Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
080: Kekuatan Raja Iblis


__ADS_3

Hao Long segera melesat cepat, menahan tubuh Patriark Ou Yang dan segera mengalirkan energi Penyembuh Persik Dewa. “Bagaimana Kondisi Anda Patriark Ou? Sepertinya lawan anda adalah orang yang sangat kuat.”


Sekilas melihat pergerakan Huo An, Hao Long bisa mengetahui jika Huo An adalah lawan terkuat diantara mereka, Setidaknya itulah anggapan dalam benak Hao Long.


“Aku baik-baik saja Long’er .. Aku masih bisa mengimbanginya. Aku belum mengeluarkan kekuatan penuhku sejak menerima energi dari zamrud Khatulis mu.” Ou Yang berkata dengan penuh percaya diri.


Hao Long lalu melesat ke arah di mana Niu Ing dan adiknya Niu Yie bersiap menyerang


LI Annchi dengan mengendalikan tubuh Patriark Hong Jun dan Dewa Tongkat Merah.


Hao Long menyerang kedua kakak beradik itu yang membuat konsentrasi mereka buyar dan tidak bisa membantu Sang Guru yang sedang bertarung melawan Li Annchi.


Terlihat keterkejutan Shui, Lin satu pun serangannya belum mengenai Li Annchi. Jurus Jarum Airnya, tak bekerja sama sekali, selalu membeku sebelum menyentuh tubuh lawan.


Bahkan Ia nyaris terkena hantaman Tapak raksasa dari jurus Tapak Dewi Es Li Annchi. Seumur hidupnya, Shui Lin baru kali ini kehabisan akal saat menghadapi lawannya.


Jurus Pedang Air, Jurus Tombak Air, Jurus Kipas Air, semuanya membeku sebelum mengenai lawan yang selalu memancarkan aura dingin dari tubuhnya.


Shui Lin akhirnya melesat pergi ke tempat dimana Huo An sedang bertarung dengan Patriark Ou Yang. Ia langsung memasuki arena pertarungan yang membuat Huo An marah.


“Apa yang Kau lakukan!” Shui Lin terus menyerang Patriark Ou Yang sebelum menanggapi perkataan Huo An. “Jurusku tak bekerja pada gadis yang di sana! Kau saja yang melawannya!”


Dengan mendengus kesal, Huo An melesat ke arah Li Annchi. Ia pun terpana melihat kecantikan Li Annchi yang sedang berpikir bagaimana menolong ketiga kakek itu.


“Baru kali ini Aku melihat kecantikan sesempurna kecantikan mu Nona. Siapakah nama mu?” Li Annchi mengerutkan dahi.


“Apakah penting bagimu mengetahui nama orang yang akan mengirimmu ke akhirat?!” Raut Wajah Huo An seketika berubah. Ia menjadi marah sekali diremehkan seperti itu.


“Jangan salahkan Aku jika bertindak lancang padamu!” Huo An melesat berusaha mencekik leher Li Annchi. Namun Ia terkesiap mendapati serangannya mengenai udara kosong.

__ADS_1


Huo An melesat ke atas, merasakan datangnya serangan Li Annchi yang melakukan tendangan dari arah bawah. Pertukaran serangan keduanya segera terjadi.


Sementara Hao Long yang dikeroyok oleh empat orang murid Shui Lin, lama-lama menjadi kesal karena beberapa kali nyaris terkena tebasan pedang Air mereka.


Ia Lalu melesat ke atas dengan kecepatan dua kali lipat sebelum melesatkan dua ekor naga dari kedua telapak tangannya yang terbuka ke bawah.


Niu Ing yang pernah merasakan betapa dahsyatnya serangan Hao Long segera memberi aba kepada ketiga adik seperguruannya.


“Gelombang Tombak Air!”


Empat energi menyerupai air, segera melesat ke satu titik dan membuat sebuah tombak besar. Lalu keempat murid Shui Lin itu, melesatkannya ke arah Hao Long dengan kecepatan tinggi.


Hao Long menarik kembali kedua energi berbentuk ular naga untuk menghadang serangan mereka. Dan benturan kedua energi itu, tidak bisa terhindari.


BLAAAMMM


Shui Lin sangat terkejut melihat hal itu, Ia merasa lebih baik pergi dari tempat tersebut dengan membawa serta keempat muridnya. Bertepatan dengan itu, Xiong Hu melesat datang membantunya.


