Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
027: Seorang Pemuda Asing


__ADS_3

“Nona Jing Li … Apakah Anda tidak akan menunggu Patriark selesai dengan urusannya? Setidaknya jika Nona mau menunggu, kami bisa mengenal teman Nona yang sangat cantik ini.”


“Lancang! Kalian tidak pantas sama sekali berteman dengannya.” Jing Li yang terlihat sangat marah, segera mengerahkan energi qi nya. Hal itu membuat keempat orang tersebut menjadi ciut nyalinya.


Selama ini, mereka baru bertemu dengan Jing Li selama dua kali. Dan belum mengetahui setinggi apa kultivasinya.


Namun, saat ini mereka baru menyadari bahwa Jing Li memiliki tingkat kultivasi yang jauh lebih tinggi dari mereka.


Hal itu segera membuat kedua orang itu melesat turun dengan wajah yang pucat. Jing Li hanya tersenyum melihat hal tersebut.


Bersama Li Annchi, Ia pun segera meninggalkan Puncak bukit itu menuju ke arah selatan ke sebuah kota dimana Penginapan Mawar Hitam berada.


Kota tersebut berjarak enam puluh kilometer jauhnya dari puncak Bukit Besar. Dengan kecepatan melayangnya, mereka tiba dalam waktu kurang dari tiga puluh menit saja.


Keduanya melayang di atas kota itu dan perlahan turun saat melihat sebuah bangunan yang merupakan salah satu yang terbesar di kota Longnan.


Kedatangan keduanya yang mendarat di atas atap, menarik perhatian para penduduk kota, terutama dengan penampilan Li Annchi yang terlihat berbeda dengan kebanyakan gadis pada umumnya.


Saat keduanya melayang turun dan mendarat di depan pintu bangunan itu, Semua mata memandang kagum akan kecantikan yang dimiliki Li Annchi yang memiliki rambut seputih salju itu.


Namun saat menatap matanya yang putih semua dan hanya menyisakan sebuah titik hitam yang sangat kecil, semua orang bergidik ngeri dan segera menjauh darinya.


Mereka tidak cukup bodoh untuk mengetahui bahwa gadis yang berada di hadapan mereka bukan gadis biasa.


Namun hal itu tidak berlaku bagi seorang pemuda tampan yang mengenakan jubah yang sangat bagus dan terlihat mahal. Ia justru mendekati Li Annchi dan Jing Li dengan begitu percaya diri.


“Sungguh … Kecantikan yang tiada duanya. Bolehkah Aku mengenalmu Nona?”


Ucapan pemuda itu, membuat Jing Li menatapnya dengan tajam. Ia menyadari pemuda itu bukan pemuda biasa dan tidak berasal dari kota ini.

__ADS_1


Keberanian pemuda itu, membuat Jing Li mengedarkan indera spiritualnya. Dan Ia tertegun saat menyadari dirinya tidak bisa mengukur tingkat kultivasi pemuda asing tersebut.


“Siapa Pemuda ini sebenarnya? Ia bisa menyembunyikan tingkat kultivasinya dengan baik.”


Jing Li pun menjadi waspada, Ia segera menjawab pertanyaan pemuda itu. “ Untuk apa kau ingin mengenalnya? Apakah itu hal penting bagimu? Karena bagi kami tidak penting untuk mengenalmu.”


Pemuda tampan itu, menyunggingkan senyum di satu sudut bibirnya. Terlihat jika Ia sangat kesal mendengar ucapan Jing Li yang menolak keinginannya.


“Aku tahu itu tidak penting bagimu Nona Bercadar. Tapi bagiku sangat penting untuk bisa mengenal gadis berambut putih ini. Karena Aku sudah lama melanglang buana untuk mencari sosok gadis yang memiliki Aura dingin seperti dirinya.”


Wajah Pemuda itu sedikit berubah setelah Ia berkata demikian.


“Apapun kepentingan mu, itu bukan urusanku. Aku tidak mengizinkan Ia untuk mengenal dan berteman denganmu. Karena Aku adalah Tuannya dan Ia berada di bawah kendaliku. Pergilah!”


Jing Li yang sudah merasa curiga sedari tadi, tidak bisa menahan kekesalannya atas sikap pemuda tersebut yang memaksanya untuk berkenalan dengan Li Annchi yang masih terdiam dengan ekspresi yang sama.


