
Sementara Noctis bersama Theresa dan Sophia sedang jalan-jalan di luar akademi ketika jam istirahat, Elena menemui kakaknya yang 4 tahun lebih tua darinya. Dengan ini, seharusnya dia (kakak laki-laki Elena) berada di tahun kelima ketika adiknya masuk ke akademi. Untungnya, dia cukup pintar untuk naik kelas menggunakan nilai yang sedikit di bawah rata-rata.
“Jadi, ada apa kamu ingin menemuiku, Kakanda?” Elena menunjukkan wajahnya yang dipenuhi cemberut dengan kedua tangan yang dilipat. ‘Aku sedang enak-enaknya tidur siang. Diganggu seperti ini … rasanya tidak menyenangkan.’
Di depan Elena, merupakan anak laki-laki berusia 14 tahun yang tak lain lagi merupakan kakak laki-laki Elena. Dia memiliki rambut berwarna coklat terang dengan mata abu-abu cerah dan tubuh ramping serta kulit kuning langsat sampai-sampai author tidak ingin mendeskripsikan bagian ini karena sudah terlalu banyak muncul. Dia memakai blazer berwarna coklat terang sama dengan rambutnya dan sebuah celana panjang dengan warna coklat yang lebih gelap. Namanya adalah Andre Madison, yang mana dia (mungkin) bukan karakter penting dalam novel ini karena semua perannya sudah diambil Elena.
“Tidak banyak, Elena. Aku hanya khawatir jika kamu tidak terbiasa di tempat umum seperti ini atau mendapatkan perlakuan buruk dari teman sekelasmu. Jadi, aku memanggilmu ke sini untuk mengetahui lebih banyak tentang kondisimu saat ini.” Andre menurunkan alisnya, menunjukkan bahwa dia sangat khawatir pada Elena saat ini.
‘Dia ini …, bukankah terlalu mengkhawatirkanku dengan berlebihan? Seharusnya, dia sudah tahu kalau orang yang bisa bertarung melawanku di kerajaan ini dapat dihitung menggunakan jari. Yah, sudahlah, begini-begini dia tetaplah kakak laki-laki yang baik dan banyak mengkhawatirkanku. Aku tidak akan terlalu banyak mengeluh tentangnya.’ Elena kemudian membuat senyuman lembut dan mengatakan, “Kamu tidak perlu terlalu banyak mengkhawatirkanku, kok, Kakanda. jika ada orang yang ingin bersikap buruk padaku, aku bisa membela diriku sendiri. Selain itu, aku juga memiliki Noctis yang dapat membantuku di saat berbahaya.”
“Begitu ya. Ta-Tapi, kamu juga bisa mengandalkan kakakmu ini ketika mengalami masalah. Aku juga akan membantumu sebisaku menggunakan caraku sendiri. Aku, aku yakin jika tidak semua masalah dapat diselesaikan dengan kekuatan saja.” Alis Andre masih memelas, namun setidaknya dia telah menjadi lebih baik dari pada sebelumnya.
“Seorang laki-laki yang memanggil adik kelas perempuannya ke asrama laki-laki bukan seorang pria yang baik, lho, Kakanda.” Elena memelototi Kakaknya sendiri saat dia merasa tidak percaya orang yang membicarakan tentang menolongnya malah baru saja memunculkan masalah baginya. ‘Memang, ini bukan masalah yang besar karena tidak ada larangan untuk pergi ke asrama lawan jenis di saat istirahat seperti ini. Tapi tetap saja, bukankah akan terlihat seperti memiliki hubungan rahasia?’
“Apakah kamu memandangku sebagai pria yang buruk?” Andre menaikkan alisnya, merasa heran dengan ini.
__ADS_1
“Sekitar 10,” jawab Elena pendek.
“Oh, 10 dari 100 (10%). Aku rasa ini bukan nilai yang buruk.” Andre memegang dadanya bersamaan dengan menghembuskan napas lega.
‘Maksudku 10 dari 10 (100%), Kak! Huh, apakah di dalam kepalamu hanya ada pedang dan latihan, Otak otot!’ teriak dalam batin Elena.
“Oke, karena sudah tidak ada keperluan lagi, aku akan pergi dari tempat ini jika kamu mengizinkan.” Elena langsung berbalik ke pintu keluar dan keluar dari kamar kakaknya tanpa menunggu jawaban Andre.
