
Singkat saja, mereka bertiga sampai ke rumah Kai dan Leon. Elena kurang peduli dengan ke mana mereka akan pergi, dia lebih memperhatikan ke arah langit sore yang hampir gelap dengan kerumunan awan tebal yang menutupi pandangan. Apa yang Elena cari adalah rembulan, karena jika itu ada, dia bisa memulihkan sedikit energi alamnya menggunakan Lunarkinesis. Sayangnya, awan tebal menutupi pandangan Elena sehingga dia tidak dapat melihat pemandangan langit.
“Permisi, kami pulang!” ucap Leon dengan suara yang agak keras ketika membuka pintu rumah.
Elena dan Kai diam saja di belakangnya. Mereka berdua lebih suka menunggu dengan membiarkan Leon membuka pintunya. Tampaknya, Kai memiliki sikap yang lebih pendiam, sedangkan ini masih cukup normal untuk Elena karena dia merasa canggung.
Tak lama kemudian, seorang wanita muncul setelah membukakan pintu. Dia --Catherine-- terlihat rambut merah sama seperti kedua putranya, hanya saja dia mengepang rambut panjangnya itu. Kulitnya berwarna putih, dan dia memiliki mata berwarna jingga. Dia sepertinya adalah orang yang ramah sehingga Elena tidak menaruh waspada padanya. Lagi pula, jika kebanyakan orang memiliki niat jahat, maka Elena tidaka akan pernah bisa tidur dan akan selalu mewaspadai semua orang.
“Selamat datang, kalian berdua menghabiskan cukup banyak waktu untuk mencari Penther, lho. Sepertinya, kalian berdua tidak mendapatkan satupun dari mereka, tapi tidak apa-apa karena memang tidak semudah itu untuk menangkap satu di alam liar. Jika kalian sudah menyerah untuk mencarinya, kalian bisa saja membelinya di toko, kok. Aku tidak masalah dengan mengeluarkan sedikit uang,” ucapnya dengan tersenyum manis pada ketiganya.
“Tidak, Ibu, aku tidak akan menyerah hanya karena sekali kegagalan. Bahkan jika harus mengulanginya ratusan kali, aku akan tetap melakukannya.” Leon mengepalkan tanganya dengan wajahnya yang dipenuhi semangat. “Aku pasti akan menjadi Trainer hebat seperti Ayah dan Kakak di masa depan. Bersama dengan bantuan Kak Kai, aku pasti bisa menemukan satu Penther yang cocok untukku!”
“Oke, oke, aku sangat tahu kamu bersemangat untuk menjadi Trainer, tapi jangan memaksakan diri, ya.” Catherine kemudian mengalihkan matanya pada Elena. “Kamu, apa yang kamu lakukan sampai memiliki lengan pakaian yang robek itu? Aku dapat menebak jika kedua anakku ini telah membantumu dalam situasi sulit, tapi apa baru saja terjadi padamu?”
__ADS_1
“Eh?” Elena tersadar, kemudian menengok pada lengan kirinya. ‘Ugh, aku lupa. Serangan orang itu sebelumnya berhasil memotong tangan kiriku, membuat aku menjadi memiliki lengan pakaian yang terpotong. Aku memang bisa menyembuhkan tanganku, tapi beda lagi ceritanya kalau itu adalah pakaianku. Aku memang masih memiliki pakaian ganti di dalam penyimpanan bayangan, tapi aku sama sekali tidak bisa mengambil satupun dari mereka.’
“Eh! Kupikir, itu adalah gaya berpakaian yang saat ini sedang tren, jadi bukan, ya?” Leon hanya menataap itu dengan heran, seakan yang dilakukannya bukan sesuatu yang aneh.
‘Aku bahkan tidak menyadari dan memperhatikannya sama sekali,’ pikir Kai.
“Ya-Yah, beberapa hal terjadi sampai pakaianku bisa robek sampai seperti ini, Aku sendiri tidak sadar kapan ini terjadi. Tapi… yang lebih penting, perkenalkan, aku adalah Madison Elena, panggil saja Elena karena ini adalah namaku dengan yang satunya adalah nama keluarga. Aku hanyalah seorang pejalan kaki yang kebetulan tersesat di dalam sana.”
