Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
082: Berlatih Di Alam Pertengahan


__ADS_3

“Ibu? Bagaimana mungkin….” Perempuan yang terlihat berusia tiga puluhan tahun itu mengerutkan dahinya. “Aku bukan Ibu mu! Jangan sembarangan bicara.” Perempuan itu membalikkan badan dengan marah.


Ia terlihat melangkah pelan, namun dalam satu kedipan mata tubuhnya telah berjarak ratusan meter. “Jangan diam saja! ikuti Aku!”


Hao Long dan Li Annchi yang masih takjub dengan apa yang baru mereka lihat, segera tersadarkan oleh ucapan sosok berjubah dan berkulit biru itu.


“Begitulah Li Daiyu … Tapi dia sebenarnya perempuan yang baik hati. Cepat ikuti dia. Jangan membuatnya lebih marah lagi.”


“Li Daiyu … ” Setelah terdiam beberapa saat, Li Annchi tersenyum mengetahui marga perempuan yang memiliki kemiripan wajah dengan ibunya, ternyata adalah leluhur keluarganya.


Setelah Li Annchi melesat menyusul Li Daiyu, Hao Long menatap kembali sosok berkulit biru di depannya. “Apakah semua roh memiliki kulit berwarna biru Tuan?”


Pria itu tersenyum. “Ya begitulah yang telah ditetapkan oleh Dewa. Oh Iya Panggil saja Aku Tan Long. Mari kita mulai latihan kita di sebuah tempat khusus.”


Kurang dari sedetik, tubuh Tan Long telah berada ratusan meter di depan Hao Long yang segera melesat menyusulnya. “Itukah kecepatan penuhmu?”


Hao Long tidak menjawab, Ia masih terkagum-kagum dengan kemampuan pria itu. Walau tubuh Tan Long lebih dari tiga ratus meter darinya, namun suaranya terdengar jelas seolah berada satu meter di depannya.


Hao Long mengerahkan kecepatan penuhnya. Dalam satu detik Ia berhasil mencapai jarak lebih dari lima puluh meter, namun itu belum cukup untuk menyusul Tan Long yang semakin jauh di depannya.


Setelah satu menit mengejar Tan Long, barulah mereka tiba di sebuah tempat yang membuat Hao Long tercengang. “Tempat macam apa ini, mengapa tubuhku serasa terbakar dan sangat berat.”


Hao Long mengalirkan energi qi untuk melindungi kulitnya yang serasa melepuh akibat suhu udara yang sangat tinggi. Di saat yang sama, tubuh Hao Long terjatuh seolah ada yang menariknya ke tanah berpasir yang sangat panas.


Saat menoleh ke belakang, Hao Long mendapati di belakangnya tidak terlihat lagi pepohonan. Yang Ia lihat hanya hamparan pasir yang terlihat memendarkan api berwarna putih.


“Tuan Tan … “ Hao Long Ingin bertanya, namun Tan Long mengangkat tangannya. “Diamlah! … Di depan kita ada kalajengking Gurun Pasir Api. Kau cobalah untuk membunuhnya.”


Setelah berkata demikian, Tan Long menghilang dan telah lima puluh meter di atas kepala Hao Long yang panik saat tiba-tiba dari dalam tanah, keluar seekor Kalajengking yang tubuhnya mengeluarkan bara api.

__ADS_1


Bukan hanya ukurannya yang sangat besar, kekuatan yang terpancar dari tubuh kalajengking raksasa itu, membuat Hao Long menelan ludahnya.


Hao Long terkesiap, walau sudah bersiaga tetap saja serangan cepat cakar penjepit kalajengking itu, hampir membelah tubuhnya menjadi dua bagian, jika saja Ia terlambat menghindarinya.


Hao Long mencoba melompat, namun Ia terkejut karena hanya bisa melompat sejauh lima meter ke belakang. “Tempat macam apa ini?” Kepanikan semakin menindih Hao Long apalagi tiba-tiba kalajengking itu melompat menerkamnya.


Hao Long segera mengeluarkan jurus Tinju Naga dari kedua tangannya. Dua larik energi berbentuk ular naga, menghantam telak tubuh Kalajengking itu.


Namun Apa yang terjadi membuat Hao Long terkesiap. Kalajengking itu hanya terpental beberapa meter dan kembali bersiap menyerangnya dengan wajah yang terlihat sangat marah.


“Mengapa kekuatanku melemah?” Desisnya. “Bukan Kekuatanmu yang melemah, tetapi kekuatan mu masih sangat lemah.” Ucapan Tan Long membuat Hao Long menyadari jika lawan memiliki kekuatan lebih tinggi darinya.


Ia segera mengeluarkan keris pemberian Ki Jogowono dari cincin ruang dan segera mengangkat keris itu ke udara memanggil Naga Bumi. Namun Sosok Naga itu tidak terlihat keluar.


