
“Siapa yang datang?” Ou Feng bertanya kepada Ou Jie yan g menggeleng karena tak mengenali sosok pemuda yang ternyata Hao Long yang kemudian disusul oleh lainnya.
“Bukankah itu Patriark Ruan Bei?” Tanya Ou Jie kepada Xia Fu. “Benar … Aku juga melihat Patriark Hong Jun di sana. Syukurlah mereka datang membantu.”
JEDAR JEDAR
Baru saja Xia Fu menutup mulutnya, terlihat sebuah Golok melayang dan melepaskan Petir besar hingga membunuh setidaknya lima puluh orang lawan.
“Siapa yang berani mengacau di Bukit Halilintar?!” Ou Yang berteriak dengan keras, setelah meraih Golok Halilintar yang melayang kembali kepadanya.
Melihat Patrirark Sekte Golok Halilintar telah tiba, Huang Bao dan yang lain segera melesat ke tempat dimana Ia berada. Hanya Hao Long dan Li Annchi yang masih berada di belakang lawan.
Tidak ada satu orang pun dari Aliansi Aliran Hitam yang bergerak, hal itu karena melihat kedua energi berbentuk Ular Naga telah mengepung mereka.
“Long, Biarkan Patriark Ruan Bei dan Patriark Hong Jun membalas dendam atas kematian isteri dan anak-anak mereka.”Hao Long yang sangat marah, sebenarnya ingin sekali membantai mereka secepatnya.
Namun perkataan Li Annchi, membuatnya hanya menahan diri dan menjaga para pembunuh keji itu agar tidak meninggalkan Bukit Halilintar dengan membawa nyawa mereka.
Jing Hung telah pulih dari luka dalamnya, Ia segera menatap Xi Hai yang terlihat jerih setelah mengetahui Hao Long dan Li Annchi berada di tempat tersebut.
“Xi Hai! Siapa yang telah mebunuh anak dan isteriku!?” Hong Jun yang sudah sangat merah segera bertanya seraya menghunuskan Pedang Emas Ke arah Xi Hai.
“Aku yang membunuh anak dan isterimu! Kenapa? Kau ingin balas dendam? Ayo lakukan kalau kau merasa mampu melakukannya.”
Aura Kuning keemasan segera terlihat di udara sebelah timur Bukit Halilintar, saat Hong Jun mengerahkan seluruh energi qi-nya. “Jing Hung … Terimalah kematianmu!” ucapnya dengan kemarahan yang memuncak.
Tubuh Hong Jun melesat cepat ke arah Jing Hung yang telah bersiap dengan Kipas Neraka di tangannya. Pertukaran serangan keduanya pun, segera terjadi dengan sangat cepat.
__ADS_1
Melihat itu, Ruan Bei segera melesat ke arah Xi Hai. “Kau … Terimalah balasan atas apa yang telah Kau Lakukan pada Sekte Kami!”
Pedang Bumi di tangan Ruan Bei menebas ke arah Leher Xi Hai yang segera menghindar seraya mencabut Pedang Angin yang menjadi senjata andalannya.
Kedua Pemimpin Sekte berbeda aliran itu segera saja bertukar serangan dengan cepat. Tingkat Kultivasi yang setara, membuat pertarungan itu berlangsung seru dan menegangkan.
“Murid Bukit Halilintar! Habisi semua musuh yang ada di depan kalian!” Ou Yang berteriak keras dengan kemarahan yang meluap-luap.
Hal Itu dilakukan oleh Ou yang setelah Huang Bao selesai menjelaskan kepadanya, jika Markas Sekte Pedang Emas dan Sekte Pedang Bumi, telah dihancurkan dan dibantai habis seluruh anggota yang berada di tempat itu.
Membayangkan hal itu terjadi pada Sektenya, membuat Ou Yang segera melesat dan menyerang Jing Li yang Ia kenali sebagai sosok perempuan kejam yang tak segan membunuh lawan dengan racun bunga hitamnya.
Namun serangannya dihadang oleh seseorang yang tak Ia kenali, namun memiliki kemampaun tinggi yang bisa membuat tebasan Golok Petirnya terpental saat mereka beradu senjata.
Di saat yang sama, ratusan Anggota Sekte Bukit Halilintar telah memulai pertarungan mereka. Terlihat juga Huang Bao dan Qiu Heng, telah turun tangan membantu mereka.
