Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
Kemarahan Hao Long


__ADS_3

Li Annchi mengangguk seraya mengajak beiju dan yang lainnya menjauh seratus meter dari tempat Hao Long berada. Melihat hal itu, Hao Long memberikan tanda dengan tangan agar mereka lebih menjauh lagi.


Aura Ranah Langit Hao Long, membuat dunia siluman kembali berguncang,lebih hebat dari saat Annabi mengerahkan kekuatan di ranah yang sama.


Sesaat kemudian, Petir dengan empat warna yang berbeda, menyambar keluar dari tangan Kanan Hao Long, setelah Ia mengerahkan kekuatan tangan Petir Dewa Langit.


JEDUAAARRR


BLAAMMMM


KRETEKKRETEKKRETEKKRETEK


Suara menggelegar memenuhi udara, terjadi ledakan besar disertai dengan terjadinya fenomena yang membuat Fung Jie, Beiju, Annabi dan Ji Hua terpana dengan mulut yang menganga lebar.


LI Annchi pun sempat tersentak kaget saat menyadari jika Petir dari tangan kanan Hao Long berubah menjadi sangat besar dan bergerak bagai sebuah listrik yang konslet dnegan skala kilatan petir yang sangat panjang.


Bahkan dua lidah petir menghantam pepohonan, dua puluh meter di depan mereka. Walau jarak mereka kini dengan Hao Long, sudah sejauh dua ratus meter lebih.


Hao Long sendiri sempat terjajar beberapa meter ke belakang, akibat meledaknya energi Perisai Pelindung sesaat setelah terhantam kekuatan penuh petir empat warna dari Tangan Petir Dewa Langit.


Setelah ledakan petir mereda dan memastikan Perisai pelindung hancur, Hao Long memanggil yang lainnya. Mereka terlihat masih takjub dengan apa yang baru saja Hao Long lakukan saat berada kembali di dekat pemuda itu.


“Mengapa Kekuatan kita jauh berbeda, walau telah sama-sama berada di Ranah Langit Tuang Long?” Annabi yang penasaran segera bertanya.


“Sesepuh... tubuh Anda telah mencapai batasannya. Anda jangan lagi berkultivasi, karena itu akan membuat tubuh Anda meledak. Begitulah informasi yang kuterima dari Roh Kristal Merah.”


Hao Long terpaksa menjelaskan hal tersebut, mengingat adanya keinginan kuat dari Annabi yang sepertinya menyimpan suatu tujuan lain.


Annabi terlihat terkejut mendengar penjelasan Hao Long, namun Ia tidak percaya begitu saja dengan apa yang disampaikan oleh Pemuda tersebut.


Setelah memastikan tidak ada orang yang berada di dalam hutan Kayu besi, mereka pun segera melesat melintasi hutan yang kini terlihat sudah jarang dengan pepohonan.

__ADS_1


“Apa yang mereka cari di hutan ini sebenarnya?” Annabi yang melihat bertanya entah kepada siapa.


“Sepertinya mereka memanen Inti Kayu Besi. Entah akan digunakan untuk apa.” Fung Jie yang juga mengamati kondisi hutan itu, mengutarakan isi pikirannya.


Setelah melintasi hutan sejauh tiga kilometer akhirnya mereka tiba di atas sebuah telaga kecil yang berair biru.


“Ternyata telaga berair biru, benar-benar ada di Hutan Kayu Besi ini.” Annabi berkata dalam benaknya dengan sedikit rasa menyesal.


Seandainya saja Ia mengetahui hal ini jauh-jauh hari, pastilah Ia sudah mengambil terlebih dahulu Kristal Inti Kehiduapn berwarna Biru tersebut.


Dirinya yakin bahwa kekuatannya masih bisa bertambah lebih besar lagi bahkan menembus Ranah Surgawi, tidak seperti yang Hao Long katakan sebelumnya.


Di sisi lain dahi Hao Long terlihat berkerut, wajahnya mengisyaratkan sebuah kemarahan setelah mendengar informasi dari Roh Kristal Merah.


“Mengapa Ia tidak mau menyerahkan kristal Biru kepadaku? Apakah Ia ingin melawanku? Tanyakan padanya!” Roh Kristal Merah yang mengetahui Hao Long mulai kesal, segera menyampaikan perkataannya kepada Roh Kristal Biru.