“Eh? Kupikir kamu memiliki seekor Penther bersamamu selama perjalanan, yang kamu masukkan ke dalam pet House. Pantas saja, aku merasa aneh dengan kamu yang berjalan sendirian di dalam hutan belantara,” ucap Leon heran.
‘Hmm, aku juga tidak memperhatikan hal ini. Memang, sih, sangat umum ada seorang Trainer lemah yang mewarisi Penther kuat milik orang tua mereka sehingga mereka berlevel tinggi tanpa pengalaman. Sungguh, sangat unik ada seseorang tanpa Penther di dunia ini,’ pikir Kai.
‘Masih belum sampai sehari, tapi aku sudah mendapatkan sebuah istilah lain. Intinya, sesuatu yang disebut sebagai Pet House ini adalah sebuah benda yang dapat digunakan untuk menyimpan Penther. Wujud dari Pet House sendiri adalah sebuah kristal berwarna putih pucat dan akan berubah warna tergantung elemen Penther ketika ada yang masuk ke dalamnya.’
__ADS_1
‘Ngomong-ngomong, salah satu anggota Red Moon yang mengeluarkan spirit tingkat tinggi menggunakan benda ini sebagai wadah spiritnya dan Kai juga memakainya beberapa waktu yang lalu, namun sayangnya aku tidak memperhatikan ketika dia melakukannya.’
Elena terdiam dan otaknya bekerja sangat keras mempertimbangkan jawaban paling logis yang dapat diberikan saat ini. Dia tidak dapat memberikan jawaban asal atau ini hanya akan menambah rasa curiga Catherine. Jika bisa, dia harus memberikan alasan yang benar-benar logis dalam situasi ini dan tidak melibatkan tentang orang tuanya karena memang tidak ada di dunia ini.
“Ak-Aku, Aku hanya beruntung sempat masuk ke dalam hutan itu tanpa ada binatang buas yang menghampiriku. By the way, di dalam hutan itu sangat damai dan tidak ada binatang pemangsa apapun. Aku tidak menerima luka apapun ketika berada di dalam sana, dan aku sendiri juga tidak menyadari kapan lengan jaketku ini robek. Apa jawaban ini sudah cukup?” kata Elena.
‘Aku tahu, aku tahu! Penjelasan yang aku berikan ini sama sekali tidak masuk akal dan seperti menyerahkan semuanya pada keberuntungan. Bahkan, aku juga mempertaruhkan keberuntunganku agar mereka bisa percaya pada penjelasan ini. Jika saja aku dapat menemukan yang lainnya dengan lebih logis, pasti aku akan memakai alasan tersebut. Menggunakan keberuntungan seperti ini benar-benar bukan gayaku, dan aku yakin Noctis akan tertawa mendengar aku tersudut.’
‘Ugh, Telepati milikku bisa saja kukembangkan menjadi sesuatu yang lain sampai membuat pikiran orang lain aku manipulasikan. Tapi, aku memerlukan energi yang lebih besar dan memerlukan fokus mendalam saat itu. Dalam kondisiku yang kelelahan sekarang, tidak banyak yang bisa aku lakukan menggunakan kemampuan cenayang.’
Mereka bertiga hanya dapat terdiam mendengarkan penjelasan tidak masuk akal Elena ini. Ketiganya tidak dapat menelan informasi ini mentah-mentah dan begitu saja sehingga ketiganya memandang Elena dengan intens dan menunggu penjelasan lain Elena. Elena sendiri yang merupakan pemberi informasi mulai menyusut dan sangat berharap mereka mempercayai tentang ini.
“Jadi begitu ya. Kamu hanya sedang beruntung.” Catherine menepuk pelan tangannya untuk mencairkan suasana. “Silahkan masuk! Aku akan membuatkan makan malam untuk kalian bertiga. Sementara itu, kamu bisa menggunakan kamar mandinya, kok, Elena.”
__ADS_1