“Apakah Kita hanya akan melihat saja?” Tanya Hao Long kepada Li Annchi yang masih terdiam melihat pertarungan ratusan orang di depan mata mereka.
“Apa maksudmu? Bukankah yang terkuat diantara mereka adalah pria yang bersenjata kipas api tadi dan orang bernama Xi Hai itu?”Tanya Hao Long dengan raut yang terlihat sangat penasaran.
“Tidak, Ada dua orang yang memiliki pusaka Iblis dan masih belum mengeluarkannya hingga saat ini. Itulah informasi yang diberikan Iblis Es yang kini sedang ketakutan di dalam bola segelnya.”
Hao Long tersedak nafasnya mendengar ucapan Li Annchi. Ia mengetahui jika Iblis Es memiliki kemampuan tinggi, namun mendengar Ia merasa ketakutan, tentu ini bukan berita baik.
Hao Long menghela nafas, seraya melihat ke arena pertempuran. Hampir lima detik sekali terlihat orang-orang berjatuhan dengan tubuh bersimbah darah, baik dari pihak Aliran Hitam maupun aliran putih.
Lalu Ia memandang ke arah pertarungan tiga Pemimpin Sekte yang terpisah dengan pertarungan lainnya. Terlihat Jing Hung lebih unggul dari lawannya, Patriark Hong Jun.
__ADS_1
Hal ini karena kemarahannya yang meluap-luap, membuat Patriark Hong Jun menyerang dengan gencar dan melupakan pertahannya sendiri.
Hal yang sama, terjadi pada Patriark Ruan Bei yang bertarung melawan Xi Hai. Karena ambisi dan dendamnya, Ia menyerang lawan tanpa menjaga pertahanannya sendiri.
Xi Hai terlihat hanya bertahan, Ia menunggu lawannya kelelahan terlebih dulu baru akan menyerang balik. Namun hal itu terbaca oleh Hao Long yang segera menarik kembali energi qi-nya.
Setelah kedua energi berbentuk ular naga itu menghilang, Hao Long berniat melesat ke arah di mana Patriark Ruan Bei bertarung. Namun suara menggelegar terdengar dari tempat di mana Patriark Hong Jun bertarung melawan Jing Hung.
Energi besar berbentuk Pedang berwarna keemasan, beradu dengan energi besar berbentuk kipas dengan api yang menyala.
Ledakan kedua energi itu, membuat tubuh Patriark Hong Jun terpental belasan meter dengan wajah pucat setelah memuntahkan banya darah dari mulutnya.
Sementara Hong Jun hanya terjajar beberapa meter dan terlihat baik-baik saja. Dan Ia kembali bersiap hendak menghabisi Patriark Hong Jun yang sedang mengatur sirkulasi energi di tubuhnya yang kacau akibat benturan tadi.
Hao Long segera melesat ke belakang Patriark Hong Jun dan segera mengalirkan energi penyembuh Persik Dewa. Sesaat lagi proses itu akan selesai, serangan Jing Hung telah menderu ke arah keduanya.
Melihat itu, Hao Long segera mebuka telapak tangan kirinya nya dan melesatlah energi berbentuk ular Naga menghadang laju serangan energi berbentuk kipas itu.
BLAAAMM
Ledakan kedua energi itu, membuat tanah berguncang keras. Terdengar jeritan Jing Hung yang tubuhnya terlempar lebih dari dua puluh meter dari tempatnya semula.
“Siapa pemuda itu?!!!” Setelah berhasil menormalkan energi di dalam tubuhnya yang bergejolak tak beraturan, Jing Hung menatap kesal ke arah Hao Long yang baru saja selesai mengobati Patriark Hong Jun.
Tidak disadari oleh Hao Long bahwa ledakan energinya tadi, kembali membuat dua orang dari pihak lawan, menatapnya dengan kesal seolah ingin menghajarnya.
“Kakak … Pemuda itu sepertinya yang terkuat diantara mereka, bagaimana kalau kita habisi terlebih dulu.” Tanya Pria berjubah hitam dengan ornamen merah darah, kepada sesosok Pria yang juga mengenakan jubah bermotif sama.
__ADS_1
“Baiklah … segera kau lepaskan Jurus Ilusi Iblis mu. Biar Ia bisa melihat wajah kita sebelum pergi ke neraka.” Ujar sosok yang satunya.
-----------------------------O---------------------------