Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Keputusan Besar Siru


__ADS_3

Di luar dugaan Sairi, gurunya Siru berhasil mengelabui dirinya dengan membuat duplikat yang akan berdarah bila tubuhnya ditusuk oleh senjata.


Sosok yang Sairi bunuh adalah sosok duplikat Siru. Sang Guru yang sebenarnya setia kepada Beiju, sengaja meminta gelang Sihir di mana Beiju tersegel di dalamnya.


Walau dirinya yang menciptakan Gelang Sihir, namun untuk membebaskan orang yang tersegel di dalamnya, harus menggunakan energi yang besar.


Untuk itu Ia melakukan muslihat dengan memberikan Gelang Sihir kepada Yo Di dan mengendalikan pikiran anak buah Ge Riong itu agar Ia bisa membebaskan Beiju.


Butuh waktu lama bagi Siru mencari waktu dan tempat yang tepat untuk membebaskan Beiju dengan membuat Yo Di meledakkan dirinya sendiri.


Menurut perhitungan Siru, energi besar yang dimiliki oleh Yo Di, mampu membuat Gelang Sihir melemah, sehingga Beiju bisa membebaskan dirinya sendiri.


Dan saat merasakan Aura Kekuatan Beiju, membuat Siru menyadari rencananya berhasil. Namun Ia juga menyadari, jika Beiju pasti mengetahui bahwa Gelang Sihir itu Ia yang membuatnya.


Kemurkaan adalah sebuah kepastian, dan hal itu yang membuat Siru ketakutan untuk menemuinya. Sehingga Ia membuat duplikat dirinya, untuk menemui Beiju dan menjelaskan semuanya.


“Siru! Kau rupanya yang datang, berani sekali Kau menemuiku setelah apa yang kau lakukan padaku!” Beiju yang melihat kehadiran Siru, kembali terlihat murka.


Sosok duplikat Siru segera bersujud di hadapan Beiju dan menjelaskan semua yang terjadi. Ia tidak menduga jika Gelang Sihir yang Ia buat dan diberikan kepada Sairi, justru untuk menyegel Beiju.


Siru juga menjelaskan jika dirinya tidak terlibat dalam pengkhiatan Sairi. Itulah kenapa dirinya berani menemui Beiju sekalipun Ia akan dibunuh oleh Penguasa Dunia Org itu.


Beiju terdiam, tidak tahu harus percaya atau tidak. Namun mengingat kemampuan Siru yang bisa membuat Gelang Sihir, Ia memutuskan untuk menghabisi Siru.


“Siru! … Aku sebenarnya tak ingin membunuhmu. Tapi demi kedamaian Dunia Org di masa depan, Aku terpaksa menghabisi dirimu!”


PRAAAKK


Seketika itu juga, kepala Siru hancur setelah terhantam tapak tangan Beiju. Sementara Sosok Asli Siru, tertegun dan merasa sangat kecewa kepada Beiju yang meragukan kesetiaannya.


“Yang Mulia Beiju, Kau telah meragukan kesetiaanku dan tega membunuhku. Aku sangat kecewa padamu. Hari ini Aku memutuskan untuk menjadi musuhmu Beiju!!”


Setelah mengemasi peralatan sihirnya, Siru segera pergi ke Dunia Kristal. Ia bertekad untuk membunuh Beiju yang telah sangat mengecewakan dirinya.


Ia telah membawa semua kebutuhan untuk membuat Gelang Sihir dan akan Ia berikan kepada Ge Riong agar bisa mengalahkan Beiju sekali lagi.


***


“Beiju … Sepertinya perempuan bernama Siru ini benar-benar setia kepadamu. Mengapa Kau membunuhnya?” Fung Jie sedikit menyayangkan tindakan Beiju.


Beiju menghela nafas panjang, sebenarnya Ia juga berat untuk membunuh Siru. Namun karena murid Siru telah berkhianat, maka Siru harus ikut bertanggung jawab, apalagi Ia yang membuat Gelang Sihir yang telah mengurung dirinya selama puluhan tahun.


Sementara itu, Roh Kristal Merah yang menyadari bahwa tubuh Siru adalah tubuh palsu tanpa roh, Ia segera memberitahukan hal tersebut kepada Hao Long yang segera menyampaikannya kepada Beiju dan yang lainnya.


