Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
105: Firasat Buruk Hao Long


__ADS_3

“Long sebaiknya kita kembali ke Kota Lipu saja.” Li Annchi berkata seraya hendak melesat ke udara. “Tunggu!” Sebuah suara dari belakang mereka, menghentikan langkah Li Annchi.


“Kau rupanya! Dimana Mey’er berada?!” setelah melihat siapa yang baru berbicara, Hao Long membentak Sosok tua yang mirip dengan Gao Baidi yang tak lain adalah Gao Bairi, saudara kembar dari Pemimpin Ke tiga salah satu Kekaisaran di Dunia Manusia Kristal itu.


Gao Bairi terlihat terkejut mendapati dirinya ditanya demikian. “Apa maksudmu anak muda? Mey’er? Siapa Dia?” Setelah bertanya, barulah Gao Bairi menyadari sesuatu.


“Apakah Kalian telah bertemu dengan Saudara kembarku Gao Baidi?!” Pertanyaan itu membuat Hao Long membatalkan serangan yang telah Ia siapkan. Demikian juga dengan Li Annchi.


“Apakah Sesepuh yang bernama Gao Bairi?” Hao Long balik bertanya. Kakek dari Dunia Manusia Kristal itu mengangguk, lalu balik bertanya pada Hao Long.


“Kami mengetahui nama Kakek dari Paman Shi Tong dan Bibi Fu Ling.” Hao Long berkata setelah Gao Bairi bertanya dari mana Hao Long mengetahui namanya.


Gao Bairi pun memahami situasi yang ada di depannya. Lalu Ia menjelaskan bahwa dirinya datang ke dunia manusia bumi ini, karena mendapat perintah dari perempuan misterius yang membebaskan dirinya dari Penjara Ilusi yang dibuat oleh Gao Baidi.


Sebelum menjelaskan apa tugasnya, Gao Bairi lalu bertanya kepada Hao Long.


“Kemarin Aku merasakan Aura yang hampir sama dengan Aura perempuan yang memberi ku tugas ini, Aura itu berasal dari arah kalian datang tadi. Namun karena aku merasakan aura Baidi juga berada di dekatnya, aku memutuskan untuk berhenti di tempat ini. Apakah kalian tahu siapa pemilik Aura itu?”


“Aura yang bagaimana Sesepuh Bai?” Tanya Hao Long keheranan. “Aura sangat dingin, sedingin salju abadi.” Jawaban Gao Bairi membuat dahi Li Annchi berkerut. “Apakah maksud anda aura seperti ini?”


Selesai berkata Li Annchi segera mengerahkan kekuatan dan mengeluarkan jurus Tapak Salju Abadi miliknya. Gao Bairi tersurut dua langkah ke belakang. Namun wajahnya menunjukkan kegembiraan.


“Nona! Kau adalah orang yang aku cari! Akhirnya setelah berhari-hari aku bisa membalas jasa orang yang membebaskan Aku dengan menemukan dirimu.” Gao Bairi lalu mengeluarkan sebuah Giok berwarna putih yang diselimuti oleh asap biru.


“Terimalah Giok Inti Salju ini, Aku tidak mengetahui apa kegunaannya. Menurut perempuan misterius itu, Kau akan mengetahuinya setelah menyentuh Giok tersebut.” Kata Gao Bairi sambil menyerahkan Giok Inti Salju kepada Li Annchi.


Seperti apa yang dikatakan oleh Gao Bairi, Li Annchi tersentak sesaat setelah telapak tangannya menyentuh Giok pusaka tersebut.

__ADS_1


“Dimana ini?” Li Annchi mendapati dirinya telah berada di tempat yang berbeda.


Sementara Gao Bairi terkesiap karena ternyata Ia bisa melihat sosok Li Annchi yang lain, berada di puncak sebuah gunung yang diselimuti asap putih.


Terlihat oleh Gao Bairi, jika sosok perempuan misterius yang menolongnya keluar dari Penjara Ilusi Gao Baidi, sedang berbicara kepada Li Annchi.


Setelah lima menit kemudian, Li Annchi kembali kepada kesadarannya di mana tubuhnya sedang diguncang-guncang oleh Hao Long yang terlihat panik.


“Long, Apa yang kau lakukan?!” Li Annchi menatapnya heran. “Ah tidak … Aku pikir terjadi sesuatu yang buruk padamu.” Hao Long tersenyum melihat Li Annchi telah tersadar kembali.


