Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
114: Goa Tersembunyi


__ADS_3

“Tenanglah Jangan takut… Aku akan menyembuhkan luka Anda berdua. Hanya dengan cara ini Kultivasi Anda bisa meningkat dengan lebih cepat.” Tentu saja keduanya tertegun mendengar ucapan Hao Long.


Li Annchi yang sudah bersiap hendak mencegah Hao Long juga tertegun mendengarnya. Namun begitu, masih terbersit sedikit keraguan di hatinya.


Namun keraguan itu segera sirna setelah keduanya kembali diobati oleh Hao Long. Setelah sembuh, kekuatan keduanya kini telah berada di Tahap Puncak Tingkat Dewa yang sebelumnya berada di Tingkat Langit Tahap Puncak.


Tentu saja hal itu membuat kedua Raja dan Ratu Siluman, meminta agar Hao Long melukai mereka lagi.


Namun Hao Long menolak, karena tubuh keduanya belum mampu untuk menampung energi lebih besar dari yang sudah ada saat ini. Mereka akhirnya pun mengerti.


“Dewa apakah yang harus kami lakukan untuk membalas kebaikan Anda ?” Raja Conda bertanya dengan tubuh yang membungkuk.


Hao Long lalu meminta keduanya untuk membantu mereka mencari informasi tentang keberadaan sebuah Ikat Pinggang yang memiliki lima Permata di sepanjang tali Ikat pinggang tersebut.


Raja Conda dan Ratu Siluman Ana menyanggupi dan akan menggerakkan ribuan anak buah mereka agar menyebar mencari informasi tersebut.


Keduanya pun lalu mendesis keras, ribuan ular yang bersembunyi di semak-semak, segera bermunculan.


Mereka lalu mendengarkan perintah dari Raja Conda dan Ratu Ana dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Hao Long maupun Li Annchi.


Setelah ribuan siluman ular putih itu pergi ke segala arah, Raja Conda dan Ratu Ana mengajak Hao Long untuk menunggu informasi dari anak buahnya, setidaknya hingga lima hari ke depan.


Keduanya diajak oleh Raja Siluman Ular itu ke sebuah goa yang tempatnya sangat tersembunyi. Berada di balik bebatuan besar dengan sebuah pohon yang daunnya sangat rimbun.


Lubang Goa yang hanya berdiamater satu meter itu, sempat membuat Hao Long dan Li Annchi ragu. Namun setelah dijelaskan, keduanya mulai menepis keraguan tersebut.


Ratu Ana masuk terlebih dahulu, kemudian disusul oleh Hao Long dan Li Annchi dan terakhir Raja Conda yang memasuki goa tersebut.

__ADS_1


Seperti apa yang dikatakan oleh Raja Conda, Hao Long dan Li Annchi sempat takjub melihat ruangan besar yang terdapat di dalam goa tersebut.


“Sepertinya seseorang pernah menempati ruangan ini?” Hao Long menduga demikian, karena dijelaskan oleh Raja Conda, bahwa saat menemukan goa, ruangan goa sudah seperti sekarang ini.


Hao Long melangkah mendekati sebuah kolam kecil yang memiliki air berwarna biru seperti air laut. “Aneh … padahal air yang jatuh berwarna bening, mengapa setelah berada di kolam ini menjadi berwarna biru?”


Li Annchi mengeluarkan pertanyaan yang juga berada dalam benak Hao Long. Saat tangan Hao Long menyentuh permukaan air, Ia sedikit terkejut karena merasa seperti tersengat oleh arus listrik.


“Air ini mengandung energi yang sangat besar.” Ucap Hao Long lalu memperhatikan sekitar ruangan goa itu. Matanya menyipit setelah menemukan sebuah celah selebar satu jengkal.


“Dewa Jangan kesana! Bahaya!” Saat hendak memeriksa celah tersebut, Raja Conda berteriak. “Aku pernah terlempar saat ingin mendekati celah tersebut.”


Tentu saja penjelasan Raja Conda membuat Hao Long justru menjadi penasaran. “Long Hati-hati ...” Hao Long terus mendekati celah tersebut dengan sikap yang waspada.


