Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Lagi-lagi Damai


__ADS_3

Mereka bertiga bersama Aya, Anak Harimau, dan Bromo Agni kembali ke desa setelah urusan di hutan itu selesai. Saat ini adalah sore hari, dengan langit yang masih belum juga gelap. Akan tetapi, sinar matahari kekuningan tampak sangat terang, sedangkan matahari sudah mulai terbenam di ufuk barat. Hari ini merupakan sesuatu yang bagus untuk Leon, karena dia berhasil mendapatkan partner.


Ringkas cerita untuk beberapa saat yang lalu, Anak Harimau tersebut berakhir dengan menjadi penther milik Leon dengan nama Leo. Nama keduanya mungkin terasa mirip dan akan membuat bingung, namun setidaknya Penulis telah membuat catatan kecil tentang data beberapa karakter yang bisa menjadi pengingat dalam masalah ini. Dan untuk pembaca, silahkan disimak agar tidak salah membayangkan tokoh.


‘Ah, benar juga. Aku harus mencari tahu apakah ada bulan di dunia ini. Aku perlu kembali mengisi energi alamku untuk agar lebih mudah dalam mengambangkan kembali dragon vein. Bukan hanya dragon vein, sih, tapi juga energi alam sangat multiguna dan dapat memperkuat kemampuanku saat menggunakan kekuatan cenayang,’ pikir Elena ketika memandang langit cerah.


'(Hari ini agak melelahkan, ya. Sudah lama aku tinggal di jalanan dan tidak memakai kekuatanku. Jika bisa, aku ingin hidup santai sebagai kucing rumahan. Sangat menyebalkan untuk bertarung dan mempertaruhkan nyawa tanpa mendapatkan imbalan sedikitpun.)'


'(Jika aku adalah kucing rumahan, paling sulit aku mungkin hanya disuruh untuk bereproduksi bersama kucing lain. Bukan sesuatu yang buruk selama sudah mendapatkan kehidupan terjamin aku rasa.)' Aya dengan santainya berbaring di atas kepala Elena.


Entah bagaimana dia melatihnya, akan tetapi Aya mempunyai kemampuan penyeimbangan yang bagus, padahal dia hanya diam saja di atas kepala itu. Mungkinkah ini adalah insting alaminya sebagai seekor kucing?


Setelah melalui perjalanan selama beberapa lama, akhirnya mereka sampai kembali ke desa. Suasana di sana masih damai--sepi--dengan jumlah penduduk desa ini yang tidak terlalu banyak. Entah siang ataupun malam, suasana di sana yang relatif damai membuatnya cocok untuk dijadikan tempat berlibur dari ramainya kesibukan kota.

__ADS_1


“Setelah ini, apa yang akan kamu lakukan, Elena?” tanya Leon yang berjalan di belakang Elena.


“Aku?’ Elena berbalik ke belakang dan balik bertanya, “Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu?”


“Yah, bukankah kamu ini merupakan seorang pengembara? Aku rasa, aneh saja ketika kamu akan tetap menetap di tempat ini untuk waktu yang lama. Selain itu, aku rasa aku akan ikut denganmu saat kamu berpetualang ke dunia luar. Setelah aku memiliki partner ini, menjelajah ke dunia luar dan melihat-lihat kebudayaan berbeda dari setiap tempat aku rasa bukan sesuatu yang buruk,” kata Leon.


“Dengan kata lain, kamu ingin ikut denganku yang lebih profesional untuk menemanimu selama di luar, ‘kan? Aku sendiri, sih, tidak masalah dengan ini. Tapi….” Elena beralih ke depan pada Kai. “Apa Kakakmu akan membiarkan dirimu mengembara bersama orang asing? Aku hanya tamu yang datang beberapa hari lalu ke kediaman kalian, aku ini masih termasuk orang asing, lho.”


Kai diam sebentar sambil terus berjalan sebelum akhirnya mengatakan, “Tidak masalah. Meskipun aku masih belum mengenalmu dengan baik atau mengetahui tabiatmu yang sebenarnya, aku rasa kamu bukan orang jahat. Mana mungkin ‘kan seorang gadis biasa yang tidak tahu banyak hal tentang dunia ini akan membahayakan adikku? Sejujurnya aku sendiri sedikit curiga dengan kemunculanmu yang sangat mendadak, tapi aku rasa itu bukan masalah besar.”


