Legenda Liontin Naga

Legenda Liontin Naga
115: Kitab Dewa Langit


__ADS_3

Kewaspadaan Hao Long semakin meningkat setelah keluarnya sepuluh senjata rahasia itu. Setidaknya masih ada satu jebakan lagi menurut Hao Long.


Hao Long terlihat ragu untuk melangkah masuk ke dalam ruangan. “Long Bagaimana? Apa yang Kau temukan?”Tanya Li Annchi.


Pertanyaan Li Annchi membuat Hao Long menemukan sebuah cara untuk bisa mendekati kerangka tersebut. “Annchi bantulah Aku. Kau bekukan seluruh ruangan ini dengan energi mu.”


Li Annchi melangkah mendekati Hao Long, lalu mengarahkan kedua telapak tangannya ke dinding ruangan tersebut. Apa yang terjadi kemudian, membuat Li Annchi menatap heran.


Warna dinding itu seharusnya membeku dan berwarna putih. Namun yang terjadi adalah membeku dengan warna hitam pekat.


“Long … Mengapa bisa begini?” Hao Long terlihat sedang termangu, menatap heran pada bongkahan es berwarna hitam di depannya.


“Sepertinya dinding goa ini, memiliki semacam gas beracun yang tak terlihat oleh mata biasa. Apa sebenarnya yang sedang disembunyikan oleh orang ini.”


Hao Long semakin penasaran dengan besarnya bahaya jebakan di dalam ruangan tersebut. Seolah sosok yang telah menjadi kerangka itu, sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat berharga atau sangat berbahaya.


Hao Long melindungi tubuhnya dengan membuat perisai pelindung. Ia lalu melangkah mendekati Kerangka tersebut untuk melihatnya lebih dekat lagi.


Dengan sangat hati-hati akhirnya Hao Long bisa berada setengah meter dari kerangka tersebut. Ia mengamati seluruh bagian jubah dan akhirnya menemukan sesuatu, tersembunyi di balik jubah tersebut.


Hao Long berniat menyibakkan jubah tersebut, namun Nalurinya kembali berbicara jika tentu tidak akan semudah itu.


Dengan perlahan-lahan, Hao Long menjulurkan tangan kanannya dengan kewaspadaan tertinggi yang Ia miliki. Sesuai dengan dugaannya sesuatu melesat dari balik jubah bagian bawah


CRAASHH


Tangan Hao Long terpenggal putus, karena Ia terlambat menariknya dari serangan maha cepat yang berupa sebilah pisau tanpa gagang yang berwarna hitam pekat.


Li Annchi terpekik, kedua Raja dan Ratu Siluman terduduk sedih melihat hal tersebut. Tanpa Hao Long duga racun yang terdapat dalam pisau itu, menjalar dengan cepat.

__ADS_1


“Annchi Bantu Aku!” Teriak Hao Long panik seraya melompat mundur. Di saat yang sama jubah kerangka itu hancur seperti menjadi debu. Terlihatlah Sebuah Kitab yang kini tergeletak di pangkuan kerangka itu.


Sementara Hao Long terus berteriak meminta Li Annchi segera memenggal lengannya hingga sebatas bahu. Hal itu karena dari pergelangan tangan yang putus, racun terus menjalar dan telah sampai pada sikunya yang kini telah menghitam legam.


Li Annchi yang telah memegang Pedang Naga Es, terlihat gemetaran. Saat itulah Ia baru teringat jika Hao Long memiliki Ajian Rawa Rontek.


CRAASHH


Lengan Hao Long sebatas bahu terjatuh dan tiga detik kemudian menghitam legam, tepat di pangkal lengan yang terhubung dengan bahu.


Sesaat kemudian asap hitam mengepul dari lengan terpotong itu, hingga akhirnya hanya menyisakan tulang belulangnya yang juga menghitam.


Hao Long memejamkan matanya, Ia mencoba merapal Ajian Rawa Rontek beberapa kali. Namun Alangkah terkejutnya Ia ketika menyadari bahwa tangannya telah hancur dan tidak bisa disatukan lagi.


Hao Long terduduk dengan wajah pucat. “Long Apa yang terjadi, mengapa kau tidak bisa menyatukan …” Li Annchi baru tersadar akan sesuatu yang membuatnya akhirnya menjerit histeris.


