Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
060: Sekte Kipas Pelangi Dalam Bahaya


__ADS_3

“Baguslah jika Kedua anak muda itu telah meninggalkan Sekte Kipas Pelangi. Dengan begitu, kita bisa segera memusnahkannya dengan mudah.” Tong Tse berkata dengan wajah antusias, setelah Ia mendapat informasi dari Hao Bai.


Ketua baru Klan Hao itu juga menjelaskan, bahwa Ia telah menghasut Hao Long dengan mengatakan bahwa Patriark Sekte Tombak Dewa dan Patriark Sekte Roda Emas yang telah membunuh Hao Tian.


Tong Tse dan Xi Hai tertawa terbahak-bahak mendengar hal tersebut. Selang beberapa waktu kemudian, terlihat sekitar dua puluh lelaki melesat dari kompleks bangunan Klan Hao dan melayang menuju ke arah barat di mana Sekte Kipas Pelangi berada.


Beberapa jam kemudian, kelompok tersebut telah berada seratus meter dari wilayak pemukiman Sekte Kipas Pelangi.


“Ah Sial … Kedua tokoh tua itu masih berada di Sekte Kipas Pelangi.” Hao Bai yang mengenali dua aura besar mendekati mereka, berkata dengan wajah yang kesal dan suara bergetar, menandakan jika dirinya merasakan jerih.


“Tenanglah, mereka bukan lawan berat bagi kami.” Tong Tse berkata bertepatan dengan tibanya Huang Bao dan Dewa Tongkat Merah yang berhenti sejauh sepuluh meter dari mereka.


“Apa maksud kedatangan kalian? Dimana Ayah kalian?” Huang Bao yang merasa curiga dengan banyaknya orang datang, segera bertanya kepada Hao Bai.


“Ayah sudah beberapa hari yang lalu mati. Kedatangan kami kesini, selain untuk membatalkan pertunangan Fang’er adalah untuk memusnahkan Sekte Kipas Pelangi jika mereka tidak mau tunduk pada Aliansi Kami.”


Dahi Huang Bao berkerut, sementara rahang Qiu Heng menggembung keras sebelum Ia membentak Hao Bai. “Lancang sekali bicaramu!”


Qiu Heng melesat hendak menampar Hao Bai yang dianggapnya telah keterlaluan.


PLAAK


DUAGH


Namun Xi Hai segera menghadang Qiu Heng dan menangkis serangan tersebut. “Siapa Kau!?” Qiu Heng sedikit terkejut mendapati sosok tersebut mampu menahan dan membalikan serangannya dengan mudah.


“Sudah lama Aku mendengar Sosok Dewa Tongkat Merah. Hari ini keinginanku untuk menguji kehebatan jurus-jurusmu akhirnya tercapai.” Walau berkata lembut, namun kesombongan Xi Hai terlihat dari kalimatnya.


Qiu Heng ingin menanggapi perkataan Xi Hai namun, segera mengalihkan pandangannya, saat Dewi Kipas Pelangi datang membawa puluhan anak buahnya.

__ADS_1


“Wah … Wah … Banyak perempuan cantik di sini rupanya. Hari ini kita akan berpesta.” Ucapan Tong Tse disambut gelak tawa seluruh kelompok dari Klan Hao.


Hal itu membuat wajah Ying Yu memerah karena marah. Ia bersiap menyerang Tong Tse, namun Huang Bao menahannya. “Biar Aku yang menghajarnya.”


Beberapa detik kemudian, pertukaran serangan antara Huang Bao dengan Tong Tse terjadi dengan sengitnya. Aura kekuatan yang keduanya miliki, membuat semua orang menjauhi mereka. Apalagi sesaat kemudian, Qiu Heng memulai pertarungannya melawan Xi Hai.


Pertarungan keempat Kultivator tingkat Dewa Tahap Menengah itu, benar-benar membuat semua orang berdecak kagum. Qiu Heng yang telah mengeluarkan tombaknya, masih bertarung imbang dengan Xi Hai yang menggunakan Pedang Anginnya.


Tongkat dan Pedang seringkali beradu, membuat keduanya sama-sama terjajar kebelakang dan kembali melesat untuk menyerang lawannya dengan lebih kuat lagi.


Hal yang sama terjadi dengan Huang Bao melawan Tong Tse. Pertarungan tangan kosong itu, berlangsung dengan sengitnya. Kekuatan keduanya yang seimbang, membuat pertarungan sulit ditebak siapa yang akan menjadi pemenangnya.


