
“Terima kasih, ya, Catherine. Aku sangat terbantu dengan kalian yang mengizinkan aku tinggal di rumah ini selama beberapa minggu. Jika bukan karena kalian, aku mungkin akan tidur di pinggir jalan tanpa memiliki atap dengan merasakan dinginnya malam setiap waktu. Aku akan mengingat ini dan membalas budi di lain waktu.” Elena sedikit menundukkan kepalanya dari depan pintu.
Sudah sekitar seminggu Elena sampai ke dunia. Hari-harinya bersama keluarga Pyro tidak terlalu buruk meskipun juga dia tidak berada dalam kondisi baik. Dalam seminggu ini, dia telah melakukan sedikit latihan dan sedikit membangun dragon veinnya kembali. Untunglah, terdapat bulan di dunia ini yang membantu proses pemulihan energi alam Elena.
“Tidak usah dipikirkan. Lagi pula, kami juga merasa senang dengan keberadaanmu selama di sini,” kata Catherine sambil tersenyum. “Lalu, jika kamu ingin membalas budi, kamu hanya perlu bersikap baik kepada Putraku--Leon--dan menjaganya selama kalian berdua melakukan perjalanan. Aku tidak akan memaksamu untuk mengatakan tentang asal-usulmu, tapi aku tidak akan berusaha mengungkit masalah itu.”
“Sekali lagi, terima kasih. Aku memiliki beberapa masalah dengan masa laluku sampai tidak bisa mengatakannya kepada kalian saat ini. Aku akan menceritakan tentang masa laluku ketika waktunya sudah tepat.” Dalam benak Elena, ‘Yah, identitas palsu yang aku ciptakan memang terlalu mencurigakan mulai dari nama orang tua yang tidak terdata. Tidak aneh jika mereka tidak mempercayai sepenuhnya tentang cerita yang aku buat-buat.’
‘Kemampuan cenayang milikku tidak membuatku menjadi yang paling mengetahui, ini hanya membuatku memiliki kemampuan berpikir beberapa kali lebih hebat dibandingkan makhluk lainnya. Aku tetap memiliki kesalahan, seperti bisa saja kalah dalam debat melawan manusia biasa. Jika aku selalu mengandalkan pemikiran logis dari kemampuan berpikirku yang hebat, lama kelamaan aku akan mulai kehilangan emosiku sebagai manusia, dan aku tidak ingin hal seperti itu terjadi.’
“(Dasar, ya. Aku tidak menyangka trainerku akan menjadi sangat miskin sampai dia harus berhutang untuk membeli pakaiannya. Aku mulai ragu, apakah dia bisa merawatku dengan baik atau tidak. Sebagai tanda kesetiaan dan baik hatiku, aku akan tetap melayaninya meskipun memiliki bayaran yang sangat buruk dan gajiku yang sebenarnya lebih mudah jika tidak dibagi dengan trainerku.)” Aya yang ada di atas kepala Elena menyeringai.
‘Kucing ini…! Hanya karena dia berbicara menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa manusia, sedang hanya aku yang mengetahui terjemahan dari apa yang dikatakannya. Dia seenaknya sendiri memancing emosiku di depan mereka semua. Kalau saja dia hewan halal seperti kambing, aku akan membuatnya menjadi sate!’ Elena menahan geramnya di dalam kepala.
__ADS_1
‘Memang benar, sih, aku membeli pakaian dengan gaya yang sesuai dengan yang biasa digunakan di dunia sebelumnya menggunakan uang Catherine. Tapi setelah aku menjadi trainer sukses nanti, aku pasti bisa menghasilkan lebih banyak uang dari pada ini! Tujuan utamaku saat ini memang hanya mendapatkan uang untuk biaya hidup selama beberapa bulan ke depan. Tapi, aku rasa tidak ada salahnya mencari banyak-banyak uang di dunia ini.’
“Baiklah, aku berangkat. Kasihan Leon, dia sudah menunggu lama di depan gerbang. Dia akan marah padaku jika aku terlalu berlama-lama di sini.” Elena berbalik dan melangkah pergi.
