia terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Hao Long, menghadapi serangan kuat darinya itu.


“Bagaimana bisa Ia melakukannya? Iblis Tanah, apakah Kau mengetahuinya?” Tanya Dao Chang dalam alam pikirannya yang saat ini sedang dikuasai oleh Iblis Tanah.

__ADS_1


---------------------------O-----------------------------


__ADS_2