“‘Makasih, ya. Kakak! Kebetulan aku sudah bosan berada di desa ini sejak aku lahir. Melakukan perjalanan di luar akan sangat menyenangkan meskipun aku belum tahu tentang sesuatu yang ada di sana. Tapi dengan panduan profesional--Elena--, Aku tidak akan ada sesuatu hal buruk akan terjadi,” ucap Leon dengan bersemangat.


‘Aku sendiri memang ahli perjalanan lintas dunia. Tapi jika tentang dunia ini, aku hanya tahu secara garis besarnya saja. Yah, setidaknya peradaban dunia ini mirip dengan bumi di tahun 2015. Harusnya, ada banyak sesuatu yang sama dengan yang di kehidupanku sebelum ini. Beberapa hal pastilah berbeda dengan adanya penther, tapi secara garis besar seharusnya sama.’

__ADS_1


“Baiklah. Lalu, sekarang apa yang akan kamu lakukan, Elena? Apa kita berdua langsung bersiap-siap saja dan pergi pada keesokan harinya? Aku sudah tidak sabar untuk berpetualang!”


“Hmm….” Elena menaruh jari telunjuknya ke pipinya, lalu mengatakan, “Aku tidak ingin mengatakan ini, tapi untuk sementara waktu Aku akan menetap di desa ini. Aya merupakan penther yang baru saja kutemukan pagi ini, dan aku rasa dia masih belum sehat betul. Penthermu juga baru saja didapatkan hari ini, aku yakin kalian berdua memiliki hubungan kurang dekat dan akan berbahaya saat bertemu trainer lain dan terlibat duel.”


‘Yang membuatku tidak senang dengan tinggal di sini adalah aku akan merepotkan mereka untuk waktu yang lebih lama. Jika saja aku bisa mengakses penyimpanan di dalam bayanganku, aku akan memberikan mereka beberapa perhiasan emas sebagai ganti tinggal di dunia ini. Aku juga akan bisa mengambil item seperti telepon pintar yang dapat menghubungi Noctis bahkan ketika ada di dunia berbeda.’


‘Tapi, ya, seperti yang kalian ketahui. Dragon vein milikku yang hancur membuatku tidak bisa menggunakan elemen dimensi atau ruang-waktu yang membuatku tidak bisa mengontrol bayangan yang merupakan 2 dimensi. Memang, ada kemampuan cenayang yang dapat mengendalikan bayangan, yaitu Umbrakinesis. Tapi, kemampuan ini tidak memungkinkan aku untuk mengakses 2 dimensi dan hanya dapat mengendalikan bayangan dan kegelapan.’


“Uh, kupikir kita akan langsung menjelajah setelah ini. Aku tidak tahu jika ada banyak hal yang perlu untuk dipertimbangkan sebelum berangkat.” Leon berubah lesu hanya dalam waktu singkat.


“Sabar, nak, sabar. Jika kamu terburu-buru untuk melakukan sesuatu, kamu sendiri malah akan menyesal saat memiliki persiapan yang belum sepenuhnya matang. Bayangkan saja jika kamu diserang oleh trainer asing. Ini malah akan membuatmu kehilangan lebih banyak uang untuk biaya pengobatan, ‘kan? Selain itu, penthermu itu--Leo--juga perlu lebih mengenal tentang lingkungan manusia.” Mata Elena melirik pada Leo yang ada di bahu Leon.


“Benar juga, ya.”

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, Aya. Apa kamu bisa mengajari penther itu tentang lingkungan di sekitar tempat ini? Aku rasa, dia akan lebih mempercayai dirimu dibandingkan yang lainnya. Seperti yang kamu katakan sebelumnya, masa lalunya yang memiliki kenangan buruk tentang manusia, mungkin membuatnya menjadi sulit untuk berteman dengan manusia,” bisik Elena pada Aya.


“(Baiklah, Aku rasa itu bukan sesuatu yang buruk. Memiliki junior di tempat ini juga akan menyenangkan kupikir.)”


__ADS_2