“Long sudahlah … Hilangkan rasa penasaranmu. Apakah kehilangan satu tangan tidak cukup membuatmu menghentikan semua ini?”


Di sela isaknya, Li Annchi mencoba untuk menghalangi Hao Long yang telah berdiri dan berniat mendekati kerangka itu.


“Annchi … Aku yakin kitab itu adalah sebuah kitab yang luar biasa sehingga orang ini melindunginya dengan jebakan yang sangat berbahaya dan mematikan.” Ucap Hao Long yang merasa gamang dengan berdirinya.


Hal itu karena Ia belum terbiasa berjalan tanpa lengan kanannya. Hao Long melangkah mendekati kerangka itu dengan menurunkan kewaspadaannya.


Sesuai dugaan Hao Long, jebakan sudah tidak ada lagi ketika Ia meraih Kitab usang tersebut dari pangkuan kerangka itu. Saat membalikkan kitab untuk melihat sampul depannya, Hao Long terlihat gembira.


“Kitab Dewa Langit!” Li Annchi mendekat mendengar Hao Long berseru demikian. Ia juga terkejut setelah membacanya. Lalu keduanya membuka kitab pada halaman pertama.


“Teknik Tangan Kosong Dewa Langit, terdiri dari Tangan Petir, Jurus Tangan Ilahi, Jurus Tendangan Awan Merah.” Hao Long membaca cukup keras halaman pertama Kitab Dewa Langit yang kini telah berada di tangan Li Annchi.

__ADS_1


Tiga halaman berikutnya berisi penjelasan detail tentang masing-masing jurus dari Teknik Tangan Kosong. Halaman berikutnya berisi tentang Teknik Pedang Langit.


Terdapat tiga jurus dalam teknik tersebut dari jurus yang terlemah hingga yang terkuat. Jurus pertama adalah Jurus Pedang Ilusi, Jurus Kedua bernama Pedang Hampa. Dan Jurus ke tiga yang terkuat bernama Semua Adalah Pedang.


Dahi Hao Long berkerut mendengar nama jurus terakhir dari Teknik Pedang Langit itu. Ia lalu membuka lembar penjelasan tentang jurus tersebut.


“Teknik yang sangat hebat sekali, tapi juga sangat sulit sekali untuk menguasainya. Apalagi dengan tanganku yang tinggal hanya satu.”


Hao Long berkata lirih, menyadari tangan kanannya telah hilang sehingga akan sangat kesulitan untuk menguasai jurus tersebut. Li Annchi menitikkan air mata mendengar ucapan sedih kekasihnya.


Lembar berikutnya di buka oleh Li Annchi, karena Hao long sudah tidak antusias lagi. Menyadari dirinya tidak akan bisa menguasai teknik-teknik di dalam kitab itu hanya dengan menggunakan satu tangan saja.


Li Annchi melanjutkan membaca, di lembar berikutnya, Ia menemukan sebuah teknik yang membuat wajahnya menjadi ceria. “Long! Tanganmu bisa kembali utuh lagi!’


Hao Long yang telah melangkah hendak keluar ruangan tersebut, tersentak kaget mendengar teriakan kecil Li Annchi. “Apa maksudmu Annchi!”


“Dengarlah baik-baik petunjuk dalam Kitab ini!” Li Annchi lalu membacakan petunjuk dari Kitab Dewa Langit berkaitan dengan tangan kanan Hao Long yang telah putus.


Selesai Li Annchi membacakan petunjuk tersebut, Hao Long menatap ke arah tulang belulang tangannya yang kini menghitam legam.


Hao Long juga mencari potongan telapak tangannya yang juga tinggal tulang belulang dan berwarna hitam, saat Ia berhasil menemukannya.


Hao Long meraih tulang belulang lengan kanannya lalu membawa keluar dari ruangan tersebut. “Long tunggu … bukankah kita harus mencari Alkemis Langit terlebih dahulu.”


Hao Long berhenti tepat setelah berada di tepi kolam dengan air yang berwarna biru itu. “Alkemis Langit memang memiliki kemampuan untuk menyatukan kembali bagian tubuh yang terpisah. Tapi Aji Rawa Rontek ku pun bisa melakukan hal itu.”


Jawab Hao Long lalu melemparkan tulang belulang lengan kanannya ke dalam kolam tersebut. Dan sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, kini terjadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=-O-\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2