Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
049: Murka Li Annchi


__ADS_3

“Annchi!! … Kau?!! ..” Hao Long bangkit dengan benak dipenuhi pertanyaan. “Diam Kau Long! … Kenapa Kau membunuh Nenek Lin Yu? Kenapa?!!”


Li Annchi yang telah berada di dekat Hao Long, bertanya dengan histeris. “Membunuh Nenek Lin Yu? Apa maksudmu? Saat Aku dan Kakek Huang tiba di sana, Matriark Lin dan yang lainnya telah tergeletak bersimbah darah.”


LI Annchi tersentak mendengar pernyataan Hao Long. Apalagi mendengar perkataan hao Long berikutnya. “Mereka lah yang telah membantai semua anggota Sekte Pulau Es Utara.”


Li Annchi mengalihkan pandangan pada sosok wanita bergaun biru yang ditunjuk oleh Hao Long dan sedang bertarung dengan Huang Bao.


“Benarkah yang Kau katakan? Darimana kau mengetahuinya?” Suara Li Annchi melembut dengan rasa bersalah yang mulai menghinggapi hatinya.


“Wanita bergaun biru itu sendiri yang mengatakannya, sesaat sebelum kami memulai pertarungan. Ia berencana membantai semua anggota sekte Kipas Pelangi sebagaimana yang Ia lakukan pada Sekte Pulau Es Utara.”


Penjelasan Hao long yang cukup panjang itu, membuat Tubuh Li Annchi bergetar seiring dengan aura dingin yang mulai memancar kuat dari tubuhnya.


Hao Long tercekat saat hawa dingin mulai menusuk tulangnya, walau Ia telah mengalirkan energi qi untuk melindungi tubuhnya. Matanya menatap kaget pada rambut Li Annchi yang telah memutih semua.


Aura Dingin yang begitu kuat itu, membuat semua orang menghentikan pertarungan mereka dan menatap ke arah Li Annchi. “Siapa gadis itu? Kekuatannya sungguh besar sekali.”


Perempuan bergaun biru yang berada di Tahap Menengah Tingkat Dewa, menelan ludahnya mendapati Li Annchi tiba-tiba telah berada di depannya tanpa Ia ketahui kapan bergeraknya.


Huang Bao segera menjauh saat energi qi-nya, tidak mampu lagi melindungi dari hawa dingin saat Li Annchi telah berjarak lima meter darinya.


“Biarlah gadis ini yang membalas dendam kematian Yu’er.” Huang Bao mengalah dan membiarkan Li Annchi yang akan membalas dendam atas kematian Matriark Lin Yu.


“Mengapa kalian membunuh Nenek Lin Yu dan semua saudariku di Pulau Es Utara?” Pertanyaan Li Annchi disambut senyum yang dipaksakan oleh wanita itu. “Semua Sekte aliran putih harus musnah dari muka bumi ini. Tidak butuh alasan lain bukan?”

__ADS_1


Jawaban dari perempuan itu, membuat Li Annchi murka. Ia segera meledakan energi dingin yang dua kali lipat lebih besar dari sebelumnya.


Semua orang terpental akibat ledakan energi Li Annchi diserta dengan tubuh yang menggigil akibat suhu udara yang turun dengan drastis.


Salju mulai berguguran saat perempuan itu bisa menguasai dirinya setelah terpental ledakan energi qi Li Annchi. Senyum yang tadi Ia tunjukan, kini berganti dengan wajah pucat saat menatap Li Annchi yang kini berjarak dua puluh meter darinya.


“Gadis ini … Kekuatannya sangat besar, bukan lawanku. lebih baik aku menyelamatkan diri.” Saat telah berniat demikian, alangkah terkejutnya Ia, menemukan Li Annchi telah tiga meter di depannya dalam waktu kurang dari sedetik.


“Matilah kalian semua!” Lia Annchi mengangkat tangan kanannya ke udara, gumpalan energi berbentuk tangan sebesar lima meter, segera menghantam tubuh perempuan itu, tanpa sempat Ia menghindar.


Matanya melotot lebar seolah tak percaya jika dirinya akan tewas dengan tubuh membeku di tangan seorang gadis yang masih berusia belasan tahun.