“Apa yang terjadi dengan mu? Ada apa dengan Giok Inti Salju?” Li Annchi pun tersenyum. “Aku sudah punya cara untuk membuat kita terlindungi dari ilusi yang dibuat oleh Gao Baidi.”


“Apakah Kau yakin Nona? Sepengetahuan ku, kekuatan Mustika Mata Iblis Waktu milik Baidi, tidak ada yang bisa menandinginya.” Gao Bair berkata dengan sedikit tidak percaya.


Dirinya yang merupakan ahli ilusi tingkat tinggi saja, tidak bisa terbebas dari serangan Jerat Ilusi Mata Iblis Waktu yang dilancarkan oleh Gao Baidi.


***


Sesuai yang direncanakan oleh Biksu Chang Lin, Shi Tong dan Fu Ling akan mengobati Huang Bao dan Qiu Heng pagi ini.


Mereka telah berada di sebuah ruangan besar, tempat yang biasa digunakan oleh Biksu Chang Lin untuk mengobati penduduk desa yang datang berobat kepadanya.


“Sesepuh silakan Anda berdua duduk bermeditasi.” Shi Tong segera duduk di belakang Huang Bao ketika Mantan Ketua Aliansi Aliran Putih itu telah duduk bersila.


“Ling’er bersiaplah!” Fu Ling lalu duduk di belakang Shi Tong dan meletakkan kedua telapak tangannya di punggung Sang Suami.


Sebelum memulai Shi Tong kembali berpesan kepada yang lain, agar tidak mengganggu proses pengobatan mereka dengan menyentuh tubuh Huang Bao.

__ADS_1


Hal itu karena dapat berakibat fatal pada Huang Bao dan juga mereka yang menyentuh tubuh Sesepuh itu. Tetua Fu Xia, Matriark Ying Yu, Biksu Chang Lin dan Qiu Heng memahami hal tersebut dengan baik.


Keduanya pun mulai melakukan proses pengobatan dengan membuka kembali Dantian Huang Bao yang telah diracuni. Namun beberapa detik kemudian Tubuh Shi Tong bergetar hebat seiring dengan Sikapnya yang mulai aneh.


“Tidak! Aku menolak melakukan perintahmu lagi!” Ia berteriak keras, seraya berusaha menahan suara di dalam kepalanya.


Wajah Fu Ling memucat, menyadari apa yang sedang terjadi. Demikian juga dengan semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.


Namun mengingat pesan Shi tong sebelumnya, tak satupun dari mereka yang berani bertindak. “Shi Gege … Bertahanlah! Jangan sampai Kau kalah dari pengaruh itu!”


“Apa yang sebenarnya terjadi?” Biksu Chang Lin menjadi sangat heran melihat sikap kedua Kultivator Alchemis yang sudah sangat terkenal kehebatannya dalam pengobatan tersebut.


Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Biksu Chang Lin terpaksa menggunakan teknik rahasia yang selama ini enggan Ia gunakan.


Namun saat melihat wajah Huang Bao kembali memucat dan darah menetes dari sudut bibirnya, Biksu Chang tak punya pilihan lain.


Ia segera duduk bermeditasi, selang beberapa saat kemudian, terlihat sesosok bayangan muncul meninggalkan jasad Biksu Chang Lin.


Tubuh halus Biksu Chang Lin terkejut setelah Ia berada di luar tubuh kasarnya. Hal itu karena Ia bisa merasakan tekanan kuat dan suara tanpa wujud yang sedang berbicara kepada Shi Tong.


“Cepat bunuh dia!” Suara itu kembali membentak Shi Tong. “Tidak! Aku bukan budakmu! Pergilah Kau!” Shi Tong berusaha melawan walau kepalanya terasa semakin sakit seolah-olah hendak meledak.


“Fu Ling … Kau bunuhlah Suamimu dan tua bangka itu! Jika tidak putrimu akan mati di tanganku!” Suara itu kini berkata kepada Fu Ling yang terkejut mendengar ancaman tersebut.


“Jangan percaya ucapannya, Ling’er … Dia tidak akan membunuh puteri kita! Percayalah!” Shi Tong berusaha menyadarkan Fu Ling yang sepertinya telah terpengaruh oleh ucapan Gao Baidi di dalam kepala mereka.


Mengetahui hal itu, Tubuh Halus Biksu Chang Lin segera duduk bermeditasi. Walau belum pernah melakukannya, namun Ia tidak punya pilihan lain. Apalagi setelah merasakan aura Fu Ling tiba-tiba menguat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2