
“Long … Entah kenapa Aku merasakan sedikit kejanggalan dari penjelasan Kakek Bai.” Hao Long mengerutkan dahinya. “Kejanggalan bagaimana? Yang pasti Aku harus membalas dendam atas kematian Kakek Tian.”
Li Annchhi kemudian menjelaskan tentang keraguannya. Namun Hao Long yang telah diselimuti kemarahan, terlihat tidak mempercayai penjelasan kekasihnya itu.
Setibanya di atas area Sekte Tombak Dewa, Hao Long segera melepaskan sebuah bola energi yang meledakan gerbang Sekte itu hingga hancur dan rata dengan tanah.
Beruntungnya, beberapa orang yang berada di sekitar gerbang besar itu, selamat dari kematian dan hanya mengalami luka yang cukup berat.
“Long! Jangan gegabah!’ Li Annchi yang kesal melihat ulah Hao Long, berteriak dengan suara keras.
Belum sempat Hao Long menjawab, sosok Kakek berjubah putih telah melesat ke udara dengan sebuah Tombak berwarna kuning keemasan di tangan kanannya.
“Siapa Kalian? Dan ada masalah apa sehingga berbuat onar di Sekte Kami?” Walau dengan suara lembut, terlihat kemarahan pada raut wajah kakek itu yang tak lain adalah Pang Hu adanya.
“Apakah Kakek yang bernama Pang Hu?” setelah kakek tersebut menjawab pertanyaannya, rahang Hao Tian menggembung seiring aura kekuatan memancar kuat dari tubuhnya.
Pang Hu terlihat terkejut merasakan pancaran kekuatan Hao Long yang berada beberapa tingkat darinya.
“Tuan … Bukan orang ini yang bertarung denganku!” Suara Phoenix Api membuat Hao Long tersentak kaget. “Apakah Kau yakin bukan dia yang membunuh Kakek Tian?”
Setelah Phoenix Api menjelaskan bagaimana sosok yang membunuh Hao Tian, Hao Long akhirnya menarik kembali energi-nya. Setelah meminta maaf lalu Hao Long mengenalkan diri seraya menjelaskan permasalahannya.
Bersamaan dengan itu, datang para tetua sekte yang telah siap bertarung dengan raut wajah yang terlihat marah kepada Hao Long.
Namun tindakan mereka yang akan menyerang Hao Long, segera dicegah oleh Pang Hu yang kemudian mengajak Hao Long untuk singgah sejenak di sektenya.
Setelah menyantap hidangan yang disajikan, Pang Hu lalu menjelaskan tentang siapa orang yang juga memiliki Senjata Tombak Golok seperti dirinya.
“Tong Tse? Dari Sekte Harimau Hitam?” Gumaman Hao Long segera disambut oleh Phoenix Api. “Berarti dia orangnya, karena tombak itu mengeluarkan wujud harimau Hitam yang memiliki tanduk.”
__ADS_1
Mengetahui hal itu, Hao Long segera pamit undur diri setelah Pang Hu menjelaskan dimana lokasi Sekte Harimau Hitam berada. Namun Pang Hu menahannya.
“Anak muda, maukah Kau menunda sejenak kepergianmu?” Setelah Hao Long mengangguk dan kembali duduk, Pang Hu memberikan sebuah penjelasan.
Dari sikap yang ditunjukkan oleh Hao Long, Pang Hu menyadari jika Hao Long berasal dari aliran putih. Berbekal keyakinan itu, Ia lalu mengajak Hao Long untuk bergabung dengannya dan membentuk Aliansi Aliran Putih.
Hanya dengan membentuk Aliansi maka mereka yang berasal dari Aliran Putih, akan mampu melawan Aliansi Aliran Hitam yang semakin semena-mena dalam mencapai ambisi mereka.
“Kakek Pang Hu, Aku bersedia bergabung dan akan mendukung Aliansi. Sudah berapa sektekah yang akan bergabung?” Pang Hu pun lalu menjelaskan setidaknya telah ada enam sekte Aliran Putih yang bersedia untuk bergabung dengannya.
Rencana pembentukan Aliansi itu akan dilakukan di Kuil Cahaya Abadi. Pada waktu tujuh hari dari hari ini. Hao Long pun berjanji akanmengunjungi Kuil Cahaya Abadi tujuh hari lagi.
Setelah itu, Hao Long dan Li Annchi bersama kedua burung Phonix melesat ke arah timur, di mana Sekte Harimau hitam berada dan telah menguasai wilayah timur. Sementara Sekte Pedang Angin yang dipimpin Oleh Xi Hai menguasai wilayah di bagian tenggara.