•••••
Sesampainya di halaman akademi saat akan kembali ke kelasnya, Elena menemui Glence sedang bersama wanita lain --Angelica--. Sepertinya, Angelica sedang sedikit bingung dengan masalah penataan bangunan yang ada di akademi ini, sehingga dia menginginkan panduan dari kakak kelasnya yang lebih ahli. Selain itu, tentu saja Angelica memiliki tujuan lain selain hanya jalan-jalan bersama kakak kelas.
Glence membalikkan badanya pada Elena dan memegang kedua pinggangnya sebelum menjawab, “Jika kamu mengatakannya seperti itu dan pihak akademi mendengarnya, aku rasa mereka akan merasa tersinggung dengan ini. Bukankah sebagai murid yang beradab tidak menjelek-jelekkan bagaimana penampilan akademi?”
“Dunia tidak seluas daun talas. Jika dunia sesempit itu, maka akademi lebih sempit dari itu.” Elena berjalan mendekat pada mereka berdua, menaruh pandangan pada Angelica, lalu berkata, “Apa dia adalah Gadis nasi goreng itu? Apa kamu sedang mencari letak dapur di akademi ini?”
__ADS_1
“Aku punya nama! Namaku adalah Angelica Rosemary! Tolong jangan memanggilku dengan sebutan itu!” teriak Angelica sambil mengepalkan tangannya.
“Oke, Gadis Nasgor. Aku akan memanggilmu dengan sebutan itu mulai dari sekarang.” Elena membuat seringai tipis, seakan memberikan intimidasi pada Angelica.
‘Prestasinya sangat kecil, namun dibesar-besarkan sebagai penemu nasi goreng di dunia ini. Apa aku harus menjadi penemu ponsel untuk menyainginya? Aku rasa ini ide buruk karena akan terlalu banyak mempengaruhi peradaban di dunia ini,’ batin Elena.
“Ap-Ap-Apa?” Mata Angelica membelalak ketika dia tidak percaya panggilan baru dirinya. Dalam benaknya, ‘Sabar Angelica. Seperti yang kamu ketahui, dunia ini sebenarnya adalah dunia anime romantis. Aku adalah heroine di sini, sedangkan dia merupakan villainess atau sainganku. Dalam animenya sendiri, dia akan banyak membully heroine untuk ke depannya dan seharusnya memiliki masa depan yang gelap saat lulus. Aku sudah memutuskan untuk menyelamatkannya dan membuatnya menghindari rute itu. Aku harus sabar! Tapi ini aneh. Seharusnya Elena memiliki kulit dan mata gelap. Apakah ada sesuatu yang tidak sesuai dengan animenya?’
“Hentikan!” Glence memukul pelan kepala Elena. “Kamu membuatnya takut. Kamu sendiri seharusnya tahu, keluarga Rosemary merupakan bangsawan miskin dan sudah menjadi berkah untuk bagi mereka memiliki putri yang berhasil membuat kontrak dengan Spirit King of Light.”
“Iya, iya, aku paham. Aku memanggilnya seperti itu karena menurutku panggilan itu terdengar lucu untuknya. Aku minta maaf karena memanggilmu seperti itu tadi dan akan mengulanginya lagi di masa depan.” Elena membuat sebuah senyuman kecil dan sedikit tertawa.
‘Hmph! Kamu harus kuat Angelica! Jika villainess ini tidak diberikan pelajaran, dia akan melakukan hal buruk di masa depan! Ini adalah saat yang tepat untuk memberikan pelajaran baginya!’ teriak Angelica dalam benaknya sebelum mengatakan, “Guh! Kamu tidak bisa memanggil seseorang seenaknya! Bagaimana jika kamu sendiri mendapatkan julukan yang aneh padamu!”
“Tu-Tunggu, Angelica, walaupun begitu, Elena masih dari keluarga Duke yang jauh lebih tinggi dari keluargamu. Kamu tidak bisa berkata dengan membentaknya seperti itu.” Glence menjadi orang yang khawatir di antara mereka bertiga.
__ADS_1
“Hmm.” Elena menggosok dagunya dan mengatakan, “Aku rasa tidak buruk untuk memiliki nama julukan. Kamu bisa memanggilku “Dark Abyss” mulai dari sekarang.” Sambil memberikan senyuman cerah.
‘Ini tidak berguna!’ Angelica menghentakkan kakinya keras-keras dalam benaknya.