
“Siapa Kalian!” Xiong Hu membentak saat tiba-tiba di dalam ruangannya, muncul Gao Baidi dan empat anak buahnya, membawa serta Shi Mey yang sudah tak sadarkan diri.
Kedatangan mereka dengan cara yang tak biasa itu, sempat membuat Xiong Hu merasa jerih. Namun saat Ia mengenali, Wang Tsao, murid dari Dewa Angin bersama mereka, Ia pun menjadi lega.
Gao Baidi telah memasuki alam pikiran Wang Tsao. Dari apa yang Ia lihat, Ia mengetahui tentang Xiong Hu dan juga Pedang Api Hitam dimana Raja Iblis bersemayam di dalamnya.
“Aku Gao Baidi, dari Dunia Manusia Kristal. Apakah Kau bisa menunjukkan Pedang Api Hitam padaku Xiong Hu?” Tanya Gao Baidi yang membuat dahi Xiong Hu berkerut. “Untuk apa Kau ingin melihat Pedang itu?”
Pertanyaan dari Xiong Hu membuat Gao Baidi tersenyum. “Itu karena Roh dalam Pedangku ini ingin bertemu dengan suaminya.” Gao Baidi mengeluarkan sebilah pedang yang bilahnya juga berwarna hitam.
Mata Xiong Hu membelalak, sudah lama Ia mencari keberadaan Pedang Jiwa Hitam, pedang yang diketahuinya memiliki kekuatan Sang Ratu Iblis.
Tanpa ragu Xiong Hu mengeluarkan Pedang Api Hitam dari cincin ruangnya. Seketika kedua pedang tersebut memancarkan Aura hitam sebelum akhirnya melayang dan bertemu di udara.
Yang terlihat oleh semua orang dalam ruangan itu adalah kedua Pedang Iblis itu salin menempel satu sama lain. Tapi yang di lihat oleh Gao Baidi adalah hal yang berbeda.
Tubuhnya bergetar saat melihat wujud asli seorang Ratu Iblis yang selama ini Ia lihat dalam wujud keduanya. Tak berbeda dengan Sang Raja Iblis, tubuh Ratu Iblis yang sebenarnya, ternyata memiliki tinggi setidaknya lima meter.
Mata keduanya merah dengan dua tanduk di kepalanya. Sementara Aura mencekam dapat dirasakan oleh Gao Baidi yang baru kali ini merasakan Aura mengerikan seperti itu.
Sesat kemudian, setelah kedua Makhluk dari Bangsa Iblis itu selesai melepas rindu mereka yang terpisah ribuan tahun, Gao Baidi akhirnya menarik kembali Pedang Jiwa Hitam, demikian juga dengan Xiong Hu.
Keduanya saling berpandangan. Saat itulah Xiong Hu menyadari dirinya sedang diserang oleh Gao Baidi dengan jurus hipnotisnya. “Apa yang Kau inginkan?” Xiong Hu yang merasa hipnotis Gao Baidi sangat kuat, mulai terlihat panik.
Ia mencoba bertahan, namun kekuatan Gao Baidi sangat besar, perlahan tubuh Xiong Hu jatuh dengan kepala yang sangat sakit seolah tertusuk ribuan jarum.
“Menyerahlah dan tunduklah padaku, Kau akan memiliki kedua pedang Iblis itu. Mari bersama-sama kita membebaskan Sang Leluhur Iblis Waktu demi menguasai Alam Semesta.”
Xiong Hu yang masih mencoba melawan kekuatan hipnotis Gao Baidi, akhirnya menyerah setelah mendengar jika Pedang Jiwa Hitam akan menjadi miliknya. Selain itu, Ia dan Gao Baidi ternyata memiliki tujuan yang sama.
Akhirnya Xiong Hu menyerah, Ia pun terbebas dari rasa sakit di kepalanya dan menerima kenyataan Gao Baidi mengendalikan pikirannya. Namun Tiba-tiba Xiong Hu menjerit dan jatuh terduduk.
“Aku telah menancapkan Jarum Pengikat Jiwa di dalam kepalamu. Jika Kau berani berkhianat kepadaku, maka jarum itu akan meledakkan kepalamu sejauh apapun kau berada dariku.” Gao Baidi tertawa terbahak, sementara Xiong Hu tersentak kaget.
__ADS_1
Tubuhnya bergetar, baru kali ini merasa takut pada seseorang. Ia menatap Gao Baidi dengan tatapan yang menunjukkan rasa jerihnya.
Gao Baidi pun meminta Xiong Hu menyerahkan Pedang Api Hitam kepadanya. Walau terkejut karena Gao Baidi mengingkari janjinya, namun Xiong Hu tak berdaya untuk melawannya.
Setelah mendapatkan Pedang Api Hitam, Xiong segera menyimpannya ke dalam Cincin Ruang. Lalu Ia memejamkan matanya. “Bagaimana dengan kedua manusia itu.”
Dengan kekuatan pikirannya, Gao Baidi segera mengetahui keberadaan Shi tong dan Fu Ling yang baru saja memasuki wilayah Kuil Cahaya Abadi. “Ah mengapa Aku tidak bisa melihat jelas apa isi pikiran mereka.”
Gao Baidi sedikit heran, karena Jarum Pengikat Jiwa yang Ia tanam di kepala Ayah dan Ibu Shi Mey itu, bisa tidak berfungsi seratus persen.
Bahkan kini, kekuatannya hanya lima puluh persen saja dan terus menurun yang membuatnya kesulitan memasuki alam pikiran mereka berdua. Apalagi setelah keduanya tiba di Kuil Cahaya Abadi.