“Mau kemana Kau!” Xiong Hu terkejut mendapati Shui Lin melesat pergi ke arah dimana keempat muridnya berada yang sedang menahan rasa sakit di dada mereka.


Xiong Hu yang sangat menginginkan Tombak Dewa Petir, segera melesat menyerang Ou Yang dengan serangan mematikan, tanpa menunggu jawaban dari Shui Lin.


Kekesalannya pada Shui Lin, Ia tumpahkan pada serangan terhadap Patriark Sekte Golok Halilintar. Melawan orang yang paling dicari oleh Aliansi Aliran Putih, Ou Yang pun menjadi sangat bersemangat untuk menghabisinya.


Pertarungan keduanya segera berlangsung dengan cepat sekali. Terkena serangan lawan, dipastikan dewa kematian menjemput nyawa mereka.


Setelah belasan kali pertukaran serangan, Xiong Hu yang terdesak lalu mengeluarkan Pedang Api Hitam dan mengalirkan energi qi ke dalam bilahnya.


Seketika Aura mencekam dan sangat besar yang sempat Hao Long rasakan dari kejauhan, kini muncul dan segera memenuhi udara hingga radius ratusan kilometer.

__ADS_1


Awan hitam segera berarak menuju ke arah dimana Pedang Api Hitam berada. Pertarungan semua orang pun terhenti. Sementara Shui Lin yang hendak melarikan diri dari tempat tersebut, tercekat dan membatalkan niatnya.


Huo In segera melesat dan bergabung dengan kelompok Shui Lin, Hao Long segera melesat mendekati Li Annchi. Kini keduanya berada lima puluh meter dari tempat Xiong Hu yang sedang mengangkat Pedang Api Hitam ke udara.


“Rupanya energi dari pedang itu yang sempat kita rasakan tadi. “Hao Long menelan ludahnya. Sosok Naga Biru di dalam dantian Naganya, merasa sangat gelisah. Bahkan Liontin Naga Api, terasa bergerak sendiri seolah menarik leher Hao Long untuk pergi dari tempat tersebut.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Li Annchi, Iblis Es dalam tubuhnya menjerit ketakutan. Liontin Naga Es pun bergerak tak beraturan.


“Long … Apa yang terjadi dengan …” Li Annchi menghentikan kalimatnya karena menyadari Sang kekasih juga sedang kebingungan.


“Cepat tinggalkan tempat ini. Kalian belum mampu untuk melawan Raja Iblis! Selain itu ketiga manusia tua itu harus segera diobati, jika tidak mereka akan segera mati.” Sebuah suara terdengar bersamaan di telinga Li Annchi dan Hao Long.


Hao Long lalu melesat ke arah dimana Qiu Heng , Huang Bao dan Patriark Hong Jun berada. Dengan gerakan cepat, Hao Long membuat mengikat mereka bertiga dengan energi qi-nya.


Lalu Ia memanggil Jin Shi yang datang dengan wajah penuh ketakutan. “Tuan … Kita harus pergi dari sini secepatnya.”


Setelah berkata dengan suara bergetar, Jin Shi segera melesat pergi, membawa ketiga kakek yang masih dalam keadaan terluka oleh Jarum Air.


Sementara Li Annchi yang hendak menarik tubuh Patriark Ou Yang tersentak saat merasakan energi mencekam perlahan keluar dari tubuh Xiong Hu.


“Patriark Yang … Cepat tinggalkan tempat ini.” Melihat Li Annchi berteriak panik, Ou Yang segera melesat ke tempat gadis itu berada.


“Kalian pergilah … Aku akan membuatnya sibuk dan tidak mengejar kalian.” Hao Long yang juga telah tiba di samping Li Annchi segera menyanggahnya.


“Tidak Patriark Ou … Kita belum cukup kuat untuk melawannya. Sebaiknya kita segera pergi sebelum Raja Iblis selesai merasuki tubuh kakek itu!”


Ketiganya segera melesat dengan sangat cepat ke arah perginya Jin Shi tadi. Namun Raja Iblis yang telah selesai merasuki Xiong Hu, tiba-tiba telah berada di depan mereka.


----------------------------------O------------------------------------

__ADS_1


__ADS_2