***
“Aku sudah merasakan sendiri, kekuatan mereka bertiga. Pedang Api Hitam, seolah hilang kekuatannya melawan sosok yang bernama Dou Ji yangmemiliki elemen es.”
Tong Tse menelan ludahnya, tidak menduga ada kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatan yang dimiliki oleh Ketua Aliansi mereka yang berada pada Tahap Puncak Tingkat Dewa.
“Selain itu, ada sosok lain yang Aku khawatirkan.” Tong Tse dan Xi Hai menatap Xiong Hu yang segera memberi keterangan tentang dua orang yang memiliki kultivasi tinggi di usia mereka yang masih belia.
“Kurasa kedua anak muda itu tidak perlu kita khawatirkan. Besok kami akan memusnahkan Sekte Kipas Pelangi dimana kedua anak muda itu berada. Aku sendiri yang akan membunuh mereka.”
Xiong Hu menghela nafas panjang mendengar ucapan Tong Tse. “Kau bukan lawan mereka … karena …” Ucapan Xiong Hu terhenti.
Sontak ketiganya melesat keluar merasakan adanya pancaran energi yang besar tiba-tiba muncul di luar Aula Sekte Api Hitam.
“Ah rupanya Anda yang datang, saudara Due Hai.” Sikap hormat yang ditunjukkan oleh Xiong Hai dan Xi Hai membuat Tong Tse menyadari siapa sosok yang kepalanya terbungkus oleh bola kristal bening itu.
__ADS_1
“Kekuatan orang ini benar-benar tidak manusiawi.” Seumur hidupnya, baru kali ini Tong Tse merasa tak berdaya di hadapan seseorang karena kekuatannya yang begitu tinggi.
Mereka pun bersikap penuh hormat kepada Due Hai saat berbincang di dalam Aula Sekte. Xiong Hu dan kedua Petinggi Aliansi Aliran Hitam itu, terkejut setelah mendengar kematian Dou Ji di tangan Li Annchi.
“Sekuat itukah mereka berdua?” Suara Tong Tse bergetar. Ia merasa, rencananya untuk menyerang Sekte Kipas Pelangi adalah rencana bunuh diri, mengingat kedua anak muda itu berada di sana.
“Mereka sangat kuat, namun jangan khawatir. Bou Di sedang menjemput Ketua ketiga kami untuk datang ke dunia ini. Kurasa mereka akan mudah dikalahkan oleh kekuatan dari Pemimpin Ketiga Kami.”
Wajah Xiong Hu dan kedua orang lainnya, terlihat takjub setelah mendengar Due Hai berkata demikian. Entah apa yang ada dalam benak ketiganya, saat senyuman tersungging di sudut bibir mereka.
Pagi Keesokan harinya, Tong Tse dan Xi Hai telah melayang menuju Klan Hao untuk memberitahu bahwa rencana mereka untuk menyerang Sekte Kipas pelangi harus dibatalkan. Hal itu karena keberadan Hao Long dan Li Annchi di sana.
Namun Rencana tersebut tetap dijalankan, setelah Hao Bai mengatakan jika Hao Long dan Li Annchi telah meninggalkan Sekte Kipas Pelangi.
***
“Long … Apakah menurutmu kedua orang itu telah kembali ke sekte mereka? Entah kenapa, Aku tidak yakin mereka saat ini ada di Sektenya.”
Hao Long yang pagi itu sedang menyantap hidangan di sebuah rumah makan, membatalkan hidangan yang akan Ia lahap. “Mengapa Kau berpikir demikian?”
Li Annchi lalu menjelaskan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Hao Bai dengan keterangan palsunya. Dahi Hao Long sedikit berkerut mendengar leluhurnya dicurigai oleh Li Annchi.
“Kenapa Kau selalu menganggap leluhurku adalah orang-orang jahat?” Hao Long berkata dengan nada suara yang terlihat kesal.
Sebenarnya Ia juga berpikir demikian, namun segera menepis kecurigaannya dan memilih untuk mengabaikan pikiran tersebut.
Li Annchi hanya terdiam, menimbang-nimbang apakah Ia akan menceritakan sejarah leluhur Hao Long yang hampir musnah karena kesalahan mereka sendiri, ataukah menyimpannya dan berusaha membujuk Hao Long untuk kembali ke Klan Hao secepatnya.
-------------------------O---------------------------
__ADS_1