Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
079: Jarum Air


__ADS_3

“Sepertinya Kau butuh bantuan kami … Saudara Huo” Huo An ingin mendengus kesal, namun Ia segera bersiasat dengan cepat. “Benar sekali… Pak Tua dengan tongkat merah di tangannya itu, mampukah kau mengalahkannya?”


Raut wajah yang meremehkan dari Huo An, membuat Shui Lin meradang. “Lihat saja nanti, aku akan membunuhnya sebelum kau menyadarinya.”


Huang Bao melecutkan cambuknya saat melihat gerakan Shui Lin yang akan melesat ke arah Qiu Heng yang juga telah bersiaga.


CTAAARRR


Shui Lin berhasil menghadang serangan cambuk beraura biru itu, namun Ia tersentak saat tubuhnya serasa terkena puluhan jarum ketika menahan ujung cambuk dengan perisai air miliknya.


“Senjata orang ini cukup berbahaya. Aku harus segera …” Ucapan Shui Lin terputus karena melihat Huo An sudah melesat dan menebas Huang Bao yang tersentak, tidak menduga akan mendapat serangan cepat darinya.


TRANG !!!


JEDAAARRR


Beruntung, Ou Yang melihat hal itu dan melesat menangkis tebasan pedang dengan Tombak Dewa Petir yang seketika melecutkan petir besar ke arah Huo An tanpa Ou Yang sendiri mengetahuinya.


Tanpa ampun, tubuh Huo An terhantam dengan telak oleh petir dalam jarak yang sangat dekat. Hal itu membuatnya terlempar puluhan meter dengan jubah yang hangus.


Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Huo An memuntahkan darah yang berasap dan kemudian berubah menjadi api. Tubuhnya pun perlahan melemas seiring dengan kesadarannya yang menipis.


Tepat di saat itu, Xiong Hu yang datang menyusul, segera meraih tubuh Huo An yang hampir kehilangan kesadarannya. “Tolong …ma..sukan … pil itu ke da…lam mulut..ku”


Dengan susah payah Huo An mengeluarkan guci kecil dimana Pil Mutiara Api Putih berada. Dengan cepat , Xiong meraih pil tersebut dan memasukkan ke dalam mulut Huo An.


“Bagaimana kondisimu?” Tanya Xiong Hu yang segera bersiaga, karena melihat Ou Yang melesat ke arah mereka. “Biar Aku yang menghabisinya.”


Huo An yang telah pulih dengan cepat, kembali bersiap dengan Pedang Batu Neraka yang kembali menyala terang dengan api yang semakin memutih.


Di saat yang sama, Shui Lin kembali memulai pertarungannya melawan Huang Bao yang langsung terdesak karena perbedaan kekuatan yang lumayan jauh.

__ADS_1


Jika saja Shui Lin tidak bersikap hati-hati dengan cambuk Huang Bao, mungkin Ketua Aliansi Aliran putih itu telah binasa sedari tadi.


Qiu Heng yang diserang oleh murid Shui Lin, terlihat terdesak hebat, demikian juga dengan Patriark Hong Jun yang telah kembali mengalami banyak luka, akibat terkena luka gores dari serangan Pedang air yang terkadang melesatkan jarum air berukuran kecil.


Entah racun apa yang berada dalam jarum air tersebut. Yang pasti, Patriark Hong Jun terlihat kesakitan dan gerakannya pun semakin melambat.


Hal itu membuat Qiu Heng menjadi cemas, namun Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena sesaat kemudian, Ia terkena jarum yang sama dari murid pertama Shui Lin.


Jarum air dari murid pertama Shui Lin yang bernama Niu Ing itu, berbeda dengan jarum dari Niu Yie, murid kedua Shui Lin sekaligus adik kandung Niu Ing.


Jarum Niu Ing, jauh lebih berbahaya karena menyerang bagian sendi tulang dengan membuatnya menjadi rapuh. Hal itu membuat Qiu Heng menjerit keras saat racun di dalam tubuhnya mulai bekerja.


Qiu Heng terlihat pasrah, karena tidak bisa membuat racun itu keluar dari tubuhnya, walau telah mengerahkan energi qi dalam jumlah besar, untuk mendorongnya keluar.


Perlahan tubuh Qiu Heng melemas, dan melayang turun menyusul tubuh Patriark Hong Jun yang telah lebih dulu melayang jatuh karena kehilangan kesadarannya.


