Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Dunia Jiwa


__ADS_3

Di saat yang kristis, Hao Long melepaskan Tinju Naga Api yang dari Tangan Petir. Seberkas energi berbentuk Ular Naga besar yang tubuhnya diselimuti petir, melesat cepat menyambut Bola Energi dari Ge Riong


Ledakan kedua energi besar itu menggelegar dengan kuat, membuat bukit disekitar mereka berguncang sebelum perlahan runtuh.


Walau terpental puluhan meter ke udara yang lebih tinggi, Ge Riong bisa tertawa puas melihat hasil serangannya. Tanah di mana Hao Long tadi berada, kini berlubang lebar sedalam lebih dari dua puluh meter.


“Aku tidak melihat jasad mereka. Tapi Aura Energi mereka juga tidak terasa lagi. Apakah tubuh keduanya telah hancur?”Ge Riong mengusap Janggutnya seraya mengedarkan pandangan ke sekitar tempat tersebut.


Meyakini bahwa Hao Long dan Li Annchi telah binasa. Ge Riong memanggil belasan Kultivator di Ranah Bumi yang sebagian diantaranya berasal dari Dunia Kristal.


“Tubuh mereka berdua telah hancur, Cincin ruang pemuda tadi berisi sebuah benda yang sangat penting. Cari Cincin Ruang mereka hingga kalian temukan!”


Ge Riong melesat meninggalkkan tempat itu. Setibanya Ia di Kota Kristal, Tiba-tiba Ge Riong merasakan sakit pada perutnya, sebelum memuntahkan darah segar.


“Ah Luka dalamku ini ternyata cukup parah, beruntungnya tidak satu pun dari mereka yang melihatku memuntahkan darah ini.” Ge Riong melesat ke sebuah tempat, dimana Ia biasa tinggal, saat mengunjungi Kota Kristal ini.


Di dalam ruangan itu, Ia bermeditasi untuk menyembuhkan lukanya setelah menelan beberapa pil berkhasiat tinggi. Hingga akhirnya tiga jam kemudian, kondisinya pulih delapan puluh persen.


“Aku harus menemui Paman Thian Bei, dan hanya dia yang bisa memulihkan kondisi ku hingga seratus persen. Tak Kusangka, hari ini Aku bisa terluka parah hanya melawan seorang bocah ingusan.”


Saat keluar dari ruangannya, belasan kultivator yang tadi mencari Cincin Ruang Hao Long, terlihat sudah berada tak jauh darinya.


“Kalian tidak menemukannya? Mengapa kalian berani kembali tanpa Cincin itu!” Amarah Ge Riong meledak sehinggga membentak keras, membuat semua kultivator itu gemetar mendengarnya.


“Tuan ... Tuan Ampuni kami. Ada hal aneh yang terjadi. Satu teman kami tewas dengan tubuh membeku diselimuti salju. Satu orang terluka parah dan pingsan. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Sehingga memutuskan segera kembali ke sini.”


Sosok anak buahnya yang berasal dari Dunia Kristal, menjelaskan situasi mereka seraya menunjuk satu orang rekan mereka dari Dunia Logam yang tergeletak pingsan.

__ADS_1


Setelah Ge Riong memeriksa dan berhasil menyadarkannya, Kultivator itu terlihat kebingungan. Sesaat kemudian Ia tergerap setelah mendengar pertanyaan Ge Riong.


“Tuan ... Mohon tunggu sebentar.” Kultivator terdiam, Ge Riong hampir saja meledakan kepala orang itu karena kesal disuruh menunggu olehnya.


Setelah kultivator itu berhasil mengingat, Ia pun menjelaskakn apa yang terjadi. “Kurang ajar! Berani sekali bocah itu menantangku bertarung ulang satu minggu lagi!”


Ge Riong terdengar sangat geram sehingga memukul dinding besi di sampingnya hingga melesak dan nyaris berlubang.


Ia pun memutuskan untuk mengunjungi Sang Paman, setelah memerintahkan mereka untuk mencari Hao Long dan Li Annchi, selama Ia pergi ke suatu tempat. Dan akan kembali satu minggu kemudian.


***


“Long ... Bagaimana kondisimu?” Suara Li Annchi terdengar panik.” Aku masih kuat untuk bertahan. Tetaplah menuju tempat yang disebutkan oleh Leluhur Thian Hu!”