“Hati-hati di jalan, ya. Jika kamu membutuhkan bantuan kami, rumah ini akan dengan hati menyambutmu. Kembalilah ke sini sesekali, aku sudah tidak menganggapmu sebagai orang asing lagi, lho.” Catherine melambaikan tangannya sebelum menurunkannya dan berbalik sambil menggerutu, “Hah…. Dia menjadi gadis yang baik dengan membantuku mengerjakan sebagian besar pekerjaan rumah. Ini akan menjadi sedikit merepotkan setelah dia pergi.”
Elena sendiri memang banyak membantu saat berada di sana dengan alasan yang sudah jelas, yaitu karena dia merasa canggung saat tidak melakukan apapun dan hanya menjadi beban tambahan. Bahkan, dia sendiri tidak mau menjadi tamu di rumah ini jika bisa, apalagi sampai menginap selama beberapa hari. Bagaimanapun, dia menjadi tunawisma di dunia ini.
“Leon lebih fokus pada urusannya sebagai trainer setelah mendapatkan penther, Kai pergi menemui Ayahnya untuk beberapa urusan penting dan mendadak, rumah ini akan menjadi sepi dengan hanya aku sendirian yang berada di sini. Apa semua trainer memang memiliki kesibukannya sendiri-sendiri?”
Jauh dari tempat itu, Kai sedang menaiki Bromo Agni dalam perjalanannya. Tujuannya adalah menemui Ayahnya seperti yang dikatakan dialog Catherine sebelumnya, namun masih belum jelas di mana tepatnya Ayahnya saat ini. Pokoknya, dia berada di langit tanpa awan dengan suhu membakar yang membuat dehidrasi. Lingkungan di bawahnya adalah gurun pasir dan kurang mendukung untuk adanya kehidupan.
“Panas…. Padahal sudah memakai pakaian yang tipis, tapi ini masih terlalu panas. Sebelumnya, aku berada di daerah khatulistiwa, sekarang aku berada di timur tengah. Dari yang awalnya iklim tropis, aku berpindah ke tempat dengan iklim gurun. Suhu panas ini terlalu berlebihan meski aku memiliki penther elemen api. Apa aku harus mencari penther berelemen air?”
__ADS_1
Kai membuka resleting jaketnya dan menaikkan lengan panjang itu, namun dia masih merasa kepanasan karena iklim tempat ini yang memang aslinya adalah panas.
“(Jangan begitu, Bos! Aku sudah setia dalam waktu yang lama untukmu, mana mungkin aku akan suka jika kamu memiliki hubungan dengan penther lain. Juga, elemen air berlawanan denganku dan itu tidak akan terlalu bagus untuk melakukan kerja sama dengan mereka. Jika pun kamu ingin memiliki penther baru, aku lebih suka jika kamu mencari yang elemen api sama sepertiku.)” Bromo Agni mengarahkan matanya yang menatap tajam pada Kai.
Dialog Bromo Agni hanya terdengar sebagai pekikan untuk Kai. Akan tetapi dengan hubungan yang telah mereka jalin selama bertahun-tahun, keduanya dapat saling mengerti hanya dari tebak-menebak kata. Ini sangat berbeda dengan Elena yang sangat paham perkataan binatang dari Zoakinesis, namun ini menjadi bukti kedekatan mereka berdua.
“Heh…, apakah kamu tidak suka jika aku memiliki penther lain yang akan bekerja sama dengan kita? Aku hanya bercanda dengan itu, kamu tidak perlu khawatir. Setidaknya, kamu hanya akan menjadi satu-satunya penther yang aku miliki sampai aku berada dalam kondisi terdesak atau benar-benar perlu dengan penther tambahan.” Sambil mengelus kepala Bromo Agni.
“Ah! Itu dia tujuan kita!” Kai mengalihkan pandangannya ke bawah.
Di tengah gurun pasir ini, terdapat sebuah bangunan yang terlihat mirip dengan sebuah kuil. Ia memiliki warna bagunan yang hampir sama dengan pasir di sekitarnya, juga terdapat beberapa warna yang berbeda dari lainnya. Sementara bangunan di tengah memiliki bentuk mirip seperti piramida, terdapat dua buah bangunan yang mirip seperti menara di bagian kanan dan kirinya.
__ADS_1
...(Gambar hanya ilustrasi dan tidak 100% mirip.)...
...(Juga, gambar bukan milik Saya.)...