Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
056: Dou Ji Vs Li Annchi


__ADS_3

WHUTSS


DUAR


Tubuh Dou Ji terjajar ke bawah sejauh belasan meter, saat menahan serangan Tapak Salju Abadi Li Annchi. Hal itu membuat Dou Ji menjadi marah


Sebuah energi berbentuk lingkaran sebesar rumah dengan permukaan dipenuhi puluhan tombak es, segera terbentuk dari kedua telapak tangannya yang terbuka ke arah Li Annchi.


Sesaat kemudian, melesat belasan tombak es berhawa sangat dingin ke arah Li Annchi yang segera mengarahkan telapak tangannya ke arah datangnya serangan.


Blar Blar Blar


Belasan tombak es itu meledak, namun belasan lain menyusul yang perlahan mulai merepotkan Li Annchi yang terus menghancurkannya seraya bergerak mundur lebih ke atas.


Saat hendak mengeluarkan jurus Tapak Salju Abadi, Li Annchi terkesiap melihat energi dingin berbentuk serigala sebesar rumah, telah beberapa meter di depannya.


Dengan mengerahkan energi yang jauh lebih besar, Li Annchi menghantamkan tangannya ke depan. Sebuah Tapak raksasa segera menghadang serigala itu dan menghantamnya dengan kuat.


BLAAAM


Udara kembali berfluktuasi hebat, tanah bergetar seolah terjadi gempa. Melihat serangannya dapat dihancurkan lawan, Dou Ji menjadi sangat gusar.


Ia mengeluarkan sebuah senjata aneh yang membuat dahi Li Annchi berkerut melihatnya. Senjata yang terlihat seperti sebuah tongkat dengan panjang dua jengkal itu mengeluarkan Aura mencekam.


“Matilah Kau!”


Dou Ji berteriak keras seraya mengangkat tongkat itu ke udara. Sesuatu yang belum pernah dilihat oleh Hao Tian dan semua orang di dalam perisai, melesat dari tongkat aneh Dou Ji.


Tongkat itu melesatkan energi berhawa sangat dingin yang berbentuk kilatan bagai sebuah petir. Petir Inti Es demikian Dou Ji menyebut jurus dari tongkat pusakanya yang bernama Tongkat Petir Es.


Li Annchi terlihat bergerak ke sana kemari, menghindari hantaman petir yang mengenai udara kosong dan seketika membekukannya.


Semakin lama, Li Annchi semakin terdesak yang membuatnya terpaksa mengeluarkan Pedang Inti Es pemberian Dewi Naga Es.

__ADS_1


Aura yang mengintimidasi segera memenuhi udara sesaat setelah Pedang Inti Es berada di tangan Li Annchi yang kini terlihat sangat murka.


Sebuah Petir es melesat sangat cepat ke arah Li Annchi yang segra menebaskan Pedang Inti Es menghadang lesatan Petir itu.


BUMM


Suara ledakan yang sangat dahsyat, membahana seiring dengan tercipta angin tornado yang bergulung dari tempat dimana kedua energi dingin itu bertemu.


Angin tornado dingin itu sirna beberapa saat kemudian, memperlihatkan Dou Ji yang matanya melotot lebar mendapati serangan Petir Inti Es dari tongkat pusakanya, berhasil dihancurkan oleh Li Annchi.


Sesaat kemudian, mulut Dou Ji terbuka lebar melihat apa yang melesat dari ujung pedang di tangan lawan. Sebuah angin tornado berhawa jauh lebih dingin, segera memancar memnuhi udara hingga radius seratus meter.


Hawa dingin itu membuat api di tubuh Hao Long dan Bou Di yang tengah bertarung, mulai meredup. Hal yang membuat Bou Di melesat menjauhi Hao Long dan memandang ke arah pertarungan Dou Ji dan Li Annchi.


“Annchi … Sekuat inikah dirimu sekarang?” Hao Long berkata dalam benaknya seraya menaikan energi qi-nya menjaga agar api yang menyelimuti tubuhnya tidak padam. Hal sama dilakukan oleh Bou Di.


Terlihat oleh keduanya, Dou Ji yang telah lepas dari rasa terkejutnya, segera mengerahkan seluruh qi-nya yang membuat tongkat di tangannya bersinar lebih terang.


Percikan petir di sekitar pusaka itu, menjadi jauh lebih besar dan panjang, sementara Angin Tornado Es dari ujung Pedang Inti Es Li Annchi terlihat telah bergulung ke arah Dou Ji, saat Li annchi mengubah posisi ujung pedang dari udara kini mengarah ke tubuh lawan.