“Mengapa bisa begini? Jarum Pengikat Jiwa seharusnya tetap bekerja sekalipun berbeda Dunia. Tapi ini … ?” Gao Baidi sangat heran dibuatnya.
Ia pun segera mengeluarkan sebuah Batu Mustika sebesar kepalan tangan dari cincin ruangnya. Sesaat kemudian benda tersebut bersinar terang dan akhirnya Gao Baidi berhasil memasuki alam pikiran Shi Tong.
“Jadi begitu, orang yang akan diobati oleh mereka adalah Ketua Aliansi Aliran Putih dan wakilnya.” Mengetahui hal tersebut, Gao Baidi berniat membunuh kedua orang itu dengan menggunakan tangan Shi Tong dan Fu Ling.
Namun karena hal itulah dengan mudah, Gao Baidi menghipnotis Shi Mey dan menancapkan Jarum Pengikat jiwa di kepala gadis itu yang seketika menjerit dan jatuh terduduk.
“Kau makanlah Buah Iblis ini, dan segeralah berkultivasi untuk meningkatkan kekuatanmu! Makanlah sedikit demi sedikit.” Shi Mey yang telah terkena hipnotis itu, segera menuruti perkataan Gao Baidi tanpa membantah sedikitpun.
Berbeda dengan orang yang telah mencapai tingkat Antara, orang yang kultivasinya berada di Tingkat Dewa dan di bawahnya, akan sepenuhnya terhipnotis dan bertindak laku sesuai dengan perkataan Gao Baidi.
Gao Baidi pun kembali menggunakan kekuatan batu Mustika di tangannya yang ternyata adalah Mustika Mata Iblis Waktu untuk kembali memasuki alam pikiran Shi Tong dan Fu Ling. “Masih besok rupanya.”
Setelah mengetahui pengobatan terhadap Huang Bao dan Qiu Heng dilakukan besok pagi, Gao Baidi lalu membantu Shi Mey yang sedang berkultivasi menyerap Buah Iblis.
***
“Long … Bangunlah … Hari sudah pagi.” Terdengar bisikan lembut di telinga Hao Long yang masih terlelap di balik selimutnya.
Di lantai ruang tempat mereka menginap, jubah Hao Long yang semalam berserakan sudah tidak terlihat lagi di sana. Sementara Li Annchi, sudah berdandan cantik dengan gaun biru muda yang menjadi warna kesukaannya.
__ADS_1
Hao Long menggeliatkan badannya, tubuhnya sedikit letih, setelah semalam bertarung habis-habisan melawan Li Annchi. Entah kenapa, Hao Long merasa Li Annchi menjadi sangat liar semalam.
Setelah Hao Long membersihkan diri, keduanya lalu turun ke bawah dan menyantap hidangan pagi. Namun selesai bersantap, Firasat buruk tiba-tiba melintas dalam benak Hao Long.
“Ada apa?” Li Annchi bertanya melihat raut wajah Hao Long berubah. “Entahlah tiba-tiba Aku merasakan firasat buruk. Apakah terjadi hal buruk pada Mey’er” Jawab Hao Long seraya memejamkan matanya.
Wajah Li Annchi seketika berubah.”Dasar playboy! Bisa-bisanya Ia memikirkan perempuan itu. Kurang bagaimana lagi servisku semalam?”
Li Annchi bangkit dengan wajah yang sangat kesal, meninggalkan Hao Long yang merasa bodoh karena berkata seperti tadi. Hao Long bergegas membayar hidangan mereka lalu mengejar Li Annchi yang telah keluar dari penginapan itu.
BRUUUGGHH
Sebuah suara membuat Hao long menemukan Li Annchi yang baru saja melempar seorang pria bertubuh besar yang menggodanya. “Salah sendiri, orang lagi kesal malah digoda!”
Li Annchi melesat ke udara lalu melayang setinggi seratus meter dari tanah. Melihat hal itu, lelaki yang baru dilempar oleh Li Annchi, tubuhnya menggigil dengan wajah memucat.
“Tenanglah! Dia tidak akan membunuhmu.” Hao Long pun melesat ke udara, mengejar Li Annchi yang sedang melayang ke arah utara. Saat itulah Firasat buruk Hao Long kembali melintas dalam kepalanya.
“Annchi tunggu!” Hao Long mempercepat laju melayangnya, namun Li Annchi terlihat tidak memperdulikan teriakan kekasihnya itu dan terus melayang dengan cepat.
Keduanya kini telah berada lima kilometer dari Kota Lipu. Sesaat kemudian Li Annchi berhenti dan menatap tajam ke sebuah arah di bawahnya.
“Ada Apa?” Tanya Hao Long setibanya di sisi Li Annchi. “Aku tadi sempat merasakan Aura besar dari bawah sana.”
Hao Long pun segera melesat ke arah yang ditunjuk oleh Li Annchi yang tak lama kemudian menyusulnya. “Apakah Kau tak melihat satu orang pun?” Tanya Hao long kemudian.
Li Annchi menggelengkan kepalanya. Keduanya kembali memeriksa area di sekitar jurang tersebut dan mencoba mencari keberadaan orang tersebut dengan merasakan Auranya.
Tidak disadari oleh keduanya, sepasang mata menatap keduanya dengan benak yang dipenuhi oleh beberapa pertanyaan. “Apakah mereka berdua orang yang sedang Aku cari? Tetapi mengapa masih terlihat sangat muda sekali?”
Sosok itu sebenarnya berada lima meter dari Hao long dan Li Annchi, namun entah bagaimana, keduanya tidak bisa mengetahui keberadaan Sosok Tua yang sedang menatap tajam ke arah mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1