Satu meter lagi Hao Long tiba di celah tersebut, sebuah energi besar menyambar tubuh Hao Long dengan sangat cepat. Hao Long yang terkesiap akan besarnya energi itu, tak bisa menahannya.


“Dibilangin kok ngengkel!” Sungut Raja Conda dalam hati, sambil menahan rasa sakit pada tubuh Ularnya yang sepanjang lebih dari lima meter.


Hao Long segera bangkit dengan tatapan tak percaya. “Long, sudahlah kita tidak usah mencari tahu apa yang tersembunyi di balik celah itu!” Li Annchi mengingatkan Hao long agar mengurungkan niatnya.


Hao Long mengabaikan peringatan Li Annchi, Ia tetap melangkah dengan mengerahkan energi qi pada kedua kakinya. Saat melangkah, terdengar bebatuan lantai itu berdentum kecil.


Satu meter lagi berada dari celah itu, energi keluar menyambar seperti sebelumnya. Walau kali ini Hao Long tidak terpental seperti sebelumnya, tetap saja sambaran energi yang keluar dari batu itu, membuat tubuhnya terasa sakit.


Hao Long segera mengeluarkan Zamrud Khatulis, udara dalam goa seketika menjadi sangat panas membuat, Raja dan Ratu Siluman Ular Putih itu panik. “Tenanglah Jangan keluar!”


LI Annchi segera mengeluarkan Zamrud Tiwa hingga udara kembali menjadi normal seperti sebelumnya. Mata Kedua Raja dan Ratu Siluman itu terbelalak melihat Zamrud di tangan Li Annchi.

__ADS_1


“Bukankah Kristal itu yang sedang dicari mereka?”Tanya Ratu Siluman Ular setengah berbisik. “Benar … Tak salah lagi. Ternyata Dewi Salju yang memiliki Kristal itu.” Jawab Raja Conda dengan suara bergetar.


Sementara Hao Long merasa tekanan energi yang memancar dari celah tersebut, semakin lama semakin menguat. Hao Long pun terus melangkah dengan bersusah payah untuk meraih celah tersebut.


Satu menit kemudian, telapak tangan Hao Long berhasil meraih celah tersebut, lalu menariknya dengan sangat kuat. Tekanan udara tiba-tiba menghilang.


Akhirnya Hao Long bisa membuka celah tersebut dan bisa melihat ruangan yang berada di baliknya. Sesaat Ia terkesiap, melihat sebuah Kerangka manusia sedang duduk bersila masih dengan jubahnya.


Hao Long menyimpan kembali Zamrud Khatulis. Setelah memastikan tidak ada lubang senjata rahasia di dinding ruang goa itu, lalu Ia melangkah masuk dengan perlahan-lahan tidak menurunkan kewaspadaannya.


Namun saat berada satu meter lagi di depan jasad yang telah menjadi kerangka itu, Hao Long merasakan datangnya serangan dari balik jasad tersebut.


Sontak Hao Long melompat mundur seraya menepis belasan pisau yang terbang melesat ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


“Tidak ku sangka senjata rahasia yang melindungi kerangka ini berasal dari dinding yang berada di balik punggungnya.” Hao Long harus mengakui kejeniusan sosok tersebut.


Terlambat sedetik saja, sudah bisa dipastikan jika dirinya akan tertusuk oleh belasan pisau yang kini tergeletak di bawahnya.


Pisau-pisau itu terlihat memiliki racun pada bilahnya, karena sebagian dari bilahnya terlihat menghitam.


Hao Long terdiam sejenak, seraya mengamati ruangan dengan seksama. Hingga akhirnya Ia menemukan jika dua jengkal dari jasad itu berada, terdapat sepuluh lubang kecil yang nyaris tidak terlihat.


Hao Long lalu mengambil sebuah pisau dan melemparkannya tepat di tempat tersebut. Dan sesaat kemudian terdengar suara benda melesat diikuti dengan suara bebatuan yang hancur di atas ruangan tersebut.


“Senjata rahasia yang berbahaya!” Desis Hao Long saat menatap bebatuan yang berada di atap ruangan sedang berjatuhan, setelah terhantam sepuluh jarum perak sepanjang satu jengkal.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2