
Menyadari Dunia Siluman akan segera musnah, Hao Long berniat untuk segera mengakhiri pertarungan tersebut. Tubuh Beiju yang berukuran besar, membuat Hao Long dengan mudah mendaratkan puluhan serangannya.
Tubuh besar Beiju terhempas ke tanah dengan beberapa bagian tubuh yang hangus karena tersambar kilatan petir lima warna. Tanah pun berlubang cukup besar akibat terbentur tubuh raksasa penguasa Dunia Org itu.
Hao Long yang melihat Beiju tergeletak dan sepertinya sudah tak sadarkan diri, segera melesatkan petir lima warna ke arah perut buncit Beiju.
JEDAARRR
BLAAARRR
Hao Long terkesiap saat menyadari Tubuh Beiju tidak terlihat di tempatnya tadi. Saat menoleh, Ia pun menemukan Beiju dengan tubuh yang telah menjadi kecil yang tingginya kurang dari satu meter.
Beiju kini berada di samping Fung Jie yang berhasil menyelamatkannya dari serangan mematikan, yang baru saja dilepaskan oleh Hao Long.
“Sama-sama Ranah Langit, tapi mengapa Kita tidak bisa mengalahkan manusia itu? Grggrgggr.” Beiju mengumpat dengan sangat kesal.
Fung Jie terlihat diam dengan mata terpejam. Tanpa Hao Long ketahui, Penguasa Dunnia Elemen itu tengah menyerap lima energi elemen alam yang mendadak memenuhi udara.
“Energi lima elemen ini sangat besar sekali, tubuhku tak akan kuat menahannya lebih lama lagi.mengapa bisa begini? Apakah Dunia Siluman ini akan meledak, tidak mungkin ... Bagaimana bisa?”
Fung Jie pun tersentak kaget, saat merasakan luapan energi di tubuhnya menjadi sangat besar dalam waktu yang sangat singkat.
Hao Long pun terkesiap merasakan energi Fung Ji tiba-tiba memancar sangat kuat.
“Kekuatan lima elemennya meningkat drastis. Mengapa .... Ah ... ini ... sepertinya Aku harus membunuh mereka berdua secepatnya.”
Sedikit keraguan di dalam hatinya, segera Hao Long buang jauh-jauh. Ia melesat ke arah keduanya dan segera melepaskan serangan Petir Lima Warna dengan bertubi-tubi.
JEDAR-JEDAR-JEDAR
BLAAAAAAMMM
Fung Jie yang terkesiap menjadi lengah. Ia tak menduga Hao Long bisa bergerak secepat kilat, lalu melepaskan serangan dahsyat yang belum pernah Ia lihat selama hidupnya.
Tubuh Fung Jie meledak sangat hebat karena terhantam dua petir sangat besar dari serangan Hao Long. Ledakan tubuh Fung Jie benar-benar di luar dugaan Hao Long dan Li Annchi serta Annabi.
Ketiganya terpental hingga lebih dari lima ratus meter jauhnya dengan dada yang sangat sesak, akibat terhempas energi Fung Jie yang melebihi batas kemampuannya serta energi dari dua petir lima warna milik Hao Long.
Sementara suara gemuruh dan guncangan yang terjadi Di dunia Siluman, semakin menghebat akibat ledakan energi tubuh Fung Jie.
__ADS_1
Kilatan petir pun, mulai menyambar dari dalam tanah yang merekah lebar itu, seiring suhu udara yang meningkat dengan cepat.
Setelah memulihkan aliran energi di dalam tubuhnya yang sempat kacau, Hao Long tiba-tiba melesat ke udara hingga setinggi lima ratus meter lebih.
Dalam sekejap, Hao Long telah berada di depan Beiju yang juga terpental namun ke arah atas. Beiju yang kini bertubuh kecil itu, memandang tak percaya, jika Fung Jie telah binasa.
Dan sosok yang telah membunuh Fung Jie itu, kini sedang menatapnya dingin. Hao Long tak ingin berkata sepatah katapun, sebelum melesatkan serangan super cepat ke dada Beiju.
“APA!”
Hao Long terkesiap, Beiju yag kini bertubuh kecil menjadi begitu lincah menghindari serangannya. kecepatannya tak berbeda jauh dengan kecepatan yang Ia miliki dengan menggunakan Kaki Awan Dewa Langit.
Namun begitu, Beiju terlihat pucat mendapat serangan kuat itu. Apalagi sesaat kemudian, Hao Long kembali menyerangnya secara bertubi-tubi.
Sepuluh menit telah berlalu, situasi Dunia Siluman, terlihat semakin memburuk. Namun Hao Long tak perduli, karena saat ini Ia sedang sangat kesal.
Tidak satupun serangan kuat dan cepat yang Ia lepaskan, berhasil mengenai tubuh lawan. Bahkan beberapa kali serangan balasan dari Beiju yang juga tak kalah cepat, nyaris mengenai dirinya.
Tak ada pilihan lain, Hao Long melesat mundur menjauhi Beiju hingga sejauh lima puluh meter. Hao Long mendongakkan kepalanya ke atas seraya mengacungkan Tangan Petir ke udara.
