
“Apakah Kau yakin ini tempatnya, Yuenbi?” Liunbi bertanya kepada Muridnya dengan dahi sedikit berkerut. “Benar Guru … di sini kami tadi bertarung.” Jawab Yuenbi dengan keyakinan penuh.
Setelah memerintahkan tiga puluh murid utamanya menyebar untuk mencari keberadaan Hao Long, Liunbi terdiam sambil menatap ke sebuah arah.
Pemimpin Kedua Dunia Manusia Kristal itu, tampak sedang berpikir keras. “Aku sempat merasakan Aura Pemimpin Pertama walau hanya sesaat saja, Apakah Dia telah mendahuluiku membunuh manusia asing itu dan mengambil lemari Semesta?”
Liunbi akhirnya tercekat, saat Ia menyadari sesuatu yang membuatnya segera memanggil mereka semua. Ia lalu mengeluarkan sebuah batu Hijau dan memecahkannya dengan tangan Kanannya.
Sesaat kemudian, sebuah Portal dimensi berwarna hijau muncul di hadapan mereka. Liunbi segera memerintahkan seluruh muridnya untuk memasuki portal Dimensi itu.
Dirinya adalah orang terakhir yang memasuki portal yang kemudian menghilang dengan cepat. “Bahaya apa yang mengancam mu Liunbi? Hingga Kau meminta bantuanku dengan memecahkan Batu hijau itu?”
Suara Gao Baidi membuat Liunbi berpaling. “Apakah kita sedang berada di dunia Manusia Bumi?” Liunbi tidak menjawab, melainkan balik bertanya kepada Gao Baidi.
Setelah Gao Baidi mengangguk, Lalu Liunbi meminta mereka berdua berbicara di ruangan lain. Ia pun pergi bersma Gao Bairi, meninggalkan tiga puluh muridnya.
Setelah tiba di ruangan, Liunbi lalu menjelaskan dugaannya. “Tidak salah lagi, Dia sudah mengetahui rencana pengkhiatan kita. Itulah sebabnya Ia mengancam akan memenggal kepalamu jika gagal mendapatkan Lemari Semesta itu.”
Gao Baidi cukup terkejut, tidak menduga hilangnya, Xiong Hu dan Para Kultivaor Aliran Putih, ternyata di bawa berpindah dimensi.
Liunbi lalu kembali bertanya kepada Gao Baidi. “Jadi menurutmu, dia pergi mendahuluiku dan mengambil Lemari Semesta itu terlebih dahulu? Apakah begitu?”
Gao Baidi mengangguk membenarkan ucapan Liunbi. “Sekarang kita tidak bisa kembali lagi ke Dunia Kristal hanya dengan kekuatan level Lima Dewa Sejati saja. Kita harus meningkatkan kekuatan kita di Dunia Manusia bumi ini.”
“Bukankah sangat sulit untuk menembus Level Enam Tingkat Dewa Sejati? Setidaknya kita berdua harus membunuh empat puluh Kultivator di Level Tiga Tingkat Dewa Sejati untuk Kita serap energi Rohnya.” Tanya Liunbi dengan wajah keheranan.
“Aku sudah mendapatkan tiga puluh orang yang saat ini sedang menyerap Khasiat Buah Iblis untuk membuat kultivasi mereka berada di Level Tiga Tingkat Dewa Sejati.”
Gao Baidi terdiam sejenak, lalu Ia menjelaskan jika tiga puluh orang itu berasal dari Aliran Hitam yang berambisi menguasai daratan kuno ini.
Mereka tidak sadar jika sedang masuk perangkap yang Gao Baidi buat. Mereka begitu bersemangat untuk meningkatkan kekuatan mereka dan mengalahkan Hao Long.
“Tiga bulan lagi mereka semua akan menembus level dua atau level tiga Tingkat Dewa Sejati. Saat itulah kita akan menyegel roh mereka dan menyerap inti kekuatannya. Hanya saja Kau harus mencari sepuluh orang lagi. Untuk kau jadikan korbanmu sendiri, Aku sudah membantu mu dengan menyiapkan sepuluh orang bukan?”
Liunbi terlihat gembira, walau ada sedikit rasa curiga melihat kebaikan dari Gao Baidi. Tidak biasanya, orang tua licik ini begitu baik sekalipun kepada rekannya.
Liunbi lalu memutuskan akan memilih sepuluh orang muridnya yang masih berada di Tingkat Antara untuk Ia naikkan kekuatannya di level tiga Tingkat Dewa Sejati.
***
Gao Bairi tergeragap akibat guncangan Hao long, Ia terlihat seperti baru bangun dari tidur. Dengan cepat tangannya meraba ke bagian bawah tubuhnya.