WHUUST


JEDAAR JEDAARR JEDARR


Semua mata melotot lebar saat Angin Tornado itu bertemu dengan tiga petir maha besar yang melesat dari tongkat Dou Ji.


Pertemuan dua energi besar itu membuat mata Dou Ji melotot lebar. Ia tidak menduga serangan terhebatnya, saat ini tengah dibekukan oleh angin Tornado dingin Li Annchi yang terus melesat ke arah dirinya.


Dou Ji melesat ke atas, menghindari terjangan angin tornado yang hendak menggulung tubuhnya. Namun angin yang bergulung dengan sangat cepat itu, terus mengejarnya.


Wajah Dou Ji menunjukan rasa panik terhadap serangan dahsyat Li Annchi. Ia melesat kesana kemari menghindari terpaan Angin Tornado Li Annchi yang sedang kesal meihat seranganya berhasil di hindari lawan.


Dengan tangan kirinya, Li Annchi melepaskan serangan Tapak Salju Abadi yang membuat Dou Ji terpecah konsentrasinya. Ia melepaskan petir besar dari tongkat pusakanya untuk menghadang energi berbentuk tapak sebesar lima meter itu.

__ADS_1


BLAAM


Doi Ji memang berhasil menghancurkan Tapak Salju Abadi dengan tongkat pusakanya, namun Ia tidak menduga Li Annchi telah berada di belakangnya dan melepaskan sebuah tendangan yang sedikit terlambat Ia tahan dengan kedua tangannya.


DUAGH


Tubuh Dou Ji terlempar tepat ke arah angin tornado yang segera menggulung tubuhnya. Selama beberapa waktu, terlihat Ia masih berusaha melawan gulungan angin dingin tersebut dengan menggunakan sisa-sia kekuatannya.


Angin yang bergulung hebat disertai petir putih berbentuk es, terdengar bergemuruh. Namun segera hening setelah lima menit kemudian dan pancaran energi Dou Ji pun telah sangat lemah.


BOOOM


Li Annchi meledakan angin tornado itu dengan mengalirkan energi berbentuk tapak. Ledakan itu menimbulkan gumpalan salju yang berwarna merah muda karena bercampu dengan darah Dou Ji yang tubuhnya hancur berkeping-keping.


Semua mata terpana melihat hal tersebut. Due Hai yang baru saja berhasil menghantam Phoenix Es dan membuatnya terluka parah, segera melesat mendekati Li Annchi yang berjarak seratus meter darinya.


“Kau !!! … “ Due Hai yang sangat murka akan kematian Dou Ji mengeluarkan sebuah senjata yang juga memancarkan hawa membunuh yang sangat kuat, setelah Ia berada sepuluh meter di depan Li Annchi.


Namun Bou Di yang sudah merasa jerih, segera melesat menghampirinya, setelah berhasil mengecoh Hao Long. “Due Hai … Jangan gegabah!”


“Apa maksudmu?!” Dahi Due Hai berkerut mendengar Bou Di berkata demikian. “Gadis ini sangat kuat sekali, kita tidak akan bisa mengalahkannya.”


Lalu Bou Di memberi sebuah isyarat untuk melarikan diri dari tempat tersebut. Ia melepasakan serangan tipuan ke arah Li Annchi yang telah waspada.


Energi berbentuk harimau api yang melesat dari tapak tangan Bou Di, segera melesat yang membuat Li Annchi segera menebaskan Pedang Inti Es dan meledakan energi tersebut.


Namun setelah efek ledakan itu mereda, keduanya sudah berjarak satu kilometer dari tempat dimana mereka berada sebelumnya.


Due Hai yang terlihat masih marah, segera bertanya kepada Bou Di mengapa Ia mengajaknya kabur dari pertarungan. Karena hal ini belum pernah mereka lakukan selama di dunia asalnya.


Bou Du menjelaskan rencananya, Due Hai mengangguk setuju dengan rencana Bou Di yang akan kembali dulu ke dunia asal mereka dan mengajak pemimpin nomor tiga untuk datang ke dunia ini.


“Hanya kekuatan Pemimpin ketiga yang bisa menundukkan mereka.” Bou Di terlihat antusias saat Ia berkata demikian.

__ADS_1


Due Hai mengangguk karena Ia mengetahui, pemimpin ketiga mereka memiliki kekuatan yang menggunakan pikiran sehingga bisa mengendalikan orang yang terkena jurusnya tersebut.


--------------------------O----------------------------


__ADS_2