Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
051: Kedatangan Tiga Orang Asing


__ADS_3

“Maafkan hamba yang tidak mengenali Anda Dewi Naga Es.” Dengan suara terbata, Phoenix Es berkata yang membuat Li Annchi tertegun sejenak.


Setelah memahami kenapa dirinya dipanggil demikian, Li Annchi pun segera meminta Phoenix Es untuk membuka segel yang melindungi mulut goa.


Tanpa diperintah dua kali, Phoenix Es segera membuka Segel itu, bertepatan dengan kedatangan Hao Long dan yang lainnya di sisi Li Annchi.


“Annchi … Apa yang terjadi? Mengapa Burung Phoenix itu ketakutan saat melihat jurusmu?” Li Annchi menggelengkan kepalanya. “Entahlah, Ia memanggilku dengan sebutan Dewi Naga Es.”


Hao Long mengangguk-anggukkan kepalanya, seolah telah memahami situasi yang mereka hadapi. Sementara, Phoenix Es telah kembali berada di depan Li Annchi. “Dewi, silakan mengambil pusaka milik Anda.”


Li Annchi pun bergegas memasuki goa diikuti oleh yang lainnya. Aura yang menyejukkan, memancar kuat dari sebuah kotak berwarna kuning keemasan, sesaat setelah rombongan itu tiba di dalam goa.


Li Annchi melangkah maju, menyentuh kotak tersebut dengan jantung berdebar. Ia tersentak, sesaat setelah tangannya menyentuh kotak tersebut hingga menariknya dengan cepat.


“Annchi, ada apa?” Hao Long yang terlihat khawatir segera melangkah mendekatinya. “Aku merasa seperti tersengat listrik ketika menyentuh kotak ini?”


“Coba Kau alirkan energi qi untuk melindungi tubuhmu dari sengatan listrik itu.” Li Annchi segera melakukan apa yang diucapkan oleh Hao Long dan kembali menyentuh kotak tersebut.


Li Annchi kembali tersentak, tangannya seolah terhisap dan menempel dengan Kotak keemasan tersebut. “Long !!! … “ Li Annchi berteriak panik saat kotak itu mulai menghisap energi qi-nya dengan cepat.


“Jangan!” Hao Long yang akan bertindak dengan mengerahkan energi qi-nya, tersentak dan segera menatap Burung Phoenix Es yang baru saja berteriak melarangnya.


Seolah mengetahui apa yang Hao Long pikirkan, Burung Phoenix Es lalu menjelaskan mengapa Ia berteriak tadi. “Dibutuhkan sejumlah energi qi dingin untuk membuka kotak tersebut, walau tubuh Dewi akan melemas tapi Dewi akan baik-baik saja. Tenanglah.”


Awalnya Hao Long dan yang lainnya tidak percaya, karena melihat Li Annchi seperti sedang kesakitan dan terlihat semakin melemas. Saat Hao Long akan bergerak menolongnya, sesuatu terjadi pada kotak tersebut.


Ledakan energi yang sangat besar dan dingin segera memancar dari dalam kotak yang terbuka sesaat kemudian. Dinding goa bergetar dengan hebat yang membuat Huang Bao segera membuat perisai pelindung untuk menahan bebatuan yang mulai berjatuhan menimpahi mereka.


Ledakan kedua dari energi itu, menghempaskan bola energi yang menyelimuti semua orang kecuali Li Annchi yang tubuhnya kini sedang diselimuti oleh kabut putih yang perlahan memasuki tubuhnya dan sirna beberapa detik kemudian.

__ADS_1


Li Annchi menatap heran pada kedua tangannya, tubuhnya yang semula lemas, kini telah kembali segar dan jauh lebih bertenaga dari sebelumnya.


Aura putih yang tipis dan terlihat sangat samar, menyelimuti tubuh Li Annchi walau Ia tidak sedang mengerahkan energi qi-nya. Hal yang membuat dirinya terlihat semakin cantik bak Bidadari dari langit.


Dari balik bola energi, Hao Long menatap takjub pada kekasihnya, seolah Ia baru menyadari betapa menawan dan anggunnya Li Annchi.


Setelah getaran berhenti dan Huang Bao menarik energinya kembali, Hao Long segera melesat mendekati Li Annchi yang sedang menatap sebuah Bola Kristal yang berwarna seputih air susu kuda liar.


Di samping kristal yang sebesar kepala bayi baru lahir tiga hari itu, terdapat sebuah kipas berwarna putih yang membeku di dalam gumpalan es yang bening.


“Dewi, Silakan ambil Zamrud Tiwa itu dan gunakan energi murni yang terkandung di dalamnya untuk meningkat kultivasi Anda.”


Hao Long tersentak mendengar nama Zamrud Tiwa disebutkan oleh burung Phoenix Es yang telah berada disisi kiri Li Annchi yang masih menatap Zamrud Tiwa dengan rasa kagum.


