Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
050: Beast Penjaga Goa


__ADS_3

“Tidak … Bukan apa-apa?” Ying Yu berkata untuk mengalihkan perhatian mereka semua terhadap sesuatu yang masih Ia rahasiakan.


“Benarkah begitu?” Tanya Huang Bao menyeledik. “Jika bukan sesuatu yang serius, mengapa dahimu berkerut sedemikian rupa?”


Ying Yu, Sang Dewi Kipas Pelangi itu menghela nafas panjang. Ia menatap ke arah Li Annchi dengan kebimbangan yang masih mendera hatinya.


“Bisakah nanti Kita bicara berdua, Nona Annchi?” Li Annchi mengangguk walau Ia penasaran dengan sikap Matriark Sekte Kipas Pelanggi itu.


“Huh! Sedari dulu sikapmu tidak berubah… masih main rahasia-rahasian …” Huang Bao menggerutu. Rasa penasarannya tidak hilang justru bertambah kuat.


Ying Yu tersenyum lebar, Ia lalu mengajak mereka semua ke Aula Sekte Kipas Pelangi. Setelah jamuan terhidang, Matriak Sekte Kipas Pelangi itu, secara resmi mengucapkan terimakasih atas bantuan mereka yang datang.


“Baiklah Huang Gege … Aku akan berbicara dengan Chi’er dihadapan kalian semua.” Lalu Dewi Kipas pelangi memulai penjelasannya.


Hampir seratus tahun yang lalu, Gurunya yang berjuluk Bidadari Kipas Pelangi, pernah bertemu dengan seseorang yang memberinya sebuah kotak. Kotak yang hanya bisa dibuka dengan mengunakan Liontin Naga Es.


Selain memberikan kotak yang entah apa isinya, Sosok itu juga menjelaskan bahwa suatu saat akan datang Puteri Naga untuk mengambil kotak tersebut.


Hanya Ia yang bisa membuka kotak tersebut dan memiliki satu Pusaka yang berada di dalamnya. Sedang satu Pusaka lain, akan diberikan kepada Bidadari Kipas Pelangi sebagi imbalan karena telah menjaganya.


Selain itu, jika Puteri Naga itu telah muncul di daratan kuno ini, maka kemelut besar yang melanda daratan kuno akan segera memuncak.


Sebuah peristiwa besar akan terjadi yang bisa saja memusnahkan seluruh bentuk kehidupan di daratan kuno ini, akibat pertarungan berkepanjangan antara Puteri dan Putera Naga melawan para musuhnya.


Suasana menjadi hening setelah Matriark Ying Yu selesai dengan penjelasannya. Tatapan mereka tertuju kepada Hao Long dan Li Annchi yang merasa pundak mereka menjadi berat setelah mendengar penjelasan tersebut.

__ADS_1


“Chi’er .. Apakah Kau memiliki Liontin yang berukir Ular Naga berwarna putih?” Pertanyaan itu, membuat Li Annchi dan Hao Long saling menatap. “Darimana Anda mengetahui tentang Liontin tersebut Matriark?”


Wajah Ying Yu menjadi cerah mendengar Li Annchi berkata yang menjawab sekaligus bertanya balik kepadanya. “Aku sudah menduganya sejak mendapat Pesan dari suadari misanku Lin Yu, tentang dirimu yang dirasuki oleh Roh Iblis Es.”


Sesaat kemudian, Lan Yue datang bersama dengan Hao Fang. Mata Hao Long melotot lebar, demikian juga Hao Fang.


“Pantas saja mereka menduga Aku telah menikah diam-diam dan memiliki seorang Putera? Bocah ini begitu mirip denganku saat Aku masih muda.”


Hao Fang menatap tajam ke arah Hao Long yang terlihat kebingungan. Li Annchi lalu membisikan sesuatu di telinga Hao Long yang terlihat kaget dan segera berdiri, setelah Li Annchi menjelaskan secara singkat situasi di depannya.


“Eh … Kenapa Kau berlutut kepadaku?” Hao Fang terkejut mendapati Hao Long bersujud sebanyak tiga kali kepadanya. “Leluhur, terimalah Hormat dari cucu mu yang berasal dari masa empat ribu tahun dari sekarang.”


