Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Adik Kai


__ADS_3

Mereka berdua, Elena dan Kai pergi menyusuri hutan untuk mencari adik Kai yang lebih dulu melewati jalur di sana. Masih sama seperti sebelumnya, hutan ini relatif damai dan tidak memiliki masalah apapun. Keduanya sama sekali tidak bertemu hewan buas atau perlu melakukan pertarungan. Hanya ada pepohonan dan hewan-hewan kecil yang tampaknya tidak berbahaya.


“Tujuan kalian adalah untuk mencari Penther bagi adikmu, ‘kan? Memangnya, itu bisa didapatkan di hutan yang damai seperti ini?” tanya Elena yang berjalan di belakang Kai.


“Seperti yang kau tahu, tidak terlalu banyak hewan atau Penther kuat di hutan ini. Tapi, beberapa saat yang lalu,kami melihat satu yang cukup kuat dan menjanjikan,” jawab Kai datar sambil tetap fokus pada jalanan di depannya.


‘Intinya, semua hewan di dunia ini dapat menggunakan Centher Energy walau ada perbedaan untuk setiap binatang karena tingkat keahlian yang berbeda. Hewan yang hanya bisa menggunakan Centher Energy rendah masih disebut “hewan”, sedangkan yang lebih ahli mulai disebut “Penther”. Sebenarnya, ini bukan tentang julukan yang mereka miliki, tapi lebih mengarah bagaimana kebiasan orang di dunia ini memanggil mereka.’


‘Menurut sedikit sejarah yang aku dapatkan dari Kai selama pembicaraan ini, Penther baru saja muncul di dunia ini beberapa ratus tahun yang lalu, sehingga beberapa manusia mungkin masih terbiasa memanggil mereka menggunakan sebutan “hewan”. Jika menggunakan bahasa baku dunia ini, tampaknya Penther lebih sering dipakai.’


“Ngomong-ngomong, aku lupa belum menanyakan siapa nama adikmu. Bisakah kamu memberitahunya?” minta Elena disertai senyuman manis.


“Dia adalah Pyro Leon, beberapa tahun lebih muda dariku. Terkadang, dia memang menjadi anak yang nakal dan suka mengganggu urusan orang lain, tapi aku jamin dia sebenarnya adalah anak yang baik. Jika kamu tidak kuat untuk berada di dekatnya karena sikapnya yang energik itu, lebih baik kamu menjauhinya tanpa mengatakan apa-apa,” jawab Kai datar.

__ADS_1


‘Ah, dia bahkan tidak berbalik sedikitpun saat menjawab.’ Senyuman Elena menjadi kering, dan dia melanjutkan, ‘Bukankah seharusnya kamu bersikap lebih ramah pada orang yang sedang kamu ajak bicara? Aku tahu, aku hanya berumur 9 tahun dan akan 10 tahun dalam menggunakan hitungan di tubuh ini, tapi tolong perhatikan aku dengan lebih baik.’


‘Tapi, aku mulai menyadari sesuatu dari percakapan ini. Orang-orang di dunia ini memiliki nama keluarga yang ada di depan. Mungkin aku harus menyebut diriku Madison Elena agar tidak menyebabkan kesalahpahaman dalam panggilan. Sejujurnya, aku tidak suka membalik namaku seperti itu, tapi karena itu adalah adat di dunia ini … mau bagaimana lagi, ‘kan? Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.’


‘By the way, fisik bocah sebelumnya tidak dapat diremehkan. Walaupun aku membencinya, tapi aku tidak bisa mengabaikan kekuatan fisiknya yang berhasil bertahan jatuh dari ketinggian beberapa meter. Aku bisa saja dengan mudah melakukan jauh lebih baik dari itu saat memiliki cukup banyak energi alam atau memakai kemampuan cenayang, tapi itu akan sulit hanya memakai kekuatan fisik mentah.’


Membutuhkan beberapa lama sampai mereka berdua akhirnya menemukan adik Kai --Leon--. Elena dan Kai hanya berjalan santai di hutan dan mereka juga tidak berharap akan menemukan Leon dalam waktu singkat di hutan yang luas ini. Dapat menemukannya sebelum hari menjadi gelap telah menjadi keberuntungan tersendiri bagi mereka berdua, terutama Elena ingin cepat-cepat keluar dari hutan ini dan beristirahat.