“Ah syukurlah masih ada?” Wajahnya pun berubah ceria. “Sesepuh ada apa? Apa yang terjadi dengan Anda?” Tanya Hao Long semakin penasaran melihat tingkah aneh sosok sepuh itu.
__ADS_1
Setelah menarik nafas panjang Gao Bairi Lalu bercerita jika dirinya tidak bisa memasuki alam pikiran Li Annchi. Hal itu karena ada sebuah energi yang berasal dari sosok perempuan tua yang dari tubuhnya mengepulkan asap putih kebiruan.
“Ia mengancam akan memenggal pusaka-ku jika saja Aku berani memasuki pikiran seorang perempuan.” Lanjut Gao Bairi dengan suara bergetar.
“Apakah perempuan tua itu tidak mengatakan siapa dirinya?” Gao Bairi menggeleng menjawab pertanyaan dari Pengemis Abadi.
“Es di tubuh perempuan ini akan mencair dengan sendiri jika waktunya sudah tiba. Begitu katanya sebelum menendang ku dengan sangat kuat.”
Hao Long dan Pengemis Abadi termenung. “Apakah mungkin sosok perempuan tua itu adalah penjelmaan dari Roh Dewi Salju?” Guman Hao Long.
“Sebaiknya kita pikirkan itu nanti, pertanyaannya di manakah kita sekarang berada? Karena aku merasakan adanya Aura kuat di bawah kaki kita.” Ucap Pengemis Abadi sambil menatap ke bongkahan Es di bawah kakinya.
Hao Long segera menyambar tubuh Beku Li Annchi dan melesat ke udara, menyusul Gao Bairi dan Pengemis Abadi yang telah lebih dulu melesat menjauh.
BRAAAK
Benar saja ucapan pengemis Abadi, tempat di mana mereka tadi berada, kini telah berada dalam mulut seekor Ikan Paus dengan ukuran yang belum pernah Hao Long lihat selama hidupnya.
Melihat Sosok Ikan Paus raksasa sebesar itu, Pengemis Abadi sedikit terkejut melihatnya. “Bairi … Apakah menurutmu kita sedang berada di Dunia Manusia Org?”
Gao Bairi yang juga memiliki pemikiran yang sama, menganggukkan kepalanya.
“Tapi mengapa hanya lautan saja yang Aku Lihat? Lagipula Aku tidak pernah mendengar jika di Dunia Org, ikan lautnya sebesar bukit dan panjangnya mencapai ratusan meter seperti paus tadi.”
Perkataan Gao Bairi pun menimbulkan pertanyaan baru di benak Pengemis Abadi. “Apakah kita terjebak ke masa lalu, ke Dunia Kuno dari Bangsa Org? Mungkinkah itu terjadi?”
Wajahnya pun berubah dan terlihat khawatir, Hao Long dan Pengemis Abadi segera bertanya mengapa Ia bersikap demikian.
“Jika dugaanku tidak salah … Akibat Portal teleportasi terhantam energi besar, dimensi waktu pun berguncang. Hal ini akan membuat Iblis Waktu menyerap energi besar yang menghantam kita dan juga energi portal dimensiku. Jika hal seperti ini berulang kali terjadi, kebebasan Iblis itu akan semakin cepat.”
Tentu saja Pengemis Abadi terkejut mendengarnya. Ia lalu memandang Hao Long yang sedang memanggul Tubuh Beku kekasihnya itu.
“Jika begitu, bukankah sebaiknya kita meningkatkan kekuatan bocah ini terlebih dahulu, Sepertinya Ia memiliki takdir langit untuk menyegel kembali Iblis Waktu.”
Gao Bairi terlihat setuju. Sementara Hao Long yang masih sedih dengan kondisi Li Annchi tidak mendengarkan percakapan kedua tokoh tua itu.
Tiba-tiba saja air Laut di bawah mereka bergejolak dengan hebat, Hal itu membuat Hao Long tersadar dan Ia terpana dengan apa yang mereka lihat di bawah sana.
Ratusan Ikan bersayap dengan ukuran tubuh yang tidak wajar, melesat ke udara berebut untuk menyambar tubuh mereka, walau kini telah berada seratus meter dari permukaan air laut.
Pengemis Abadi meraih tangan Kiri Hao Long yang masih takjub hingga tidak menyadari bahaya di depan matanya. “Terimakasih Sesepuh.” Ucap Hao Long dengan tak enak hati karena dirinya telah menjadi beban bagi ke dua orang itu.
“Ah sepertinya di sana ada sebuah daratan?” Gao Bairi berseru sambil menunjuk sebuah pulau yang cukup besar, sekitar lima puluh kilometer dari tempat mereka berada saat ini.
