
“Rekan dan juga lawan kalian, saat ini telah berada di dunia lain. Kami akan menemui mereka, untuk sebuah tugas dalam rangka membantu kalian berdua.”
Setelah tidak ada lagi pertanyaan dari Hao Long dan Li Annchi, Dewa Naga Api dan Dewi Naga Es menyerahkan sebuah kristal untuk diserap oleh Hao Long dan Li Annchi guna meningkatkan kultivasi mereka.
Sebelum pergi, Keduanya juga berpesan agar Hao long meningkatkan kekuatannya terlebih dahulu sebelum memulai tugasnya. Mengingat di Dunia Kristal dan lainnya. Kekuatan Level Tiga Tingkat Dewa Sejati, bukanlah hal yang langka.
Puluhan orang telah memiliki kultivasi di tingkat dan level tersebut, bahkan lebih dari dua puluh orang yang memiliki kultivasi di atas Level Tiga Tingkat Dewa Sejati.
Sementara Pemimpin nomor satu ras Manusia Kristal, diduga memiliki kultivasi di Level Enam atau Tujuh Tingkat Dewa Sejati. Tentu saja ini bukan tugas mudah bagi Hao Long dan Li Annchi .
Setelah itu Dewa Naga Api mengibaskan tangannya, membuat Hao Long dan Li Annchi kembali tak sadarkan diri. Li Annchi sempat melihat Hao Long hendak berkata, namun kekuatan Dewa Naga Api telah membuatnya tak sadarkan diri.
Saat tersadar dan terbangun dari mimpinya, Hao Long mendapati tubuhnya tergeletak di atas sebuah dahan pohon yang besar. “Ah lagi-lagi aku tersadar di atas sebuah dahan pohon. Senang benar Dewa Naga Api meletakkan tubuhku di pepohonan.”
Hao Long lalu teringat Li Annchi, Ia segera melesat meninggalkan dahan pohon untuk mencari keberadaan Li Annchi dan juga Gao Bairi.
Namun, sejauh mata memandang Ia tidak berhasil menemukan tubuh mereka. Bahkan setelah Ia melesat diantara pepohonan dan bebatuan, Ia tidak juga menemukan keberadaan Li Annchi maupun Gao Bairi.
“Aku juga tidak bisa merasakan pancaran energi Li Annchi dan kakek Gao. Apakah aku harus mengerahkan energi qi, agar mereka bisa merasakannya?”
Hao Long berkata demikian dalam benaknya. Namun Ia ragu untuk melakukan hal tersebut, mengingat saat ini mereka berada di dunia Ras Manusia Kristal yang memiliki kemampuan tinggi.
Hal ini tentu saja bisa membahayakan keberadaan dirinya sendiri. Namun tiba-tiba Hao Long tersentak kaget saat merasakan pancaran Aura kekuatan Li Annchi dari tempat yang sangat jauh.
“Annchi Kenapa Kau lakukan ini, Kau sedang mengundang musuh untuk datang dengan bertindak seperti ini!” Hao Long melesat dengan kecepatan penuhnya, karena dalam benaknya dipenuhi kekhawatiran.
__ADS_1
***
Di tempat berjarak dua ratus kilometer dari tempat Hao Long terbangun dari pingsannya, Li Annchi mendapati dirinya berada di sebuah tempat yang membuatnya merasakan ngeri dan juga jijik.
Ia terbangun di sebuah lembah yang dipenuhi oleh ular-ular berwarna putih sebesar lengan manusia dewasa. Ular-ular itu berkerumun di sekitar tubuhnya seolah sedang menjaganya.
“Pergi Kalian!! Teriaknya jijik dan juga ngeri. Namun tentu saja hewan itu tidak mengerti apa yang Li Annchi ucapkan. Hawa dingin dari tubuhnya, membuat para ular putih itu merasa nyaman berada di dekatnya. Dan Li Annchi tidak mengetahui hal ini.
Karena kesal mereka tidak mau pergi, Li Annchi lalu melesat ke udara untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun Ia terbelalak, saat melihat ribuan ular itu, ikut melayang bersamanya.
“Apa-apaan ini!” Li Annchi yang kaget berubah menjadi kesal. Ia pun mengerahkan energi qi-nya untuk membuat ribuan ular itu menjauh darinya.