Di sana, Leon sedang memasukkan kepalanya di dalam semak-semak sehingga cuma menunjukkan punggungnya. Dia sedang mencari sesuatu secara intens dan tidak menyadari kedatangan Elena dan Kai yang berada tepat di belakangnya. Sebelumnya, dia juga tidak menyadari jika sudah menginjak wajah Elena, menunjukkan jika dirinya bukan orang yang peka.


“Kakak!” Leon berbalik dan melanjutkan, “Sayangnya tidak. Penther yang kita lihat dari ketinggian sebelumnya tampaknya masuk lebih dalam ke hutan dan aku kehilangan jejaknya. Kupikir, aku bisa menemukannya jika berlari sekuat tenaga ke sana.”


Sementara mereka berdua sedang saling berbicara, Elena memperhatikan perawakan dari Leon yang merupakan adik Kai. Dia seumuran dengan Elena dan memiliki perawakan yang mirip dengan Kai. Namun tidak seperti Kai yang memakai jaket, dia memakai kaos putih tanpa lengan dan celana merah sampai ke lutut.

__ADS_1


“Hmm, siapa gadis itu?” Leon menatap Elena dari dekat dan dengan mata yang disipitkan.


“Tidak perlu sampai menatap seperti itu juga, ‘kan? Kamu tepat berada di depanku, dan aku dapat melihat wajahmu dengan terlalu jelas,” jawab Elena dingin.


“Dia adalah orang yang sebelumnya kamu injak wajahnya ketika turun secara paksa dari ketinggian, lebih baik meminta maaf padanya atau aku sendiri yang akan memberikan hukuman kepadamu.” Kai memberikan hawa mencekam di sekitarnya saat dia menujukan pandangan mematikan pada Leon.


“Ma-Maaf. Aku sama sekali tidak fokus saat itu dan tidak melihat ada orang di sana. Aku sangat menyesal karena kelakuanku sebelumnya.” Leon menundukkan kepalanya pada Elena karena merasakan hawa haus darah dari kakaknya yang sangat mematikan itu. Kemudian, dia kembali mengangkat kepalanya dan mengatakan, “Aku adalah Pyro Leon. Kamu mungkin sudah mendengarnya dari kakakku, tapi aku ingin memperkenalkan diriku sendiri. Kamu bisa memanggilku Leon dan mari berteman baik mulai dari sekarang.”


“Hmph! Aku akan melihat sikapmu padaku untuk kedepannya. Aku tidak bisa mempercayai begitu saja orang yang baru saja menginjak wajahku saat sedang berjalan-jalan di hutan.” Elena melipat tangannya bersamaan dengan dia menutup matanya dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Melihat itu, mata Leon tertuju pada lengan kiri Elena. Namun setelah beberapa saat, dia menggelengkan kepalanya dan mengatakan, “Aku sungguh minta maaf dengan apa yang aku lakukan sebelumnya. Tolong jangan ngambek padaku untuk waktu ke depannya. Walaupun semua teman di tempat asalku kebanyakan lebih memilih untuk menjauhiku, aku rasa aku adalah orang yang baik.’


‘Bagaimana kamu bisa menilai dirimu sendiri! Justru orang lain lah yang akan menilai dirimu dan memberikan pandangan mereka mengenai tempatmu di masyarakat! Menilai diri sendiri hanya dari pandangan pribadi, bukankah itu artinya kamu sangat tidak peka dengan sesuatu yang ada di sekitarmu? Apa kamu ingin aku memukul kepalamu beberapa kali, ha! Setelah kamu mengatakan tentang ini, aku malah menjadi tidak yakin untuk berteman denganmu.’

__ADS_1


Elena membuka salah mata kanannya dan melirik pada Leon, lalu berkata, “Hah…, baiklah. Lagi pula, aku tidak memiliki kenalan di sekitar sini. Semakin banyak orang, maka ini akan menjadi semakin baik, ‘kan. Tapi, jika kamu melakukan yang tidak-tidak padaku di masa depan, aku akan memukulmu dengan keras dan membuatmu menyesal.”


__ADS_2