“Apa tubuh duplikat?!” Beiju terkejut saat mendengar penjelasan Hao Long. Beiju segera memeriksa jasad Siru dan membelah dadanya. Dan Ia pun menemukan kebenaran kata-kata Hao Long saat tidak menemukan jantung dan organ dalam lainnya.


“Siru!!! Berani sekali Kau menipuku!”


BLAAR

__ADS_1


Seketika seluruh tubuh duplikat Siru hancur menjadi debu terhantam pukulan kuat dari Beiju yang kembali menjadi murka.


Sesaat kemudian Beiju menjadi tenang, Ia mengajak Hao Long dan yang lainnya memasuki Istana Bangsa Org.


Setibanya di dalam Istana, terlihat penyambutan yang megah, dimana ribuan penduduk Kota Beiyu menyambut kedatangan Beiju dengan penuh sukacita.


Jamuan pun segera dihidangkan. Namun saat beberapa menit jamuan berlangsung, sebuah Aura besar mendatangi Istana Bangsa Org dengan sangat cepat.


“Siapa yang datang?” Fung Jie segera berdiri ketika merasakan aura di Ranah Bumi dan tiga Aura di Level tujuh Tingkat Dewa Sejati berada di atas Istana Beiju.


“Berani sekali berdiri di atas Istanaku.” Beiju segera melesat diikuti oleh Hao Long dan yang lainnya.


Setibanya mereka di atas Istana, terlihat empat orang dari Dunia Kristal sedang menatap Beiju dengan raut wajah yang sedikit terkejut.


“Ternyata benar itu dirimu Beiju!” Sosok yang memancarkan Aura Ranah Bumi, berkata sinis pada Beiju. “Kali ini Kau tak bisa lagi lolos dari kematianmu.”


Beiju mendengus kesal mendengar ucapan Sosok di depannya. “Siapa Kau berani sekali berkata seperti itu padaku!”


“Hahahaha … Kau pikir Kau sudah paling hebat? Apa Kau lupa bagaimana Kau di kalahkan oleh Yang mulia Ge Riong?” Sosok itu kembali tertawa.


“Tuan Gura … Biarkan kami bertiga yang menghabisi Raksasa ini.” Salah satu dari tiga kultivator level tujuh Tingkat Dewa Sejati, berkata yang membuat Beiju tertegun mendengar ucapannya.


Ia tidak menduga, jika dirinya telah begitu diremehkan oleh ketiga Kultivator yang kekuatannya berada satu tingkat di bawahnya.


“Kemarilah Kalian bertiga, Ayo serang aku!” Beiju yang kesal segera menantang ketiga orang itu yang segera melesat mengepungnya.


“Beiju … Biarkan Long’er yang melawan mereka. Kau berdiri manis sajalah, biar Aku yang melawan Si Gura gurame itu.” Fung Jie juga melesat menghampiri Gura yang terkejut melihat keberanian Fung Jie.


Saat Fung Jie mengeluarkan Aura di Ranah Bumi, barulah Gura tersadar jika Ia berhadapan dengan sosok yang juga sekuat dirinya.


“Pantas saja dia berani menantangku, kekuatannya ternyata berada di Ranah Bumi juga.” Gura segera bersiap dengan mengerahkan energi qi untuk menggunakan jurus Tubuh Kristal.


“Hati-hati dengan tubuh Kristalnya yang beracun!” Beiju yang melihat jurus Gura, segera teringat akan pertarungannya dengan Ge Riong yang juga menggunakan jurus yang sama.


Dengan Jurus Tubuh Kristal, Gura segera melesatkan puluhan jarum kristal ke arah Fung Jie yang tubuhnya telah dikelilingi Angin tornado yang berputar dengan cepat.


Puluhan jarum kristal yang beracun, tersapu bersih oleh pusaran Angin tornado Fung Jie yang segera melesatkan Trisula Air ke tubuh Kristal Gura.


BLAAR


Trisula dari energi air itu, hancur dan membuat Tubuh Gura terpental belasan meter akibat berbenturan. Raut wajah Gura berubah menyadari Ia berhadapan dengan Sosok Penguasa Dunia Elemen.


Naun Fung Jie yang sudah alam tidak bertarung, segera menyerang dengan jurus Petir yang keluar dari sepasang matanya. Inilah yang membuat Gura seketika menjadi Jerih.