“APA!!!? Empat ribu tahun dari masa Sekarang?” Bukan hanya Hao Fang yang tersentak kaget. Ying Yu dan Qiu Heng sampai terjingkat dari duduknya.


Sementara Li Annchi menepuk jidatnya. Ia telah berpesan kepada Hao Long agar tidak melakukan hal tersebut dan membokar tempat asal mereka.


Hao Long tersenyum kecut mendengar perkataan Hao Fang. “Jadi Kakek Leluhurku ini, Pusakanya masih belum pernah digunakan sama sekali di usianya yang sudah cukup tua? Karatan apa enggak ya?”


Hao Long menahan senyum gelinya memikirkan hal tersebut. Ia lalu menjelaskan bagaimana dirinya dan Li Annchi bisa berada di masa sekarang.


“Putera dan Puteri Naga!” Ying Yu berseru seraya berdiri dari duduknya, setelah Hao Long selesai menjelaskan tentang asal usul dirinya dan Li Annchi .


“Jadi ramalan itu benar adanya. Jika begitu, sebaiknya kita segera ke Goa Suci Sekte kami.” Perkataan Ying Yu, membuat Hao Fang terdiam saat akan bertanya kepada Hao Long, siapa nama isterinya kelak.


Tujuh orang segera melayang meinggalkan Aula tersebut menuju ke selatan. Dalam perjalanan, Ying Yu mengatakan bahwa sejak kematian sang guru, entah bagaimana bisa, sebuah Aura membunuh yang kuat, selalu memancar dari dalam Goa Suci itu.

__ADS_1


Sesaat kemudian, sebuah goa yang berukuran besar, terlihat dari kejauhan setelah satu kilometer mereka melayang di udara.


“Aneh … Biasanya Aura membunuh yang mencekam itu sudah terasa jika Aku mendekati tempat ini. Tapi kali ini belum terasa, padahal kita sudah seratus meter dari goa itu.”


Semua menjadi waspada mendengar ucapan Dewi Kipas Pelangi. Lan Yue segera memperkuat energi-nya untuk melindungi Hao Fang yang Ia bawa melayang di udara.


“Annchi … Apakah Kau juga bisa merasakan Aura Beast yang sangat kuat dari dalam goa.” Hao Long berkata demikian, karena beberapa saat kemudian, aura yang kuat memenuhi udara, tepat ketika mereka berjarak dua puluh meter lagi dari mulut goa.


Kewaspadaan segera ditingkatkan oleh keenam orang di tingkat Dewa itu, saat Aura membunuh, mendekati mereka dengan cepat.


Beberapa detik kemudian semua orang terpana saat melihat sosok beast yang keluar dari dalam goa. “Bagaimana hewan sekecil itu bisa mengeluarkan Aura membunuh yang begitu besar?”


Apa yang Qiu Heng ucapkan, senada dengan pertanyaan enam orng lainnya. Namun sesuatu yang terjadi pada beast kecil itu sesat kemudian, membuat mereka terpana.


“Phoenix Es?” Huang Bao tersentak kaget saat mengenali hewan yang menurutnya hanya ada dalam cerita legenda saja.


Phoenix Es, sepengetahuannya adalah hewan yang dipelihara oleh Dewa dan menjadi tunggangannya saat Ia ingin bersantai.


Semua orang tersentak mundur, kecuali Li Annchi, hawa dingin yang memancar kuat dari burung Phoenix sepanjang sepuluh meter itu, membuat suhu udara turun drastis.


Hawa dingin yang menusuk, membuat semua orang menggigil hebat walau sudah mengerahkan energi qi mereka. Melihat Itu Hao Long mengeluarkan setengah energi qi-nya untuk membuat perisai pelindung.


Bola energi pelindung yang besar itu, membuat mereka merasakan rasa hangat seraya memusatkan perhatian ke arah di depan mereka.


Terlihat Burung Phoenix Es itu bersiap menyerang Li Annchi. Namun apa yang dilakukan oleh Li Annchi berikutnya, membuat Burung Phoenix Es itu menjerit ketakutan.

__ADS_1


Raut wajahnya terlihat tegang dengan mata melotot lebar. Burung Phoenix Es itu, kembali mengubah wujudnya menjadi sepanjang setengah meter. Lalu melesat terbang dan berhenti tepat satu meter di hadapan Li Annchi.


---------------------------O----------------------------


__ADS_2