__ADS_1
Ketiganya pun segera melesat ke daratan tersebut. Di saat itulah Pengemis Abadi menyarankan agar Hao Long berlatih selama berada di Dunia Kuno Bangsa Org ini hingga mereka menemukan cara untuk kembali ke masa di mana mereka seharusnya berada.
Hao Long pun menyetujuinya hal tersebut, Namun Ia akan menunggu Li Annchi terbebas dari bongkahan Es biru itu terlebih dahulu untuk berlatih bersama.
Saat hendak mencapai daratan itu, mereka merasakan aura yang sangat kuat berasal dari tempat tersebut. Namun pengemis Abadi yang berada Di Level Enam Tingkat Dewa Sejati, meyakinkan mereka bahwa itu bukan masalah baginya.
Baru saja keduanya berada di atas daratan itu, terdengar raungan kuat yang menggunakan energi qi dalam jumlah besar sehingga membuat posisi melayang Hao long menjadi goyah.
“Hanya Energi suara, tapi bisa membuat melayangku kacau seperti ini? Makhluk macam apa yang memiliki kekuatan sedahsyat ini?” Hao Long kembali takjub dengan situasi yang Ia hadapi.
Sesaat kemudian, sesosok singa bersayap dengan panjang tubuh seratus meter, melesat ke udara dan menghadang mereka bertiga.
Gao Bairi sempat tergetar melihat kekuatan Singa di level Lima Tingkat Dewa Sejati itu. Sementara Pengemis Abadi justru menyeringai senang.
“Apakah hewan ini leluhur Jin Shi? Tapi mengapa terlihat buas.” Tanya Hao Long dalam benaknya. “Kalian mundurlah … Biar Aku yang melumpuhkan hewan ini.”
Gao Bairi dan Hao Long melesat mundur hingga ke tepi pantai, namun tidak terlalu berani jauh dari atas pantai karena Ikan-Ikan bersayap sedang menunggu mereka pada jarak seratus meter di lautan.
BRUSSSHHHH
Aura Level enam Tingkat Dewa Sejati tiba-tiba memancar kuat dari tubuh Pengemis Abadi, membuat Hao Long nyaris saja terpental jika tangannya tidak segera di raih oleh Gao Bairi.
“Apa-apaan! Aura kekuatan macam apa ini!” Hao Long memekik kaget. Sementara Singa Bersayap terlihat menjadi ciut nyalinya, setelah merasakan kekuatan yang terpancar dari tubuh Pengemis Abadi.
Ia pun melesat untuk kembali turun dan bersembunyi kembali ke daratan dari mana Ia tadi muncul. Namun Pengemis Abadi tidak melepaskannya begitu saja.
Ia melesat sangat cepat, namun bagi Hao Long , hal itu terlihat menghilang secara tiba-tiba. Tubuh Pengemis Abadi telah berada di depan Singa bersayap yang mengaum karena terkejut melihat lawannya telah berada di depannya.
“Tendangan Kaki Awan!”
Hampir saja Hao long tertawa ngakak, karena Pengemis Abadi berteriak keras mengumandangkan nama jurusnya, namun tidak terlihat menggerakkan kakinya sama sekali.
Tawa itu tidak keluar karena tiba-tiba saja tubuh Singa sepanjang seratus meter itu terbelah menjadi dua bagian. Mata Hao Long pun melotot lebar.
Ini Kali pertama Ia melihat kekuatan dari Pengemis Abadi, pantas saja Gao Bairi begitu segan dan menaruh rasa hormat kepadanya, karena kekuatannya ternyata sangat mengerikan.
Belum cukup membelah tubuh Singa sepanjang seratus meter itu, Pengemis abadi segera kembali menghilang. Yang Ia lakukan sebenarnya adalah menyegel roh Makhluk itu untuk Ia serap energi rohnya.
Sesaat kemudian, terlihat tubuh Pengemis Abadi melayang di udara tepat di atas tubuh Singa bersayap yang tidak jatuh ke daratan.
“Sesepuh Bairi … Apa yang sedang dilakukan oleh Sesepuh Pengemis Abadi?” Tanya Hao Long tak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh kakek berusia lebih dari seribu tahun itu.
“Ia sedang melakukan Kultivasi Roh. Yaitu menyerap energi roh dari Singa bersayap itu. Bagi mereka yang ingin atau telah menembus Level Enam, kultivasi yang dilakukan adalah dengan menyerap energi Roh seperti ini. Inilah yang disebut Kultivasi Roh.”
__ADS_1
Hao Long akhirnya terdiam, Ia belum mencapai tahap itu, hingga tidak mengetahui bagaimana melakukan teknik Kultivasi Roh itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=