
“Dou Ji … Aku merasakan aura dingin yang sama seperti dirimu dari bukit besar itu. Apakah mungkin dia yang memiliki Zamrud Tiwa itu?” Sosok yang dipanggil Dou Ji memusatkan indera spiritualnya dan menelan ludahnya sesaat kemudian.
“Tidak salah lagi, tapi bagaimana bisa di dunia yang begitu tipis energi murninya ini, ada manusia yang memiliki kekuatan sebesar itu? Bou Di, Due Hai. Hati-hatilah.” Dou Ji berkata dengan suara yang sedikit serak.
Kedua rekannya tersenyum meremehkan. “Kurasa di dunia yang ini, kita bertiga adalah makhluk yang terkuat. Jadi untuk apa merasa takut. Ayo kita Ambil Zamrud itu.”
Selesai berkata demikian, Bou Di segera melesat ke arah bukit dimana Li Annchi baru saja mengambil Kipas Inti Es yang ternyata berjodoh dengannya.
“Siapa Kalian?!” Bentakan Hao Long mengejutkan Huang Bao dan Qiu Heng serta yang lainnya. Saat mereka membalikkan badan, terlihat tiga orang asing telah berada di dalam ruangan goa.
“Siapa mereka? Aku tidak merasakan kehadiran ketiganya sebelum Long’er berteriak tadi.” Ada rasa was-was di benak Huang Bao, saat Ia berkata demikian dalam benaknya.
“Aku merasakan aura energi dari kristal yang kami cari selama ini. Jadi siapa pun yang memilikinya, cepat serahkan kristal itu kepada kami. Jika tidak… maka …” Suasana menjadi hening saat Dou Ji berkata demikian.
“Maka Apa?!” Qiu Heng membentak Dou Ji yang tersenyum mendengarnya. Sedetik kemudian, sesuatu yang diluar dugaan terjadi dengan cepat.
Entah kapan Dou Ji bergerak, yang diketahui oleh Hao Long dan yang lainnya adalah Dewa Tongkat Merah sedang dalam bahaya besar karena lehernya telah berada dalam cengkeraman Dou Ji yang kini sedang mengangkat tubuhnya di udara.
“Kau ingin tahu pak tua?” Dou Ji menyeringai seraya mengeraskan cengkeraman tangannya di leher Qiu Heng yang masih terkejut dengan situasi yang belum pernah Ia alami seumur hidupnya.
Tubuh Dewa Tongkat Merah menggelepar saat lehernya tercengkeram semakin kuat oleh Dou Ji. Di saat yang kritis itu, tiba-tiba Tubuh Dou Ji terpental hingga membentur dinding dan membuat langit-langit Goa bergetar.
Semua orang terkesiap saat merasakan udara sangat dingin, mendera tubuh mereka hingga membuat semua orang menggigil kecuali Hao Long dan ketiga orang asing yang baru saja datang.
“Menarik … Tidak kusangka Ada manusia di dunia ini sekuat dirimu nona.”
__ADS_1
Dou Ji bangkit dengan senyum lebar mendapati dugaannya benar, tentang kekuatan Li Annchi yang kini seluruh rambutnya telah memutih semua.
“Long … Kau bawa semua orang pergi dari tempat ini, biar aku yang akan menghadapi mereka.” Li Annchi berkata demikian tepat setelah Hao Long selesai membuat bola energi yang melindungi Huang Bao dan lainnya dari terpaan energi dingin Li Annchi yang semakin dingin.
Bou Di dan Due Hai terlihat mulai mengerahkan energi qi-nya untuk melindungi tubuh mereka dari terpaan energi dingin Li Annchi yang semakin kuat setelah Hao Long dan yang lainnya meninggalkan goa tersebut.
Setibanya di luar dan berjarak seratus meter dari goa, Hao Long yang mengkhawatirkan Li Annchi, segera keluar dari bola energi yang Ia buat tadi.
Huang Bao ingin mencegah Hao Long, namun Ia memahami perasaan pemuda itu dan membiarkannya melesat kembali ke dalam goa.