DUAGH


BUGGH


Huang Bao terpental belasan meter ke belakang dengan mulut memuntahkan darah segar. Hal yang sama dialami oleh Tong Tse yang baru saja terkena pukulan telak di perutnya.


Melihat Hal itu, Tong Tse pun mengeluarkan Tombak Goloknya yang segera saja memancarkan aura membunuh yang sangat kuat dan mencekam.


Huang Sempat menelan ludahnya merasakan aura tersebut, namun Ia segera mengerahkan energinya ke arah cambuk pusaka yang kini memancarkan api biru yang sangat terang dan panas.


Tong Tse hanya menyeringai sebelum akhirnya mengalirkan qi dan mengangkat tombak Golok itu ke udara. Sesaat kemudian, gumpalan asap hitam muncul dan membentuk seekor harimau hitam yang berukuran sangat besar.


CTAAR CTARR


BLAAAM


Di luar dugaan Tong Tse, Huang Bao yang berjarak sepuluh meter darinya segera melecutkan tali cambuk Api birunya yang bisa memanjang dan tepat mengenai gumpalan asap berbentuk harimau hitam.

__ADS_1


Setelah menguasai posisinya yang sempat terpental belasan meter akibat ledakan energinya sendiri, Tong Tse yang terlihat marah segera mengalirkan qi dalam jumlah besar ke senjatanya.


Sesaat kemudian, aura mencekam yang sangat kuat memancar dari tubuh Tong Tse. Membuat kedua belah pihak yang sedang bertarung segera mengalihkan pandangan mereka.


Sosok Tong Tse yang terlihat berbeda membuat Huang Bao menjadi waspada. Namun tubuh lawan seolah hilang dari pandangannya dan telah berada di belakangnya tanpa Ia sadari.


“Awas di belakangmu!” Qiu Heng yang sudah mengambil jarak dan menghentikan pertarungannya dengn Xi Hai, terkejut bukan kepalang melihat situasi berbahaya sedang di alami oleh sahabatnya itu.


Huang Bao yang mendengar teriakan tersebut, terlambat untuk menghindari tebasan Tombak Golok dari Tong Tse yang kemampuannya tiba-tiba meningkat pesat itu.


CRAASSHH


ARRRGGHHH


“Tidak!” Ying Yu yang sedang bertarung dengan Hao Bai, sempat melihat apa yang terjadi dengan Huang Bao. Ia pun segera melesat ke arah di mana Huang Bao berada. Demikian juga dengan Qiu Heng.


Lengan kiri Huang Bao tertebas putus, darah mengalir dengan deras walau Ia telah berusaha menahannya dengan menotok beberapa bagian syaraf di bahunya.


“Tolong Ambilkan lengan kiriku itu!” Walau heran mendengar ucapan Huang Bao, namun Ying Yu segera melesat ke bawah di mana lengan kiri sahabatnya itu tergeletak di tanah.


Setelah sampai di depan Huang Bao kembali Ying Yu kebingungan dengan potongan lengan itu. “Apa yang harus ku lakukan?!” terlihat kesedihan dalam suara Dewi Kipas Pelangi itu.


“Bekukan dengan energi dinginmu!” Ying Yu segera melakukan apa yang Huang Bao perintahkan. Setelah Lengannya terbungkus energi sedingin es itu, Huang Bao memasukan potongan lengannya ke dalam cincin ruang.


Kemudian Ia menatap ke arah Tong Tse yang masih diam tak bergeming dengan mata yang merah menyala. Kondisinya itu, membuat ketiga jagoan tua itu menyadari, bahwa lawan telah dirasuki oleh roh senjatanya yang sangat kuat.


“Kalian semua harus mati!” Suara serak Tong Tse terdengar mengerikan, tubuh Ying Yu sedikit merinding mendengarnya. Qiu Heng dan Huang Bao pun merasakan hal yang sama. Namun berhasil menepisnya dengan mengerahkan qi mereka.


Setelah meminta kedua rekannya menjauh, Huang Bao lalu mengerahkan sembilan puluh persen kekuatannya dan berhasil menindih aura mengerikan dari tubuh Tong Tse.

__ADS_1


Cambuk Api Biru di tangannya pun bersinar sangat terang yang membuat Qiu Heng dan Ying Yu lebih menjauh lagi karena hawa yang sangat panas segera meemnuhi udara.


--------------------------O---------------------------


__ADS_2