“Apakah Kipas itu yang akan dihadiahkan kepada Bidadari Kipas Pelangi dahulu?” Melihat Burung Phoenix itu mengangguk, Li Annchi lalu bertanya nama kipas tersebut.


“Kipas ini bernama Kipas Inti Es, hanya mereka yang berjodoh yang bisa menggunakannya.” Penjelasan burung Phoenix Es membuat semua orang menatap ke arah Ying Yu.


Ying Yu terlihat ragu sesaat setelah Ia berada dekat dengan Kotak berwarna kuning keemasan itu. “Apakah yang akan terjadi jika seseorang yang tidak berjodoh dengan pusaka ini, menyentuhnya?”


Burung Phoenix Es yang ditanya oleh Dewi Kipas Pelangi, menggeleng pelan. “Aku Tidak mengetahui hal tersebut. Yang Aku tahu, jika seseorang yang berjodoh dengan Kipas Inti Es ini, maka kipas tersebut akan bercahaya sangat terang.”


Setelah mendengar penjelasan tersebut, Ying Yu segera meraih Kipas Inti Es setelah melelehkan bongkan es yang menyelimutinya.


“AARRGGGH !”


Ying Yu menjerit keras seraya melotot lebar mendapati tangannya yang baru menyentuh kipas pusaka itu, membeku dengan cepat dan terus menaik hingga hampir mencapai bahunya.


Hao Long dengan reflek segera menebas lengan tersebut dan meraihnya saat terlepas dari tubuh Dewi Kipas pelangi. Wajah Dewi Kipas Pelangi memucat. Lan Yue menjerit keras melihat kondisi gurunya yang kini sedang menahan darah yang keluar dari lengannya yang buntung.

__ADS_1


“Guru!!! …. “ Lan Yue segera mendekatinya. Sementara Qiu Heng dan Huang Bao masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Wajah mereka terlihat marah menatap tajam ke arah Burung Phoenix Es yang juga sedang terkejut melihat hal tersebut.


Sementara Hao Long yang telah selesai mengusir hawa dingin di potongan tangan yang kini terlihat telah kembali normal, tersenyum sebelum berkata kepada Dewi Kipas Pelangi yang sedang menangis sedih.


“Nenek Yu … Biarkan aku menyatukan kembali lengan Anda ini.” Semua orang tersentak mendengar ucapan Hao Long. “Ah … Aji Rawa Rontek ya …”


Semua orang menatap Huang Bao yang baru menyadari Hao Long akan menggunakan teknik dari Ki Jogowono itu.


Dengan dada berdebar dan rasa penasaran, semua orang menatap ke arah Hao Long yang tengah menyatukan kembali tangan Dewi Kipas Pelangi dengan Ajian Rawa Ronteknya.


“APA!! ….. Mustahil!! Bagaimana bisa?!!!” Qiu Heng terbelalak takjub sesaat setelah Hao Long selesai menyatukan lengan Ying Yu yang kini terlihat sempurna, seolah tidak pernah mengalami luka sama sekali.


***


Sementara itu pada jarak ratusan kilometer dari bukit di mana Hao Long dan Li Annchi berada, terlihat tiga orang aneh, sedang bermeditasi di atas awan pada ketinggian tiga ribu meter dari tanah.


Salah satu diantara mereka, tiba-tiba berdiri dengan wajah senang menatap ke arah bukit di mana Li Annchi dan Hao Long berada.


“Ada Apa?!!! Mengapa Kau terlihat senang?” Salah satu diantara dua orang yang masih duduk, bertanya dengan suara yang terdengar heran.


“Sesaat tadi Aku merasakan Energi dari salah satu Zamrud yang kita cari di dunia ini. Tetapi energi itu kembali menghilang dengan cepat.”


Ia berkata seraya menunjuk ke arah dimana Hao Long dan Li Annchi berada. Dua orang dengan kepala yang terbungkus Bola Kristal bening itu, segera berdiri.


“Aku tidak merasakan energi dari murid kita Ming Hu. Apakah Ia telah terbunuh?” Salah satu dari mereka berkata setelah menyadari Aura Ming Hu tidak bisa Ia rasakan sama sekali.


“Mungkin saja sesuatu yang buruk terjadi padanya. Sebaiknya kita segera pergi ke arah dimana aura energi zamrud itu berasal dan mengambilnya. Jika kita gagal mendapatkan Kedua Zamrud itu, Pemimpin Agung pasti akan membunuh kita.” Sosok yang berdiri lebih awal tadi, berkata dengan suara bergetar.


Sesaat kemudian, Ketiga orang itu bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga dalam hitungan kurang dari semenit, telah berjarak dua kilometer dari tempat dimana Hao Long dan Li Annchi berada.

__ADS_1


“Annchi … Apakah Kau merasakan tiga energi yang sangat besar ini?” Tanya Hao Long dengan suara bergetar.


--------------------------O----------------------------


__ADS_2