Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Jati Diri Siluman Bahola


__ADS_3

Para Siluman yang melihat Pohon Abadi telah kehilangan daunnya, menjadi sedih dan juga marah. Namun mereka tidak berani berbuat apapun dan hanya bisa pasrah menerima kenyataan bahwa nasib Dunia Siluman kini diambang kehancuran.


Kehancuran itu di duga akan terjadi karena kemarahan Roh leluhur mereka yang kini telah memuwujudkan dirinya menjadi seorang perempuan muda yang sangat cantik.


Hao Long dan Li Annchi yang telah melesat dan berada sepuluh meter dari Roh Siluman Bahola, menatap tajam ke arah sosok itu dengan wajah keheranan.


Saat Roh yang menunduk itu mengangkat kepalanya, mata Hao long dan Li Annchi melotot lebar. Hao Long menatap Li Annchi lalu menatap wajah Sosok Siluman Bahola dengan benak dipenuhi pertanyaan.


“Kenapa sangat mirip sekali? Apakah Li Annchi adalah reinkarnasi Siluman Bahola di masa depan?” Seandainya Li Annchi mengetahui apa yang dipikirkan oleh Hao Long, mungkin sebuah cubitan telah mendarat di pinggangnya saat ini.


Tanpa hao long ketahui, Roh Dewi Salju sedang berkomunikasi dengan Sosok Siluman Bahola dan hanya Li Annchi yang mengetahui siapa sesungguhnya sosok di depan mereka.


Tiba-tiba saja Ji Hua melesat ke udara dengan rambut yang telah berwarna putih semua. Siluman Bahola terkesiap saat merasakan Auara Dewi Kristal Es. “Ibu ... Mengapa Ibu juga berada dalam bentuk Roh Seperti kakak Salju?”


Di luar dugaan Hao Long, ternyata sosok yang disebut sebagai Siluman Bahola adalah Sosok Dewi Bunga Es yang merupakan Puteri ke Dua Dewi Kristal Es.


Suasana pun menjadi hening, saat Hao Long meminta Penjelasan Dewi Kristal Es tentang apa yang terjadi diantara mereka.


Dengan sedikit canggung, akhirnya Dewi Bunga Es menceritakan masa lalunya dan sebab kenapa dirinya bisa mendapat hukuman dengan tersegel di pohon Abadi ini.


Ribuan tahun lalu, Ia masih hidup di Dunia Para Dewa, namun karena mencintai sesosok anak manusia yang berambisi menjadi sekuat Dewa, Ia nekat melanggar Aturan Dunia Dewa.


Bukan hanya itu saja, demi cintanya itu, Ia terpaksa memberikan beberapa Artefak dan Sumber Daya Tingkat Dewa kepada Lelaki yang pada akhirnya meninggalkan dirinya dan meniakh dengan perempuan dari dunianya sendiri.


Mengetahui Sosok lelaki itu telah berkhianat, Dewi Bunga Es segera mengejar dan hendak membunuhnya. Namun Raja Para Dewa telah lebih dulu menangkapnya dan memberi hukuman dengan menyegel dirinya di Pohon Abadi.


Selain itu, keluarganya juga di hukum dengan membuat Roh mereka turun ke dunia para manusia hingga selesainya hukuman pada dirinya.

__ADS_1


Mereka mendapat tugas untuk membantu manusia berhati lurus dalam menegakkan kebenaran dan keadilan hingga selesianya hukuman tersebut yaitu hari ini.


Dewi Bunga Es menitikkan air yang segera jatuh menjadi kristal bening ketika menyentuh pipinya yang seputih salju itu. Ia lalu memohon Maaf kepada Sang Ibu, Roh Dewi Kristal Es dan kakaknya, Roh Dewi Salju.


Ketiga orang itu saling berpelukan. Suasana haru, membuat Hao Long tertunduk karena tiba-tiba merasakan kerinduan pada Ibunya di garis waktu darimana dirinya berasal.


“Putriku ... Inilah saatnya engkau mengakhiri Hukumanmu. Berikan kekuatanmu pada Gadis dimana Kakakmu bersemayam. Karena Ia adalah manusia yang dipilih oleh Dewi Naga Es untuk menyelamatkan Alam Semesta.”


Dewi Bunga Es yang sudah menngetahui hal tersebut, segera menganggukkan kepalanya. “Tunggu ... Biarkan aku keluar dulu dari tubuh ini.”


Dewi Salju segera berkata seraya melepaskan pelukan mereka. Sesaat kemudian Tubuh Li Annchi bergetar hebat, sebelum segumpal asap keluar dari ubun-ubunnya.