Raut wajah Patriark Huang Bao memburuk, melihat hal itu. Konsentrasinya pun terpecah membuat Shui Lin mendapat celah dan melesat cepat menyarangkan jurus Jarum Air yang tepat mengenai dada Huang Bao.


Saat tubuhnya hendak meluncur jatuh, Udara tiba-tiba berubah menjadi dingin dan panas secara bersamaan. Huang Bao kehilangan kesadarannya, tepat setelah melihat wajah pemuda yang sangat Ia kenali.


“Kakek! Bertahanlah …” Hao Long yang menyadari Huang Bao terluka parah segera mengerahkan energi penyembuh Persik Dewa.


Hao Long terpana sesaat, karena menyadari adanya energi yang melawan energi penyembuh Persik Dewa. Hal yang sama dirasakan oleh Li Annchi, yang menolong Qiu Heng dan Patriark Hong Jun.


Karena perlawanan energi dari racun jarum air, keduanya gagal menyembuhkan ketiga orang itu, bahkan hal tak terduga terjadi yang membuat keduanya terkesiap.


Tubuh Huang Bao yang awalnya lemas, tiba-tiba berubah keras dan langsung meninju dada Hao Long yang tak menduga serangan cepat tersebut.


Di saat yang sama, dua serangan dari Qiu Heng dan Patriark Hong Jun, mengenai tubuh Li Annchi yang membuatnya terpental tepat ke arah terpentalnya tubuh Hao Long.


“Long … Mengapa begini?! Apa sebenarnya yang terjadi?” Li Annchi terlihat bingung, melihat Qiu Heng dan Patriark Hong Jun, melayang ke arah mereka dan bersiap menyerang kembali.

__ADS_1


“Entahlah, Aku juga tak tahu! Mungkin …” Hanya itu yang bisa Hao Long katakan, karena sosok Huang Bao menyerang dirinya dengan melesatkan cambuk ke arah mereka bersamaan dengan datangnya serangan dari Qiu Heng dan Patriark Hong Jun.


Tiga serangan bertemu tepat dimana Hao Long dan Li Annchi tadi berada. Keduanya terlihat kebingungan mengapa ketiga orang itu menyerang rekan sendiri.


Baik Shui Lin dan kedua muridnya yang tadi bertarung, tidak menyerang mereka berdua. Namun melakukan gerakan yang aneh.


Hal itu membuat Hao Long menyadari, jika ketiga perempuan itulah yang telah menggerakkan tubuh ketiga kakek itu untuk menyerang mereka berdua.


“Rupanya begitu? Berarti kita harus mengalahkan mereka terlebih dulu untuk membebaskan Kakek Huang dan lainnya.” Li Annchi yang menerima penjelasan singkat dari Hao Long segera melesat ke arah Shui Lin.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Hao Long, Ia melesat ke arah Niu Ing yang mengendalikan tubuh Qiu Hengyang kembali melesat ke arah Hao Long.


Namun Hao Long berhasil menghindari serangan Qiu Heng dan melepaskan serangan tinju naga Api ke arah Niu Ing.


Mata Niu Ing terbelalak saat melihat energi berbentuk ular naga melesat cepat ke arah dirinya. Ia pun lalu melesat menghindar, namun energi itu terus mengejarnya dan semakin dekat saja.


Niu Ing berhenti lalu berbalik seraya melepaskan serangan Pedang Air berukuran besar dari kedua telapak tangannya.


BLAAAMM


Tubuh Niu Ing terpental dengan darah menyembur dari mulutnya. Ia tidak menduga serangan Tinju Naga Api Hao Long, berhasil menghancurkan jurus Pedang Airnya dengan sangat mudah.


Niu Yie yang melihat hal itu, segera melesat meraih tubuh sang kakak yang masih terkejut dengan apa yang terjadi. “Hati-hati Yi’er, Pemuda itu sangat kuat.”


Niu Yie mengangguk, Ia memutuskan menghadapi Hao Long sembari memanggil dua orang adik seperguruan mereka yang kini telah berada di kedua sisinya.


JEDAAAARRRRR


Petir sangat besar menggelegar, membuat semua orang teralihkan pandangannya dan melihat dua tubuh terpental berlawanan arah.


----------------------------O----------------------------

__ADS_1


__ADS_2