Li Annchi yang kini telah menguasai energi Iblis Es dan mengendalikannya, membuat tingkat kultivasinya melebihi Tahap Puncak Tingkat Dewa. Sehingga saat Ia melambaikan tangannya, tubuh perempuan itu meledak hancur berkeping-keping.


Delapan orang itu terlihat pucat, dan mereka segera berhamburan hendak pergi dari tempat tersebut dengan empat arah berbeda.


Hao Long, Huang Bao dan Ying Yu segera melesat hendak mengejar mereka. Namun Li Annchi telah bergerak lebih dulu dan menghabisi delapan orang itu dengan kecepatan yang membuat para jagoan tua menelan ludah mereka.


Dewa Tongkat Merah bahkan ternganga melihat apa yang dilakukan oleh Li Annchi. Ia tidak menduga gadis yang begitu lembut itu, memiliki kemampuan dan kecepatan jauh di atasnya.


Li Annchi terlihat termenung, sesaat kemudian rambut putihnya kembali menghitam legam. Warna hitam di bola matanya yang tadi berwarna putih, kini terlihat telah kembali normal.


Qiu Heng segera melesat menghampiri Huang Bao, demikian juga dengan Matriark Ying Yu. Keduanya ingin bertanya tentang sosok Li Annchi.


Sementara Hao Long yang telah kembali tersadar dari rasa takjubnya atas kemampuan Li Annchi, tersenyum lebar saat melihat sang kekasih melayang mendekatinya.

__ADS_1


“Long … Maafkan Aku tadi ya… Kau tidak apa-apa bukan?” Sebenarnya Hao Long tidak mengalami sakit atau luka sedikitpun, namun rasa kesalnya atas sikap Li Annchi sebelumnya, membuat sifat jahilnya muncul.


“Long ada apa?” Li Annchi terlihat cemas saat melihat wajah kekasih yang sebenarnya sangat Ia rindukan itu, meringis sambil memegangi perutnya. Ia segera meraih tangan Hao Long untuk memeriksa kondisinya.


Namun belum sempat hal itu Ia lakukan, Hao Long telah meraih tubuhnya dan memeluknya dengan erat. Hal yang membuat hati Li Annchi menghangat dan membalas pelukan itu dengan erat.


“Annchi …Aku sangat merindukanmu.”Hao Long menatap lembut wajah kekasihnya seraya mengangkat dagu Li Annchi. “Aku juga sangat merindukan mu Long.”


Li Annchi kembali memeluk Hao Long, rasa nyaman yang duah setahun lebih hilang dair hidupnya sejak mereka terdampar ke masa lalu, kini Ia rasakan kembali.


“Apakah Kalian telah selesai melepas rindu?” Huang Bao yang tidak bisa menjawab pertanyaan dari Ying Yu dan Qiu Heng, mendekati keduanya.


“Mereka berdua ingin mengetahui siapa dirimu yang sebenarnya Nona.” Huang Bao melanjutkan pertanyaannya, setelah Ying Yu dan Qiu Heng datang mendekat.


“Benar .. Aku mengirim tiga orang muridku untuk memberikan kitab itu pada adik misanku, Lin Yu demi mengobati dirimu. Tetapi kata Yue’er, Kitab itu diambil paksa oleh Mi Hua dan kedua orang saudaranya. Bagaimana Kau bisa mengendalikan Roh Iblis Es tanpa kitab tersebut?”


Pertanyaan nenek berjuluk Dewi Kipas Pelangi itu, disambut senyum Li Annchi. Setelah Ia berterimakasih atas niat baik Matriark Ying Yu, Li Annchi lalu menjelaskan bagaimana Ia bisa melakukan hal itu.


Semua terdiam setelah Li Annchi selesai dengan penjelasannya tentang Ia bertemu sosok Naga Es dalam mimpinya dan mengajari teknik menyegel Roh.


Dahi Matriark Ying Yu berkerut dan Ia terlihat sedang berpikir keras sambil sesekali menatap Li Annchi. Hal itu membuat Huang Bao dan Qiu Heng serta Hao Long dan Li Annchi menjadi heran melihatnya.


“Adik Yu … Ada apa?” tanya Qiu Heng dengan suara lembut. Degup jantung Ying Yu berdebar keras, mendengar panggilan “Adik” dari pria yang sejak puluhan tahun lalu, memenuhi ruang hatinya.


---------------------------O---------------------------

__ADS_1


__ADS_2