
“Syukurlah … Akhirnya saudari telah sadar.” Lan Yue mengerjapkan matanya beberapa kali, sebelum akhirnya berusaha bangkit, namun kembali terjatuh karena tubuhnya terasa begitu lemah.
“Istiratahatlah dulu, racun yang berada dalam tubuhmu, telah menutup seluruh meridian sehingga energi qi tidak bisa digunakan lagi.”Perkataan lembut dari Pria itu, mengejutkan Lan Yue.
Setelah berhasil mengingat apa yang baru saja terjadi, Lan Yue menangis sedih. Dan Ia bertambah sedih saat melihat kulit tubuhnya menghintam legam.
Ia menjerit dan berusaha bangkit dengan air mata yang bercucuran. Namun Pria yang wajahnya memiliki kemiripan sembilan puluh persen dengan Hao Long itu, berhasil menenangkannya.
“Kenapa saudari menatapku seperti itu? Apakah ada yang salah dengan wajahku?” Pria itu bertanya, setelah lima belas menit kemudian Lan Yue berhasil menenangkan dirinya.
Lan Yue segera menundukkan wajahnya, Hatinya tergetar melihat kelembutan pria yang menolongnya itu.
“Aku pernah bertemu dengan seorang pemuda belasan tahun yang wajahnya begitu mirip dengan Anda. Apakah Dia putera Anda? Oh Iya namaku Lan Yue. Terimakasih atas pertolongan anda Tuan …”
“Panggil saja Aku Fang saudari Yue …” Sosok yang tak lain adalah Hao Fang itu tersenyum lalu mengatakan jika dirinya masih sendiri dan belum pernah menikah.
Hal itu melegakan hati Lan, Ia pun menjawab pertanyaan Hao Fang berikutnya. Namun karena luka yang Ia derita, Lan Yue kembali jatuh tak sadarkan diri sebelum Ia selesai menjawab pertanyaan Hao Fang tentang pemuda bernama Hao Long.
Hao Fang menatap lembut wajah hitam Lan Yue dengan benak yang dipenuhi pertanyaan tentang siapa Hao Long.
“Seingatku, hanya Kakak Hao Jin yang memiliki putera berusia belasan tahun, tapi wajahnya tidak bisa dibilang mirip dengan ku?”
Hao Fang kemudian berdiri, meracik obat-obatan untuk mengobati luka Lan Yue. Dengan benak yang terus bertanya-tanya, tentang jati diri Hao Long yang saat ini sedang bersama Huang Bao, telah berada di depan Gerbang Sekte Pisau Terbang.
“Suruh keluar Patriark Kalian!” Huang Bao berteriak keras sembari meledakan gerbang itu, beberapa orang tewas, mereka yang selamat segera berlarian ke tengah wilayah sekte mereka.
Beberapa saat kemudian, puluhan orang datang melayang. Mereka adalah para Tetua Sekte yang kultivasinya berada di bawah Tetua Perak dan emas yang telah mereka bunuh sebelumnya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, Huang Bao segera membantai habis semua Tetua itu. Hal yang membuat Hao Long merasa ngeri melihat kekejaman sosok sepuh itu ketika telah begitu marah.
Puluhan mayat tergeletak dengan kondisi yang tidak utuh. Darah mengalir memenuhi area gerbang yang telah hancur. Hal yang membuat udara menjadi beraroma amis darah.
“Siapa cecunguk yang berani berbuat onar di tempatku?!” Sebuah suara terdengar menggelegar yang membuat Huang Bao tertegun sejenak.
Seorang lelaki berusia sekitar enam puluhan tahun, muncul dengan gerakan yang begitu cepat. Walau bisa melakukan hal yang sama, tetap saja Huang Bao sedikit terkejut.
Ming Hu menatap tajam ke arah Huang Bao dan Hao Long, sebelum akhirnya Ia menemukan bahwa Huang Bao yang telah membantai anak buahnya.
“Atas dasar apa kau membantai anggotaku Hah!” Huang Bao tersenyum mendengarnya. “Apakah kalian punya dasar yang benar saat membunuhi orang?”
Pertanyaan balik Huang Bao, membuat Ming Hu geram. Ia melesat dengan sangat cepat untuk menampar Huang Bao yang masih menyembunyikan kekuatannya di Tingkat Langit tahap Akhir.
