Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
045: Tentang Silsilah


__ADS_3

“Ada Apa kakak? Mengapa kalian datang ke tempatku?” Hao Fang bertanya setelah mengenali siapa lima orang yang baru saja turun dari udara.


“Disini rupanya kau! Kakak .. Dia perempuan yang kukatakan kemarin!”


Hao Feng menunjukan ke arah ke arah Lan Yue setelah Ia meyakini itu adalah perempuan yang kemarin hendak membunuhnya dengan kipas yang kini masih tergenggam di tangan Lan Yue.


Sosok yang dipanggil kakak oleh Hao Feng adalah pria berusia sekitar lima puluhan tahun, bernama Hao Lang. “Melawan perempuan seperti itu saja Kau tidak mampu! Berlatihlah lebih keras lagi.”


Hao Feng hanya diam saja, sementara Hao Lang melangkah maju mendekati Hao Fang. “Adik Fang, Kakek menyuruhku untuk bertanya kepadamu tentang pemuda yang bernama Hao Long yang berwajah mirip dengan mu, Apakah Dia puteramu?.”


Hao Fang menggelengkan kepalanya, lalu menjelaskan jika Ia mengetahui tentang Hao Long dari Lan Yue dan juga Li Annchi yang sedang mencarinya. Semua mata memandang ke arah Li Annchi dengan benak dipenuhi pertanyaan.


“Nona … Apa hubungan dengan pemuda bernama Hao Long itu? Dan Siapa nama ayah dan Ibunya?” Li Annchi terdiam mendengar pertanyaan Hao Lang.


“Aku Adalah Kekasih Hao Long, sedang nama Ayahnya adalah Hao Ji dan ibunya … Aku lupa marganya…” Li Annchi berkata dengan sebenarnya. Namun Hao Feng yang arogan segera membentaknya.


“Jangan Bohong! Tidak ada saudara kami yang bernama Hao Ji!” Li Annchi tersenyum mendengar pernyataan Hao Feng. “Paman Hao Fang, Siapa saja nama-nama mereka?” tanya Li Annchi kepada Hao fang yang heran mendengarnya.


Li Annchi tersenyum setelah Hao Fang menyebutkan satu persatu nama dari kelima orang Klan Hao itu. “Long … Maafkan Aku, jika ternyata nanti akulah yang telah membunuh lima orang Saudara Kakek buyutmu itu?”


Li Annchi berkata dalam benaknya, setelah mengetahui bahwa lima orang yang ada di depannya itu, (dalam silsilah keluarga Hao Long) disebutkan tewas dalam sebuah pertarungan melawan gadis misterius.


“Itulah yang Aku ketahui tentang Hao Long Paman Feng, terserah padamu, mau percaya atau tidak?”Jawaban dari Li Annchi, membuat Hao Feng semakin geram.


Hao Lang segera menengahi. “Nona tolong katakan yang sebenarnya. Sebab sosok Hao Ji yang kau katakan tadi adalah Paman Kami yang empat puluh tahun lalu telah meninggal. Mustahilkan jika Ia memiliki seorang putera yang baru berusia belasan tahun.”

__ADS_1


Semua orang terdiam, menatap Li Annchi dan menunggu jawabannya. “Paman Lang, Apa yang kukatakan adalah benar. Tapi ada hal yang tidak bisa aku jelaskan. Aku Mohon jangan memaksaku untuk mengatakannya.”


Dahi Hao Lang berkerut, demikian juga dengan Hao Fang dan empat keluarga Klan Hao lainnya. “Apa maksudmu!?” Hao Feng kembali membentak Li Annchi yang kini merasa marah oleh sikapnya.


“Paman Jangan memaksaku mengatakannya!” Li Annchi balik membentak Hao Feng. Hal itu Ia lakukan karena keberadaan Hao Fang dan Lan Yue di tempat tersebut.


Hao Feng segera melangkah maju dan bersiap menyerang, namun Hao Fang menghadang langkahnya.”Fengn … Jangan semena-mena pada seorang perempuan”. Hao Feng terliihat geram mendengar ucapan Hao Fang. “Minggir Kau Sampah!”


Tubuh Hao Fang terpental hingga lebih dari lima meter, beruntung Lan Yue segera meraihnya sebelum kepala Hao Fang membentur batu besar di tepi sungai.


Li Annchi sangat geram melihatnya. Aura dingin segera menyebar dengan cepat memenuhi udara membuat langkah Hao Feng tersurut kebelakang beberapa langkah.