Aura Kuat dan dingin yang memancar dari tubuh Li Annchi bukannya membuat ular itu menjauh, bahkan mereka bergerak meliukkan tubuhnya layaknya seorang penari ular sedang beraksi.
Li Annchi menarik kembali kekuatannya. Ia menyadari sesuatu yang ganjil. “Sepertinya mereka tidak berniat buruk padaku, tapi terlihat senang dengan Aura dingin yang aku pancarkan tadi. Apakah … ”
Ular Itu seolah mengerti maksud Li Annchi, Ia mendekati tangan Li Annchi dan segera menggelungkan tubuhnya kecilnya ke tangan Li Annchi yang masih ngeri-ngeri sedap melihatnya.
Ular kecil itu meletakkan kepalanya di lengan Li telapak tangan Li Annchi. Entah mengapa Ia merasa seolah mereka saling mengenal satu sama lainnya.
ZSSSSZSS ZSSSSSSS!
Tiba-tiba suara berdesis terdengar dari belakang Li Annchi yang sontak segera membalikkan tubuhnya. Seketika lututnya menjadi lemas, saat melihat Dua ekor Ular Putih yang memiliki kepala dan badan layaknya seorang manusia.
Ular kecil itu, tiba-tiba lari ketakutan, lalu bersembunyi di punggung Li Annchi yang segera waspada dengan mengerahkan energi qi-nya.
__ADS_1
Mata Sepasang Manusia Ular yang tadinya melotot lebar dan menyala merah, seketika meredup dan segera membungkuk memberi hormat kepada Li Annchi.
“Maafkan sikap rakyat Hamba Dewi Salju. Ia masih anak-anak, belum mengetahui siapa Anda sebenarnya.” Untuk sesaat Li Annchi tertegun, mendapati Manusia Ular yang berbicara kepadanya seperti itu.
“Dewi Salju? Apakah mereka bisa merasakan keberadaan roh Dewi Salju dalam tubuhku? Siapa mereka sebenarnya?” Tanya Li Annchi dalam benaknya.
“Mereka adalah bangsa Siluman Ular yang mendapat kekuatan dariku. Tapi mengapa mereka bisa berada di dunia Kristal ini? Kau tidak usah takut pada mereka. Karena Bagi Mereka Kau Adalah Dewa.”
Suara di dalam kepala Li Annchi, membuat gadis itu terkejut. Namun Ia segera memahami situasi di depannya. Dari Dewi Salju juga Li Annchi mengetahui nama Raja dan Ratu Siluman Ular putih itu.
“Raja Conda dan Ratu Ana, mengapa kalian berada di dunia manusia Kristal ini? Bukankah kalian seharusnya berada di Dunia Ras Siluman?” Tanya Li Annchi dengan sedikit gugup.
Karena dirinya dianggap dewa oleh mereka, maka Ia berusaha bersikap layaknya Dewi dan Ia meniru sikap Dewi Naga Es yang Ia temui dalam mimpinya tadi.
“Dewi … Akhirnya Engkau datang juga saat kepercayaan rakyatku mulai menipis kepadamu. Kami berdua berada di sini karena seseorang bernama Jie Di. Ia adalah Pemimpin nomor dua dari Manusia Kristal, penguasa dunia Kristal ini.”
Raja Conda berhenti sejenak menelan ludahnya, Lalu Ia menjelaskan, bahwa dirinya dan Ratu Ana ditangkap oleh Jie Di dan diminta untuk mencari keberadaan sebuah kristal yang memancarkan hawa dingin di enam dunia.
Dan di tempat ini adalah dunia ke lima yang mereka datangi, sebelum nanti mereka akan di bawa ke dunia Manusia Bumi untuk mencari keberadaan Kristal tersebut.
“Apakah kalian tidak mampu melawannya Jie Di itu?” Tanya Li Annchi penasaran. “ Kami mencoba melawannya, namun kekuatannya sangat tinggi, hampir setara Anda Dewi. Kami kalah telak olehnya dengan mengalami luka dalam separah ini.”
Raja Conda menjelaskan panjang lebar seraya meraih bahu sang Isteri yang terbatuk memuntahkan darah berwarna biru dari mulutnya.
“Ah Ada yang datang mendekat! Kalian Pergi bersembunyi semuanya!” Perintah Raja Conda kepada ribuan ular putih yang segera melesat turun kembali ke semak-semak di lembah tersebut.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=