Ming Hu tersentak, saat mendapati serangannya yang begitu cepat, bisa di tepis oleh lawan dengan mudahnya. Bahkan Ia harus berjibaku menghindari serangan Huang Bao yang tak kalah cepat darinya.
Hao Long merasa sedikit khawatir saat melihat Huang Bao mulai terdesak hebat oleh serangan pisau hitam yang sesekali dikeluarkan oleh Ming Hu ketika terdesak.
Melihat lawannya terdesak karena serangan pisau hitamnya, Ming Hu semakin gencar melepaskan serangan pisau yang dilumuri oleh Racun Bunga Hitam yang Ia dapat dari Guru Jing Li itu.
Hal itu memaksa Huang Bao mengeluarkan cambuk birunya. Dan beberapa saat kemudian pertarungan berbalik. Ming Hu mulai terdesak hebat oleh serangan penguasa pulau persik yang berambisi membunuhnya.
Apa yang terjadi pada Jian Lu sahabatnya, benar-benar mengikis kesabaran Huang Bao yang membuat serangan cambuk pusakanya begitu hebat.
Tembok pagar Sekte Pisau Terbang pun luluh lantak, terkena lecutan cambuk yag berhasil dihindari oleh Ming Hu yang terlihat semakin geram.
Ia melesat menjauh dari Huang Bao secepat yang Ia bisa. “Mau lari kemana Kau!” Huang Bao melesat mengejar Ming Hu. Namun segera terhenti saat melihat lawan mengeluarkan dua benda aneh dari cincin ruangnya.
__ADS_1
Benda itu berbentuk bulat sebesar kepala bayi kerbau baru lahir dengan dua batang besi di kedua sisinya.
Kedua benda aneh yang melayang itu, tiba-tiba menembakkan cahaya berwarna merah yang nyaris mengenai Huang Bao jika saja sedetik lagi Ia terlambat menghindari serangan tidak terduga itu.
Serangan tak terduga tadi, membuat Huang Bao menjauh dengan rasa jerih melihat kecepatan serangan dari senjata lawannya.
“Hahahaha … Mampuslah Kau! Karena berani berbuat onar di Sekteku!” Ming Hu tertawa terbahak-bahak melihat Huang Bao yang tersibukkan oleh kedua senjata yang Ia dapat dari Tiga Orang asing yang telah menjadi gurunya.
“Bagaimana bisa benda dari masa depan berada di daratan kuno ini?” Hao Long masih termenung dengan benak dipenuhi pertanyaan.
Ia tidak asing melihat benda yang di masa depan disebut drone. Namun saat itu, drone yang menembakan sinar laser itu, hanya terdapat dalam film-film saja.
Drone yang kini sedang menyerang Huang Bao, jauh lebih canggih dan lebih kuat dari apa yang pernah Hao Long lihat di film. Hao Long segera mengakhiri lamunannya saat terdengar jerit kesakitan Huang Bao yang lengganya terkena tergores sinar merah itu.
Mata Ming Hu melotot lebar beberapa saat kemudian. Ia tidak ingin percaya dengan apa yang baru saja Ia lihat, hingga memaksanya mengusap kedua mata.
“Bocah itu??? Bagaimana bisa Ia menghancurkan Senjata dari Guru dengan begitu mudahnya?”
Rasa jerih mulai merasuki hati Ming Hu ketika menyadari kekuatan Hao Long yang kini sedang menatap tajam dirinya.
”Darimana kau mendapatkan benda dari masa depan ini?!” Pertanyaan Hao Long, menjawab pertanyaan Huang Bao tentang senjata macam apa yang baru saja melukainya.
Ming Hu sendiri tersentak mendengar pertanyaan Hao Long. Seingatnya, ketiga makhluk asing yang menjadi gurunya itu, tidak pernah menyebut mereka berasal dari masa depan.
“Apa maksudmu dengan senjata dari masa depan?”Ming Hu yang balik bertanya membuat Hao Long menjadi kesal. Ia pun melesat dengan sangat cepat yang membuat Ming Hu terkejut setengah hidup.
-------------------------O-------------------------
__ADS_1