
“Adik Lin .. Tenangkan dirimu.” Kakak Seperguruan Shui Lin yang bernama Hua Ling berusaha menenangkan kegusaran adik seperguruannya. “Kakak Feng … Kau saja yang mengatakan apa tujuan kita kemari.”
Hua Ling yang tak berhasil menenangkan Shui Lin lalu berkata kepada Pria bernama Bao Feng. Pria itu membentak Shui Lin yang masih terlihat sedih dan marah atas tewasnya Niu Ing dan Niu Yie.
“Adik Lin … Dengarkan Aku!” Setelah Shui Lin terdiam dan mengangguk, Bao Feng lalu memberikan penjelasan, mengapa mereka memasuki Dunia manusia ini.
“Guru bermimpi hal buruk menimpa dirimu. Ia sangat khawatir dan mengirim kami ke dunia ini dengan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk membuat Lorong Antar Dunia. Kau tahu bukan apa yang terjadi setelah itu dengan guru?”
Shui Lin tertegun, Ia memahami bahwa setelah melakukan hal itu, Guru mereka akan tertidur hingga tiga bulan lamanya. Dan Jika musuh menemukan dirinya, hal buruk pasti akan menimpa guru mereka.
Shui Lin lalu menceritakan bahwa saat memasuki lorong dimensi yang dibuat oleh Xiong Hu, Ia menyadari bahwa Raja Iblis lah yang melakukan hal itu.
Dan kini Ia menjadi anak buah Raja Iblis agar dirinya bisa tetap hidup. Apalagi setelah dirinya diberi wewenang untuk menjadi Penguasa Kota Kaiping, Ia sudah tidak bisa kembali lagi ke dunia asal mereka.
“Begitu rupanya … Raja Iblis telah muncul di dunia ini.” Suara Bo Feng terdengar bergetar setelah mengetahui kemunculan Raja Iblis.
“Jadi kekuatanmu yang kini berada di level satu Tingkat Dewa Sejati berkat bantuan Si Raja Iblis?” Bo Feng ingin memastikan sesuatu karena merasakan aura qi Shui Lin lebih mencekam dari aura miliknya.
“Benar. Setiap mereka yang ditunjuk menjadi Penguasa sebuah kota, diberi buah Iblis yang dapat meningkatkan kekuatan dengan cepat.”
Shui Lin merasakan Kekuatan Kakak pertama-nya, masih berada di level tiga Tingkat Dewa Sejati dan kakak keduanya masih berada di level dua Tingkat yang sama.
Tiba-tiba saja seorang pria memasuki ruang di lantai lima itu dengan tergopoh-gopoh. “Penguasa! Kami mendapatkan informasi baru.”
Pria yang tak lain adalah Tetua Sekte Elang Hitam yang pernah terlihat bersama dengan Patriark He Jing saat bertemu dengan Gong Shun di rumah makan, segera memberi laporannya.
Ia menemukan bahwa yang membunuh kedua muridnya bukan ketiga orang Pelindung Sekte Tapak Emas. Melainkan seseorang yang memiliki kekuatan Elemen Es yang sangat tinggi.
__ADS_1
Hal itu membuat Shui Lin kembali menjadi marah. “Elemen Es? Bukankah manusia Es telah punah oleh Manusia Logam? Mengapa masih ada yang hidup?” Bao Feng terlihat kebingungan.
Manusia Elemen Es adalah Klan yang menjadi lawan paling mereka takuti setelah Manusia Elemen Logam. Namun berkat kerjasama kedua Klan Manusia Elemen itu, mereka berhasil membunuh semua orang Klan Manusia Es kecuali perempuan tua pemimpin mereka.
Perempuan itu bernama Bing Hua, keberadaannya Di dunia Elemen tidak pernah diketahui lagi sejak peristiwa pembantaian itu. “Mungkinkah Bing Hua yang melakukan hal ini?”
“Bukan! Aku yakin orang yang melakukannya adalah gadis yang dulu pernah menyelamatkan orang-orang aliansi dari tangan ku dan Huo An.“
Shui Lin berkata dengan suara yang geram. “Menurut penjaga ada sepasang suami isteri yang keluar dari gerbang utara di saat sama. Keduanya adalah pedagang yang menginap di penginapan Heiying. Sementara tiga orang bertudung hitam itu , tidak terlihat kembali ke Kota Kaiping.”