Hal yang sama terjadi pada Ji Hua saat Dewi kristal Es keluar dari Tubuhnya. Dua gumpalan asap terlihat berada disamping Sosok Dewi Bunga Es yang bisa terlihat karena rohnya masih berada dalam tubuh Dewanya.


Li Annchi dan Ji Hua memandang kagum pada dua asap yang bagi mereka dan Hao Long, terlihat berwujud Sebagai Dewi kristal Es dan Dewi Salju.


Para Siluman segera berlutut, karena menyadari siapa yang datang dan membuat Dunia Siluman bisa menjadi gelapa seperti ini.


“Ayah ... Ayah juga telah datang Ibu?” sebuah petir Besar menggelegar di samping mereka dan Hao Long seketika terbelalak karena mengenali sosok berwujud Roh itu adalah Sosok yang membantunya berkultivasi saat menyerap energi Delaba.


“Dewa Langit adalah Ayah Anda Dewi Salju?” Tanya Hao Long dengan tergeragap. Ia tidak menduga sama sekali tentang hal tersebut.


Dewi Salju menganggukkan kepalanya. Hao Long segera berlutut memberi Hormat kepada Dewa Langit yang segera menraih tangan Kanannya.


AARGGGHHH


Seketika Hao Long mnjerit keras, saat merasakan sebuah batu yang sangat bernergi, melesat memasuki tangan kanannya.

__ADS_1


“Batu Petir Dewa telah Aku masukkan ke dalam Tangan Petirmu, kini Kau tak perlu gentar lagi saat bertarung dengan Tangan Petir Milik Ge Luo yang sebenarnya adalah Tangan Petir buatan Pamannya, Thian Bei.”


Dewi Bunga Salju, tertunduk saat Dewa Langit menyebut sosok bernama Thian Bei. Pria yang Ia cintai dan karena kesalahannya itulah, Thian Bei bisa membuat Tangan Kanan Ge Luo memiliki kekuatan seperti Kekuatan Tangan Petir Dewa Langit.


“Putriku, segeralah berikan energi mu kepada Gadis ini. Agar kita semua bisa segera kembali ke Dunia Dewa.” Dewi Bunga Es mengangguk setelah mendengar perintah dari Ayahnya, Dewa Langit.


“Jangan melawan energi dariku gadis cantik, tenangkan dirimu dan tahan rasa sakitmu saat aku memindahkan energi Dewa Ku padamu.”


Selepas berkata demikian, Dewi Bunga Es segera melesat ke udara, Ia membuat tubuhnya berposisi terbalik hingga kepalanya dan kepala Li Annchi saling berpadu.


Sesaat kemudian, tubuh Li Annci bergetar hebat, terlihat raut kesakitan di wajah Kekasih Hao Long itu, saat cahaya putih disertai kilatan petir, memasuki kepalanya.


Proses itu berlangsung cukup lama hingga akhirnya, Tubuh Dewi Bunga Es yang tak lagi memiliki kultivasi, segera jatuh dan diraih oleh Roh Dewi Salju.


“Selesai sudah masa hukuman mu Putriku. Kau hanya perlu bersabar hingga saat Nona Annchi kembali Ke masa garis waktunya. Menjalani har-harinya seperti biasa.”


Dewi Bunga Es tersenyum, Lalu Ia berkata pelan kepada Li Annchi. “Gadis Cantik, Tolong Kau bunuh orang bernama Thian Bei yang telah membuatku menderita selama ribuan tahun. Dan ... Kemarilah”


Li Annchi segera mendektakan telinganya ke arah wajah Dewi bunga Es yang hendak membisiskan sesuatu kepadanya. Sesaat kemudian, keduanya tertawa cekikikan sambil melihat ke arah Hao Long.


Hal Itu membuat Hao Long mendapat firasat buruk, yang entah mengapa begitu indah Ia rasakan di hatinya.


Sejatinya Hao Long bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Dewi Bunga Es. Namun Ia memilih memasang wajah penasaranya seolah tidak mengetahuinya.


“Terkadang pura-pura bodoh dan tidak tahu, bisa membuat pasangan kita menjadi bahagia.” Desah Hao long dalam benaknya.


“Kalian berdua ... Hati-hatilah saat menghadapi Thian Bei yang ditakdirkan menjadi lawan terkuat kalian.” Itulah pesan terakhir Dewa Langit, sebelum membawa keluarganya menghilang dari pandangan mereka semua.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2