“Katakan pada Tuan kalian! Aku Kristal Biru tidak takut padanya. Karena Aku sudah berjanji akan patuh pada pemilik Tangan Petir Yang bernama Ge Luo. Kalian sepetinya telah tertipu oleh pemuda itu.”


Roh kristal Kuning berteriak memarahi Roh Kristal Biru. Namun Roh Penjaga Kristal Biru itu justru menjadi gusar. Ia pun melesatkan sebuah serangan tak kasat mata dari dalam Telaga Biru.


Hao Long yang bisa merasakan serangan itu, segera membuat kelima rekannya terhempas menjauhi tempat tersebut sebelum memberikan serangan balasan dengan Tangan Petir Dewa Langit.


JEDAAAARR


BLAAAMMM


Air Telaga seketika berombak besar saat kedua energi yang sama kuatnya saling berbenturan hingga meledak dengan suara yang sangat keras. Tentu saja Li Annchi dan yang lainnya terkejut melihat hal tersebut.


“Apa yang terjadi? Mengapa Hao Long semarah itu?”


Li Annchi ingin mendekati kekasihnya itu, namun Ia menyadari jika Hao Long sedang dalam keadaan dimana Ia harus diam dan melihatnya saja.

__ADS_1


“Roh Kristal Biru Jangan paksa Aku melukaimu!” Hao Long berteriak keras seraya menggerakan Batu Petir Dewa yang tersimpan di pangakal lengannya.


Batu Petir Dewa seketika memancarkan kilatan petir besar yang memaksa Li Annchi dan yang lainnya menjauhi Hao Long hingga seratus meter darinya.


Batu Petir Dewa yang telah berada di telapak tangannya, segera Hao Long arahkan ke dalam telaga. Di dalam kepalanya, tiba-tiba terdengar teriakan keempat Roh itu kepada Hao Long.


“Tuan Hao Long, mohon ampuni rekan kami, jangan hukum dirinya.” Mendengar perkataan Roh Kristal Merah, emosi Hao Long sedikit mereda.


“Katakan padanya! Memilih tunduk padaku atau kuhancurkan tubuh rohnya dengna Batu Petir Dewa langit ini!”


Saat Roh kristal merah akan berbicara, tiba-tiba Air telaga berriak dengan hebat. Sesaat kemudian, dari dalam telaga keluar kristal berwarna biru yang membuat air kembali menjadi bening.


Terlihat oleh Hao Long, tubuh Roh Kristal biru yang menggigil ketakuan dan tak berani menatap matanya. “Ampuni hamba ... Tuan Hao Long ... Hamba telah ... salah selama ini.”


Suara Roh Kristal Biru yang terbata-bata dengan tubuh yang bergetar saat berlutut di depannya, membuat Emosi Hao Long seketika mereda.


“Katakan padaku, alasan sebenarnya Kau tidak mau menyerahkan Kristal Biru Padaku?”


Dengan cepat, Roh Kristal Biru menjelaskan jika dirinya tak berdaya saat Ge Luo datang dan berhasil mengalahkan dirinya karena membawa sebuah Berlian Raja Dewa.


Keempat Roh Penjaga Kristal yang lain terkesiap mendengar perkataan Roh Kristal Biru yang terpaksa berjanji akan patuh kepadanya.


Dahi hao Long berkerut mendengar penjelasan tersebut. Ia pun bertanya kepada Roh Kristal Merah, mengapa mereka berdecak ketakutan.


“Tuan Hao Long ... Selain Batu Petir Dewa Langit, ada sebuah Mustika Dewa yang lain yaitu Berlian Raja Dewa yang mampu menghancurkan tubuh roh kami. Itulah mengapa Roh Kristal Biru dibuat tak berdaya oleh Ge Luo.”


Hao Long sedikit terkejut mendengar hal tersebut. Ia pun segera memasukan kembali Batu Petir dewa ke pangkal lengannya. “Baiklah ... Kau kumaafkan jika memang begitu situasi yang Kau hadapi. Sekarang Masuklah ke dalam tangan Petir ku.”


Sesaat kemudian, tubuh Roh Kristal Biru lenyap dari pandangan Hao Long yang segera mengeluarkan Lemari semesta dari ikat Pinggang Lima Permata.


Setelah Lemari Semesta dimasukan kembali ke dalam Ikat Pinggang Lima Permata, Hao Long tiba-tiba menjerit histeris. Matanya seketika berubah menjadi kebiruan dan di langit hutan Kayu basi itu, terlihat Awan Hitam tiba-tiba saja bergulung ke sebuah tempat.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2