Tetua Sekte Elang Hitam yang kini menjadi Patriark menggantikan He Jing, lalu mengatakan jika keduanya terlihat berusia di atas tiga puluh tahun. Tidak seperti dugaan Shui Lin.
Namun begitu, Shui Lin tidak perduli. Lalu Ia melesat ke penginapan Heiying dan mengabaikan teriakan Bo Feng yang terus berusaha mencegahnya.
“Huh dasar keras kepala. Ayo kita ikuti Dia!” Bo Feng segera melesat diikuti oleh Hua Ling dan Patriark baru Sekte Elang Hitam yang bernama Sha Du.
Di saat yang sama, Hao Long dan Li Annchi telah keluar dari ruangan mereka ketika melihat ratusan anggota Sekte Elang Hitam, tidak lagi terlihat di jalanan.
Saat Hao Long akan menjelaskan mengapa mereka harus melakukan itu, Sosok Shui Lin melesat di atas kepala keduanya yang sedang berjalan kaki.
Sesaat kemudian lima orang lainnya datang, tiga orang perempuan dan dua orang lelaki. Dua diantaranya membuat dahi Hao Long berkerut, karena besarnya aura kekuatan yang memancar dari tubuh mereka.
Kelima-nya melayang setinggi jendela ruangan di lantai tiga. Saat itulah Sha Du melihat Hao long dan Li Annchi. “Itu kedua orang pedagang yang keluar gerbang utara tadi pagi Nona Lin.”
Dahi Shui Lin berkerut, Ia tidak bisa merasakan sama sekali aura kekuatan dari sepasang suami isteri itu. “Sepertinya bukan mereka yang membunuh muridmu Adik Lin. Aku tidak merasakan kekuatan mereka sama sekali.”
Hua Ling menenangkan Shui Lin yang akhirnya setuju dengan pendapat dari Kakak Keduanya itu. “Kalian salah besar. Kekuatan mereka berada di atas kalian berdua. Mereka menyembunyikan kekuatan yang setara denganku!”
__ADS_1
“APA!” Shui Lin terkesiap. Sama halnya dengan Shui Lin, Huang Ling pun tak percaya mendengar perkataan Bo Feng. “Baiklah Kalian akan melihatnya sendiri!”
WHUSSS
Sebuah energi berbentuk Jarum berwarna sebening air, melesat dari telapak tangan Bo Feng.
Saat berjarak lima meter dari tangannya, jarum itu tiba-tiba membesar dan melesat lebih cepat ke arah Hao Long dan Li Annchi yang menyadari penyamaran mereka telah diketahui.
Li Annchi yang sudah kesal menyamar, segera menghadang serangan tersebut dengan mengeluarkan jurus Tapak Dewi Es dengan kekuatan yang besar.
BRUSSSH
BLAAAMM
Serangan energi berbentuk jarum raksasa itu, segera terbungkus oleh tapak Dewi Es Li Annchi dan hancur setelah terhantam dengan sangat kuat.
Tentu saja Shui Lin dan Hua Ling terkesiap, tidak menduga jika perkataan Kakak pertama mereka benar adanya. “Jadi Kau yang membunuh kedua muridku!?”
Shui Lin terlihat gusar sekaligus jerih melihat hal tersebut. Namun jawaban dari Li Annchi membuatnya meradang. “Benar sekali. Dengan cara yang sama Aku akan membunuhmu!”
Shui Lin tidak bisa menahan kemarahannya lagi. Ia menyerang Li Annchi dengan jurus yang baru Ia kuasai setelah berlatih dua bulan di ruang dimensi buatannya.
Jurus yang bernama Liukan Monster Air membuat tubuh Shui Lin berubah wujud menjadi seekor belut yang berukuran panjang lebih dari dua puluh meter dengan dua tanduk di kepalanya.
Bukan hanya Li Annchi dan Hao Long yang terkejut melihat hal itu, Hua Ling dan Bo Feng juga terlihat terkejut, hanya saja wajah keduanya terlihat gembira.
“Akhirnya Adik Lin bisa menguasai jurus perubahan wujud. Tapi mengapa Ia memilih bentuk menjadi hewan imut?” Dalam hatinya Bo Feng bertanya keheranan.
__ADS_1
Namun keheranan itu segera terjawab sesaat kemudian. Bo Feng tersenyum melihat apa yang terjadi, sementara Li Annchi mengerutkan dahinya dengan wajah yang terlihat terkejut.
---------------------------O-----------------------------