Hal itu membuat Hao Long kembali panik apalagi di saat bersamaan, kalajengking itu menerkam dirinya dengan cepat. Hao Long melompat ke samping kanan seraya memasukkan keris dari Ki Jogowono dan mengeluarkan Pedang Naga Emas.


CRAAASHHH


“Cari kelemahan pada tubuhnya, dengan begitu kau bisa mengalahkannya.” Tan Long memberi petunjuk.”


Hao Long lalu berpikir keras. Ia memutuskan untuk menyerang bagian kepala kalajengking itu. Namun hal itu tidak semudah yang Ia pikirkan.


Butuh belasan menit untuk Hao Long yang akhirnya bisa menghunjamkan Pedang Naga Emas ke kepala Kalajengking Gurun Pasir Api. Itu pun dengan tubuh Hao Long yang terluka di beberapa bagian.


“Sepertinya Kau harus meningkatkan Kekuatanmu terlebih dahulu. Kau masih sangat lemah!” Tan Long yang telah berada di depan Hao Long, hendak melanjutkan kata-katanya.


Namun terdengar suara dari Li Daiyu yang tak terlihat sosoknya. “Tan Long … Bawa pemuda itu ke tempat ku, Ia memiliki Zamrud Khatulis dan Tiwa. Mereka harus meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu dengan menyerap energi dari kedua zamrud itu.”


Tan Long tersenyum mendengar suara bernada arogan Li Daiyu. Ia meraih tangan Hao Long yang baru saja memasukkan Pedang Naga Emas ke dalam cincin ruangnya.

__ADS_1


Sesaat kemudian, Hao Long merasakan kepalanya sangat sakit dan perutnya terasa sangat mual saat Ia membuka matanya dan telah berada di tempat yang hawanya sangat dingin sekali yang membuat tubuhnya seketika menggigil hebat.


“Annchi! Apa yang terjadi denganmu!” Hao Long segera hendak melompat, namun Ia terkejut karena kedua kakinya telah terbungkus es, membeku dan tertanam di dalam tanah bersalju tebal itu.


Setelah mengalirkan energi qi-nya, Hao Long berhasil menghampiri Li Annchi yang tergeletak lemas. Gaunnya sobek di beberapa bagian, seperti terkena cakaran hewan buas.


Setelah mengedarkan pandangannya, terlihatlah seekor beruang berbulu seputih salju tergeletak bersimbah darah di belakang tubuh Li Daiyu yang menatapnya dengan dahi berkerut.


“Dia baik-baik saja, lukanya akan sembuh beberapa saat lagi. Sekarang keluarkan Zamrud Khatulis dan Zamrud Tiwa. Bukankah kau yang membawanya?”


Hao Long mengangguk, Ia tidak berani menyinggung perempuan yang belum pernah tersenyum sejak pertama kali Ia melihatnya.


“Pisahkan Zamrud itu lagi!” Dengan raut wajah datar, Li Daiyu memerintah Hao Long yang sedang tertegun karena tidak tahu bagaimana cara memisahkan kedua zamrud yang telah menyatu itu.


Setelah Hao Long mengatakan tidak tahu caranya, Tan Long lalu mengambil zamrud itu dan membuatnya melayang di antara dirinya dan Li Daiyu.


“Kita saja yang memisahkannya, Yu’er. Kekuatan mereka belum cukup untuk melakukannya.”


Ucapan lembut pria roh itu, disambut dengan gerutuan dari Li Daiyu yang wajahnya memerah karena dipanggil demikian oleh Tan Long.


Dengan kekuatan keduanya, Zamrud Khatulistiwa dipisahkan kembali. Li Annchi dan Hao Long menerima masing-masing zamrud sesuai dengan inti kekuatan mereka.


“Cepatlah bawa pergi pemuda itu.” Dengan suara datar, Li Daiyu kembali memberi perintah kepada Tan Long yang tersenyum kecut mendengarnya.


Ia meraih tangan Hao Long dan kembali membawanya ke Gurun Pasir Api, tepatnya di sebuah bukit berpasir yang memendarkan api putih sangat panas.


Hao Long lalu memulai meditasinya sesuai petunjuk Tan Long, namun tubuhnya terasa sangat sakit saat baru lima menit menyerap energi zamrud Khatulis.


“Tubuh pemuda ini masih belum cukup kuat untuk menampung energi yang lebih besar lagi. Sepertinya Aku harus merendam pemuda ini di Danau Api Putih terlebih dahulu.”

__ADS_1


Setelah berkata demikian dalam benaknya, Tan Long melesat meraih tubuh Hao Long yang telah memasukkan kembali Zamrud Khatulis di dalam Cincin Ruangnya.


----------------------------O----------------------------


__ADS_2