Hao Long yang tubuhnya mengalami luka yang sangat parah akibat benturan energi tadi, berusaha sekuat tenaga agar kesadarannya tetap terjaga.


Bola Energi Pelindung itu, membuat keberadaan keduanya tidak terlihat oleh belasan kultivator yang mencari Cincin ruang mereka. Aura Energi mereka pun tersamarkan oleh Bola Perisai pelindung itu.


Li Annchi terpaksa membunuh salah satu dari mereka, karena berkata yang melecehkan dirinya. Kemudian Ia mencengkeram leher satu rekan pria itu, seraya menitipkan pesan Hao Long kepada Ge Riong.


Setelah membuat Pria itu tak sadarkan diri, mereka pun pergi mengikuti arahan dari Roh Thian Hu yang berbicara kepada mereka agar menuju sebuah tempat.


Sejauh ini, keduanya belum memahami apa tujuan Thian Hu memerintahkan mereka ke tempat itu. Setelah dua jam melayang dengan masih berada di dalam bola energi Perisai Pelindung , akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


“Goa ataukah sarang ular lubang ini?” Li Annchi bertanya saat melihat lubang pada sebuah tebing yang batunya berwarna keperakan.


Belum sempat Hao Long menjawab, tiba-tiba mereka merasakan adanya bahaya dari lubang yang diameternya kurang dari satu meter itu.

__ADS_1


Keduanya pun segera melesat menjauh goa kecil, saat melihat dua buah sinar kemerahan sebesar kepala manusia, datang dari dalam goa tersebut. Mata keduanya pun melotot lebar melihat ular yang keluar beberapa sesaat kemudian.


Tubuh ular itu, berwarna keperakan, dan setiap Ia bergerak terdengar suara besi yang berderak. “Ular Besi? Apakah itu ular Robot? Ah tidak mungkin di jaman seperti ini ada robot ..”


Hao Long yang berkata dalam benaknya, menepuk jidatnya sendiri yang membuat Li Annchi kerheranan melihatnya. “Kau mengapa Long ..?”


“Aku pikir ular ini robot, tapi mustahil bukan ada robot di jaman sekarang?” Li Annchi hanya tersenyum mendengarnya. Saat akan berkata, sebuah suara terdengar di kepala mereka yang membuat keduanya terdiam.


“Hahahahaha ... Yang benar saja!” Hao Long tertawa setelah mendengar penjelasan Thian Hu yang suaranya kini telah menghilang lagi.


“Long ... Jangan bercanda lagi, Ayo kita ambil Batu Kunci pembuka Gerbang Dunia Jiwa itu.”


Li Annchi pun sebenarnya tak ingin percaya jika makhluk di depan mereka adalah sebuah robot yang energinya berasal dari sebuah batu mustika yang juga adalah kunci pembuka Gerbang ke Dunia Jiwa.


Keduanya segera bergerak bersama menghampiri Ular Naga yang ternyata bisa melihat keduanya. Ular Naga dari logam itu, hanya diam karena merasakan energi Thian Hu yang telah menciptakan dirinya.


Batu Kunci itu sebesar kepalan tangan berbentuk segitiga, berada tepat di kepala Ular Besi tersebut, diantara kedua matanya. Saat batu tersebut telah berada di genggaman tangan Hao Long, Ular Besi itu terkulai dan jatuh.


Setelah memasukan Ular Besi itu ke dalam Cincin Ruang, Hao Long yang merasa tangannya bergetar karena kuatnya energi Batu Kunci itu, segera melesat ke depan goa bersama Li Annchi.


Llau Ia memasukan kunci itu pada sisi dalam goa sejauh satu meter dimana terdapat sebuah cekungan yang berbentuk segitiga sebesar Batu Kunci yang segera Hao Long simpan kembali setelah menempelkannya.


Sesaat kemudian terdengar suara bergemuruh dan sebuah cahaya hijau yang melebar hingga berdiameter lebih dari dua meter.


Keduanya segera memasuki cahaya itu dan Bola Energi Perisai Pelindung pun tiba-tiba sirna, sesaat setelah mereka berada di dalamnya.


Mata keduanya melotot lebar melihat apa yang ada di depan mereka, sesaat sebelum terkejut dengan besarnya gaya gravitasi yang sangat kuat ditempat itu, hingga membuat keduanya terjerembab jatuh tengkurap.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2