Tubuh Kristal mampu melindungi dirinya dari segala serangan senjata maupun energi. Namun berhadapan dengan lawan yang menggunakan petir sebagai senjatanya bukanlah keuntungan baginya.


Gura berjibaku menghindari sambaran petir, serangan kombinasi dengan menggunakan lima elemen secara bersamaan membuat Gura mulai kerepotan.


Sementara Fung Jie terkekeh senang, sudah lama Ia tidak melakukan pertarungan. kerinduan akan bertarung dengan lawan yang kuat, membuatnya menjadi sangat senang.

__ADS_1


Melihat Senyum di bibir Fung Jie, Gura hanya bisa mendengus kesal. Menyadari hanya serangan petirnya yang dihindari oleh Gura, membuat Fung Jie menyadari kelemahan dari tubuh kristal lawannya.


“Petir Penghukum!”


Fung Jie berteriak dengan keras, Ia mengubah jurusnya dengan hanya menggunakan elemen petir saja. Tubuh Fung Jie, seketika diselimuti oleh awan hitam yang pekat.


Gura terkesiap ketika melihat lecutan petir sepanjang lima meter, melesat keluar dari tubuh Fung Jie. Ia segera mengerahkan kekuatan penuhnya untuk memperkuat tubuh kritsalnya.


JEDAARRR


Beberapa kali serangan petir Fung Jie bisa dihindari oleh Gura. Hal itu membuat Penguasa Dunia Elemen menjadi gusar, melihat kecepatan lawannya.


JEDAARRR


Suara petir berasal dari tempat lain, Fung Jie terpana saat melihat tangan Kanan Hao Long telah diselimuti oleh Petir dengan dua kilatan warna yang berbeda.


Sementara Gura terkesiap saat menyadari Tangan Petir Dewa Langit Hao Long. “Tidak mungkin! Bagaimana bisa Tangan Petir Dewa Lagit dimiliki bocah itu?!”


Kekhawatiran Gura semakin menjadi saat mendengar teriakan kematian dari salah satu anak buahnya, setelah tubuhnya tersambar petir dari Hao Long.


“Apakah Kau masih Ingin melihat anak buah mu dibantai oleh pemuda itu?” Fung Jie bertanya karena Ia juga ingin menyaksikan pertarungan Hao Long yang dapat mengimbangi ketiga lawannya bahkan membunuh salah satu diantaranya.


Melihat Gura yang hanya diam saja dan mengabaikan ucapannya, membuat Fung Jie kesal. “Kurang Ajar!” Setelah berteriak keras, Fung Jie segera mengeluarkan jurus Petir pamungkasnya.


Gura yang menyadari situasi sedang tidak berpihak padanya, segera bersiap meninggalkan Dunia Bangsa Org dengan Artefak Pemindah Dimensinya.


Namun Alangkah terkejutnya Ia, ketika melihat sekujur tubuh Fung Jie telah diselimuti Petir yang kini berwarna biru dan melesat hingga lebih dari lima meter.


“Tubuh Petir!”


Fung Jie melesat sangat cepat mendekati Gura yang tidak menyangka kecepatan Fung Jie meningkat Drastis.


JEDAARRR


AARGGGHH


Tubuh Kristal Gura tersambar dua petir besar yang sangat kuat. Petir itu bukan hanya menghancurkan lapisan Kristal bening saja, melainkan menembus Tubuh Gura hingga membuatnya meregang nyawa.


Fung Jie segar menarik kembali energinya setelah mengambil Cincin Ruang Milik Gura dan melemparkan tubuh Manusia Kristal itu hingga keluar kota Beiyu.


Ia lantas melihat pertarungan Hao Long dari dekat bersama Ji Hua dan Li Annchi serta Beiju.


“Aih Kenapa Long’er tidak segera menghabisi lawannya dengan serangan Tangan Petir seperti tadi?” Tanya Fung Jie ketika menyadari situasi Hao Long yang sedang terdesak.


“Entahlah … Ia pasti memiliki alasan mengapa tidak menggunakan Tangan Petir Dewa Langit.” Ji Hua menanggapi pertanyaan Fung Jie.


Awalnya Fung Jie tidak sepakat dengan perkataan Ji Hua, Ia mulai mengkhawatirkan Hao Long, sebelum akhirnya tertawa setelah menduga tujuan Hao Long tidak menggunakan Tangan Petir Dewa langit.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2