“Tingkat Dewa!!! Bagaimana bisa?!!“ Hao Lang terkesiap mendapati Aura kuat memancar dari tubuh Li Annchi yang belum mengeluarkan kekuatan penuhnya.


“Kalian!! Bagaimana kalian tega hendak membunuh saudara sendiri.” Hao Feng yang sempat jerih, kini kembali berkata dengan arogan. “Sampah sepertinya, mati pun tidak membuat Klan Hao kami merugi sedikitpun.”


Saat mereka tersadar, leher Hao Feng telah berada dalam cengkeraman Li Annchi yang mengangkat tubuhnya seolah mengangkat benda yang ringan.


“Sampah sepertimulah yang membuat Klan Hao membuat sejarah buruk pada klan Hao hingga selalu diingat oleh orang-orang dimasa depan!”


Wajah Hao Feng memucat atas apa yang dilakukan oleh Li Annchi setelah gadis itu berkata hal yang membuatnya tertegun sejenak.


“Kakak …!” Hao Feng berteriak keras saat mulai merasakan hawa sangat dingin mengalir ke lehernya dan membekukan jaringan darah di tenggorkokannya.


Hao Lang segera bergerak untuk menyelematkan Hao Feng dari kematian dengan menendang lengan Li Annchi. Hal itu membuat Li Annchi terpaksa melepaskan cengkeraman pada leher hao Feng.

__ADS_1


“Chang Obati Dia! Biar Aku yang mengurus gadis ini!” Hao Lang memerintahkan adik misannya Hao Chang yang segera meraih tubuh Hao Feng yang hampir kehilangan kesadaran.


Sementara dua anggota Klan Hao yang lain, yaitu Hao Yun dan Hao Yan datang mebantu Sang Kakak tertua mereka. “Kakak! … Tolong jangan sakiti gadis itu!” Hao Fang berteriak dan berusaha mendekati Sang Kakak.


Namun, tubuhnya kemballi terpental dan kali ini lebih jauh lagi saat Hao Lang mengibaskan tangannya. Lan Yue kembali melesat menyelamatkan Hao Fang yang terlihat kecewa dengan sikap Kakaknya.


“Saudara Fang … Berhentilah. Saudara-saudara muitu, tidak memandang mu sama sekali. Dan juga, Nona Li Annchi bukan gadis biasa.”


Lan Yue mengingatkan Hao Fang . Kali ini Ia menyadari bahwa sifat Hao Fang berbeda dengan orang-orang dari Klan Hao lainnya. Hal yang membuat simpati di hatinya, semakin besar kepada pria yang telah menggetarkan hatinya itu.


Hao Fang mengarahkan pandangannya ke arah pertarungan dimana Li Annchi sedang berjibaku menghadapi Hao Lang dan kedua adiknya. Ketiga orang di tingkat Dewa Tahap Awal itu, kini sedang terdesak hebat.


“Siapa gadis itu sebenarnya? Bagaimana kekuatannya bisa begitu tinggi di usia semuda itu?” Hao Chang yang baru selesai mengobati Hao Feng, berdiri sejenak, melihat pertarungan yang membuatnya takjub itu.


“Chang … kenapa Kau diam saja. Ayo kita bantu Kakak. Kau boleh menidurinya setelah Ia kita ringkus.” Ucapan Hao Feng, membuat wajah Hao Chang berbinar-binar.


Sedari tadi, Ia yang pengagum keindahan wanita, telah memandangi Li Annchi dengan seksama. Hasrat yang tadi Ia tahan, bergolak hebat, membuatnya melesat membantu Hao Feng yang telah lebih dulu memasuki kancah pertarungan.


“Orang-orang dari Klan Hao benar-benar tidak tahu malu! Mengeroyok gadis muda yang pantas menjadi anaknya!”


Sebuah suara tanpa wujud, terdengar membahana, membuat pertarungan segera terhenti saat aura yang sangat besar memenuhi udara di sekitar mereka.


“Siapa yang baru berbicara! Keluarlah tunjukkan dirimu!” Hao Feng yang arogan, segera berteriak keras seraya mengedarkan pandangannya.


“Siapa yang kau cari?!” Seseorang Kakek berpakaian lusuh, menepuk bahu Hao Feng yang membuatnya terkejut hingga hampir terkencing di celana.

__ADS_1


---------------------------O----------------------------


__ADS_2