Awan yang bergulung-gulung disertai ribuan petir kecil segera menaungi tempat mereka hingga radius satu kilometer. Beiju yang belum mengetahui bahaya yang mengancam dirinya, masih terlihat tenang.
Setelah teriakan Hao Long yang menggelegar, sebuah cahaya lima warna yang sangat besar melesat dari Tangan Petir Dewa Langit.
Sedetik kemudian, awan diatas mereka memuntahkan ribuan petir sangat besar dan mengarah ke satu tujuan yaitu tubuh Beiju.
Walau tersentak kaget melihat hal yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya, Beiju berhasil melesat menghindari serangan tersebut. Namun Hujan petir terus memburunya.
“Memusatkan serangan ke satu titik, ternyata tidak efisien, Aku harus mengubah pola serangan!” Hao Long lalu menggerakkan Tangan Petir yang masih teracung ke atas.
Kepercayaan diri Beiju seketika menurun saat merasakan petir memburunya dari berbagai arah, kini Ia tidak bisa bergerak sembarangan lagi. Karena salah arah sedikit saja, tubuhnya akan terpanggang petir.
Namun serangan yang Hao Long rencanakan itu, akhirnya membuahkan hasil karena Hao Long merapatkan kilatan petir dan juga mengurangi jeda dari satu petir ke petir berikutnya.
JEDAR-JEDAR
AARGGGGHHHH
Raungan kematian Beiju menggelegar dan membuat buluk kuduk dan bulu lainnya di tubuh Annabi, seketika berdiri saat melihat tubuh Beiju terbelah menjadi tiga bagian.
__ADS_1
Hao Long yang melihat Kepala Beiju masih utuh, segera melesat dan meraihnya. Terlihat mata Beiju masih terbuka dan memandang penuh ketakutan kepada Hao Long.
“Apakah kau akan meninggalkan wasiat untukku sebelum kuhancurkan kepala mu agar Kau tak bisa lagi bangkit seperti saat di Dunia Elemen!?” Tanya Hao Long menyeringai.
Mata Beiju melotot lebar, Ia tadi berharap Hao Long lupa dengan satu kekuatannya yang bisa berwujud utuh kembali, selama kepalanya tidak meledak hancur.
Mengetahui Hao Long berencana demikian, Beiju berencana untuk mengutuk Hao Long. Namun rencananya harus gagal, karena Hao Long telah membuat nyawanya benar-benar melayang dengan meledakan kepalanya.
“Kejam Sekali!” Annabi memekik tertahan melihat kepala Beiju hancur berkeping-keping menjadi butiran debu hitam.
“Dengann cara yang sama Aku juga akan mengakhiri hidupmu Ratu Ular!” Li Annchi segera melesat mengerahkan seluruh kekuatan yang Ia miliki dan memusatkan di kedua lengannya.
Dua energi besar berbentuk telapak tangan berukuran besar, segera melesat cepat ke arah tubuh Annabi yang segera bergerak ke atas menghindari cengkeraman itu.
Namun Li Annchi yang sudah memahami pola pergerakan Ratu Siluman Ular itu, telah membuat sebuah serangan tersembunyi dengan membuat Awan Salju dari energi elemen air yang berada di udara, tepat di atas kepala Annabi.
Awan Putih yang bersalju di bagian atasnya itu, tiba-tiba saja melesatkan ratusan tombak kecil sepanjang satu meter, menyambut gerak tubuh Annabi yang sedang melesat ke udara.
“APAA!!! AARGG!!! ARGGG!!!”
Annabi terkejut dan menjadi setengah mati, saat lima buah Tombak Salju Langit, berhasil menembus tubuhnya yang seketika menjadi sangat dingin seolah membeku dan tidak bisa Ia gerakkan lagi.
Annabi terjatuh ke tanah yang permukaannya kini telah menjadi retak di banyak bagiannya itu.
“Apa yang akan Kau lakukan!” Suara Annabi bergetar saat merasakan tangan Li Annchi telah mencengkeram kepalanya. “Bukankah tadi telah kukatakan, dengan cara yang sama Aku akan membunuhmu.”
“Kau ......!!”
Suara Annabi terhenti seiring dengan kepalanya yang meledak hancur bagai butiran salju.
Ji Hua yang melihat hal itu dari kejauhan, segera melesat mendekati Li Annchi yang telah lima meter jauhnya dari tubuh Annabi dan sedang melayang membelakanginya.
“Apakah menurutmu dia telah mati?” Tanya Ji Hua sambil tersenyum memandang ekor Annabi yang masih bergerak perlahan, mendekati bagian lehernya yang telah putus terpenggal.
“Kepalanya sudah hancur berkeping-keping, bagaimana mungkin dia masih hidup.” Jawab Li Annchi santai lalu memandang ke udara dimana Hao Long sedang melayang turun mendekati mereka berdua.
Saat Hao Long menjejakkan kakinya di tanah yang kini telah menjadi panas, Ji Hua segera mengeluarkan Pedang dari Cincin Ruangnya.
Hal itu membuat Li Annchi dan Hao Long terkesiap melihatnya, apalagi saat Ji Hua bergerak sangat cepat dengan pedang yang terangkat tepat ke arah di mana Li Annchi berada, yang tidak menduganya sama sekali akan serangan mematikan itu.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=