Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
040: Tiga Tetua Emas


__ADS_3

Tiga orang yang terlihat berusia sekitar lima puluhan tahun, melayang turun dan berdiri sepuluh meter dari hadapan Hao Long yang mengerutkan dahinya melihat kedatangan mereka.


“Siapa Kau bocah?! Dan mengapa kau membuat kekacauan di wilayah Kami?” Salah satu dari tiga orang yang tadi melempar pisau, bertanya seraya menunjuk wajah Hao Long.


“Tetua Emas Sekte Pisau Terbang, Kalian rupanya ikut berkhianat kepada Patriark Lu Jian. Baguslah jika begitu.” Huang Bao tersenyum dengan kesal mengingat sahabatnya dikhianati oleh tetuanya sendiri.


“Ada juga orang bau tanah yang mau ikut campur, apa hubunganmu dengan Tua Bangka Lu yang naif itu. Ia Tak pantas menjadi Pemimpin Kami.”


Sosok Pria yang mengenakan jubah berwarna kuning, menjawab pertanyaan Huang Bao yang terlihat semakin geram.


“Aku sahabatnya dan aku tidak bisa menerima kalian mengkhianatinya!”


Sedetik kemudian, tubuh Huang Bao lenyap dari pandangan dan telah muncul di hadapan mereka bertiga yang terkejut melihatnya.


Ketiga orang itu segera terpental ke berbagai arah, saat Huang Bao melancarkan serangannya.


PLAKK -PLAKK


Terdengar suara tamparan dari lelaki yang menghina Lu Jian tadi, disertai raungan saat beberapa giginya tanggal dan terlempar dari mulutnya.


Darah segar segera mengalir dari sudut bibir pria itu, yang baru bangkit akibat terkena tendangan Huang Bao pada bagian perutnya.


Huang Bao yang begitu marah mengetahui situasi terjadi pada sahabatnya Lu Jian, tak lagi menyembunyikan tingkat kultivasinya.


Hal yang membuat ketiga Tetua Emas segera melesat mundur dan membuat formasi serangan yang dikenal dengan nama Formasi Dewa Pisau.


Tiga Buah energi berwarna keemasan, segera berpadu di udara setinggi lima meter dari tanah. Melihat itu, Huang Bao segera mengeluarkan Cambuk pusakanya dari cincin ruang dan lalu membuat tali cambuk bergerak memutar di depannya.


Sebuah lingkaran biru segera terbentuk tepat saat puluhan energi berbentuk pisau berwarna kuning keemasan, melesat sangat cepat ke arah Huang Bao.


BLAR BLAR


Ledakan beruntun terdengar saat energi berbentuk pisau, membentur perisai energi berwarna biru dari cambuk Huang Bao.


Ketiga Tetua Emas Sekte Pisau terbang itu, terlihat kesal, ketika beberapa saat kemudian, serangan mereka belum berhasil menembus perisai Huang Bao.

__ADS_1


Kekesalan itu berubah menjadi panik saat tiba-tiba dari perisai itu, melesat sebuah tali seperti cambuk dan menderu ke arah mereka.


BLAAR


Formasi Dewa Pisau pun hancur saat ketiga orang itu terpaksa bergerak dari posisi mereka untuk menghindari Lecutan energi biru berbentuk cambuk.


AAARRGGHH


Terdengar jeritan dari salah satu Tetua yang terkena Lecutan cambuk pada kakinya hingga harus putus. Hal itu, membuat keduanya rekannya menjadi pucat dengan apa yang terjadi berikutnya.


Kedua Kultivator di puncak Tingkat Langit yang hampir menembus Tahap Awal Tingkat Dewa, terbelalak saat rekan mereka tewas dengan tubuh yang meledak, sesaat setelah Cambuk energi itu, menembus punggungnya.


“AWAS!”


Salah satu dari keduanya berteriak saat melihat dua energi cambuk menderu cepat ke arah mereka. Namun sayang, rekannya terlambat menghindar, karena begitu cepatnya serangan cambuk energi Huang Bao.


BLAM


Tubuh rekannya yang meledak, membuat satu orang Tetua Sekte Pisau terbang yang tersisa, menggigil ketakutan. Ia segera menekuk lututnya, sebagai tanda menyerah kepada Huang Bao.


“Saudara Lu … Sudah lama tidak bertemu.” Huang Bao menyapa sosok yang tak kalah tua dengan dirinya, sosok yang terlihat berusia lebih dari seratus tahun.


Sosok Lu Jian tersenyum, namun sebelum Ia berbicara, tiba-tiba Tetua yang tadi berlutut melemparkan sebuah pisau berwarna keemasan ke arah dirinya.


