MELUKIS SENJA

MELUKIS SENJA
Bab 146. 11 Januari (2)


__ADS_3

Mark menarik nafas panjang sebelum memulai melantunkan surah Al Fatihah sebagai mahar untuk Fatimah yang kini telah sah menjadi istrinya. Dengan pembawaan tenang dan penuh percaya diri, tujuh ayat diselesaikan dengan khidmat. Dan untuk pertama kalinya, Mark mengecup kening Fatimah saat menyerahkan mahar logam mulia. Setelah sebelumnya Fatimah mencium tangannya.


So beautiful. Tatapan hangat Mark mewakili isi hatinya yang takjub melihat aura Fatimah yang sangat cantik dalam balutan gaun pengantin putih. Pandangan saling bertaut diiringi saling melempar senyum. Rasanya enggan berpaling.


"Ehmm--- mandangnya jangan lama-lama. Lanjut nanti aja di kamar. Tamu sudah lapar nih." Celetuk Mizyan menggoda sepasang pengantin. Membuat semua yang hadir di musholla riuh tertawa.


Mark hanya mesem-mesem. Lain halnya Fatimah yang nampak malu dan menundukkan wajah.


Acara seremonial akad nikah berakhir dengan pengantin yang berfoto memegang buku nikah.


Lapangan tengah sudah disulap menjadi cantik dengan terpasangnya tenda outdoor nuansa putih coklat sebagai tempat resepsi. Penuh dengan dekorasi bunga mawar yang menciptakan suasana romantic.


Rangga. Ia memperhatikan Olla yang sedang kumpul bersama tiga orang wanita yang nampak seumuran. Sedang santai diselingi tawa menikmati menu catering di deretan kursi pojok. Memang semua orang yang duduk dan berlalu lalang menuju pelaminan nampak turut berbahagia seperti halnya sang pengantin yang terus menerus menebar senyum.


"Ck, jangan dipandangin terus. Ketikung lagi baru nyesel." Mizyan yang menjadi pendamping Papi Mark di pelaminan, sengaja turun dulu hanya untuk menemui Rangga.


"Hah?!" Rangga yang baru tersadar, menoleh pada pria berjas abu itu.


"Ini momen yang pas buat nembak dia. Ayo lakukan!" Lagi, Mizyan menyemangati. Selama ini seolah acuh dengan urusan pribadi asisten papinya itu, nyatanya ia sangat peduli. Dan ingin membantu perjuangan Rangga untuk mendapatkan hati Olla.


"Gimana kalo aku ditolak, Mas?!" Rangga nampak ragu.


Mizyan menepuk bahu Rangga. "Jangan pesimis. Samperin dia, pasang wajah percaya diri. Lo udah siapin cincin kan?"


"Kok tau, Mas." Rangga jelas terkaget. Memang benar tebakan Mizyan jika di saku jasnya ada kotak cincin yang ingin diberikan pada Olla.


Mizyan tertawa menyeringai. "Tadi pagi gue liat lo mondar mandir di paviliun. Terus ngomong sendiri sama kaca jendela kayak orgil. Kalo mau nembak kayak gitu malah bikin nervous. Natural aja---" Ujar jang master menggurui.


Rangga tersenyum meringis malu. Tidak menyangka jika aksi pantonimnya di depan kaca, terciduk oleh Mizyan.


"Terus aku harus gimana?!" Rangga malah meminta saran sebab otaknya blank.


Mizyan menepuk kening. Benar-benar IQ Rangga di bawah rata-rata untuk urusan asmara.


"Gini ya----" Mizyan berbicara setengah berbisik. Memberikan trik beserta satu gombalan untuk bumbu pelengkap.


"Oke, fighting!" Mizyan menepuk lagi bahu Rangga yang kini nampak berbinar dan percaya diri setelah dibisikkan petuah. Ia pun kembali ke pelaminan bersanding dengan Rahma yang sangat cantik dalam balutan kebaya modern berwarna coklat susu.


Kesempatan emas untuk Rangga. Olla kini nampak duduk sendiri ditinggalkan teman-temannya.


"La, dah makan?! Rangga duduk di kursi sebelah Olla, memulai basa-basi.


"Udah barusan. Mas Rangga udah makan?!" Olla menatap penuh kekaguman akan penampilan Rangga yang gagah dalam balutan jas abu.

__ADS_1


"Belum sempet. Tadi nyambut dulu tamu-tamu relasinya Pak Mark."


"Aku ambilin ya. Mau apa aja lauknya?" Olla bersiap berdiri. Namun lengannya ditahan Rangga yang memintanya duduk lagi.


"Nanti aja, La. Aku mau berbicara penting sama kamu." Rangga menampakkan raut wajah serius. Lalu merogoh saku jasnya.


"Ini apa?!" Olla mengerutkan kening melihat Rangga mengulurkan kotak persegi kecil berwarna hitam.


"Buka aja sendiri." Rangga meminta Olla untuk menerima uluran kotaknya. Ia dengan lekat memperhatikan Olla yang mulai membuka kotak berbahan bludru itu.