“Baru kali ini ada yang berani mengusirku, sangat wajar Kultivator Tingkat Dewa tahap Awal sepertimu berani bersikap demikian. Karena Kau merasa sangat percaya diri dengan kekuatanmu itu.”


Udara berfluktuasi dengan hebat, beberapa orang terpental akibat pancaran energi Jing Li. Setelah terbangun mereka segera berlarian menjauhi tempat tersebut bersama puluhan penduduk lainnya.


Beberapa bagian bangunan di sekitar pintu masuk Bangunan Besar yang bertuliskan Penginapan Mawar Hitam itu, terlihat bergetar dan beberapa bagiannya jatuh ke tanah.


“Hahahaha … Kau ingin melawanku dengan kekuatanmu itu? Apakah Kau yakin ingin melakukannya? “ Pemuda itu tertawa tanpa terlihat sedikitpun rasa takut akan kekuatan yang Jing Li tunjukkan.


Belasan kultivator yang menjaga penginapan segera keluar, mereka pun memberi hormat saat melihat Jing Li yang sedang tertegun melihat sikap pemuda tersebut.


Penginapan Mawar Hitam adalah salah satu bangunan yang dimiliki oleh Sekte Kipas Neraka. Jarang sekali yang berani membuat kekacauan di tempat tersebut. Namun berbeda dengan hari ini.


“Nona Jing Li, Biar Kami yang mengurus Pemuda tak tau diri ini! “ Salah Satu penjaga yang memiliki tubuh paling tegap, segera memberi perintah kepada belasan rekannya yang lain.

__ADS_1


Empat belas orang bergerak menyerang pemuda itu, setelah mengeluarkan pedang mereka dari cincin ruangnya. Namun apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan Jing Li.


Empat belas orang kultivator di tingkat Bumi Tahap Awal itu, terlempar semua saat pemuda itu mengibaskan tangannya. Saat itulah Jing Li menyadari bahwa kekuatan pemuda itu setara dengan kekuatan Kakaknya Jing Hung.


Melihat rekannya dikalahkan dengan mudah, wajah pemimpin penjaga penginapan Mawar Hitam segera memucat. Ia segera melompat menjauhi tempat tersebut.


Lalu mengeluarkan benda berbentuk kota dan segera menyalakannya dengan batu api. Sesaat kemudian Kembang Api terlihat melesat dari kotak itu setinggi lima puluh meter dan meledak di udara.


Dahi pemuda itu berkerut sesaat sebelum akhirnya Ia menyadari bahwa pemimpin pasukan penjaga penginapan itu, sedang memberi tanda untuk meminta bantuan.


Tiba-tiba Ia bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata biasa. Dan sesaat kemudian terdengar benda yang patah saat Pemuda itu mencengkeram leher Pemimpin Pasukan Penjaga Penginapan Mawar Hitam.


Pemimpin Pasukan Penjaga itu, tewas menyusul empat belas rekannya yang telah lebih dulu tewas di tangan pemuda tersebut.


Jing Li yang tidak menduga kejadian itu, tertegun melihatnya. Ia segera bergerak untuk menahan tendangan pemuda itu yang tiba-tiba menyerang dirinya dengan melesatkan sebuah tendangan ke arah kepalanya.


DUAGH


Suara lengan dan kaki yang beradu terdengar keras. Wajah Jing Li memucat saat tubuhnya terlempar beberapa meter ke belakang.


Saat Pemuda itu akan kembali menyerang dirinya, Li Annchi tiba-tiba bergerak dan menepis serangan pemuda tersebut.


Hal itu membuat Wajah pemuda itu terlihat terkejut dengan besarnya kekuatan yang menghantam kakinya. Serangan Li Annchi membuat tubuhnya terpental beberapa meter.


Dengan panik Pemuda itu segera mengalirkan energi qi ke arah kakinya yang tiba-tiba terasa sangat dingin. Saat melihatnya, barulah Ia tersadar jika Kaki kanannya telah membeku.


HEAAHHHH


Tiba-tiba pemuda itu berteriak keras, tubuhnya seketika berubah menjadi seperti bara api.

__ADS_1


Udara pun berubah menjadi hangat setelah sebelumnya sempat berubah sangat dingin setelah Li Annchi bergerak menyerangnya.


------------------------O-----------------------


__ADS_2