Namun Hao Long yang melihat gerakan mencurigakan dari tetua itu, segera bergerak lebih cepat dan membuat pisau itu berbalik arah.


CREEB.


Keterkejutan Tetua itu melihat kecepatan gerak yang Hao Long tunjukkan, membuat Ia lengah. Lehernya harus tertembus oleh pisaunya sendiri yang melesat dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya.


Ia pun tersungkur dengan leher yang tertembus oleh senjatanya sendiri. Hal yang membuat wajah Lu Jian terlihat ketakutan. Hal yang membuat Huang Bao segera bertanya, mengapa Ia bersikap demikian.


“Jadi dia adik misan dari Ming Hu yang telah mengambil alih jabatan Patriark darimu?” Huang Bao memahami alasan ketakutan Lu Jian yang kultivasinya kini telah musnah.


Sedangkan Ming Hu, Patriark Sekte Pisau Terbang saat ini, memiliki Kultivasi di Tingkat Dewa Tahap menengah yang hampir menembus Tahap Puncak.

__ADS_1


Lu Jian lalu mengajak Huang Bao dan Hao Long untuk singgah di kediamannya yang baru sebagai orang biasa. Setelah Hao Long membebaskan Lan Yue dari totokannya, Ia pun segera mengikuti kemana Huang Bao pergi bersama Lu Jian.


“Kakak … Siapa Pemuda itu? Di usianya yang masih muda, kultivasinya telah begitu tinggi.” Mao Li bertanya yang membuat Lan Yue menggelengkan kepalanya.


“Entahlah, sebaiknya kita segera berangkat ke Sekte Pulau Es Utara dan menyelesaikan tugas dari guru.” Lan Yue berkata seraya meraba tempat dimana Ia letakkan sebuah kitab.


Kitab itu adalah kitab yang berisi tentang cara menaklukkan pengaruh Iblis Es yang diminta oleh Matriark Lin Yu dengan mengirimkan utusannya kepada Dewi Kipas Pelangi.


Dewi Kipas Pelangi lalu mengirimkan tiga orang Tetua terkuatnya beberapa hari kemudian.


Namun tidak mereka duga, Sosok utusan Matriark Lin Yu yang adalah Mi Hua, telah membocorkan rahasia itu kepada saudara misannya, Jing Li. Murid Dewi Bunga Hitam yang menyamar menjadi seperti gurunya.


Hingga Lan Yue dan kedua adik seperguruannya, tidak menyadari jika perjalanan mereka ke Sekte Pulau Es Utara, telah dinanti oleh Jing Li, Jing Hung dan Mi Hua.


Jing Hung berencana merebut Kitab tersebut, demi mengendalikan Li Annchi yang dirasuki oleh Iblis Es dan menjadikannya sebagai anak buahnya, mengingat kekuatan besar yang dimiliki oleh Kekasih Hao Long yang saat ini sedang mendengar penjelasan dari Lu Jian.


Dalam penjelasannya, Lu Jian mengatakan bahwa Ming Hu memiliki kekuatan yang luar biasa sejak Ia menjalankan sebuah tugas luar.


Setelah beberapa waktu sejak kultivasinya dimusnahkan oleh Ming Hu, Lu Jian mencari informasi, tentang Ming Hu yang menjadi kuat setelah beberapa bulan keluar dari Sekte.


Belum ada informasi yang pasti, namun ada sebuah kabar yang mengatakan bahwa Ming Hu, bertemu dengan tiga orang yang mengenakan pakaian terbuat dari Logam berwarna perak.


Sementara wajah ketiga orang itu, tidak terlihat sama sekali karena mengenakan pelindung berbentuk bulat yang pada bagian matanya mampu memancarkan sinar merah seperti api.


“Darimana Saudara Lu mengetahui informasi tersebut?” Lu Jian menghela nafas mendengar pertanyaan Huang Bao.


“Ada beberapa anggotaku yang masih setia, Ia menjadi pelayan di Sekte Pisau Terbang. Ia mendengar pembicaraan itu, saat menyajikan hidangan terhadap ketiga orang asing itu. Mereka bertamu ke Sekte Pisau terbang, tiga hari setelah Ming Hu menjadi Patriark.”


Dahi Huang Bao terlihat mengerut, Ia mencoba mengingat apakah di masa lalu pernah mendengar tentang sosok tiga orang tersebut.


Dari Penjelasan Lu Jian berikutnya, akhirnya Hao Long mengetahui sekte apa saja yang tergabung dalam Tiga Belas Aliansi Aliran Hitam.


Hal itu membuatnya ingin segera mendatangi markas Sekte Pisau Terbang yang berada di bagian barat sejauh lima kilometer dari gerbang kota yang saat ini mereka singgahi.


------------------------O---------------------------

__ADS_1


__ADS_2