"Aku mulai suka sama kamu sejak pertemuan di kebun sengon. Lalu rasa suka itu lambat laun berubah seiring seringnya kita bertemu."


"Violla, aku mencintaimu. Maukah berpacaran denganku setelah kita menikah?" Tatapan hangat Rangga menembus manik mata hitam Olla yang sedang terperangah mendengar ucapannya.


Sejenak saling diam tak ada yang berbicara. Olla baru mengedipkan mata seolah baru saja terhipnotis. Merasa terhipnotis akan ucapan Rangga dan indahnya cincin putih bermatakan satu butir berlian yang berkilau.


"Mas Rangga serius atau becanda ini?!" Olla ingin memastikan. Wajahnya nampak datar dan sulit diartikan maknanya.


"Sangat serius, Olla. Aku tidak main-main dengan urusan hati."


"Kalau kamu memakainya berarti aku diterima. Kalau kamu menutupkan kotaknya berarti aku ditolak." Jelas Rangga.


Olla nampak berpikir sambil mengulas senyum. Menimang-nimang kotak yang dipegangnya. Dua menit kemudian....cincin yang indah itu diambilnya dan disematkan di jari manis kirinya.


"Alhamdulillah----- YES!" Rangga berdiri memekik girang sambil mengepalkan tangan ke udara.


"Olla, aku berjanji akan menjadikan kamu yang kedua----"


"TIDAK." Olla memotong dengan cepat dan penuh penekanan.


"Maaf aku gak jadi menerima Mas Rangga. Aku hanya wanita biasa yang tidak bisa ikhlas dipoligami. Inilah alasan mengapa aku putusin dia. Maaf, aku tidak siap dengan komitmen itu." Wajah Olla berubah keruh. Berniat melepaskan lagi cincin yang begitu pas di jarinya.


"Tunggu....aku belum selesai bicara." Rangga menaha tangan Olla yang akan melepaskan cincin.


"Olla, aku berjanji akan menjadikanmu yang kedua di kartu keluarga. Bukan menduakan untuk dipoligami." Rangga mengulum senyum.


"Kirain----" Olla memalingkan wajah, tersipu malu.


Rangga memutar kursi sehingga duduk berhadapan dengan Olla. "Will you marry me, Violla?"


Olla tersenyum lebar dan mengangkat tangan untuk memamerkan kepada Rangga, cincin yang tersemat di jari manisnya. "YES, I WILL." Jawabnya tanpa ragu.


Dari panggung hiburan yang khusus mempersembahkan lagu-lagu tema reliji, mulai mengalun lagu cinta romantis - Bidadari Surga.

__ADS_1


🎶🎶🎶


Setiap manusia punya rasa cinta


Yang mesti dijaga kesuciannya


Namun ada kala insan tak berdaya


Saat dusta mampir bertakhta


Kuinginkan dia yang punya setia


Dan mampu menjaga kemurniaannya


Saat ku tak ada ku jauh darinya


Amanah pun jadi penjaganya


Hatimu tempat berlindungku


Dari kejahatan syahwatku


Tuhanku merestui itu


Dijadikan engkau istriku


Engkaulah bidadari surgaku


****


Sore hari di villa.


Menikmati suasana senja yang cerah di kursi taman bersama keluarga dari Bandung. Minus Papi Mark yang ditinggalkan di rumah tahfiz bersama istri barunya. Yang baru akan menyusul ke sini besoknya. Teh dan aneka cemilan tradisional tersaji di meja menemani bincang-bincang santai membahas pengantin baru. Terutama membahas Opa Mark yang kentara bersikap mesra menggenggam tangan Fatimah sepanjang acara resepsi.


Dika dan Manda riang bermain usai sama-sama membuka kado. Ternyata bisikkan Opa Mark adalah tentang kado yang diberikan oleh Oma Ima di akhir acara pernikahan siang tadi. Dan kini kado berupa mobil anak jenis BMW sport berwarna merah, sedang diuji coba oleh Dika dengan Manda yang ikut menjadi penumpang. Papa Buye menjadi pemandu yang mengajari Dika cara menyetir.


Sebuah mobil pick up memasuki pekarangan villa yang luas. Membawa sebuah motor sebagai muatannya.


Mizyan melambaikan tangan ke arah Rangga yang sedang berbincang dengan Nico.


"Rangga Pramudya, saya serahkan Ninja 4 tak sebagai hadiah kesuksesan misi pak comblang sampai level 10. DIBAYAR TUNAI." Mizyan bak sedang ijab kabul pernikahan, menjabat tangan Rangga di depan motor sport berwarna merah list hitam yang garang itu.


Semua orang tertawa dan memberi tepuk tangan. Rahma mengabadikan momen sore ini dengan kamera ponsel.

__ADS_1


"YES! Ninja dan otewe kawin yuhuuuu---"


Rangga jingkrak-jingkrak dan berteriak kencang saking girang dan bahagia berpadu. Betapa tidak, ia juga kebagian momen indah di 11 Januari. Lalu ia menubruk Mizyan dan memeluknya erat sambil mengucapkan terima kasih untuk Ninja dan untuk bantuan ide menembak Olla.


__ADS_2