BLAAAMMM
Suara menggelegar, menghempaskan tubuh Hao Long lebih dari dua puluh meter, saat Ia baru saja melesat mendekati mulut Goa. “Annchi!!” Hao Long berteriak panik.
Kini, dalam radius lima puluh meter, turun salju dan membuat bebatuan memutih secara perlahan. Hal itu disebabkan oleh Dou Ji yang mulai mengerahkan energi qi-nya yang juga sedingin energi qi milik Li Annchi.
Dahi Li Annchi berkerut sebelum Ia melesat menghindari serangan Dou Ji yang dilakukan secara tiba-tiba. Puluhan Jarum dari salju yang sangat beracun, melesat ke arah Li Annchi yang berhasil menghindarinya dengan mudah.
Namun di luar dugaan, jarum itu berbalik arah dan terus mengejarnya. Li Annchi yang kesal, segera menghantamkan Salju Dewi Es setelah Ia berkelit dari puluhan jarum Es itu.
BLAARR
Energi berbentuk tapak tangan sebesar tiga meter, menghantam puluhan jarum itu dan membuatnya hancur seketika. Namun Li Annchi terkesiap saat mendapati Dou Ji telah berada di belakangnya.
BUGH AARGGHH
__ADS_1
Li Annchi menjerit, Tubuhnya terpental ke udara setinggi lebih dari tiga puluh meter, saat tendangan Dou Ji dari arah bawah ke bagian pinggulnya, berhasil Ia tangkis dengan tangan kiri yang kini terlihat telah patah.
Hao Long segera melesat mengejar Li Annchi. “Annchi ! … Biar ku obati lukamu!” Hao Long yang telah berada di samping Li Annchi terkesiap melihat lengan kiri kekasihnya telah patah dan terkulai lemas.
Li Annchi tidak menjawab, Ia sedang menahan sakit akibat kerasnya serangan Dou Ji yang kini telah melesat dan berada lima meter di dekat mereka berdua.
“Tunggulah Aku selesai mengobatinya, Aku yang akan melawanmu!” Sambil mengobati Li Annchi, Hao Long yang sudah sangat marah itu mengerahkan energinya lebih besar lagi.
Dou Ji hanya diam dan dengan santainya melihat proses pengobatan yang menurutnya hal itu sia-sia, karena sebentar lagi, mereka berdua akan segera mati di tangannya.
Sedang Li Annchi terlihat terkejut saat satu menit kemudian, lengannya kembali utuh dan tidak terasa sakit sama sekali. Saat Ia hendak berbicara, Hao Long telah lebih dulu memintanya untuk mundur menjauhi mereka.
“Long … Ia jauh lebih kuat darimu. Biar Aku yang melawannya.” LI Annchi yang menyadari kekuatan Hao Long berada di bawahnya cukup jauh, masih berusaha menahan Hao Long.
“Tenanglah Aku menemukan sebuah cara yang akan membuat kekuatanku meningkat berkali-kali lipat walau hanya sementara.” Perkataan Hao Long yang begitu meyakinkan, membuat Li Annchi bergegas mundur.
Namun begitu, Li Annchi tidak bisa berhenti untuk khawatir, diam-diam Ia mengalirkan energi qi ke arah kedua telapak tangannya, bersiap untuk membantu kekasihnya itu jika Ia terdesak oleh lawan.
Namun saat Hao Long akan mengerahkan energi qi dan menggunakan teknik yang beberapa saat lalu Ia temukan, IA sangat terkejut dengan sebuah Aura besar yang datang dari belakang mereka.
Wajah Dou Ji yang tadi terlihat begitu percaya diri, tiba-tiba memucat dengan mata melotot lebar, setelah merasakan Aura begitu besar dan siapa yang kini terlihat oleh matanya.
Hal yang sama juga dialami oleh Bou Di dan Due Hai, bahkan tubuh keduanya bergetar seolah melihat hantu di siang bolong. “Bagaimana Dia bisa berada di dunia ini?” Bou Di berkata dengan suara bergetar.
-------------------------O-------------------------
__ADS_1